CRUSHED BY CEO

CRUSHED BY CEO
RUMOR



    Seperti hari Minggu biasanya Dira sudah selesai membersihkan seluruh bagian didalam tempat tinggal nya, bahkan ia sudah selesai menyantap makan siangnya yang tadi ia masak seusai berberes flat itu. Kala itu Dira masih duduk dimeja makan sembari memainkan ponselnya dan tersenyum – senyum dengan riang membaca group chat yang hanya beranggotakan dirinya, Axel dan Edgar.


    Tok.. tok..tok..


    “ Sayang buka pintunya “ Suara Sandro terdengar menggelegar dibalik pintu flat Dira.


    Seketika Dira menggeletakkan ponselnya dengan kasar diatas meja lalu berlari dengan cepat untuk mengganti celana pendeknya dengan celana yang lebih panjang. Sesudahnya ia segera meraih pegangan pintu dan membukanya.


    “ Kok lama sekali membukakan pintunya? Ayo kita mandikan Odie dan Ohana “ Protes Sandro singkat seraya menerobos masuk kedalam flat Dira dengan menenteng wadah bening yang menjadi rumah kura – kura miliknya itu.


    “ Hmm, Ohana sudah selesai mandi tadi pagi dan dia sedang berjemur “ Tukas Dira singkat sambil menunjuk hewan peliharaannya yang sedang ia jemur didekat jendela.


    “ Kenapa tidak bersama – sama memandikan nya? “ Ucap Sandro lagi, ia terdengar seperti seorang anak kecil yang sedang merajuk.


    “ Habisnya kamu tidak memberitahuku jika akan memandikan Odie juga “ Jawab  Dira sambil mencibikkan bibir bawahnya.


    Sandro kemudian meletakkan Odie diatas meja makan, sementara pria itu tiba – tiba saja menghambur memeluk tubuh mungil kekasihnya itu. Pria berhidung mancung itupun mendekap dengan erat tubuh Dira, seraya mengecup puncak kepala wanitanya.


    “ Bagaimana bisa aku sudah sangat merindukan mu seperti ini “ Ucap Sandro sambil menepuk bahu Dira dengan pelan.


    “ Sh! Gombal! “ Dira sengaja memukul dada bidang kekasihnya itu.


    “ Aku benar – benar ingin segera menikahi mu “ Lagi, Pria itu menyampaikan keinginannya untuk segera menikah.


    “ Hmm, ayo mandikan Odie? “ Dira mengalihkan topik pembicaraan kemudian ia beringsut dari dalam dekapan Sandro.


    “ Ck! Lihatlah Odie, Mama mu yang cantik itu tidak ingin menikah dengan Papa nak “ Sandro berdecak kesal kemudian mengajak Odie berbicara.


    “ Hahaha, Mama? Papa? Sssh “ Dira tertawa dengan keras mendengar ucapan Sandro pada Odie baru saja. Sementara Sandro terlihat memanyunkan bibirnya melihat Dira yang tertawa terbahak – bahak.


    Dira segera meraih Odie dari atas meja dan membawanya menuju wastafel, tanpa menunggu Sandro ia segera mencuci wadah yang menjadi rumah untuk Odie dan mengguyur hewan lucu tersebut dibawah pancuran kran air. Sandro kemudian berjalan mendekati kekasihnya itu lalu melemparkan senyumannya seraya memandang paras ayu Dira.


    Cup!


    Tiba – tiba saja Sandro mengecup pipi kekasihnya itu dengan lembut, membuat Dira tersentak beberapa saat. Perempuan itu kemudian memalingkan wajahnya dan memandang kearah Sandro dan memasang wajah kesalnya pada CEO tampannya itu.


    “ Ck! Aku sedang memandikan Odie, jangan mengganggu “ Dira berdecak dengan kesal.


    Cup!


    Lagi Sandro mengecup sebelah pipi kekasihnya itu, seolah ia sengaja untuk menggoda Dira agar perempuan itu kembali protes. Sambil memicingkan matanya Dira membuang pandangannya dari wajah Sandro dan kembali berfokus untuk memandikan Odie. Sesudah beres dengan Odie, perempuan cantik itu kemudian meletakkan kura – kura jantan milik Sandro untuk berjemur disamping Ohana.


    “ Tadi siapa yang mengajak memandikan? Tetapi juga akhirnya hanya aku sendiri yang memandikan Odie? “ Tukas Dira sambil menatap kearah kekasihnya yang kini duduk dikursi dekat jendela, tepat disamping Dira menjemur Odie dan Ohana.


    “ Hehehe, terima kasih sayang “ Sandro kemudian meraih tangan Dira agar mendekat padanya.


    Sandro kemudian memajukan wajahnya tepat didepan wajah Dira lalu mengecup bibir Dira yang ranum dengan sangat lembut. Perlahan Sandro ******* bibir kekasihnya itu mulai dari bibir atas berganti ke bibir bagian bawah, sama lembutnya Dira juga membalas ciuman dalam yang dihujankan oleh Sandro padanya.


    Kring.. kring.. kring..


    Dira segera menarik bibirnya yang masih menempel pada bibir Sandro karena tersentak oleh panggilan yang tiba – tiba masuk kedalam ponselnya yang berada diatas meja. Wajah Dira memerah, begitu juga dengan Sandro, keduanya yang sedang terhanyut dalam kecupan dalam dan hangat dikagetkan oleh telepon masuk yang meraung – raung didekat mereka.


    “  Maaf sayang, Axel menelpon “ Ujar Dira pada Sandro yang saat itu terlihat salah tingkah.


    “ Hmm, angkat saja. Awas saja kalau tidak penting “ Jawab Sandro dengan kesal sambil membuang pandangannya kearah jendela didekat mereka.


    Dira segera meraih ponsel yang masih saja berdering diatas meja kemudian menekan tombol yang muncul pada layarnya untuk menjawab panggilan dari sahabatnya itu.


    “ Halo, ada apa Xel? “ Sapa Dira pada Axel yang menelponnya dari seberang.


    “ Dira, sepertinya ada yang melihat mu dengan Pak Sandro saat berkencan kemarin! “ Ucap Axel dengan lugas saat Dira sudah menjawab teleponnya.


    “ Maksud mu Xel? “ Dira masih belum dapat mencerna perkataan Axel barus aja.


    “ Aku mendapat video mu dan Pak Sandro yang sedang makan malam berdua, infonya video tersebut diambil tadi malam Dir “ Sambung Axel lagi.


    “  Kamu dapat video dari siapa? Bagaimana bisa? “ Wajah Dira yang semula merona kini terlihat begitu pias, apa yang menjadi ketakutannya selama ini benar – benar terjadi.


    “ Shella mendapat video mu dari grup kantor yang hanya beranggotakan orang – orang tertetu Dira. Group yang dibuat untuk bergosip, sekarang kamu dan Pak Sandro yang sedang menjadi bahan pembicaraan, aku kirim kan video nya pada mu “ Jelas Axel panjang lebar pada sahabatnya itu.


    “ Oke Xel, aku tunggu ya. Terima kasih sudah memberitahu ku “ Tukas Dira dengan lemas kemudian mengakhiri percakapannya dengan Axel.


    Dira semakin fokus dengan ponsel yang berada ditangannya itu, dengan cepat ia segera membuka pesan yang dikirimkan oleh Axel. Segera perempuan cantik itu memutar video yang masuk dalam ponselnya, dan benar saja itu adalah kencannya semalam bersama Sandro setelah menonton bioskop tepat saat mereka sedang makan malam.


    “ Kenapa sayang? “ Tanya Sandro sambil memandang Dira yang kini semakin terliaht pias.


    “ Sayang, lihatlah “ Dira kemudian menyodorkan ponselnya itu kepada kekasihnya.


    Sandro segera meraih ponsel milik Dira dan melihat video yang diputar oleh kekasihnya itu, tidak terlihat perubahan mimik muka yang berarti dari wajah Sandro. Lelaki itu hanya menghela nafasnya singkat kemudian kembali menggeletakkan ponsel Dira keatas meja.


    “ Bagaimana ini? “ Wajah Dira tampak begitu panik, berkali – kali ia menggigit bibir bagian bawahnya dengan sangat cemas.


    “ Apa yang bagaimana? Itu memang kita bukan? Lagi pula apa yang salah? Kita memang berpacaran dan itu kita berdua hanya sedang berkencan, itu tidak melanggar norma apapun “ Jawab Sandro dengan begitu santainya.


    “ Semua orang mengetahui hubungan kita, aku belum siap “ Dira menjatuhkkan kepalanya tepat diatas meja kemudian membenamkan wajah cantikknya bertumpu pada kedua lengannya.


    Sandro tersenyum kecil, perasaannya sungguh bahagia karena memang ini yang sebenarnya ia inginkan. Ia ingin dunia segera tahu bahwa Dira adalah miliknya.


    “ Siapapun itu, aku berterima kasih karena membuat dunia tahu bahwa Dira adalah milikku. Aku satu – satunya pria yang bisa memilikinya “ Bisik Sandro didalam hati.