CRUSHED BY CEO

CRUSHED BY CEO
NONTON BERSAMA



    Sore itu Dira sudah siap untuk pergi menonton film disebuah bioskop yang tidak begitu jauh dari rumah tinggalnya bersama dengan Axel dan Edgar. Mobil tipe hatchback berwarna putih terlihat berhenti didepan pagar rumah yang menjadi boardinghouse Dira. Axel tampak turun dari kursi penumpang dan mengetuk pagar besi itu pelan, Sandro melihat kedatangan pemuda itu dari balkon kamarnya .


    “ Dir! Mau kemana? “ Panggil Sandro dari depan pintu flat kamarnya saat Dira sudah hampir turun ke lantai satu.


    “ Ehm, mau keluar Pak sama Axel dan Edgar. “ Ucap Dira setelah berpikir beberapa saat.


    “ Kemana? “ Tanya Pria itu lagi.


    “ Nonton Pak. “ Dira menjawab singkat pertanyaan CEO nya itu.


    “ Tunggu, saya ikut. Tunggu dibawah saya ganti baju sebentar. “ Pria itu tiba – tiba saja ingin bergabung bersama Dira dan teman – temannya tanpa meminta persetujuan dan terdengar sedikit memaksa.


    “ Oh? Memang Bapak tidak malam mingguan? “ Ujar Dira menelisik.


    “ Ya ini mau malam mingguan sama kalian. “ Pria itu masih berdiri di ambang pintu.


    “ Sama, pacar Bapak? “ Dira berusaha memancing CEO nya itu.


    “ Sana tunggu dibawah, bilang Axel dan Edgar nanti pakai mobil saya saja. “ Tanpa mendengar jawaban dari Dira, lelaki itu sudah menghilang dibalik pintu kamarnya.


    Sementara Dira dengan bingung berjalan menghampiri teman – temannya yang masih menunggu didalam mobil.


    “ Guys, masak Pak Sandro mau ikut kita? “ Dira dengan cemas memberitahu  teman – temannya.


    “ Kok bisa? “ Edgar terdengar sedikit keberatan.


    “ Entah, dia tiba – tiba sudah menghadangku didepan pintu kamarnya. Gimana dong? Masa kita tolak? “ Dira terlihat menggerakkan kedua bahu nya bersamaan.


    “ Mau bagaimana lagi, biar saja lah. Kita juga belum beli tiket. “  Sambung Axel kemudian.


    “ Oke lah.” Sedikit terpaksa Edgar mengiyakan.


    Tidak lama Sandro turun menuju halaman depan rumah tinggalnya, ia mengambil kunci mobil di pos security. Lelaki itu kemudian menghampiri Axel dan Edgar yang berdiri menunggunya diluar mobil, sementara Dira duduk dibangku panjang yang ada ditaman.


    “ Pakai mobil saya saja, kalian mau nonton apa? “ Ucap Sandro pada dua pria didepannya.


    “ Oh, Bapak ingin nonton apa? “ Edgar kembali melemparkan pertanyaan pada Sandro.


    “ Saya ngikut kalian saja. “ Lelaki itu memandang Dira yang masih sibuk memainkan Hpnya.


    “ Dir, sini deh. “ Panggil Axel, Dira kemudian menyimpan HP nya lalu mendekati tiga Pria disana.


    “ Ini Dir, pilih saja filmnya sambil kita jalan. “ Sandro tiba – tiba mengulurkan iphone nya pada Dira. Pria tampan itu kemudian membuka pintu mobilnya dan duduk dibangku kemudi, Edgar sekelebat menghampiri atasannya itu.


    “ Pak, saya yang bawa mobil saja.


    “ Edgar menawarkan diri, ia merasa sangat sungkan jika harus CEOnya yang mengemudikan mobilnya sendiri dan membawa serta mereka.


    “ Tidak apa – apa, naik saja. Kamu duduk depan Dir. “ Jawab Sandro tegas dan terdengar seperti sebuah perintah.


    Keempat orang itu sudah masuk kedalam mobil, Sandro mengendalikan kemudi mobilnya dengan lincah. Sementara Dira masih asyik melihat – lihat tiket dari aplikasi di HP bosnya itu.


    “ Nonton ini saja ya? “ Dira menunjukkan sebuah film bergendre live-action dengan gambar sampul poster perempuan mengenakan pakaian tradional tionghoa  berwarna merah sambil memegang pedang pada Sandro dan kedua temannya yang duduk dikursi belakang.


    “ Oke, saya ikut saja. “ Sandro menjawab singkat sesaat ia sudah melirik kearah Hpnya. Teman – teman Dira yang lain juga mengiyakan kemauan Dira untuk menonton film itu.


    “ Iya, bayar saja sekaligus Dir. Masih cukup kok saldonya. “ Sambung Sandro tetap fokus pada jalanan yang ia lalui.


    “ Aduh jadi nggak enak dong Pak. “ Dira dengan gaya khasnya berbasa – basi.


    “ Kamu ini Dir, pura – pura nggak enak aja itu sih Pak. “ Seloroh Axel dari belakang sementara Sandro hanya tersenyum


    “ Pak, ini pakai pin. “ Dira menyodorkan HP canggih itu pada pemiliknya.


    “ Sini Dir, bisa face id kok. “ Pria itu meraih ponsel yang berwarna silver lalu mendekatkan wajahnya pada layar Hpnya, dan seketika passcode telah terisi. Lelaki itu mengulurkan kembali Hpnya pada Dira.


    “ Hehe, terima kasih ya Pak. “ Dira terkekeh sesaat melihat pembelian tiketnya berhasil, ia kemudian meletakkan Iphone Sandro di cup box diantara tempat duduknya dengan Sandro.


***


    Tidak lama kemudian Sandro memarkirkan mobil diblok yang dekat dengan pintu masuk gedung bioskop. Mereka berempat kemudian turun dari atas mobil dan langsung masuk kedalam gedung dilantai tujuh mall tersebut.


    “ Kalian mau beli snack nggak? “ tanya Sandro saat mereka masuk kedalam ruang tunggu bioskop.


    “ Biar saya saja Pak yang beli, Bapak mau apa? “ Edgar menawarkan diri.


    “ Emm, saya cokelat panas sama popcorn yang asin saja. Saya cetak tiket dulu. “ Sandro menunjuk mesin pencetak tiket didekat counter penitipan barang.


    Edgar melangkah menuju etalase pemesanan makanan, Dira mengekornya dibelakang sementara Axel menunggu Sandro yang sedang mencetak tiket. Dari kejauhan Sandro memandang Dira dan Edgar yang tampak begitu akrab dan dekat. Terlihat Edgar menyentuh kepala Dira, mengambil sesuatu dari sana lalu mengulurkan tangannya ke arah Dira dan wanita itu tertawa sambil memungut benda yang ada ditangan Edgar.


    “ Kalian memang dekat dengan Dira ya Xel? “ Tanya Sandro pada Axel sesaat mereka duduk dibangku didepan pintu teater mereka.


    “ Iya Pak, karena kami tidak memiliki siapa – siapa disini jadi ya begitulah Pak kami menjadi sangat dekat. “ Sambung Axel.


    “ Kalau kamu sama Edgar punya  pacar? “ Ucap Sandro tiba – tiba.


    “ Hahaha, kalau saya belum punya Pak, entah kalau Edgar. “ Axel terbahak dengan pertanyaan Sandro baru saja, Pria tampan itu hanya mengangguk – angguk mendengar jawaban anak buahnya.


    “ Bapak memang tidak apa – apa jalan sama kami? “ Seloroh Axel kemudian.


    “ Hahaha, memang nya kenapa? Kalian tidak nyaman ya? “ Jawab Sandro to the point.


    “ Ah bukan begitu Pak, kan kami dengan Bapak berada di level managerial yang berbeda. “ Axel terdengar sungkan.


    “ Kan itu kalau di kantor Xel, ini kan kita diluar kantor. “ Sandro mejawab Axel ringan masih dengan memandang


Dira dan Edgar yang sedang berjalan menuju ke arahnya.


    “ Mau masuk sekarang? “ Ucap Edgar saat mendapati Sandro dan Axel disofa ruang tunggu.


    “ Boleh, Dir titip masukkan dalam tas mu. “ Sandro tiba – tiba saja mengulurkan dompetnya yang berwarna hitam dengan HP yang sedari tadi ia mainkan. Dira terbengong saat mendengar ucapan atasannya itu, bagaimana mungkin laki – laki itu mempercayakan benda yang sangat private kepadanya.


    “ Oh, baik Pak. “ Dengan kikuk wanita cantik itu menerima dompet dan iphone milik Sandro dan langsung memasukkan kedalam tasnya.


    Sandro mengulurkan empat lembar tiket pada petugas jaga kemudian mereka masuk kedalam teater. Axel terlihat masuk kelorong kursi terlebih dahulu, kemudian disusul Edgar, Dira kemudian Sandro duduk dikursi paling ujung didekat jalan masuk.


    “ Ini Pak. “ Dira mengulurkan cokelat panas dan satu cup popcorn kearah Sandro dan CEO itu menerimanya seraya menyunggingkan senyumannya.