CRUSHED BY CEO

CRUSHED BY CEO
HARI PERTAMA



    Pagi itu Dira sudah bersiap berangkat bekerja, Dira yang biasanya sarapan terpaksa melewatkannya karena ia tidak memiliki stok makanan apapun didalam flatnya. Ia berjalan menuruni anak tangga seraya menenteng tas kerjanya juga sepatu pantofel berwarna hitam.


    “ Ayo Dir! “ suara Sandro yang duduk didalam pos security membuat Dira tersentak seketika.


    “ Ya Ampun Bapak bikin kaget. Saya bareng Bapak tidak apa – apa nih? “ tanya Dira basa – basi sambil tersenyum. Pria tampan yang berstatus atasannya itu hanya memberikannya anggukan tanda mengiyakan.


    Pak Alan segera berlari membuka pintu belakang mobil agar Sandro bisa segera masuk ke dalam kuda besi yang berdiri gagah dalam halaman rumah, sementara Dira berlari ke kursi depan sebelah kiri. Perempuan itu sudah menarik handle pintu dan menyusupkan kepalanya kedalam mobil.


    “ Dira, duduk dibelakang saja, lebih safety. “ tukas Sandro sebelum perempuan itu menjatuhkan tubuhnya ke atas kursi.


    “ Em, saya didepan saja Pak supaya Bapak lebih leluasa duduk dibelakang. “ tolak Dira halus.


    “ Oke lah, kamu sudah sarapan? “ tanya Pria itu kemudian sesaat Dira sudah memasang sabuk pengamannya.


“ Hehe belum Pak. “ Dira terkekeh.


    Mobil SUV yang dikemudikan Pak Alan terlihat keluar dari halaman rumah yang ditinggali oleh Sandro dan Dira, kendaraan mereka harus berjalan memutar karena didaerah tersebut diberlakukan jalan satu arah.


    “ Pak, mampir ke kedai kopi drivethru sebelum bundaran ya. “ terdengar suara Sandro dari kursi belakang.


    Pak Alan membelokkan mobil berwarna hitam yang memiliki panoramic roof  itu dan masuk kedalam loket pemesanan, lelaki berseragam hijau itu menghentikan mobilnya saat posisi Sandro tepat berada didepan loket.


“ Selamat Pagi Bapak, mau pesan apa? “ TTerdengar suara wanita melalui mikrofon dari bilik berdiding kaca.


    “ Hot Hazelnut Latte satu dan Ham and Cheese Croissant satu Mbak. “ ucap Sandro pada petugas.


    “ Kamu mau apa Dir? “ sambung Sandro sambil memandang wajah Dira dari samping.


    “ Saya tidak usah Pak. “ Dira terdengar menolak tawaran Sandro.


    “ Bukannya kamu belum sarapan? “ telisik Sandro.


    “ Tidak apa – apa Pak, nanti saja. “ sambung perempuan itu kemudian.


    “ Mbak, pesanan yang tadi jadinya tiga ya. “ ucap Sandro lalu mengulurkan satu buah kartu berwarna cokelat bergambar cup dan logo kedai kopi tersebut. Pelayan wanita itu terlihat menggesekkan kartu yang diulurkan Sandro dan mengembalikan pada pemiliknya beserta dengan struck pembelian berwarna putih.


“ Ambilnya di loket depan ya Pak. “ sambung perempuan itu.


Sandro kemudian mengulurkan kantong kertas berwarna cokelat dan dua cup latte panas ke arah Dira.


    “ Ini, buat Pak Alan satu. “  ucap lelaki itu singkat seraya mengigit rotinya yang masih agak panas.


    “ Aduh, terima kasih Pak. Maaf merepotkan Bapak. “ Dira dengan malu – malu menerima pemberian Sandro.


    “ Terima kasih Pak. “ terdengar suara Pak Alan.


***


    Setibanya di kantor baru tersebut, Sandro yang keluar dari mobil diikuti Dira langsung berjalan menuju ke sebuah aula. Pak Hiskia dan Pak Robert berikut Axel juga Edgar ternyata sudah berada diruangan tersebut dengan puluhan orang karyawan lain yang sudah duduk pada kursi – kursi yang disediakan. Sandro langsung duduk disebelah Ayahnya, sementara Dira bergabung dengan Axel dan Edgar.


    “ Selamat pagi Bapak Hiskia, Bapak Sandro dan Bapak Robert serta seluruh karyawan yang sudah hadir ditempat ini. Terima kasih telah memenuhi undangan dari Direksi, pada kesempatan kali ini kita akan menyambut sekaligus meresmikan perusahaan kita yang telah bergabung dengan Segah Basadewa Group “ ucap pembawa acara yang mengenakan setelan jas berwarna hitam itu.


    “ Sebelum kita mendengarkan kata sambutan dari CEO kita Bapak Sandro Damaresh Basadewa, mari kita bersama – sama saksikan profil singkat Segah Basadewa Group beserta jajaran Eksekutifnya. “ pria itu kemudian menekan wireless laser  pointernya.


    Tidak lama video mulai diputarkan menggunakan proyektor, dalam vidio singkat itu terlihat berbagai macam bisnis yang dikuasai oleh Segah Basadewa Group. Mulai dari mining, shipyard, logging, perhotelan hingga perusahaan pelayaran dan perkebunan. Hampir seluruh karyawan yang berada disana berdecak kagum dengan banyaknya unit bisnis yang dikelola oleh Segah Basadewa Group.


    “ Wah! Luar biasa sekali bukan Bapak Ibu sekalian? Betapa beruntungnya kita bisa bergabung dengan perusahaan sebesar ini. “ ucap MC saat video telah berhenti diputar.


     “ Baiklah, dengan hormat kami mohon kesediaan Bapak Sandro agar naik ke podium untuk memberikan sedikit kata sambutan bagi kami semua. “


    MC kemudian memberikan ruang bagi Pria yang mengenakan charcoal grey suit itu diatas podium. Sandro terlihat sangat tampan dengan setelan jas berwarna abu – abu yang melekat dengan sempurna pada tubuhnya, sepatu pantofel hitam dan rambutnya yang disisir rapi menambah aura ketampanannya. Karyawan wanita yang berada didalam ruangan itu tidak henti – hentinya memandang dan memberikan pujian pada ketampanan parasnya.


     “ Ganteng banget nggak sih, betah gue di kantor 24 jam. “ ucap seorang wanita yang duduk tepat dibelakang Dira pada teman yang ada disebelahnya.


    “ Iya, banget! Umur nya masih muda lagi, sudah punya pacar belum ya? “ teman perempuan itu menimpali.


Sementara Dira hanya tersenyum mendengar ucapan kedua wanita itu, Dira juga mengakui Sandro memang sangat tampan, terlebih postur tubuh Sandro yang tinggi tegap membuatnya menjadi incaran banyak perempuan.


    “ Selamat pagi Bapak Ibu sekalian, terima kasih atas waktu yang diberikan. Pertama  mari kita panjatkan syukur kepada Tuhan karena kita bisa berada di tempat ini. Kami Dewan Direksi khususnya saya selaku CEO di perusahaan ini mengucapkan selamat bergabung dengan Segah Basadewa Group, kiranya kita bisa bersama – sama membangun perusahaan ini menjadi perusahaan yang lebih baik dan unggul di kancah dunia Internasional. “ terdengar suara gagah Sandro menggema diseluruh ruangan yang diikuti tepuk tangan meriah dari karyawan yang turut hadir.


     “ Perusahaan menantikan kerjasama terbaik dari Bapak Ibu sekalian dalam membangun bisnis yang masih tergolong baru bagi grup kami ini. Kami sangat berharap Bapak Ibu sekalian dapat memberikan sumbangsih ide juga kinerja terbaik untuk kemajuan bisnis kita. Terima kasih. “ Pria itu kemudian menutup sambutannya dengan membungkukkan badannya dan tersenyum lalu melenggang dari atas podium.


    Tidak lama setelah Sandro meninggalkan podium, MC kembali mengambil kendali acara yang sesekali diselingi


dengan acara hiburan, pembagian doorprize juga sedikit diisi dengan bincang - bincang. Bahkan mereka juga menghadirkan penyanyi kenamaan untuk mengisi acara peresmian perusahaan baru tersebut.


    Sesudahnya terlihat Pak Hiskia, Sandro, Pak Robert, juga dua orang pria lain berjalan menuju tempat pemotongan pita. Mereka secara serentak memotong pita berwarna merah sebagai simbol pembukaan perusahaan baru oleh grup raksasa itu. Sementara tiga karyawan kiriman Segah Basadewa Group terlihat mulai membaur


dengan rekan – rekan baru mereka saat prosesi jamuan makan siang.


    “ Halo, saya Dira nantinya saya akan bekerja di Departement Finance & Accounting.” Ucap Dira pada dua orang wanita yang tadi duduk dibelakangnya.


“ Wah saya kira Ibu tadi sekretaris Pak Sandro, berarti satu Departemen dong kita? Saya Shella. “ Perempuan berambut pendek itu terlihat mengulurkan tangannya pada Dira.


     “ Iya kita satu departemen ya, perkenalkan saya Meira. “ Sambung perempuan yang mengenakan blouse berwarna terracota itu.


    “ Oh bukan kebetulan kami datang bersamaan tadi. Mohon bimbingan dan kerjasamanya ya. “ Dira menyunggingkan senyum cantiknya.