
Sudah beberapa waktu sejak pertengkaran Dira dan Sandro yang disulut oleh masalah pekerjaan keduanya kembali terlihat saling mencurahkan kasih sayangnya. Dira yang semula masih gamang dengan perasaan nya pada Sandro kini kian memantapkan hatinya dan semakin mempercayakan perasaannya pada laki – laki itu.
Meski masih dengan sembunyi – sembunyi dan jarang terlihat berduaan diluar rumah, keduanya justru semakin dekat dan lebih bahagia. Terkadang Dira terlihat berkunjung ke flat Sandro hanya sekedar untuk menemani kekasihnya bermain playstation meski Dira hanya menjadi penonton. Tidak jarang pula Sandro tampak mendatangi Dira sambil membawa makanan kecil atau bahkan hanya karena Sandro merengek ingin diseduhkan cokelat panas.
Sementara malam itu Sandro terlihat begitu menawan dengan mengenakan celana hitam yang dipadu knit sweater dengan warna senada berleher tinggi. Tidak ketinggalan long coat nya yang berwarna abu – abu terpasang begitu sempurna pada tubuh tinggi tegapnya, membuat lelaki tersebut terlihat lebih mempesona.
Ia sudah menunggu kekasihnya didalam mobil nya yang akan ia kemudikan sendiri, beberapa kali lelaki tampan itu mengecek jam tangannya dengan tatapan gusar. Setelah berkali – kali melongok ke arah kaca spion akhirnya seseorang yang ia nanti – nantikan kini menampakkan diri.
Dengan setelan rok sepan sepanjang lutut berbahan kain kashmir dengan kardigan lengan pendek berkancing depan berwarna orange berpadu dengan warna burgundy Dira terlihat masuk kedalam mobil kekasihnya setelah Sandro membantunya membuka pintu.
“ Kamu cantik sekali sayang “ Puji Sandro seraya mengecup punggung tangan Dira sekilas, sementara wanita yang dipuji hanya tersenyum singkat dengan pipi yang merah merona.
Sandro segera menginjak pedal gas dan melajukan mobil nya menuju sebuah restoran yang sudah ia pesan jauh – jauh hari. Ia sengaja membuat kejutan untuk merayakan ulang tahun Dira, semenjak pagi Sandro memang berpura – pura tidak mengetahui bahwa itu adalah hari ulang tahun Dira.
Hingga pada akhirnya ia berhasil mengajak Dira keluar untuk makan malam dengan dalih bahwa Sandro akan memperkenalkan Dira pada temannya yang baru saja datang dari Singapura. Dira tidak curiga sedikitpun dengan ajakan Sandro sore itu, meski sebenarnya ia agak kecewa karena merasa Sandro tidak tahu hari ulang tahunnya.
Setelah beberapa saat menderu dijalan raya, Sandro tampak membelokkan kendaraannya pada sebuah bangunan restoran Eropa bergaya klasik dengan merek dagang The Kitchen Salvatore & Bar. Sandro segera meraih tangan Dira setelah seorang petugas parking valet membantu membuka pintu mobil untuk wanitanya.
Pasangan tersebut segera masuk kedalam restoran yang terlihat begitu mewah, dengan nuansa bergaya Eropa ruangan yang didominasi dengan warna hitam dan cokelat itu terlihat begitu hangat. Lantai kayu dan juga lampu – lampu sorot berwarna kuning temaram semakin membuat tempat itu terasa sangat intim dan romantis.
“ Silahkan Pak “ Seorang pelayan kemudian membimbing Sandro masuk kedalam ruangan VIP setelah ia menyebutkan kode reservasi nya.
Keduanya kemudian duduk pada sebuah kursi sofa berpunggung tinggi, meja yang dipesan khusus dua orang. Diatas meja telah tertata dengan rapi peralatan makan dan juga lilin yang sudah menyala menambah kehangatan suasana hari itu.
“ Kak? Kenapa kursinya hanya dua? “ Ujar Dira setengah berbisik, Sandro hanya tersenyum sekilas setelah mendengar perkataan Dira.
Tidak lama setelah Sandro dan Dira duduk dengan nyaman pada kursinya, seorang pelayan yang mengenakan kemeja putih dipadu dengan vest hitam tampak mendorong sebuah troley kearah meja mereka berdua. Pelayan kemudian meletakkan satu buah kue tart keatas meja kemudian menyalakan lilin yang berada pada puncak kue, lalu ia mengulurkan satu buket bunga tulip berwarna merah ke arah Sandro.
Sandro kemudian memberikan buket bunga itu pada Dira, wajah Dira tampak memerah melihat kejutan yang baru saja diberikan oleh Sandro padanya. Matanya mulai berkaca – kaca, ia tidak menyangka jika akan menerima surprise dari lelaki bertipe kaku dan kadang terlalu jaga image model Sandro begini.
“ Happy birthday sweet heart “ Ucap Sandro sambil terus memandang wajah kekasihnya.
“ Kak Sandro “ Dira terlihat menitikkan air mata haru dari kedua mata indahnya itu. Sando langsung beranjak dari kursinya kemudian memeluk wanitanya seraya mengecup puncak kepalanya dengan lembut.
“ Terima kasih banyak Kak Sandro “ Bisik Dira dari balik pelukannya.
“ Sekarang tiup lilinnya sayang, jangan lupa make a wish “ Sambung Sandro kemudian setelah ia kembali duduk diatas kursinya.
“ Selamat ulang tahun sayang, aku selalu berdoa supaya kamu diberikan kesehatan dan umur yang panjang. Supaya bisa terus menemaniku hingga kita menikah dan dipisahkan oleh maut kelak “ Sambung Sandro lagi sambil memegang tangan Dira dengan lembut.
“ Terima kasih banyak, sayang “ Ucap Dira pada akhirnya, membuat Sandro tersipu dan tidak henti – hentinya memandang Dira dengan senyuman bahagia.
“ Sayang? Tolong panggil aku dengan panggilan itu selamanya “ Sandro kembali bersuara, membuat Dira tertunduk malu.
Setelah rangkaian acara tiup lilin dan make a wish terlewati, pelayan mulai menyajikan berbagai macam hidangan istimewa keatas meja. Mulai dari grilled oyster dengan butter sauce sebagai hidangan pembuka, dilanjutkan dengan potage creme de corn yang merupakan sup krim kentang dengan jamur yang begitu gurih.
Hidangan utama yang berupa wagyu rib eye beef dengan saus mushrom terlihat menggiurkan disajikan diatas meja. Dengan sedikit berbincang – bincang keduanya melahap habis makanan diatas meja, sesekali tampak Dira memotong daging steak nya dan menyuapkannya kearah Sandro.
Seusai menuntaskan makan malamnya, Sandro terlihat beranjak dari kursinya dan berjalan kearah tempat duduk Dira. Lelaki itu kemudian berdiri tepat dibalakang kursi yang ditempati oleh kekasihnya itu. Wajah Dira tampak semakin bingung, ia mengarahkan pandangan matanya mengikuti setiap jengkal langkah Sandro.
Tiba – tiba saja pria itu memakaikan sebuah kalung pada leher Dira, kalung berbahan white gold dengan comete charm berekor panjang dengan beberapa berlian yang begitu indah. Kalung yang benar - benar sangat cantik terpasang pada leher jenjang wanita cantik milik Sandro.
(Source : Internet)
“ Sekali lagi, selamat ulang tahun sayang “ Bisik Sandro tepat ditelinga Dira.
Perlahan tangan Dira meraba lehernya kemudian menyentuh dengan lembut ujung liontinnya, hatinya semakin berdesir. Sandro benar – benar berada diluar jangkauan pikirannya, kejutan – kejutan yang diberikan oleh nya terlampau begitu berlebih – lebihan menurut Dira.
“ Kak, apakah ini tidak berlebihan? “ Wajah Dira terlihat sungkan karena apa yang ia terima.
“ Tentu tidak sayang “ Sandro mengusap dengan lembut wajah Dira, kemudian ia mengecup bibir kekasihnya itu.
“ Terima kasih banyak Kak Sandro “ Dira kini bangkit dari kursinya dan memeluk tubuh Sandro dengan sangat erat, seolah ia tidak ingin melepaskan pria dalam dekapannya itu.
“ Aku sangat mencintaimu Dira “ Bisik Sandro lagi sambil mengusap kepala Dira dan mengecup puncak kepala wanita itu.
“ Aku juga mencintai mu Kak Sandro “ Sambung Dira pada akhirnya.
Sandro tampak terperanjat mendengar pengakuan Dira baru saja, lelaki itu kemudian mengendurkan pelukannya dan kembali mengecup bibir Dira. Kali ini kecupannya lebih dalam, ia mulai ******* bibir kekasihnya itu dengan sangat lembut. Dira kini akhirnya memberikan ciuman balasan bagi lelaki didepannya, sama lembutnya. Kedua nya pun berpagut dalam ciuman hangat mereka, rasa bahagia menyeruak didalam hati Sandro dan Dira karena kini mereka merasa saling memiliki satu dengan yang lain.