
Sandro terlihat menggandeng tangan kekasihnya keluar dari gedung terminal bandara di Ibu Kota, mereka berdua bersama dengan Alice sepakat untuk mengambil cuti karena harus menghadiri perhelatan besar yang digelar oleh orang tua Sandro, yaitu Hiskia Basadewa.
Kedua orang tua Sandro akan menyelenggarakan pesta ulang tahun pernikahan mereka yang ke tiga puluh tiga tahun. Tentu saja sebagai anak satu – satunya sudah menjadi kewajiban Sandro untuk menghadiri acara tersebut.
“ Bang Imam? “ Panggil Alice saat ia sudah keluar dari terminal kedatangan memanggil supir pribadi yang dikirim oleh orang tua Sandro.
Segera pria itu berlari kecil kearah Alice dan Sandro serta Dira untuk membantu mendorong barang bawaan mereka bertiga. Sementara Bang Imam menyimpan koper – koper kedalam bagasi, Sandro sudah membuka kan pintu mobil untuk kekasihnya agar ia segera naik.
Tidak membutuhkan waktu lama untuk berkendara akhirnya mobil yang dikemudikan oleh Bang Imam berhenti disebuah bangunan rumah nan megah pada sebuah kawasan elit. Disanalah kediaman miliki keluarga Basadewa yang begitu terkenal mengusai hampir seluruh lini bisnis dipelosok negeri.
(Source : Internet)
“ Ayo sayang “ Sandro mengulurkan tangannya untuk membantu Dira turun dari mobil.
Sesaat hati Dira disergap perasaan rendah diri, ia semakin merasa kecil ketika dirinya memandang rumah yang berdiri dengan megahnya didepan tempat ia menapakkan kaki. Sandro terasa semaki diluar nalar untuk digapai, namun ia sudah berjanji pada dirinya sendiri dan kepada Sandro bahwa ia tidak boleh merasa rendah diri karena dirinya lah wanita yang Sandro pilih.
“ Maaa? Mama? “ Teriak Alice memanggil Lyda mama Sandro yang juga ia anggap sebagai ibunya sendiri, saat mereka sudah masuk kedalam rumah.
“ Wah anak mama sudah datang, bagaimana kalian sehat? “ Lydia menghapiri Alice kemudian memeluk tubuh wanita cantik itu seraya memberikan ciuman kelinci pada Alice. Iya, ciuman yang dilakukan dengan cara menyentuhkan puncak hidung kita dengan hidung orang yang kita cium.
“ Siapa ini yang datang? Calon mantu mama ya? “ Lyda juga terlihat memeluk tubuh mungil Dira, dan kemudian menghampiri anak semata wayangnya serta menghujani lelaki tampan itu dengan banyak ciuman.
“ Mama sehat? “ Tanya Sandro setelah ia menarik pelukannya dari tubuh Ibunya.
“ Tentu saja sehat, sudah sana kalian istirahat dahulu atau mau makan dahulu? Mama mau langsung ke venue setelah ini, jangan lupa dresscode nya navy, black or grey ya? “ Pesan Lyda seyara mengusap – usap bahu kekar anak laki – laki nya.
“ Nanti saja Ma. Mama mau ke venue sekarang? Ayo aku antar “ Sambung Sandro kemudian.
“ Apa kamu tidak lelah? “ Telisik Lydia lagi.
“ Aku tidak lelah Ma, ayo aku antar. Sayang kamu naik saja ikut Alice, biar dia tunjukkan kamar mu “ Tukas Sandro sambil mengusap puncak kepala Dira dengan lembut dan wanita itu mengangguk.
***
Pukul enam lebih tiga puluh menit bersama seorang supir Sandro dan Dira melesat menuju tempat dimana acara ulang tahun pernikahan kedua orang tuanya dihelat. Sementara Alice bersama dengan kekasihnya yang juga berasal dari kalangan pengusaha juga terlihat meninggalkan rumah menuju ballroom dengan kendaraan terpisah dengan Sandro.
Dira dengan balutan midi skirt bercorak bunga dipadu dengan blouse organza blanche berwarna navy bersimpul pita pada bagian depannya membuat wanita itu terlihat semakin ayu. Sementara Sandro dengan celana bahan berwarna hitam ia padankan dengan baju turtleneck hitam dengan outer berwarna abu – abu.
(Dira dan Sandro)
(Source : Internet)
Tidak kalah cantik dengan Dira, Alice dengan setelan mini dress dengan lengan panjang berwarna hitam serta rambut yang diekor kuda juga tampak begitu menawan bersama kekasihnya yang juga sangat tampan. Hubungan keduanya sudah terjalin cukup lama sehingga hadirnya pasangan muda – mudi ini tidak seheboh ketika Sandro datang.
(Alice dan Kekasihnya)
(Source : Internet)
“ Cantik sekali kekasih mu cucuku sayang, jadi kapan mau menikah? “ Tanya seorang wanita lanjut usia yang duduk diatas kursi roda seraya mengusap – usap kepala Sandro dengan penuh cinta.
“ Hish nenek! Bersabarlah Nek, kami pasti segera menikah “ Sandro kini mencium kedua pipi wanita yang tidak lain adalah neneknya itu.
“ Jangan terlalu lama San, nenek sudah sangat tua. Ingin melihat mu menikah “ Nenek Sandro kembali mengusap kepala cucu kesayangannya itu, namun Sandro hanya tersenyum singkat.
***
Acara berlangsung dengan sangat meriah, bahkan hampir seperti acara pernikahan sungguhan bukan sekedar perayaan ulang tahun pernikahan. Banyak penyanyi – penyanyi ternama turut mengambil andil memeriahkan acara tersebut. Kolega – kolega bisnis Segah Basadewa Group juga tampak hadir memenuhi undangan dari Pak Hiskia Basadewa dan Ibu Lydia Basadewa.
Pak Robert juga turut menghadiri acara spesial yang digelar oleh orang tua Sandro itu, bagaimanapun Pak Robert adalah orang yang teramat dipercaya oleh Pak Hiskia dalam menjalankan bisnisnya.
“ Selamat malam Pak Robert “ Dira menyapa atasannya itu dengan penuh hormat.
“ Loh? Dira? “ Pak Robert terlihat begitu bingung dengan keberadaan Dira disana malam itu.
“ Hehe iya Pak, Dira “ Sama kikuknya Dira mengulum senyum pada Pak Robert.
“ Halo selamat malam Pak Robert “ Suara Sandro terdengar menggelegar menyapa Pak Robert yang kini berdiri berhadapan dengan Dira. Sandro tanpa sungkan menautkan tangannya menggapit lekukan pinggang kekasihnya.
“ Terima kasih Pak, berkat Pak Robert saya bertemu dengan jodoh saya “ Tukas Sandro lagi menjawab pertanyaan Pak Robert yang belum sempat terucapkan.
“ Jadi? Pak Sandro berpacaran dengan Dira? “ Dengan wajah bahagianya pria yang usianya seperti usia ayah Dira itu menepuk bahu Dira singkat.
“ Iya Pak “ Dira tersipu malu.
“ Jujur saja sebenarnya Dira sudah masuk dalam target perjodohan dengan Pak Sandro karena permintaan khusus Pak Hiskia setelah makan malam kita waktu itu, kok ternyata sudah berjodoh dengan sendirinya. Pasti Pak Hiskia juga sangat senang “ Senyuman tulus kembali terlahir dari bibir Pak Robert.
“ Haha, Bapak ini bisa saja “ Kelakar Dira kemudian setelah mendengar perkataan Pak Robert baru saja.
“ Loh? Benar itu Dira jangan salah bahkan yang memilihmu menemani Pak Sandro untuk membuka unit baru adalah Pak Hiskia sendiri. Cepat – cepat saja menikah Pak Sandro, nanti ada yang menyerobot Dira loh Pak “ Goda Pak Robert pada Sandro yang kini mengulaskan senyuman tipisnya.
“ Ini sedang mengusahakan mengajak menikah Pak, yang mau diajak menikah masih banyak berfikir “ Tukas Sandro kemudian seraya melirik kearah Dira yang tertunduk pias setelah mendengar ucapan kekasihnya.
“ Hahaha, saya hanya bisa bantu doa ya Pak Sandro semoga keinginannya segera dikabulkan oleh Tuhan “ Jawab Pak Robert kemudian.
Pasangan itupun kembali ke meja mereka membaur dengan Alice dan juga keluarga besar Sandro yang lain untuk menikmati pesta yang belum usai itu. Rona kebahagiaan terpancar dari kedua orang tua Sandro saat melihat anak semata wayang mereka dengan gagahnya membawa seorang gadis masuk kedalam keluarga besar mereka.