
Dira menatap jauh jendela kaca didalam flat rumah tinggalnya, pandangannya menyapu gemerlap suasana malam pemukiman dibelakang rumah tinggalnya. Lampu – lampu jalan tampak terang menyoroti setiap sudut kota yang tengah diterpa derasnya hujan.
“ Iya, aku pantas mendapatkan semuanya ini. Aku pantas memiliki Kak Sandro, aku juga pantas memiliki jabatan ini “ Bisik Dira pada dirinya sendiri.
Sekelebat ia teringat dengan hubungannya dengan Sandro yang kini masih merenggang karena selisih paham mereka sejak kemarin yang belum juga dituntaskan. Beberapa kali Dira mengecek ponselnya namun tidak ada pesan maupun telepon yang masuk dari kekasihnya itu.
Dira juga tampak melongokkan kepalanya ke jendela kamarnya untuk mengecek keberadaan Sandro. Saat melihat sebuah SUV milik pria tampan itu tampak terparkir di halaman rumah tinggal, Dira memutuskan untuk menemui pria nya itu untuk meminta maaf. Setelah mengganti pakaiannya dengan celana panjang, Dira segera menuju flat Sandro.
Dira mengetuk pelan pintu flat tempat tinggal Sandro, suara berat lelaki pemilik ruangan itu terdengar menjawab pelan dan meminta orang yang berada diluar menunggu. Meski tadinya ragu untuk datang namun akhrinya perempuan itu memberanikan diri untuk menemui kekasihnya yang sedang marah padanya.
“ Ada apa? “ Suara jutek Sandro terdengar menyapa Dira saat ia sudah membuka pintu flat nya lebar – lebar.
“ Hmm, aku ingin meminta maaf mengenai kejadian kemarin Kak “ Dira berdehem pelan kemudian mengutarakan maksud kedatangannya. Perempuan itu masih tertunduk dan belum berani menangkat wajahnya untuk memandang wajah tampan kekasihnya.
“ Apa kamu berencana berdiri disitu semalaman? Masuklah! “ Perintah Sandro kemudian.
Dira kemudian masuk kedalam flat kekasihnya itu lalu mengikuti Sandro duduk diatas sofa didepan televisi yang tidak menyala. Suara merdu seorang penyanyi pria terdengar mengalun lembut menyapa telinga Dira.
(Source : Internet)
“ Siapa penyanyinya? Suara nya begitu merdu “ Ucap Dira mulai membuka suaranya.
“ Apa itu tujuan utama mu datang kemari? “ Sandro mengalihkan pandangannya dan kini menatap wanita yang duduk tepat disampingnya. Ia kemudian meraih iphone nya dari atas meja kemudian mematikan lagu yang tengah mengalun lembut menemani sore hari nya yang begitu syahdu dipeluk hujan.
“ Hmm, Kak maafkan aku kemarin sudah mengatakan sesuatu yang membuatmu marah. Aku menyesal dan tidak akan kulangi lagi “ Sesal Dira sambil menundukkan kepalanya dengan sangat lesu.
“ Kak?? “ Sandro mengulangi cara Dira memanggil dirinya.
“ Sayang “ Dira kini mengangkat wajahnya dan mulai memandang wajah tampan kekasihnya yang sebenarnya sudah sangat ia rindukan itu.
“ Ck! Kamu memang menyebalkan “ Jawab Sandro sambil memasang wajah muram.
(Source : Internet)
“ Iya aku tahu, untuk itu maafkan aku. Meski mungkin aku belum pantas mendampingi mu tapi aku akan berusaha terus memantaskan diriku sayang “ Dira menyentuh dengan lembut punggung tangan Sandro.
“ Ck! Lagi? Sekali lagi mengata kan bahwa kamu tidak pantas akan aku... “ Ucapan Sandro terpotong, ia hanya terpaku memandang wajah mungil wanita didepan matanya.
“ Akan apa sayang? “ Tanya Dira kemudian.
Lelaki itu tetap tidak melanjutkan perkataannya, ia justru mengecup bibir manis Dira dengan begitu lembutnya. Hingga perlahan Sandro menciumi bibir ranum kekasihnya itu, Dira langsung memejamkan matanya saat bibir kekasihnya menyentuh pelan bibirnya. Ciuman hangat dan begitu menenangkan, membuat seluruh tubuh Dira terasa bergetar hingga secara tidak sadar perempuan itu meremas pelan tangan Sandro yang berada dalam genggamannya.
“ Jangan pernah bertengkar lagi, ini sangat menyiksaku “ Ujar Sandro setelah menarik wajahnya dari hadapan Dira. Perempuan cantik itu menganggukkan kepalanya pelan, binar – binar kebahagiaan dan kelegaan terpancar dari bola matanya yang kecoklatan.
“ Hmm, iya sayang. Aku tidak akan pernah meragu lagi, aku sangat menyayangi mu “ Dira lalu mendekap dengan erat tubuh kekasihnya yang cukup berotot itu.
Sandro semakin menarik kekasihnya itu kedalam dekapan hangat dadanya, dengan penuh kelembutan ia membelai rambut kekasihnya.
“ Aku juga sangat mencintaimu Dira “ Jawab Sandro lagi, sambil mengecup puncak kepala Dira.
“ Jadi mulai sekarang jangan peduli kan apapun yang orang lain katakan, aku mencintaimu sebagaimana dirimu ada. Lagi pula bukan urusan mereka siapa yang aku cintai dan siapa yang aku pilih untuk mendampingi ku “ Sambil menatap dalam kearah Dira lelaki itu berusaha memberikan keyakinan pada kekasihnya.
“ Iya sayang, aku akan tutup telinga dan tutup mata. Aku tidak akan mempedulikan orang – orang yang bergunjing soal diriku. Mungkin mereka melakukan itu karena merasa kalah dari ku yang bisa merebut hatimu “ Sambung Dira seraya mengulum senyumnya.
“ Nah! Itu juga kamu tahu! “ Sandro mencubit hidung Dira dengan gemas.
“ Hahaha, iya sayang “ Dira terkekeh cukup keras setelah mendengar ucapan Sandro baru saja.
Hati keduanya kembali dipenuhi dengan kebahagiaan, akhirnya mereka bisa meluruskan persoalan yang disulut oleh Dira sejak kemarin. Sandro kembali mengeratkan pelukannya pada Dira, rasa tenang dan nyaman juga kini berkuasa atas diri perempuan itu.
“ Kemarin saat bertemu dengan Pak Albert kamu sengaja bukan tidak menyapaku? “ Ucap Sandro kini dengan suara kesal.
“ Hahaha, habisnya kamu begitu menyebalkan kemarin. Langsung meninggalkan flat ku tanpa berpamitan “ Dira tertawa dengan renyah mengingat kelakukan mereka yang seperti anak kecil.
“ Kamu yang memulai pertengkaran, ingin putus? Memang kalau sudah putus kamu bisa menghadapi ku dikantor? Apa tidak canggung? “ Ucap Sandro kemudian.
“ Mungkin aku akan resign hahahaha “ Tukas Dira sambil tertawa lagi.
“ Kamu boleh resign saat sudah menerima lamaran dariku “ Kata Sandro tiba – tiba dengan sangat serius.
Dira kemudian menarik dirinya dari dekapan sang kekasih dan duduk seraya menyandarkan tubuhnya pada punggung sofa. Wajahnya kini semakin memerah, lagi – lagi pria tampan disampingnya itu membahas soal pernikahan.
“ Apa kamu sudah memikirkannya? Kapan sebaiknya kita menikah? “ Tanya Sandro lagi.
“ Hahaha, aku belum memperkenalkan dirimu pada orang tua ku sayang “ Tawa Dira jelas terdengar sangat dibuat – buat.
“ Lalu kapan kamu akan memperkenalkan ku pada orang tua mu? “ Sandro menyilangkan tangannya didepan dada sambil menatap lurus kearah Dira.
“ Hmm, aku tunggu waktu yang tepat sayang. Hehehe aku tidak tahu caranya memperkenalkan kekasih pada orang tua “ Jujur Dira sambil terus menggaungkan tawa palsunya itu.
“ Ck! Jadi kamu pikir aku sudah sering memperkenalkan wanita pada orang tuaku? “ Sandro merasa tersindir dengan perkataan Dira baru saja.
“ Bukan begitu sayang, aku takut orang tua ku akan kaget saat mengetahui calon menantunya adalah bos ku sendiri “ Jawab Dira sambil melemparkan pandangannya kearah Sandro.
“ Kalau kamu terlalu lama memperkenalkan ku pada orang tua mu, lihat saja “ Suara Sandro baru saja terdengar seperti sebuah ancaman bagi Dira.
“ Apa sayang? Jangan lakukan hal yang buruk ya pada orang tuaku “ Wajah Dira menjadi pias.
“ Ck! Kamu terlalu banyak menonton drama! Memangnya ada seorang pria akan berlaku buruk pada orang tua kekasih yang sangat dia cintai? “ Sandro menjitak pelan kepala Dira kemudian beranjak dari sofa, berjalan menuju dapur lalu meraih segelas air minum dan meneguknya cepat.