CRUSHED BY CEO

CRUSHED BY CEO
BERSAMA SANDRO



Setelah semalaman menghabiskan sisa malam minggu nya didepan rumah tinggal dengan obrolan ringan bersama Radit, hati Dira sudah mulai cukup terhibur. Radit sudah berusaha meyakinkan Dira mungkin sikap frontal Axel terjadi karena Axel salah paham terhadap kebaikan Radit dan karena mereka belum benar - benar saling mengenal dengan baik.


Radit juga menduga jika Axel memiliki perasaan spesial yang tidak terungkapkan pada Dira sehingga berusaha menjelek - jelekkan pasangan Dira saat ini. Sehingga wajar saja jika Axel melakukan penolakan terhadap Radit.


Namun demikian Dira masih tidak dapat menerima dan dia sangat yakin bahwa Axel tidak memiliki perasaan apapun padanya. Dira masih sangat kesal dengan sikap Axel kemarin, dia belum bisa memaafkan perkataan sahabatnya itu yang seolah menyudutkan dirinya karena telah memilih Radit sebagai pasangannya.


“ Terserah kamu saja lah Xel, aku tidak peduli. Mau kamu marah atau benci padaku terserah saja aku tidak peduli “ Ujar Dira pada dirinya sendiri seraya menarik handuk mandinya dan bergegas menghilang kedalam kamar mandi.


***


Sore itu Dira sudah berjanji akan menemani Sandro pergi ke toko buku, setelah beberapa kali dirinya menolak ajakan pria itu akhirnya ia bersedia menemani Sandro. Sebelumnya Dira sudah mengatakan pada Radit jika ia harus pergi dengan bos nya untuk pergi ke toko buku, dan Radit mengiyakan perkataan Dira.


Dengan kaos hitam polos dan celana jeans biru terang dan flat shoes senada dengan kaos yang ia kenakan Dira terlihat menunggu atasannya itu didekat pos satpam didepan rumah tinggalnya. Sama halnya dengan Dira, Sandro juga mengenakan kaos hitam polos dipadu dengan celana chinos abu – abu setinggi lutut.


Sejenak Dira tampak begitu kikuk saat melihat pakaiannya dan pakaian Sandro yang senada, seolah mereka berdua ini sedang berpacaran dan mengenakan kaos couple. Sandro memeriksa bajunya sekilas dan menatap kembali kearah Dira yang tampak


begitu awkward dengan penampilan mereka.


“ Pak, saya ganti baju sebentar ya? “ Pinta Dira dengan wajah nya yang merah padam, ia tidak ingin menimbulkan prasangka pada orang – orang yang melihat mereka, termasuk Pak Eko security yang sedang bertugas.


“ Tidak apa – apa Dira, ayo naik. “ Ucap Sandro sambil masuk kedalam mobilnya yang terparkir dengan gagah didepan rumah tinggal.


Sejujurnya Sandro sudah melihat Dira yang menunggu nya di depan pos security, sehingga ia dengan sengaja mengganti pakaiannya dan mengenakan baju yang senada dengan wanita itu. Untuk itu ia melarang Dira yang ingin mengganti bajunya, karena memang lelaki itu sengaja ingin mengenakan pakaian dengan warna yang senada.


Setelah beberapa saat mobil melaju dengan pelan, kendaraan yang dikemudikan oleh Sandro telah tiba di sebuah pusat perbelanjaan yang cukup terkenal. Sesudah memarkirkan kendaraannya pria tampan itu segera berjalan menuju toko buku, tempat yang menjadi tujuan utama nya mengajak Dira pergi.


“ Saya lihat – lihat ke sana ya Dir, atau kamu mau ikut? “ Tanya Sandro saat mereka sudah masuk dalam sebuah toko buku.


“ Ikut Bapak saja, kan saya ke sini diminta menemani Bapak. “ Jawab Dira seraya menyunggingkan senyuman cantiknya.


“ Oke. “ Dira kemudian mengikuti langkah kaki atasannya itu.


Keduanya berjalan menyusuri setiap lorong – lorong yang berisikan rak buku yang sudah disusun dengan rapi berdasarkan jenisnya. Sandro berhenti saat ia mendapati rak buku biography, sesaat ia tampak memilih – milih buku dan berusaha menemukan buku yang ia cari.


Dengan wajah yang serius pria itu membaca sampul belakang buku yang berisi sinopsis cerita dan yang memuat beberapa informasi tambahan lainnya. Setelah cocok dengan buku yang baru saja ia teliti, lelaki itu kemudian melangkah menghampiri rak lain.


Dira juga cukup antusias saat menarik beberapa buku dari dalam rak serta menelisik sinopsinya dengan singkat. Sesekali Dira tampak mengagguk – anggukkan kepalanya ringan setelah selesai membaca dan meletakkan kembali buku yang masih tersegel itu.


“ Kamu ada yang ingin dicari Dir? “ Tanya Sandro dengan setengah berbisik dan mendekatkan tubuhnya yang tinggi tegap itu kearah Dira.


Aroma cedarwood kembali menguar dari tubuh atletis Sandro dan menyusup kedalam hidung Dira, membuat gadis itu sedikit memundurkan tubuhnya karena merasa kikuk dengan jarak mereka yang ternyata sangat dekat.


“ Tidak ada Pak, kebetulan sudah memesan buku online “ Ucap Dira sambil mengembangkan senyuman cantiknya.


“ Oke, saya bayar ini dulu ya. “ Pria tampan itu kembali meninggalkan Dira dan perempuan itu berjalan mengikutinya yang langsung membawa beberapa jenis buku ke kasir lalu membayarnya.


***


“ Saya mau yang cokelat sama raspberry ya, pakai cone.“ Ucap Sandro kepada petugas.


“ Kamu mau rasa apa Dir? “ Tanya Sandro kemudian sambil memandang gadis yang masih mematung disampingnya.


Dira sekilas mendongakkan kepalanya menelisik setiap wadah ice cream didalam lemari pendingin didepannya. Ia membaca satu persatu macam – macam es yang dijajakan didepannya itu, beraneka ragam rasa yang disediakan membuat Dira sedikit kesulitan menentukan pilihan.


“ Taro sama vanilla saja Pak. “ Akhirnya Dira menjatuhkan pilihannya.


“ Oke. “ Jawab  Sandro singkat kemudian menyampaikan pesanan Dira pada petugas jaga kedai es krim tersebut.


Sandro mengulurkan selembar uang pada petugas kemudian menerima dua buah es pesanannya dan memberikan es krim taro kepada Dira. Lelaki itu kemudian berjalan menuju kursi kayu yang sudah disediakan didalam kedai kecil itu.


“ Sambil duduk Dir. “ Ucap Sandro sambil menarik kursi yang ada didepannya.


Dira mengikuti saja apa yang dikatakan oleh atasannya itu, ia kemudian duduk tepat didepan Sandro yang terlihat seperti kanak – kanak yang begitu bahagia saat menikmati es krimnya. Wajah tampan Sandro justru tampak begitu polos saat memasukkan makanan dinginnya itu kedalam mulut kemudian tersenyum singkat ke arah Dira.


“ Kamu kepingin makan sesuatu nggak Dir? “ Kata Sandro sambil menarik tisu yang ada diatas meja.


“ Makan es krim saja sudah kenyang sekali Pak, terima kasih ya Pak saya ditraktir lagi hehe. “ Dira terkekeh pelan sambil tidak melepaskan pandangannya dari pria tampan yang duduk didepannya itu.


“ Yakin sudah kenyang ?Kamu nggak sekalian mau belanja atau mampir kemana gitu? Biar saya antar. “ Sambung Pria itu lagi.


“ Tidak ada kok Pak, terima kasih atas tawarannya Pak. “ Suara Dira terdengar sungkan, sementara Sandro hanya menganggukkan kepalanya pelan, tersirat sedikit kekecewaan pada wajah Sandro.


“ Jadi ini mau langsung pulang Dir? “ Tanya Sandro lagi seolah ingin meyakinkan Dira.


“ Saya mengikuti Bapak saja mau kemana. “ Dira mengembalikan tawaran Sandro.


Dira sebenarnya ingin cepat – cepat mengakhiri harinya bersama Sandro, namun ia merasa tidak enak jika dirinya terus – terusan menolak ajakan atasannya itu. Sandro kemudian tampak sejenak berfikir, lelaki itu tidak ingin cepat – cepat berpisah dari Dira.


“ Ikut saya ya setelah ini ke rumah sepupu saya. “ Ucap Sandro kemudian.


“ Bapak punya sepupu disini? “ Dira terdengar terkejut dengan perkataan Sandro baru saja.


“ Iya saya punya sepupu disini, tapi ini rahasia kita berdua saja ya? “ Sandro tersenyum dengan lebar menunjukkan deretan giginya yang rapi dan putih bersih itu.


“ Hehe, baik Pak. Ini rahasia kita. “ Dira menggerakkan tangannya didepan bibirnya seolah dia sedang mengunci mulutnya.


Setelah Dira menyelesaikan es krim nya, Sandro tampak melangkah menuju vending machine, setelah memasukkan uang kedalam mesin pria itu kemudian memilih dua botol air mineral. Sandro kemudian membuka salah satu penutupnya dan mengulurkan botol yang sudah terbuka itu ke arah Dira.


“ Terima kasih banyak pak. “ Dira kembali mengulaskan senyuman cantik pada bibirnya.


“ Ya sudah, ayo jalan. “ Sandro mengajak Dira bangkit berdiri dan berjalan keluar dari bangunan pusat perbelanjaan menuju tempat parkir.