Because Of You

Because Of You
Just Wiggle Baby



Happy Reading


For you under 19th, be a wise readers.


Rise and shine, baby and make our imagination so cooolll


***


Kenny POV


Aku melihat kerumuman wanita yang menatapku waspada. Aku tersenyum, terutama saat mereka saling beradu ke depan. Aku membalikkan badanku dan mengambil ancang-ancang untuk melempar buket bungaku.


"Aku akan melemparnya!!" teriakku, "Satu... Dua.... Tiga!!" pada hitungan ketiga aku melempar bunga dan teriakan khas 'wanita-wanita lajang yang benar-benar ingin menikah' terdengar sangat keras. Aku membalikkan badanku dan melihat Jacob yang berada di belakang mendapatkan bunga itu.


"Jacob..." ucapku pelan dan dia mengangkat bahunya dengan wajah khasnya yang santai.


"Ahk!!" para wanita segera menggerutu kecewa karena seorang pria yang bahkan tidak berusaha mendapatkannya justru mendapatkannya.


"Ini khusus wanita, bren*sek..." teriak Megan, teman Scout, kepada Jacob dan segera mengambil bunga itu, "Aku mendapatkannya dan aku akan segera menikah..." teriak Megan seraya mengangkat bunga itu penuh bahagia.


Para wanita itu mendengaus kesal kepada Megan dan menyumpah-serapahi dia bahwa Megan tidak akan menikah karena mendapatkan bunga itu dengan cara curang. Aku tertawa melihat kejadian itu. Betapa menyenangkannya.


"Ken.. Kita harus pergi sekarang.." bisik Scout seraya memegang kedua bahuku dari belakang. Aku memutar wajahku padanya dan mencium dia sekilas.


"Sekarang?"


"Yah..."


"Para tamu?"


"Mereka akan mengerti dan biarkan mereka berpesta...."


Aku tersenyum dan mengangguk. Kami segera meninggalkan lokasi diiringi orang-orang yang melempari kami beras sebagai bentuk sebuah tradisi. Aku tertawa senang dan Scout juga. Setelah itu, kami segera masuk ke dalam mobil dan mengucapkan selamat tinggal. Kami duduk di kursi penumpang dan aku menempelkan tubuhku padanya. Aku menyenderkan kepalaku pada bahunya dan dia mengelilingkan lengannya pada bahuku.


"Itu sangat menyenangkan..."bisikku.


"Aku senang jika kau senang..."


Aku tersenyum seraya melihat jalan yang kami tempuh, "Kita ke mana?"


"Rahasia..."


"Aku tidak suka kejutan. Kau tau jelas itu..."


"Ini bukan kejutan, Mrs.Sharp dan berlatihlah untuk lebih sabar..."


"Aku bukan orang sabaran, Mr.Sharp..."


"Akan kuajari..." bisiknya dengan suara beratnya.


Aku terus memperhatikan jalan yang ditempuh dan semakin menjauh dari kota New York. Aku terus diam, hingga mobil kami masuk ke lokasi bandara. Kami semakin masuk dan segera berhenti di landasan. Aku segera turun bersama Scout.


"Oh my God...." ucapku tak percaya dengan pesawat jet putih dengan tulisaan SHARP di badan pesawat, "Ini milikmu?"


"Milik kita, Mrs.Sharp..." secara mengejutkan Scout menggendongku dan aku berteriak senang. Dia menggendongku naik ke pesawat.


"Yuhuuuuu" teriakku senang.


***


"Welcome to Halmahera...." ucap Scout setelah kami turun dari pesawat. Saat itu sudah gelap dan aku sudah mengganti gaun pengantinku dengan gaun simpel. Scout membimbingku turun menuju mobil. Kami masuk dan duduk di kursi penumpang. Setelah keluar dari bandara, aku membuka jendela dan melihat pantai sepanjang jalan. Aku merasakan angin malam yang begitu menyejukkan. Dalam bayanganku, aku bisa melihat betapa cantiknya pantai di sini saat hari terang.


"Aku belum pernah ke tempat seperti ini..." bisikku saat Scout mendekat padaku.


"Aku akan melakukan segala hal apa pun yang belum pernah kau lakukan, sayang...:"


Aku mengarahkan wajahku padanya dan menciumnya, "I love you Scout..." bisikku saat melepas ciuman.


"I love you too..."


"Kita ke mana?"


"Aku punya vila di sini..."


"Kupastikan itu vila yang mewah..."


"yah.." bisik Scout.


***


Aku segera membuka mataku dan menatap langit-langit yang berbeda. Tempat tidur yang kutiduri pun berbeda karena memiliki tirai putih.  Lalu menatap ruang sekitar. Semua identik dengan warna putih dan coklat dari kayu. Aku bangkit berdiri dan menyadari bahwa ruangan ini langsung memiliki akses ke pantai. Aku berjalan mendekat saat melihat siluet di pantai. Scout!


"Scout..." ucapku seraya berjalan ke arahnya. Dia memutar tubuhnya dan aku segera memeluknya.


"Kenapa tidak tidur?" bisiknya.


"Aku tidak mengantuk..." aku melepaskan pelukan dan menatap air laut yang bersinar karena cahaya bulan. Angin menghembuskan rambutku ke belakang dan deru ombak membuatku sangat nyaman.


"Ayo kembali, Ken... Kau bisa kedinginan..." Scout mengarahkanku kembali ke kamar dan aku menurut padanya.


"Apa yang kau lakukan di sana..." ucapku saat sudah di dalam kamar.


"Mencari udara segar.."


Aku mengangguk dan duduk di tempat tidur.


"Jam berapa sekarang?"


"Jam dua pagi.."


"Ken..." ucap Scout dengan suara beratnya yang khas. Aku mengangkat kepala dan menatap dia yang berdiri tidak jauh di depanku.


"Yah..."bisikku dan atmosfer di sekitar kami segera berubah.


"Apa kau mengantuk?" bisiknya dan berjalan mendekat ke arahku.


Aku menggeleng, "Tidak..." bisiskku dan Scout segera mendorongku ke tempat tidur. Scout menciumku dengan lembut dan kepala kami beradu. Scout melepas kaosnya dan segera melepas gaunku.


"Cantik..." bisiknya di depan dadaku. Dia menarik bra milikku ke bawah, membuat dadaku menyembul ke atas. Dia menghembus pucuknya dan membuatku melengkungkan punggung ke arah mulutnya.


"Scout..."


"Yah sayang..." dan menjilat daging yang sudah tegang itu sekilas, membuat badanku segera bergetar dan menarik kepala Scout ke arah dadaku, tapi di tahan oleh Scout.


"Easy, Ken...."


Dia naik ke atas dan mensejajarkan wajahnya kepadaku. Tatapannya begitu buas, panas, dan membuat badanku bergetar hebat. Dia menggesek dadanya ke dadaku dan aku melenguh tertahan, "Kau harus belajar sabar, Ken dan aku akan mengajarimu..."


"Scout... Kumohon...."  aku mengarahkan mulutku ke arahnya hendak menciumnya, tapi dia menjauh...


"Sabar, sayang... Sabar..." Scout mencium kedua kelopat mataku, lalu kedua pipi, lalu menghisap telingaku, membuatku melenguh tertahan.


"Ini milikku..." bisiknya dan mencium bibirku sekilas. Lalu turun ke depan dadaku. Dia melepas kaitan braku dan itu segera terbebas. Scout menggoyangnya dan menghembuskan napasnya yang dingin.


"Ini juga milikku..."


"Ahk.... Scout! Please..." ucapku tak tertahan dan punggungku melengkung lagi ke arahnya.


"Sabar..."


Dia menciumi perutku dan memberi tanda di sana, "Tanda bahwa kau milikku, Ken..."


Lalu kepalanya semakin turun dan aku menatapnya seraya meremas sprei. Napasku tertahan saat tatapan kami bertemu. Dia menurunkan celana dalamku dan di biarkan menggantung hingga paha. Dia tersenyum miring dan aku segera menggeleng kepala.


"Kau tidak akan melakukannya..." bisikku dengan nada penolakan.


Dia mengangkat sebelas alisnya dan menghembus milikku. Membuat badanku bergetar hebat. Sial.


"Kau yakin?" goda Scout dan menghembusnya lagi.


"Ahk..." engahku dan tanpa aba-aba, Scout segera memasukkan milikku ke dalam mulutnya. Badanku segera bergoyang karena sensai yang sangat berbeda itu. Aku mendorong kepala Scout semakin dalam dan aku tidak henti-hentinya menlenguh penuh nikmat. Sial. Ini hal baru untukku dan terasa sangat nikmat.


"Scout... Ahk!!"pekikku saat lidahnya menembus dan menyentuh sesuatu yang belum pernah tersentuh. Aku mendorong pinggulku semakin dalam ke mulutnya saat merasakan getaran itu semakin kuat. Aku akan mencapai ujungku. Aku memejamkan mata, bersiap dengan puncakku. Namun, Scout mengacaukannya dengan segera melepas mulutnya.


"Scout..." ucapku putus asa saat dia mengangkat kepalanya. Dia menjilat bibirnya,


"Kau nikmat, sayang..."


"Scout.... Kumohon..." rengekku kecewa karena pelepasanku tidak terjadi,


Scout segera mengarahkan wajahnya ke dadaku dan segera menghisap ujungnya yang sudah tegang dan dada yang lain dia remas dan dipelintir, membuatku pandanganku berkabut oleh gairah. Sial. Ini sangat nikmat. Scout sangat ahli memanjakanku dengan mulutnya yang ahli


"Ahk.. Ahk.. Ahk..." tubuhku terhentak-hentak dengan rasa nikmat yang tiada tara.


Scout segera menjauhkan wajahnya dari dadaku dan mencium bibirku, "Buka kakimu lebar sayang..." bisiknya dan aku menurutinya, "Aku akan bercinta dengan sangat keras padamu, Ken... Membuat kau berteriak kencang hingga seluruh orang di pulai ini mendengar teriakanmu..." dia menggesek miliknya ke milikku dengan menggoda dan segera memasukkannya tnapa peringatan.


"Ahhh..." desahku saat itu memenuhi diriku. Scout mendorong lagi, memasukkan lebih dalam dan dalam. Dia belum pernah masuk sedalam ini dan aku merasakan sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang tidak nyaman.


"Tidak nyaman sayang?" bisiknya, "Tapi ini akan nikmat saat aku menggoyang..." Scout segera memutar pinggulnya perlahan, mengirimkan kenikmatan tiada tara padaku.


"Ahk!!!!" pekikku saat rasa yang berbeda itu mengguncang diriku.


"Rasamu sangat nikmat, Ken..." Scout tetap memutar pinggulnya perlahan membuatku tidka tahan. Aku segera menggerakkan tubuhku naik turun dengan tidak sabaran dan putus asa.


"Kumohon, Scout..." ucapku putus asa.


Scout segera menggerakkan tubuhnya naik dan turun dengan sangat perlahan, "Kau. Milikku. Kenny. Sharp." ucap Scout di setiap gerakannya. Aku mengikuti gerakannya yang perlahan.


"Aku milikmu, Scout.. Selamanya..."


Scout segera menggoyang dengan cepat dan aku berusaha mengikuti gerakannya. Dia melakukannya dengan sangat cepat seraya meremas dadaku dan menciumi wajahku. Keringat Scout menetes pada kulitku yang sudah basah oleh keringat.


"Ahk..." desah Scout, "Kau sangat nikmat, sayang... Sangat nikmat..."


"Ahk.. Ahk.." setiap dorongan itu semakin dalam dan membuat ruangan ini penuh suaraku dan suaranya.


"Scout!!" teriakku saat puncakku datang.


"Kenn!!" dan pelepasan itu segera diikuti oleh Scout.


Napasku dan napasnya terengah-engah. Lalu, secara mengejutkan Scout membalikkan badanku dan memasukkan miliknya kepadaku dengan cepat. Itu memenuhiku segera dan mengirim sinyal lain. Bahkan aku belum meikmati pelepasan pertamaku dan Scout sudah bersiap untuk pelepasan kedua.


"Aku tidak akan membiarkanmu tidur..." bisiknya ditelingaku dan segera menampar pantatku, membuatku mengerang. Dia mencium punggungku dan mulai menggerakkan tubuhnya. Dia meremas dadaku dari balik punggungku. Aku terus melenguh dan melenguh karena kenikmatan ini tiada tara.


"Kenny!!" teriak Scout dan terus bergerak. Mengisi dan memompaku dengan keras. Tempat tidur ikut bergerak mengikuti gerakan kami. Wajahku bersentuhan langsung dengan ranjang dan ikut gerakan itu. Napasku terengah dan kami semakin menggila. Tangan kanan Scout menganggakat perutku dan mengarahkan bokongku padanya mendekat, membuat miliknya semakin memenuhi diriku.


"Keluarlah untukku, Ken.. keluar lah..." Scout menampar pantatku dan aku segera menemui puncakku. Scout masih tetap mendorong dan mendorong, lalu puncak miliknya segera datang. Aku segera ambruk ke tempat tidur. Itu sangat melelahkan dan nikmat.


Scout segera berbaring di sampingku dan dia membalikkan tubuhku ke arahnya. Dia memelukku erat. Napas kami terengah-engah. Perlahan, aku menutup mataku dan masuk ke dalam dunia mimpi. Mimpi yang sangat indah.


***


MrsFox


Tolong gais bantu vote yah :') Plis.. Lalu kasih komenntar yang rame, biar aku semangat gitu dan like, love, dan apapun yang bisa mendukungku. Itu berharga banget untuk aku, biar ceritanya semkain banyak yang tau dan VOILA!!! Semakin rame de... So, what's up gaiss?! Gimana chapter ini? Maap pendek. Biar honeymoonya disimpan untuk chapter berikutnya, bakal aku tuangkan imajinasi kalian di sini.. Lop yuh gaisss


Btw wiggle itu artinya goyang, sapa tau klean ada yg gk tau dan enggan buka kamus :v