
Tampak berjejer beberapa tenda sudah berdiri kokoh. perjalanan 3 jam yang menyenangkan karna sesampainya di tempat camp mereka menemukan hamparan pasir membentang di bibir pantai. di belakangnya terdapat sebuah pegunungan yang lumayan... rimbun.
Di pantai itu juga terdapat MCK, musholla dan beberapa bangunan Yang sepertinya sudah lama sekali tidak terurus. pantai itu indah tapi mungkin sudah melewati masa viralnya sebagai destinasi wisata favorit.
ketua gugus masing masing mengintruksi apel siang dilanjutkan dengan penanaman pohon kelapa di pantai tersebut sebelum berlanjut ke acara per regu nanti malam dan di akhiri apel.
awalnya semua baik baik saja tapi elsa mendadak mules perutnya, seperti dililit dan di tusuk tusuk. levita dan debby panik pasalnya elsa sudah pucat dan mengeluarkan keringat dingin. cewek itu meringis duduk berjongkok di belakang tenda sambil memegangi perutnya.
"kayaknya gue mau datang bulan deh!" rengek elsa.
levita mengelus punggungnya "tapi biasanya lo juga nggak sepucat ini el, sakit banget ya..."
elsa hanya mengangguk dan bergumam "hrm"
"nggak pas banget waktunya lagi..." protes debby. siapa yang bisa mencegah hal itu debby??? "gue udah prepare sih dari kemaren, nyokap sediain pembalut juga tapi kalo lo kesakitan gini. nggak mungkin baik baik aja kan el? gue bisa telfon pak yanto kalo lo mau pulang sekarang..."
mendengar debby menyebutkan nama sopirnya spontan elsa mengibaskan tangannya "nggak apa apa deb, gue nggak apa apa. nantian juga akan hilang sendiri sakitnya"
"kayaknya lo harus ke puskesmas terdekat deh el..." saran levita
tapi tiba tiba krystal datang dengan nafas ngos ngosan "gue udah kabarin yobi, lo sakit"
di tengah kesakitannya elsa panik "duuhh krys gue nggak apa apa... kok kasih tau yobi siiihh?!"
"nggak apa apa el, cowok lebih tau apa yang harus mereka lakukan!"
"malu tau lev, sakit cuman gara gara mau datang bulan itu... duuh... yaampunnn..." elsa memegang pelipisnya yang mulai pusing
"nih anaknya udah dateng!" seru debby yang membuat elsa berekpresi sebaik mungkin. seolah rasa sakit itu hilang, untuk menjaga harga dirinya depan yobi
melihat yobi datang, elsa spontan berdiri diikuti teman temannya. ternyata yobi tidak sendiri, ardi juga terlihat di belakangnya "mampus" batin elsa
"sakit kenapa?" yobi memegang pundak elsa. elsa menurunkan tangan yobi dan berusaha tersenyum
"nggak apa apa kok... sakit perut biasa .... ini cuman..." tapi rasa sakit yang menyerang tiba tiba itu membuat elsa meringis
"nggak apa apa gimana, pucet gini kamu.... kita ke puskesmas aja!" putus yobi
"nggak... nggak usah ...." cegah elsa, mencegah lengan cowok itu untuk pergi. rasa sakit yang melilit itu tidak terbantahkan lagi "aku cuman..." elsa bingung juga mau ngejelasinnya
"elsa mau datang bulan!" debby terlihat tidak sabaran sekali ingin menjelaskan keadaan elsa.
mendengar penuturan debby, awalnya ardi dan yobi mengernyit tapi kemudian ardi meringis, melihat betapa kesakitannya elsa "kok bisa sampe sakit gitu sih? wah parah sih jadi cewek, harus kesakitan gitu tiap bulan..." ardi menggeleng gelengkan kepalanya yang mendapat tabokan debby
merasa tidak nyaman elsa meminta levita untuk menemaninya ke kamar mandi tapi yobi bilang "sama gue aja!" disaat rasa sakit lebih mendominasi elsa bisa apa untuk membantah.
tapi sesampainya di kamar mandi sakit itu mendadak reda dan berganti mode shock dia beneran mens dan... sekarang dia butuh pembalut serta rok ganti.
awalnya elsa meminta yobi memanggil debby tapi katanya semua anak sedang melakukan apel siang.
Runtuh sudah gengsi elsa "aku... datang bulan..." cicit elsa
yobi tersenyum "kan bagus, kirain beneran hamil"
elsa melotot "yobi ahhh... gue butuh... pembalut!"
"oke, tunggu bentar!" yobi langsung pergi
"tap__" elsa bahkan belum menjelaskan kalau dia tidak hanya butuh pembalut saja dan berniat by menyuruhnya mengambil tas debby yang sudah tersedia pembalut dan mengambil tasnya untuk mengganti CD nya dan rok pramuka nya
beberapa menit kemudia yobi tiba dengan sedikit terengah. membawa semua yang elsa butuhkan tapi rok itu berganti menjadi celana legging "aku nanya mbak mbak penjualnya, jangan nethink dulu aku bisa ahli gini..."
*******
Elsa melewatkan penanaman pohon kelapa. dia istirahat di tenda, saat banyak orang menawarinya untuk menemaninya elsa menolak karna rasa sakit itu benar benar sudah berkurang
bahkan malam harinya saat lomba penampilan setiap gugus elsa bisa menontonnya. menikmati berbagai penampilan dari siswa sma dua lima. ada yang ngedance, drama, stand up comedy, ngebadut dan di tutup dengan aksi yobi cs yang bernyanyi.
tanpa terasa anak anak ikut bernyanyi. sebagian mereka ada yang menabuh botol aqua, sebagian lagi ada yang bertepuk tangan serta sebagian lagi ada yang mengatupkan tingkat pramuka mereka.
besok adalah agenda penjelajahan, untuk menyelesaikan sebuah misi dimana setiap pos ada misi kecil dulu yang harus di selesaikan
******
Rasa sakit elsa sudah benar benar hilang jadi hari ini dia akan ikut penjelajahan ke atas pegunungan di balik pantai ini. ada 8 regu, 4 cowok 4 cewek. nantinya di setiap pos akan ada soal pemecahan sandi sandi yang kebesaran akan rumit.
pos 1, 2, 3, 4 dan 5 sekarang sebagian dari mereka sudah menyelesaikan misi ke 6 yaitu membungkus telur dengan sedotan sehingga walau di jatuhkan telur itu tidak akan pecah. itu misi di pos 6.
selanjutnya yang ke 7 adalah titik kordinatnya, pos terakhir sekaligus tempat mereka bisa istirahat setelah mendaki pegunungan. sebelum menuju ke puncak mereka sempat melewati TPA, dimana banyak truk yang mengangkut sampah ke pegunungan tersebut. jalurnya aman buat truk truk itu.
bau menyengat sempat menyergap hidung mereka tapi saat tiba di puncak semuanya terbayar. para panitia menyambut mereka. ada taman yang di tumbuhi beberapa bunga bunga indah yang berjejer rapi. ada ayunan, rumah pohon di bawah pohon asam yang ektra besar. tanaman tanaman merambat yang menggantung.
bahkan ada pos jaga, toilet dan sebuah kafe serta beberapa tempat peristirahatan. waaahhh bagaimana ada tempat seindah itu di atas pegunungan? tapi sepertinya destinasi tersebut cukup populer untuk anak milenial sekitar daerah tersebut. buktinya ada beberapa remaja cowok dan cewek yang sengaja datang hanya untuk nongkrong dan makan di kafe tersebut.
karna mereka kesana untuk tugas ekskul sekolah jadinya mereka di arahkan dulu untuk duduk membentuk lingkaran, mendengarkan penuturan kakak panitia. setelah mereka bermain games. hukumannya bagi yang kalah harus membuat pengakuan. sebuah pengakuan yang menurut mereka tidak ada orang yang tau selain diri mereka sendiri.
tentu saja pengakuan pengakuan dari mereka banyak mengundang gelak tawa teman temannya. bahkan ada yang sengaja ngelawak seperti ardi. setelah selesai dengan misi itu mereka di perbolehkan untuk mengelilingi taman tersebut asal jangan jauh jauh dari jangkauan. biar pulangnya tidak kesasar.
******
ini malam terakhir mereka dalam camping kali ini. tentu saja api unggun adalah momen yang paling ditunggu tunggu.
sebelum memasuki kegiatan santai. semua peserta berdiri dengan group masing masing, mengitari api unggun tersebut.
ketua regu mereka membacakan 10 dasa dharma pramuka sambil bergantian, menjunjung tinggi obor mereka setiap mengucapkan bagian dasa darma mereka
"dasa dharma pramuka..... pramuka itu..."
"taqwa kepada tuhan yang maha esa"
"cinta alam dan kasih sayang sesama manusia"
"patriot yang sopan dan kesatria"
"patuh dan suka bermusyawarah"
"rela menolong dan tabah"
"rajin, trampil dan gembira"
"hemat, cermat dan bersahaja"
"disiplin, berani dan setia"
"bertanggung jawab dan dapat di percaya"
"suci dlam pikiran, perkatan dan perbuatan"
saat pembacaan terakhir spontan semuaketua regu melemparkan obor mereka sehingga api unggun itu menyala. semuanya berdecak, kagum.
besok pagi mereka sudah akan kembali dan malam ini setelah acara resmi itu mereka tetap mengitari api unggun untuk bersenda dan bernyanyi bersama namun sebagian dari mereka ada pula yang memilih istirahat lebih awal.