
Happy Reading
Backsong : A Thousand Years part 2 ( Christina Perry ft Steve Kazee), Canon in D.
***
Kenny POV
Aku melihat foto tempat pernikahanku besok yang dikirim oleh Lolita. Pernikahan kami dilaksanakan di halaman belakang rumah Scout yang luas. Dipenuhi bunga berwarna putih yang menggantung di atas dan lampu kelap-kelip yang berwarna orange, bangku putih yang disusun sedemikian rupa, dan sebuah gazebo putih di ujung bangku, tempat kami akan di sah kan, aku dan Scout.
"Bagaimana? Sesuai keinginanmu, bukan?" tanya Lolita yang duduk di sampingku. Saat ini, aku sedang berada di kamar Lolita bersama Sarah, Arang, dan Ana. Yah, inilah 'Night Girls' terakhirku sebelum menikah lagi. Yah menikah untuk kedua kalianya dengan pria yang sama. Cool!
Aku melakukan 'Night Girls' ku bersama Ana, Arang, Lolita, dan Sarah. Di 'Night Girls' ku, kami berpesta ala-ala wanita remaja, berbagi cerita cinta kami di waktu muda, berbagai rahasia, lelucon, dan lainnya yang membuatku tertawa bahagia.
"Ini sangat cantik, persis yang kuharapkan..." ucapku terharu dan memeluk Lolita yang membantuku mendesain dan mendekor segala hal yang penting untuk pesta pernikahanku nanti sesuai selera dan keinginanku. Itu benar-benar cantik dan sesuai dengan yang kuimpikan.
"Oh, babe... Jangan menangis di 'Night Girls' terakhirmu...." Lolita mengelus rambutku dengan hangat .
"Aku akan menikah..." ucapku tak percaya seraya melepas pelukan.
Sarah menyandarkan kepalaku pada bahunya dan mengelus rambutku, "Sekarang tidurlah, besok adalah hari penting untukmu..."
"Yah..." bisikku dan aku segera berbaring setelah pesta kecil-kecilan kami. Kami semua berbaring berjejer di kasur lipat milik Lolita. Memakai pajama licin dengan warna mencolok.
"Wow! Kau tidak single lagi!!!! Yuhuuu!!!" teriak Lolita dan membuatku tertawa.
"Menikah dengan pria yang sama..." lanjut Ana.
"It's time to sleep, girl..." ucap Sarah penuh peringatan.
"Easy Sarah.. Easy..." ucap Arang.
"Kau sangat tegang, Sarah..." gerutu Lolita.
"Maukah kalian menyanyikan lagu pengantar tidur untukku?" ucapku.
"Dengan senang hati, Ken. Asal kau tidak keberatan dengan suaraku, terutama suara Sarah..." ucap Arang dan membuatku tertawa.
"How dare you, Arang..." ucap Sarah tanpa nada kesal.
Setelahnya, Sarah mulai bernyanyi padaku seraya mengelus rambutku. Lagu bernada lembut, santai, dan berlirik bahasa Cina yang tidak kumengerti. Lalu diikuti oleh Lolita, Arang, dan Ana dengan lagu pengantar tidur mereka masing-masing. Setiap lirik yang diucapkan mendekatkan aku ke dalam alam mimpi yang menenangkan.
Dalam mimpiku, aku melihat Scout, orangtuaku, orangtua Scout, Jacob, Mags, dan semua orang yang kukenal ada di sana. Merayakan hari bahagiaku dan itu benar-benar indah. Tanpa ada air mata kesedihan, kekecewaan, kemaharan dan hanya ada tawa bahagia.
****
"It's okay..." Sarah menenangkanku yang gugup.
"Easy, girl... Kau membuat riasanmu luntur..." sambung Lolita.
"Apa aku sudah siap?" aku melihat diriku di cermin. Balutan gaun putih berkain lace membungkus tubuhku mengikuti lekuk tubuhku, melebar diujung kakiku, dan memanjang di belakang. Rambutku yang diikat setengah disanggul sedemikian rupa yang berhias tudung putih dan riasan tipis menghiasi wajahku. Penampilanku di permanis oleh anting berlian kecil dan kalung pemberian Scout. Aku melihat diriku dengan tidak percaya. Begitu cantik dan elegan...
"Kau sudah siap, sayang..." bisik Sarah mencium pipi kiriku, "Kau terlihat luar biasa..."
"Terima kasih, Sarah..."
"Aku akan kembali ke kursi kami...." ucap Sarah dan segera berlalu dari ruangan.
Lolita berjalan ke arahku, "Aku akui, kau sangat cantik hari ini, tapi untuk hari lainnya aku masih tetap yang lebih cantik darimu..." dia memberi buket bunga putih yang akan aku pegang nanti.
"Trims, Lolita..." ucapku terharu.
"No..No.. Jangan menangis, okay? Riasanmu akan luntur."
"Okay..."
"Tudungmu..." bisik Lolita dan melebarkan tudung putih di kepalaku.
"Baik? Di mana pengantin wanitanya?" itu suara Mr.Coin yang baru masuk ke dalam ruangan bersama Ana, Arang, Maldivesh, dan Jessica (Anak arang). Mr. Coin memakai setelan jas yang membuat dia gagah walau di umur tua. Ana, Arang, Lolita memakai gaun putih yang sama, begitu juga Maldivesh dan Jessica.
"Maldivesh....Jessica.." pekikku senang.
"Hay Mommy..." ucap Maldivesh melihatku kagum. Mereka memakai gaun kembang berwarna putih dan memegang keranjang berisi kelopak bunga.
"Kau sangat cantik, Aunty..." ucap Jessica.
"Aww... Terimakasih Jessica dan kau juga sangat cantik. Dan tentunya kau juga, Maldivesh."
"Okay... Ms.Cullen, kita harus segera berangkat...." ucap Mr.Coin yang menjadi wali pengantarkuku ke pelaminan. Dia menggandeng tanganku. Dulu, aku selalu berharap di hari pernikahanku nanti, ayahkulah yang akan mengantarku ke pelaminan, tapi harapan tidak selalu sessuai dengan realita. Terlepas dari itu, aku tetap sennag dan bahagia jika Mr.Coin yang melakukannya untukku. Dia seperti sosok ayah bagiku.
"Mr.Coin..." bisikku penuh haru. Jujur, saat ini aku ingin menangis. Namun, jika aku menangis, aku akan menjadi pengantin wanita yang mengerikan.
"Kau terlihat luar biasa..." bisik Mr.Coin
"Kau juga..."
"Okay... Berbaris girls.. Anak-anak yang keluar terlebih dahulu, diikuti kami, dan pengantin kita..." ucap Lolita dan menyuruh Ana, Arang, Jessica, dan Maldivesh membentuk pormasi yang sudah mereka latihkan. Aw.. Antusiasme mereka membuatku semakin bersyukur dan terharu. Oh yeah, Lolita, Arang, dan Ana menjadi best woman-ku. Teman wanitaku...
"Are you ready?" teriak Ana.
"Ready..." teriak yang lain dan pintu segera terbuka. Pintu yang langsung terhubung ke acara pernikahan. Jantung berdetak kencang saat melangkah keluar dan tamu segera berdiri. Maldivesh dan Jessica melempar kelopak bunga putih di jalan menuju gazebo dan lantunan musik terdengar, musik yang mengiring langkahku kepada Scout. Semua mata tertuju padaku dan aku menatap ke depan, di mana Scout berdiri di gazebo dengan setelan jas putihnya.
Semakin dekat, aku semakin bisa melihat wajah Scout yang tampan. Aku tidak percaya dia akan menjadi suamiku karena dia.. Dia Scout Sharp, pria luar biasa yang nyaris sempurna. Wajah aristokrat yang tampan, kemampuan hebat, bujangan incaran setiap wanita seantaro negri, dan dia luar biasa kaya.. Dan.. Dan dia akan menjadi suamiku. Suami Kenny yang bukan siapa-siapa.
Scout Damian Sharp. My love. Priaku. Milikku. Pangeranku. Segalanya untukku dan aku berjanji membahagiakannya selalu...
****
Scout POV
Lantunan lagu mengiring langkah Kenny semakin dekat padaku. Aku melihatnya, duniaku terpusat padanya yang luar biasa cantik. Sangat cantik. Wajahnya yang lembut dan dibalut gaun putih. Itu.. Itu membuatku ingin meneteskan air mata karena aku masih tidak percaya dia akan menjadi isteriku, wanitaku.
Akhirnya, setelah segala air mata, perjuangan, kekecewaan, dan berbagai pengorbanan akhirnya aku bisa memiliki dia secara utuh. Betapa aku beruntung memiliki dia, betapa beruntungnya aku bisa terlahir di kehidupan yang sama dengannya, betapa... Betapa aku bersykur dia hadir dalam hidupku dan melengkapi diriku.
Kenny sudah di hadapanku dan aku mengarahkan tangan kananku padanya, "Kenny...." bisikku.
"Scout.." bisiknya dan menerima tanganku, setelah itu Mr.Coin segera duduk ke bangkunya. Aku menatap wajah Kenny yang tertutup tudung putih dan melepas tangannya. Mata kami bertemu. Aku bisa melihat tatapannya di balik tudung putih, penuh kekaguaman dan penuh cinta. Dia benar-benar wanita yang tepat untukku. Dia..
"Jangan menangis, Scout..." bisiknya dan aku segera menyadari setetes air mata mengalir di mataku. Aku segera menyekanya dengan tanganku. Aku tidak menyadarinya. Astaga. Betapa aku tidak bisa melukiskan betapa bahagianya aku memiliki Kenny.
"Scout Damian Sharp, apakah kau berjanji menjadi suami yang bertanggung jawab dan setia pada Kenny Charlotte Cullens dalam sakit atau sehat, sedih atau bahagia, senang atau susah, dan setiap perkara kalian dalam rumah tangga?"
"Ya.. Saya berjanji akan bertanggung jawab dan setia kepada Kenny Charlotte Cullens dalam keadaan apa pun selama aku hidup..."
"Kenny Charlotte Cullens, apakah kau berjanji menjadi isteri yang taat dan setia kepada Scout Damian Sharp dalam keadaan sakit atau sehat, sedih atau bahagia, senang atau susah, dan di setiap perkara kalian dalam rumah tangga?"
"Yah... Saya berjnaji akan taat dan setia kepada Scout Damian Sharap di setiap hembusan napasku..."
"Scout Damian Sharp, apakah kau bersedia menikah dengan Kenny Charlotte Cullens?"
"Yah. Saya bersedia..."
"Kenny Charlotte Cullens, apakah kau bersedia menikah dengan Scout Damian Sharap?"
"Yah.. Saya bersedia..."
"Pasangkan cincin terhadap pasangan..." ucap pendeta.
Aku mengambil cincin dan segera memasangnya di jemari manis Kenny dengan perlahan. Lalu, Kenny melakukan hal yang sama padaku. Tangan kami saling berbegangan dan pandangan kami tidak terlepas. Akhirnya...
"Dengan ini dihadapan Pencipta alam semesta dan saksi hidup, Scout Damian Sharp dan Kenny Charlotte Sharp sah sebagai pasangan suami isteri..." ucap pemimpin dengan lantang dan aku segera melepas tudung wajah Kenny dan menciumnya dengan lembut. Suara tepukan tangan terdengar dan aku tetap menciumnya untuk beberapa detik sebelum akhirnya melepaskannya.
Aku menempelkan dahiku pada dahinya, "I love you..." bisikku
"I love you to..."
"Forever and always...."
"Forever and always..."
***
Kenny POV
"Mrs.Sharp....." ucap Scout padaku
"It's me..." ucapku dengan senyum merekah.
"Dansa?" Scout menawarkan tangan kanannya dan aku segera menggengamnnya.
Dia segera membawaku bergerak ke lantai dansa yang kosong. Tangan kiriku berada di atas lehernya, tangan kirinya di pinggulku dan tangan kanan kami saling berpegangan. Kami hanya bergerak ke kanan-kiri dan ke depan-belakang mengikuti irama musik.
"Kau sangat cantik Mrs. Sharp..."bisik Scout.
"Dan kau sangat luar biasa tampan, Mr.Sharp..."
"My wife..."
"My husband..."
Lalu lantai dansa mulai penuh, aku dan Scout berdansa dengan para tamu terdekat kami. Scout berdansa dengan Mags, Lolita, Sarah, dan Maldivesh. Dan aku sendiri berdansa dengan Mr.Coin, Josh rekan dan mentorku di studio, dan... Jacob.
"Jacob..." ucapku saat Jacob manarikku dari tangan Josh.
"Kau sangat cantik dan membuatku menyesal tidak mencurimu..." candanya dan kami tertawa. Kami bergerak perlahan di lantai dansa karena aku manjaga keadaan kaki Jacob yang belum sepenuhnya sembuh.
"Kau memakai jas dan dasi..." ucapku dan senang mengetahui bahwa dia sebagai best man untuk Scout.
"Demi dirimu, apa akau terlihat payah?"
"Kau terlihat luar biasa, Jacob Anderson..."
"Kau jauh luar biasa, Mrs.Sharp..." ucap sendunya dan membuatku ingin menangis,"Kau sangat cantik, Ken dan Scout sangat beruntung memilikimu..."
"Kau juga akan menemukan seorang wanita, Jacob.."
Dia tersenyum lebar padaku, memamerkan lesung pipinya, "Kau penari yang payah.."
Aku tertawa senang hingga membuatku menangis. Pernikahan membuatku sangat emosional.
"Jangan menangis, dasar cengeng..." gerutu Jacob.
Aku segera melap wajahku dan menahan diriku untuk tidak menangis lagi,"Aku menyayangimu, Jacob."
"Aku tau itu dan aku juga. Dan aku akan bahagia jika kau bahagia. Oleh karena itu, kau harus bahagia dan bila Scout membuatmu menangis, akan kutarik paksa kau dari dia..."
"Ehem... Mrs.Sharp?" suara Scout terdengar dari belakang tubuhku dan aku segera melepas diriku dari Jacob.
"Seseorang mengacaukan dansanku..." gerutu Jacob, "Baiklah... Berbahagialah kalian berdua manusia sialan.." Jacob mencium pipi kiriku dan aku memeluknya sekilas sebelum beralih pada Scout.
"Hai lagi, Scout Sharp..." aku segera menerima tangan Scout dan berdansa lagi dengannya. Dahiku bertemu dengan dahinya. Aku menangis dan segera menempel wajahku pada dada Scout yang bidang dan Scout menaruh dagunya di atas kepalaku.
"Aku bahagia, Scout... Sangat bahagia..."
"Aku juga, sayang.. Aku bahagia sekali.."
"Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu..."
Aku merasakan Scout mencium pucuk kepalaku.
"Aku mencintaimu juga. Selalu. Selamanya hingga maut memisahkan. Terimakasih sudah hadir dalam hidupku, Ken..."
Aku segera memeluk dia erat dengan tubuhku kami tetap mengikuti iringan musik, "Forever and always...." bisikku.
"Forever and always.."
NB: Maaf ada beberapa foto gk sesuai dengan deskripsi cerita
***
MrsFox
Okay. bagian nikahnya udah. Bagian fav kita semua di chapter selanjutnya, bagian honey moon. Bagian favorit kita semua wkwkw. :'v. I wil make it so good and perfect dan so hot hot hot wkwkw. Jadi kalo kalian ada request lain untukk adegan bagaian honey moon atau lainnya, tulis di kolom komentar yah, dari chapter sebelumnya aku udah tampung dan bakalan aku tuangkan di sini. See you gais. tungguin cerita aku tentang perjalanan kisah Harry gais. Jangan lupa follow aku, masuk grup, like, vote, koment, dan love. terutama bagian vote gais, itu sangat berharga banget buat naikin rating aku, biar makin banyak teman kita baca cerita ini. See you gais. Love you from the moon and back. Forever and always. wkwk