
"Kalian harus menikah!!!"
keputusan final. Hakim sudah memutuskan, palu sudah di ketuk tidak di ijinkan naik banding.
setelah bryan di pukul dan di gampar untuk memberi kesan jera dan tidak menyepelekan kesalahan haidar sang papa memutuskan sepihak tanpa persetujuan bryan dan cassie, HARUS MENIKAH. mona, mama bryan hanya bisa menangis melihat anak tunggalnya di pukul. iya bryan salah dan mona yakin bryan adalah anak yang bertanggung jawab. dia tidak pernah lari dari masalah apapun, selalu di hadapinya.
didad, papa cassie tidak banyak bicara tapi raut wajahnya terkesan sangat marah, dia hanya diam dan sesekali menarik nafas panjang. sinta mengomel berapi api tanpa jeda.
bryan melirik cassie di sampingnya sialnya cewek itu hanya memainkan jari kukunya dan cuek saja. bryan mengernyit, bryan pikir setelah mendapat tamparan barusan cassie akan menangis sesenggukan. bryan mulai pusing, bagaimana jika dia harus menikah dengan cassie??? bryan tidak bisa membayangkan akan seberapa berantakan rumah tangganya???
setelah sidang berlangsung cukup alot yang berlangsung lebih dari 2 jam mereka akhirnya di perbolehkan keluar. bryan pun hendak menuju ke kamar kefan. pasti dia dalangnya kan?? tapi cassie menarik tangan bryan ke kamarnya
"gue mau ngomong!" cassie langsung menyeret bryan ke kamar 207 tanpa persetujuan bryan.
sesampainya di kamarnya cassie tidak langsung berbicara. ia melihat bryan dengan sangat menyelidik itu membuat bryan kesal dan gusar "mau ngomong apa?" tanya bryan malas
"lo... semalem pake 'itu' kan??"
"itu apa??"
cassie berdecak dan memutar bola matanya jengah "yang bikin gue gak hamil, bodoh!"
kening bryan mengernyit heran lebih tepatnya dia tidak mengerti. cassie kembali berdecak malas melihat bryan sok polos di depannya. bryan pun akhirnya mengerti setelah seperkian detik "lo pikir gue cowok apaan sampe nyetok barang kayak gituan??"
"ya kali..." cassie kembali memutar bola matanya malas. ia tidak percaya jika bryan tidak pernah melakukannya sebelumnya
"k*nd*m gak bisa mencegah segalanya bodoh..." bryan mendorong kening cassie dengan jari telunjuknya
"seenggaknya ada 99% kemungkinan gue gak hamil. kalo gue beneran hamil, habis lo..." cassie mendelik ke arah bryan
"gak kebayang gimana pecahnya rumah tangga gue entar..." gumam bryan seolah berbicara pada dirinya sendiri, tapi cassie mendengarnya
"gue punya pacar..." ucap cassie tiba tiba
"gue juga... masih sayang sayangnya...."
"PUTUSKAN HUBUNGAN DENGAN PACAR KALIAN MASING MASING!!!"
nenda lunar. suara nenda yang tengah berdiri di ambang pintu bersama dengan orang yang ingin bryan hajar, kefan. kefan meringis memandang bryan yang menatapnya tajam.
"habis lo fan!!!"
******
sejak kejadian hari itu bryan tidak kemana mana. mengurung diri di kamar dan mematikan ponselnya. bagaimana dia harus menjalankan rumah tangga yang sehat dengan cassie, si playgirl itu??? bryan frustasi. terlebih mengingat pengakuan kefan hari itu..
"sumpah! gue gak pernah nyampurin obat apapun ke minuman lo, tapi kalo itu minuman beralkohol memang iya" bryan memukul kefan yang melindungi tubuhnya dengan tangannya "tapi dosisnya sangat kecil"
"terus kok bisa??"
"lah?? lo kok nanya gue... tanya diri lo sendiri lah kenapa harus sama cassie? cemburu gue... coba gue aja yang___" bryan memukul kefan lagi.
"gue yakin pasti ada sesuatu...." bryan yakin ada satu hal yang tidak beres malam itu. "fan... gue harus gimana???"
"ya nikah lah sama cassie. nenda udah turun tangan, btw kalo lo gak mau gue siap gantiin. gak apa apa bekas lo. cassie___" bryan memukul kefan lagi. sepupunya yang satu itu benar benar tidak waras
"gue serius... gimana pacar gue, men?"
"putusin!!!" bryan menatap kefan mengintimidasi "serius... itu jalan terbaik. sedikit sulit mungkin tapi gue yakin lo bisa. ini demi lo dan juga cassie tapi efeknya juga ke nama besar benhardy terutama bokap nyokap kalian!!!"
itu adalah kalimat pertama yang kefan katakan kepada bryan dengan mimik serius dan tidak mengandung kebodohan.
bryan mengaktifkan ponselnya, dilihatnya sudah jam 9 malam. bryan tersenyum melihat beberapa pesan dari elsa.
elsa...
cewek yang menarik perhatiannya diantara puluhan penonton di tribun lapangan sma dua lima.matanya tak lepas melihat elsa hingga membuat konsentrasi mainnya buyar dan berakhir kalah.
bryan tersenyum mengingat semuanya pertama bertemu, jatuh cinta, resmi jadian, jalan jalan dan menghabiskan waktu bersama beberapa hari pasca mereka resmi jadian
pilihannya akan melepaskan elsa... meski hatinya belum tentu bisa lepas dari cewek itu. demi semuanya...
bryan meraih kunci mobil dan keluar kamar untuk pertama kalinya setelah mengurung diri selama dua hari. ia akan pergi menemui elsa.
****
bryan menguatkan tekadnya memencet bel apartment elsa, tangannya sedikit gemetar. iya , melepaskan kebahagiaannya adalah keputusan yang berat namun dia harus bertanggung jawab atas kesalahannya.
elsa membuka apartmentnya dengan sedikit berkerut kemudian tersenyum mendapati bryan berdiri di depannya
"hai..." sapa bryan. raut wajah bryan sudah berubah, ternyata ia tidak setegar yang dia bayangkan sebelumnya tapi tidak mungkin dia menangis di depan cewek yang dia cintai. elsa tidak menjawab sapaan bryan, ia lebih fokus pada keadaan bryan yang sedikit berantakan dan ekspresi wajahnya.
"maaf... lama gak ada kabar...
maaf... mungkin lo khawatir...
gue gak pernah berniat ninggalin lo ataupun mengkhianati hubungan kita.
terima kasih udah sabar bareng bareng sama gue selama ini...
elsa...
maaf... gue harus bilang ini...
gue rasa... hubungan kita harus sudahi sampai sini....
yaa.... selesai sampai di sini...
iya, gue egois! mengambil keputusan sepihak.
maaf el... gue gak bisa jelasin banyak hal...
yang pasti saat ini pun gue tetap sayang sama lo. rasa sayang gue gak berkurang...
gue gak jamin itu untuk nanti tapi yang jelas lo pernah menjadi yang terpenting dalam hidup gue!"
"terima kasih bryan..." ucap elsa menyela perkataan bryan "lo udah ngasih segala yang lo bisa buat gue! gue bangga pernah jadi seseorang yang seistimewa itu buat lo. lo harus bahagia bryan.. lo benar benar orang baik..."
"boleh gak gue peluk lo untuk yang terakhir kali...." elsa tidak menjawab ia langsung berhambur memeluk bryan, menganggap dia benar benar seorang teman yang mungkin saat ini tengah butuh penyemangat hidup
"jika suatu hari nanti kita ketemu, gue harap kita masih bisa menjadi teman di masa depan"
"pasti el..." bryan mengeratkan pelukannya sebentar lalu melepaskan pelukan itu. hatinya benar benar sudah goyah. ia tersenyum kepada elsa sambil berkata "gue pergi...."
bryan melangkah dan tidak menoleh sama sekali ke belakang. elsa menatap kepergian bryan dengan perasaan sedih. bryan benar benar orang baik, elsa berharap tidak ada yang menyakiti bryan hingga dia kelihatan berada di titik terendah hidupnya.
sudah sejam bryan memasuki mobilnya semenjak meninggalkan apartment elsa. tapi mobil itu tetap diam tidak bergerak. bryan berkali kali terlihat memukul setir mobil. ini adalah hari terberat dalam hidupnya selama ini. bagaimanapun bryan benar benar tulus mencintai elsa.
tapi dia harus melepaskan elsa juga karena kebodohan dirinya. ini semua gara gara...
Efek '207'
bryan harus kehilangan elsa yang saat ini menjadi titik bahagianya...
bryan harus menikah dengan cassie, argh...
bryan tahu hubungannya dengan cassie tidak seperti anak anak keluarga benhardy yang lain.
mereka sering terlibat tatapan dingin...
karna dulu.....
mereka juga pernah melakukan kesalahan....
bryan sudah merampas first kiss cassie!