
*Dimana pun kamu berada, apa pun yang kamu lakukan. Aku akan tetap menunggumu, disini!
_________________________________________
6 tahun kemudian*
"Arva, aku pulang," Gumam Amazora yang baru saja pulang dari kuliahnya di Jepang.
Ia dapat beasiswa kedokteran disana. Dan tepat 4 tahun dia bisa menyelesaikan bidang studynya. Turun dari pesawat menuju bandara, ia sudah menemukan 2 sahabatnya disana. Aoi dan Rey, yang sudah resmi tunangan. Dan mereka akan menikah 1 minggu lagi.
"Selamat datang ibu dokter." Goda Aoi yang sudah bergelantungan di lengan Amazora.
"Iya calon istrinya Rey. Aku pulang." Peluk Amazora. Yang diikuti Rey dari belakang.
"Bagaimana disana? Senang?" Tanya Aoi yang sudah berada di samping Rey-dalam mobil.
"Rindu. Dia sudah pulang belum?" Tanya Amazora
"Belum. Katanya masih terapi," jelas Rey.
***
Tepat di malam itu, Arva dipindahkan ke Amerika untuk pengobatan kepalanya yang sudah bahaya. Dan satu pesan dari ayah Arva adalah untuk bersedia menunggu Arva pulang kembali. Dan jika Arva dikabarkan sudah tiada, Amazora diharapkan untuk mengihklaskannya. Dan malam itu juga mereka berpisah.
Beberapa bulan kemudian, Amazora pergi ke Jepang untuk kuliah kedokteran disana. Ia berniat untuk mengetahui penyakit dan obat untuk Arva
***
"Makasih ya. Mau masuk gak?" tawar Amazora.
"Gak ah, kami ada jadwal buat kencan," Kata Rey yang sudah memeluk Aoi.
"Ah iyalah. Langgeng sana," Kata Amazora dan masuk ke rumah.
DORR DORR DORR
"SELAMAT DATANG ANAKKU SAYANGKU," kata Hana menyambut anaknya itu tak lupa Deni yang juga ikut memeluk Amazora. Setelah selesai acara penyambutan ia menuju ke kamar.
Disana, memori dulu terus berputar. Membuka foto kenangan mereka berdua, melihat jendela yang biasanya buat apel Arva, surat cinta yang tertulis di ulang tahun dulu serta novel vampire yang masih terawat rapi disana.
Kenangan lama terus terputar, hingga tanpa sadar benih putih pun turun, mengalir dengan deras sampai-sampai isakan pun terdengar ketika memeluk foto kencan pertama mereka. Dan tertidur.
Ke esokan harinya, Amazora melakukan olah raga pagi dengan mengelilingi taman kota yang merupakan moment yang sering ia lakukan dengan Arva. Dengan bersepeda disana, membuat memori itu terkenang kembali. Ia seolah sangat merindukan seseorang yang menghilang itu. Di parkirlah sepeda itu, ia memilih jalan-jalan disana. Ketika ia tiba disalah satu tempat kenangan,
"Sudah berubah," Gumamnya ketika dulu Arva menggoncengkannya untuk pertama kali. Saat ia dan Aoi di ajak Kak Andre untuk kencan. Dan sekarang Kak Andre sudah menikah, tapi bukan dengan Kak Lina. Melainkan adik kelas kuliahnya yang bernama Kak Lia. Masih dengan anak satu, perempuan yang mereka namai Andriliana.
"Hey! Apa lo gila?! Gue gak suka lo. Dan jika lo gak suka Nana jangan buat dia suka dengan lo!" teriak salah satu gadis remaja disana kepada seorang pemuda yang terus menatapnya.
"Tenang! Gue gak pernah tebar pesona dengannya. Dan gue hanya suka dengan lo! Mengertilah!' Balas pemuda itu tak mau kalah.
Melihat adegan ini membuat Amazora tersenyum kecut. Gadis itu seperti dirinya, dan pemuda itu seperti Arva dulu. Ingin rasanya waktu itu bisa terulang kembali. Akankah dia bisa melihat Arva lagi? Ataukah takdir berkehendak lain? Dia terlalu lelah untuk memikirkan semua itu dan lebih memilih pergi lagi ke tempat semua kenangan mereka terukir. Hingga berakhir di taman lampion.