Because Of You

Because Of You
50. Merasa Insecure



Lebih peduli dan lebih mengenal kehidupan seorang Al Ayyubi Abrisam Ghilvana, cowok keren blasteran kanada-china. yang ternyata punya banyak kans di masa SMA nya jadi siswa populer. fans nya tidak sesedikit yang elsa duga. setiap kali yobi turun lapangan, tribun penonton selalu ramai, meneriaki namanya.


ya ampun elsa tidak habis pikir, pacarnya se populer itu ternyata bahkan saat yobi bertanding dengan SMA bima sakti banyak cewek cewek SMA BS menggosipi cowoknya.


"perhatiin kapten dua lima" seru seorang anggota cheerleader yang berjejer bersama tim cheerrs nya di depan elsa dan tim pendukung sma dua lima lainnya "dia yobi, kita satu SMP. setiap kali dia tampil di acara pensi, yang nonton selalu rame!"


"dan dia memang menarik" timpal seorang temannya


"lebih dari kata menarik. dia cukup menantang untuk bisa di dapetin"


"sepertinya... vibes cool, cuek dan setia!"


"sayangnya dia tidak pernah jomblo!" ucapnya lagi "bukan playboy tapi selalu taken. keren sih gue bilang tapi siapapun ceweknya pasti akan jadi mantannya. lihat aja! dia nggak akan pernah bisa tahan beberapa lama dengan seseorang. almost liar!"


Bohong kalau elsa tidak overthingking mendengar percakapan mereka. bukankah yobi memang pernah mengaku padanya kalau cowok itu tidak pernah single. yang elsa tau yobi memang salah satu orang iseng di dunia tapi apakah kisah asmaranya bersama beberapa cewek juga dari sebagian trik isengnya? tidak pernah serius? main main??


harusnya elsa memperhatikan semuanya dari awal. jika dia siap memulai harusnya dia juga siap beberapa resiko dengan garis akhirnya. entah akhir bagaimana yang semesta catat untuknya.


sejak awal elsa punya rasa percaya diri yang tinggi terhadap apapun tapi semenjak mengenal yobi lebih jauh dia merasa sedikit insecure. bagaimana tidak? keluarganya berantakan, berbeda dengan keluarga yobi yang... harmonis. elsa tau dia cantik__sombhong, tapi yobi populer dan tampan. dia bisa menunjuk cewek mana saja yang dia mau jika dia berniat berpaling.


sumpah! elsa mengutuk telinganya yang mendengarkan ocehan cewek cheerleader itu.


sejak mentraktir teman temannya berkat kemenangan tim basket sekolahnya dan tentu saja tagihan traktiran debby, yobi sudah menyadari ketidak beresan otak elsa.


"kenapa?" tanya yobi. kepalanya meneleng, melihat elsa yang hanya memperhatikan teman temannya sehabis makan di kafe__traktiran si kapten basket


elsa tersenyum seraya menggeleng "nggak..." elsa mengedarkan pandangannya ke arah teman temannya yang masih asyik mengobrol "ini belum selesai ya..." tanyanya


yobi mengernyit, merasa heran "mau balik sekarang?"


elsa menoleh ke yobi di sampingnya. kenapa yobi bisa sepengertian ini? "boleh?"


"kenapa nggak?" melihat elsa tersenyum yobi meremas tangan cewek di sampingnya


setelahnya yobi pamit untuk mengantar elsa pulang, setelah dia meminta bon tagihan makan teman temannya kepada kasir. saat di parkiran kafe sambil memasangkan helm elsa, yobi bertanya "hari ini capek nggak?"


"lumayan...."


"mau jalan dulu atau langsung balik?"


"lain kali aja ya jalannya kayaknya hari ini...." hatiku capek overthingking dan harus insecure dalam hidup "mau istirahat aja"


"okay, nggak apa apa!" yobi tersenyum. ahh lagi lagi senyumnya...


Elsa benar benar aneh hari ini. tidak banyak yang mereka bicarakan saat menuju apartment elsa. yobi benar benar mengerti keadaan elsa saat sedang baik atau sedikit buruk.


saat tiba di basement, elsa tidak langsung turun dari boncengan yobi. dia mendusel di balik punggung yobi dan mengeratkan tangannya yang melingkar di pinggang cowok itu. tentu saja yobi tergelak, renyah, dengan perlakuan elsa.


yobi menoleh ke samping dimana elsa meletakkan dagunya , mengusap punggung tangan cewek itu tanpa mengatakan apa apa. ingin memastikan keadaan elsa sampai benar benar membaik


"babe..." panggil elsa, bergumam. lalu kemudian berdecak, seolah tidak percaya dengan dirinya sendiri "nggak apa apa sih.."


"aahh, penasaran kan jadinya..." ekspresi yobi benar benar melankolit sekali, dan aktingnya benar benar terlihat pura pura


"nggak penting..." elsa terdiam beberapa saat "tapi....aku juga penasaran..." elsa mengembungkan pipinya, dia bukan penyimpan rahasia dirinya dengan baik memang


"naik aja yuk, biar ngobrolnya enak..."


elsa mengiyakan. merekapun melangkah ke unit apartment elsa.


****


elsa duduk di balkon sendirian sebelum yobi tiba dengan sebuah selimut.


"senja sore anginnya rentan banget" ucapnya sambil menyelimuti tubuh elsa yang duduk di kursi rotannya "lebih lebih... lagi nggak baik baik aja kan?" yobi berjongkok di depan elsa. memegang tangannya dan menatap cewek itu lekat "sekarang katakan..."


elsa menarik nafasnya dalam. apa akhir akhir ini dia terlalu sensitif sendirian, sedangkan yobi tidak terlalu memusingkan hal hal receh yang masih dalam kolase kata 'mungkin'


tapi elsa penasaran. jika bisa, dia lebih baik membeli rasa penasaran itu demi harga dirinya. oke, tebas semua rasa penasaranmu,elsa!


"kamu..." elsa mulai bersuara "kapan..." yobi terlihat menaikkan sebelah alisnya, penasaran gitu ekpresinya, dan di luar praduga overthingkingnya, ekpresi itu membuat elsa gemas sendiri "suka.. aku..?"


"jangan senyum dulu... jawab dulu..."


yobi tergelak "iya... iya... ini mau di jawab!"


"jadi.... kapan??" desak elsa


"aku pikir.... fall in love at first sign itu omong kosong. aku juga bisa memastikan... aku bukan tipe orang yang bisa jatuh cinta pada pandangan pertama tapi__gemes banget sih pertanyaannya" yobi mencubit pipi elsa, yang segera di tepis olehnya dan menyuruhnya melanjutkan fokus pertanyaannya "liat kamu bete gitu pas nggak sengaja kena lemparan bola basket aku waktu pelajaran pertama olahraga di SMA aku jadi candu liat kamu kesel, cemberut. nggak tau deh sejak kapan, aku nggak bisa memastikan suka kamu kapan? yang jelas lama kelamaan perasaan itu berkembang awalnya seneng liat kamu kesel, tapi malah kesenengan kalo liat kamu senyum, caper sok berantem sama kamu... karna jujur aku pengen deket kamu terus. vibes nya deket kamu bikin bahagia mulu"


"sumpah kamu jujur...?"


"ampuunn babe aku nggak pernah bisa bohong!"


"tapi sejak kelas 10 kamu ganti ganti pacar mulu... aku belum tau masa lalu kamu di SMP"


"aku pacaran sejak kelas 5 SD. selama ini aku iseng coba coba eh malah ke asyikan" ekpresi elsa sudah beda, kata 'iseng' itu mengganggu pikirannya "selama ini aku nggak pernah serius bener bener suka sama seseorang, eh tapi pernah sih suka sama cewek tapi nggak jadian. aku tembak, dia langsung pindah sekolah masa"


itu tidak lucu sama sekali buat elsa "tapi..." yobi menatap elsa, menyisipkan rambutnya ke belakang telinganya "kurasa ini pertama kalinya aku jatuh cinta..."


"bisa nggak, nggak usah plot twist gini... aku mau percaya tapi omongan kamu bener bener kayak player pro tau nggak?! sebenarnya kamu iseng juga kan sama aku? niat main main..." tuduh elsa


yobi menatap elsa, menunduk lalu menatap elsa lagi yang memalingkan wajahnya "jelasin perasaan itu sulit ya ternyata...kayaknya nikah muda sama kamu enak deh, buat ngebuktiin keseriusan aku sama kamu"


elsa memukul pundak yobi "bisa nggak sih serius dulu..."


yobi mesem "ini aku serius, paling serius malah. ayo kita nikah aja! sebenarnya kenapa sih pertanyaan kamu random banget? ada yang bilang sesuatu sama kamu?"


elsa menunduk, memainkan krah baju yobi "aku overthingking, insecure juga. ternyata kamu banyak yang suka. dapat banyak kado. aku jadi ngerasa nggak pantes aja__"


yobi mencium bibir elsa sekilas "seandainya aku bisa menghentikan mereka untuk mengirimiku barang barang itu sudah aku lakukan tapi aku tidak punya kekuatan mencegah kehendak orang lain. babe, percaya deh, diantara sekian banyak pilihan dalam hidup aku kamu benar benar aku prioritasin yang pertama"


"iihhh buaya banget. entaran kalo dapet cewek yang 'paling' juga bakal berpaling nantinya"


yobi berdecak "ambekan banget sih..." yobi menoel hidung elsa yang membuat gadis itu menghindar "kamu__" dia menilisik wajah elsa "udah berapa bulan ?"


"apanya?"


"kandungannya..." elsa menganga tidak habis pikir tapi kemudian memukul yobi sedangkan cowok itu hanya tergelak hingga terjatuh dari jongkoknya "habis sensitif banget. nikah aja yuk biar beneran bisa bikin anak"


"sekolah dulu yang benar" ucap elsa seraya beranjak dari duduknya


*****


camping atau kemah anak ekskul pramuka itu hari ini. subuh mereka berangkat dengan bus sekolah. ini bukan camping yang menyenangkan seperti liburan. ini adalah kegiatan ektra kurikuler pramuka dengan beberapa misi dan aturan. bukankah itu sangat membosankan.


tidak ada yang berangkat kemah dengan fashion stylish. mereka mengenakan seragam pramuka lengkap dengan berbagai macam atributnya termasuk topi dan tongkat pramuka.


elsa senang melihat debby yang terlihat antusias dengan kegiatan ini. elsa dan juga levita hanya ingin memastikan debby nyaman dan bahagia dengan kegiatan ini.


penumpangan bus di acak. elsa satu bus dengan krystal dan... ruby. serta beberapa anak IPS lainnya.


krystal yang duduk di samping elsa berkata "lo percaya tentang sebuah kebetulan...???"


"percaya aja sih kayaknya" ucap elsa sambil meletakkan tas punggungnya.


"gue sih nggak percaya ada kebetulan di dunia ini. kecuali takdir. tapi..." krystal menatap ruby yang baru memasuki bus "melihat kebetulan pertama dalam camping ini. aku yakin akan banyak kebetulan kebetulan yang membosankan di camping kita"


harusnya ruby menjadi penumpang terakhir bus mereka tapi di belakang ruby, yobi menyusul kemudian. elsa melihatnya, sepertinya cowok itu benar benar menukar tempat duduknya


elsa tersenyum "kebetulan yang menyenangkan kali..." gumamnya


yobi duduk di kursi seberang krystal-elsa yang masih kosong tapi cowok itu juga menarik elsa duduk di dekatnya.


"what the F..." umpat krystal kepada yobi


dan karna tidak ada tempat duduk lain. ruby yang sejak tadi masih sibuk meletakkan tasnya di atas dek bus, terpaksa duduk di samping krystal. bangku terakhir, penumpang terakhir di bus mereka.


Ruby menatap krystal yang terlihat jengkel kemudian cowok itu tersenyum smirk. apakah leher krystal akan kram jika selama 3 jam perjalanan menatap ke luar jendela terus???


krystal menggerutu sialan "seandainya si pengacau yobi tidak datang. semuanya akan tetap berjalan baik baik saja"