
beberapa hari terlewati tanpa rasa bersalah. wacana libur semester selama dua Minggu yang di harapkan menjadi ajang rileksasi pikiran berakhir berkreasi di sekolah. rekreasi dengan tenaga dan pikiran menyambut acara pensi sekolah yang mengambil tema tradisional. beberapa stand di buat menyerupai rumah rumah tradisional di Indonesia, jangan lupakan material unsur go green dalam pembuatannya.
sekolah sudah kembali masuk sejak sehari yang lalu tapi pelajaran masih belum aktif. sekolah mendukung penuh acara pensi yang berkolaborasi dengan 3 SMA lainnya. tiket pensi ludes habis sebelum target. dan dress code kali ini juga mengusung konsep pakaian tradisional Nusantara.
semuanya terlihat benar benar terkonsep secara matang. lautan manusia terlihat memenuhi lapangan sekolah dua lima. Bangga bercampur haru! mereka adalah pejuang masa depan bangsa selanjutnya. wujud jiwa nasionalisme benar benar mereka tunjukkan. sungguh ini bukan hanya tentang budget besar yang mereka habiskan.
Ruby memberikan pidato pembukaan yang membuat semua mata terkagum, dia bukan hanya enak di pandang tapi suaranya begitu sopan masuk ke gendang telinga.
pembukaan pensi yang sebenarnya adalah permainan biola oleh seorang gadis cantik, namanya shanika. dawainya mengalun indah, terlihat begitu profesional permainannya. like a violin give a memorable!
Elsa, Levita dan Debby berkeliling keliling stand, tentu saja apapun yang menurut Debby "iihh... lucu!" anak itu langsung membelinya.
namun tiba tiba suara gemuruh dari depan panggung utama mencuri perhatian. suara orang orang bertanya 'ada apa?' terjawab oleh pandangan mereka.
bahkan Debby tak kalah histeris melihat apa yang tengah terjadi di atas panggung, yobi, Ardi dan jevier ada disana minus rafil sepertinya.
mereka hendak nge band padahal band resmi sekolah mereka tuh bukan mereka tapi ternyata sambutan penonton begitu luar biasa.
surprise!!! ini benar benar kejutan... yobi menyanyikan beberapa bait lagu dan di gabung menjadi sebuah lagu besar yang kalimatnya sepertinya nyambung satu sama lain dan sang kapten basket itu menyanyikan lagu bahasa Inggris, Mandarin, Korea, Jepang, Portugis, Arab dan bahasa Indonesia tentunya.
semuanya histeris pasalnya pelafalan yobi begitu akurat dengan bahasa bahasa tersebut, Ardi sebagai drummer juga menjadi backing vocal.
wooowww!!! itu benar benar Amazed!
"gila!!! sekali lagi gue bangga punya classmate modelan yobi, multi talented banget!" Debby berteriak histeris, dia sudah seperti nonton konser. pertanyaan dalam benak Elsa hanya satu, sejak kapan persiapannya???
Debby menarik Levita dan elsa semakin mendekat ke panggung. mereka terlihat kerepotan pasalnya barang belanjaan Debby benar benar banyak, dia membeli apapun yang menurut Elsa tidak terlalu... penting. tp, it's oke sekolah juga butuh orang seperti Debby.
Elsa tidak fokus memperhatikan panggung seperti Debby yang sangat menikmatinya, Levita juga hanya asal Mandang kelihatannya. Elsa malah sibuk memperhatikan anak PMR yang mondar mandir berjaga jaga.
"panas banget.... ke kelas yukkk?!" ajak Elsa yang membuat Levita mengangguk "deb... Lo ikut gak?!"
"duuuhhh... gue masih pengen disini tapi__"
"yaudah entar kalo udah bosen tinggal nyusulin ke kelas, kita tinggal oke??"
Debby tampak ragu "gue ikut kalian aja deh!!" putusnya pada akhirnya. mereka pun berlalu menuju kelas mereka untuk ngadem "padahal gue masih pengen ngepoin cogan sekolah lain" bisiknya sambil terkekeh.
Elsa memutar bola matanya malas mendengar itu "gue pengen Lo punya pacar deb, serius! biar otak Lo blank soal cogan..." Levita tidak masuk dalam obrolan Debby dan Elsa tangannya fokus membalas pesan di ponselnya sambil berjalan.
Debby membuka pintu kelas yang nampak sunyi dari luar tapi ketika pintu itu terbuka mata mereka langsung memendar ke seluruh penjuru kelas, ada banyak teman sekelas mereka yang juga berada di sana ternyata
Debby langsung berteriak memuji jevier, Ardi dan yobi mengatakan mereka sangat keren yang di puji juga jadi besar kepala.
"mau ikutan gak?" tanya Evan kepada Debby, beberapa siswa nampak membentuk lingkaran di belakang kelas, di belakang kelas mereka ada loker kecil berwarna warni soft untuk setiap siswa, bisa untuk menyimpan helm, sepatu, baju olahraga atau apapun itu
Debby duduk di atas bangku memperhatikan 6 siswa yang membentuk lingkaran ada Ardi, jevier, Evan, Novi, fresti dan Nando "ngapain sih?" tanya Debby pada fresty dan Novi
"ToD!"
"truth or dare di acara pensi??? wah gilaa... ketahuan Radit bisa habis kalian..."
"gak bakal ketua kelas sibuk jagain stand! kalo mau ikutan buruan, keburu mau mulai nih..." desak Nando, Debby menoleh ke arah Elsa dan Levita
"seru nih kayaknya..." kata Debby. Elsa sudah duduk membentuk lingkaran diikuti Debby, Levita memilih untuk tetap di bangkunya memainkan ponselnya. beberapa siswa di kelas itu juga nampak tidak terusik dengan kebisingan permainan yang mereka buat.
Ardi bangkit dan langsung menyeret Yobi duduk di samping Elsa "CK... udah gue bilang ogah gue permainan beginian!"
"Lo tinggal duduk dan dengerin gak usah ngapa ngapain, gampang kan?! kecuali Lo takut sama dare nya!"
"kemaren Lo juga___" yobi mengehentikan perkataannya mengingat apa yang hendak dia katakan untuk memarahi Ardi yang kemaren menyuruhnya putar balik ada sangkut pautnya sama Elsa. Ardi tampak menunggu kalimat yobi selanjutnya " gak jadi..." yobi mengibaskan tangannya keudara. Ardi pun langsung duduk di samping yobi
arah tutup botol saat pertama kali di putar menunjuk ke arah Nando yang mendapat seruan kekecewaan dari Nando tapi yang lain sudah tersenyum bangga "truth or dare?" tanya Evans
pandangan Nando menelisik ke teman temannya "kalo gue jawab truth pasti kalian gak bakal ada habisnya..."
"tinggal Lo pilih aja..." jawab Ardi
"dare!"
jevier menjentilkan jarinya hingga terdengar bunyi petikan, dia nampak begitu senang "ajak fresty balikan...."
Hahaaha
poor Nando, semuanya tertawa termasuk fresti yang juga tertawa menutupi kecanggungan, di sela sela tawa mereka tanpa di sadari tangan Elsa bertumpu di lutut yobi. sebenarnya tidak ada yang istimewa karena hal itu biasa untuk Elsa dan yobi
tangan yobi terulur merangkul pundak Elsa di sela sela menunggu jawaban fresty, yang lain sudah heboh Ceng cengin fresty. Elsa meraih jari jemari yobi di pundaknya dan menautkan ke jemarinya, matanya tetap fokus pada fresty
"hayuk... masih sayang gak?!" jawab fresty yang juga menuntut jawaban dari Nando. tawa tim cewek semakin tidak terkendali bahkan Elsa harus menyembunyikan tawanya di pundak Yobi. Debby dan Novi yang paling heboh tentu saja. menuntut Nando dengan jawaban jujurly
"masih... sedikit...." jawaban Nando mendapat timpukan jidat
"sayang kok sedikit sih?!" protes Novi.
"udah udah kita lanjutin lagi. endingnya kalian terusin aja berdua!" kata Evan yang lagi lagi membuat yang lainnya tertawa.
botol kembali di putar dan...
"Yobi!!!" teriak Ardi sambil sedikit berdiri dari duduknya sedangkan jevier sudah bertepuk tangan.
"seneng banget Lo!" protes Yobi kepada Ardi. dia sudah seperti menang lotere mendapati tutup botol menunjuk ke arah yobi
"truth or dare?" tanya Evans
"truth!"
"oke! siapa first kiss Lo?" tanya Evans
"gue gak pernah ciuman!"
"Halah... pacar lusinan gak pernah Ciuman!" cibir Novi, Yobi hanya tersenyum sambil berucap 'next!'
"mantan Lo ada berapa???" tanya novi
"gak ada! gue gak pernah pacaran..."
Elsa menepuk paha Yobi dengan keras "truth dong jangan bohong!"
"ini gue juga udah serius...." kata Yobi sambil tersenyum melihat kekesalan wajah elsa
"eh Lo bilangnya sama gue gak pernah jomblo ya!" tunjuk Elsa pada yobi "ayo ngaku, berapa mantan Lo?"
"gak gue hitung. gak ada kerjaan banget sih ngitungin mantan!"
"Lo kan kolektor mantan yob!" ucap Evan tapi melihat ekspresi yobi dia meralat ucapannya "dulu... iya itu dulu kan?! oke next!"
"Lo dulu playboy kan...?!" fresty yang berkata dan yobi berdecak, dirinya memang bukan playboy "kalo gitu siapa mantan terindah Lo?"
"mana ada?? gak punya gue istilah mantan terindah!"
"serius dong yob!" Elsa protes lagi pasalnya jawaban yobi sedari tadi ngasal, dia dengan santainya menjawab pertanyaan sambil mengunyah kacang
"ini gue udah seribu rius El?!"
"oke jawab jujur... siapa cewek yang beneran Lo suka?" ini Debby, suara Debby. spontan Elsa menoleh ke arah Debby.
"entahlah....!!!" jawab Yobi masih santai dan mengunyah kacang
"cewek yang ingin Lo jadiin pacar akhir akhir ini?"
yobi menoleh ke arah jevier, ia melempari jevier dengan kulit kacangnya jevier menghindar hingga tertidur ke lantai dengan tawanya "Lo tau!!!"
"siapa?? gue gak tau!!" perkataan jevier mewakili semua mata dan telinga Yang ada di situ. yobi sudah kesal dengan pertanyaan menjebak jevier
"ada seseorang yang ingin gue cium!!" kata Yobi sambil tertawa sambil memasukkan kacang ke mulutnya.
"wauw... siapa??" tanya Ardi juga dengan nada Sok tidak tau untuk menggoda. yobi jadi menyadari satu hal, saat hendak berkata tiba tiba fresti lebih dulu mengatakan sesuatu
"El... apa perlu gue ambilin ac kedeket Lo?"
"hah??? kenapa???"
"muka Lo jadi mendadak merah gitu..." tawa Debby pecah yang langsung mendapat kutukan dari Elsa, jevier dan Ardi pun bersiul tidak jelas.
"eh... lanjut dong jangan cuma stuck dia gue. Vans putar lagi botolnya...." perintah yobi, dia baru sadar bahwa pertanyaan mereka udah melenceng. bukan hanya satu pertanyaan dari satu orang tapi mereka semua mendesak Yobi dengan beberapa pertanyaan.
yobi tersenyum sendiri mengingat ekpressi Elsa "ya! memang ada seseorang yang ingin gue cium. tapi cewek itu bukan punya gue, punya cowok lain yang lebih beruntung dari gue. itu hanya sebuah keinginan untuk mencium kan??!! kiss one day!! bisa kali ya... ?!"