Because Of You

Because Of You
44. One Fun Day with You



langit sudah terlihat berwarna jingga sore ini. tapi kedua siswa SMA dua lima masih terlihat bermain basket di lapangan sekolah. sekolah sudah tampak sepi hanya ada mereka.


awalnya Elsa hanya di suruh menemani yobi tapi tiba tiba yobi mengajarinya bermain basket dan ya!!! Elsa bisa!!! beberapa kali ia berteriak kegirangan karna berhasil memasukkan bola ke ring. pada akhirnya mereka bermain basket bersama sore itu, kala langit berwarna jingga dengan pelataran SMA dua lima yang tampak lengang


"beib?!" panggil yobi sambil melemparkan bola itu ke Elsa.


HAP!!!


Elsa berhasil menangkapnya lalu sedetik kemudian...


"YEAYY!!!" teriak Elsa sambil berlari ke pelukan yobi karna berhasil memasukkan bola basket tepat sasaran. yobi menangkap tubuh Elsa lalu mengangkatnya hingga tubuh itu berputar.


sore itu mereka tertawa bersama di bawah kekuasaan langit jingga. kedua tangan Elsa ia letakkan di pundak yobi, wajahnya menengadah ke langit sambil masih dengan senyum yang tak pudar dan yobi tetap tidak menurunkan badannya.


Elsa kemudian menunduk menatap wajah yobi di bawahnya "you know... i love you more!!" ucap Elsa sambil menangkup pipi yobi.


cup!


yobi membalasnya dengan kecupan singkat. cowok itu berterima kasih, memilih dua lima di antara puluhan SMA lainnya. cowok itu berterima kasih, karna elsa bersedia hadir di dua lima. dan sekali lagi cowok itu berterima kasih karna telah di cintai dan mencintai seorang Elsa afkarina Shannon.


kenangan ini... sore hari dengan langit berwarna orange. di bawah langit SMA dua lima. lapangan basket yang penuh tawa. masih dengan seragam putih abu abu yang melekat. what a memorable romantic?! i have ever had.


kata orang ada 2 jenis kebahagiaan di dunia ini. jenis kebahagiaan pertama saat ia sedang merasakan kebahagiaan tersebut. jenis kebahagiaan kedua saat kita tengah mengingat kebahagiaan itu pernah terjadi dalam hidup kita.


dan sekarang mereka tengah merasakan jenis kebahagiaan pertama. berharap merasakan jenis kebahagiaan kedua dengan perasaan jauh lebih membahagiakan bukan perasaan kehilangan.


Elsa turun dari gendongan yobi lalu berlari mengambil bola basket "main lagi!" teriaknya sambil mendribble bola di bawah ring.


yobi tidak menjawab, dia malah mengambil ponsel dan merekamnya "babe?!" panggil yobi. Elsa menoleh sambil tersenyum, rambutnya yang sedikit berantakan ber kibas


"eh di foto? ha?! video ya...." ucap Elsa terdengar sedikit panik. yobi hanya tertawa. Elsa tersenyum sambil mengangkat bola basket itu kehadapan wajahnya hingga hanya terlihat mata dan pangkal hidungnya saja. ia seolah pura pura ingin mencium bola basket tersebut. yobi tersenyum melihatnya. Elsa mengerling ke kamera sebelum akhirnya ia melompat berlari memasukkan bola ke ring tapi gagal.


Elsa tertawa karna gagal memasukkan bola ke ring. dia merentangkan 5 jarinya, mencari jemari yobi lalu menautkan nya. yobi mematikan ponsel dan memasukkan ke saku celananya.


"gak jadi kayaknya gue pulkam?!"


Elsa menuntun tangan yobi ke pundaknya. satu tangan mereka masih saling bertaut "kenapa?? katanya acara penting"


"lebih penting Lo. gue selalu tempatkan Lo posisi pertama dalam setiap pilihan di hidup gue!" yobi menyentuh hidung Elsa dengan jari telunjuknya "ikut aja yuk biar hati gue gak ketinggalan disini?"


Elsa mencubit pinggang yobi hingga membuat cowok itu sedikit berjengit menjauh "gak usah alay!"


"serius ikut ya, bunda akan seneng. biar kenal juga sama keluarga gue disana?!"


"nggak ah!!"


"kenapa? jawab nggak nya cepet banget!" yobi kembali menautkan tangan mereka yang sempat terlepas dan menatap elsa


Elsa memainkan kancing kemeja sekolah yobi "malu lah beib?!"


yobi merengkuh pundak Elsa dengan satu tangannya lalu mencium pelipisnya. kemudian berjalan beriringan ke parkiran sekolah dimana ada motor yobi disana.


"besok kita seharian ngedate?!" kata yobi sambil memasangkan Elsa helem


"kemana?"


"apartment!"


"iiih kok nge date nya ke apartment sih. bukannya jalan kemana gitu. malemnya Lo kan udah harus berangkat!"


yobi menaiki motornya "makanya gue gak mau kemana mana, quality time kita berdua!"


yobi mengulurkan tangannya. Elsa menaiki motor yobi sambil berpegangan ke tangan yobi dan satu tangannya ke pundak cowok itu. yobi menyerahkan jaketnya kepada Elsa. Elsa mengambil jaket itu tapi dia hanya memegangnya. Elsa pikir yobi hanya minta tolong bantu pegang jaketnya taunya cowok itu menyuruh Elsa memakainya "gue gerah! udah ayo pulang!"


yobi berdecak, "jaketnya buat nutupin rok Lo soalnya rok Lo kurang tinggi!" Elsa mem berengut mendengar yobi meledek roknya yang pendek tapi cewek itu tetap menuruti perintah yobi.


motor melaju ke luar gerbang sekolah. Elsa memeluk perut yobi dengan erat, meletakkan dagunya di pundak cowok itu. sesekali yobi mengelus tangan Elsa. tapi yobi bukan tipe cowok yang mengelus lutut pacarnya di pemberhentian lampu merah.


hari sudah petang, terdengar bunyi klakson saling bersahutan. bunyi klakson itu Elsa rekam di memorinya, di sandaran pundak yobi yang nyaman. wangi yobi yang khas, bisa Elsa hirup dalam dalam.


bolehkah aku meminta...


jika diijinkan...


bila di beri kesempatan...


aku ingin kebahagiaan ini tidak akan berakhir!


i want our happiness never end?!


*****


pagi ini yobi benar benar datang, sesuai janjinya. tapi dia datang dengan wajah mengantuk. memakai kaca mata untuk menutupi wajah bantalnya. bahkan ia berkata belum sempat mandi. teman temannya memaksa dia untuk keluar tadi malam karna akan pergi selama seminggu.


tidurnya semalam sangat tidak stabil. tapi dia memilih tetap datang menemui Elsa jam 8 pagi. Elsa memarahinya karna dia pasti menyetir dalam keadaan mengantuk. saat Elsa bilang harusnya dia istirahat saja di rumahnya, yobi menjawab "gue udah janji sama lo__ jam 8. gue gak mau Lo nunggu gue. sementara kalo gue tidur gue gak bisa bales pesan Lo entar Lo khawatir"


bagaimana Elsa tidak jatuh cinta tiap hari padanya??? cara yobi memperhatikan dirinya benar benar mengagumkan. yeach... walau yobi juga berakhir tertidur di hadapannya. ia tertidur di hadapan Elsa yang sedang mengerjakan tugas dengan laptopnya.


bilangnya mau menemani Elsa ngerjain tugas tapi dia terlelap di meja balkon apartemen. diam diam elsa memperhatikan yobi. wajahnya yang terlihat menggemaskan saat tertidur, ekspresinya yang tenang.


astaga!!!


dia seperti pangeran yang ada di komik komik.


siapa yang tidak mengira hidupnya ada dalam negeri dongeng???


iya tau, nobody is perfect!!! tapi yobi sepertinya terlalu memiliki banyak kebaikan dalam hidupnya.


argh... hanya memikirkannya saja, lagi lagi Elsa merasa jatuh cinta lagi padanya. kenapa yobi bisa menjelma menjadi pangerannya Wendy atau Cinderella?? ahhh sepertinya Elsa sudah mulai gila. apa kabarnya dia dulu yang begitu membenci yobi???


seandainya dia bisa memilih, Elsa akan memilih jatuh cinta terhadap yobi lebih awal. melewati hari hari sebelumnya dengan cowok yang meski tertidur sangat terlihat tampan itu.


ceklek!!!


dia memotret yobi. sekali, dua kali hingga menjadi beberapa kali padahal tidur yobi sangat tenang, cowok itu tidak bergerak sama sekali, posisinya tidak berubah. bisakah dia mematenkan yobi di UNESCO sebagai salah satu 7 keajaiban dunia??? aahhh Elsa sepertinya benar benar sudah mulai gila!!


"udah selesai memotret belum??" gumam yobi dengan mata terpejam. membuat Elsa yang sedang mengamati foto yang baru di ambilnya sedikit tersentak kaget.


"well, sepertinya harus gue edit nanti. ada banyak air liurnya?!" Elsa tidak serius.


tiba tiba yobi menarik Elsa jatuh ke pangkuannya, Elsa sedikit menjerit. kaget.


"mau apa??" tanya Elsa.


yobi memeluk pinggang Elsa erat, rambut panjang Elsa menutupi wajahnya yang... menggemaskan. "kalau gitu edit dulu yang ada disini!"


"gak mau!!"


"bersihkan atau seperti ini seharian!!"


"please, beib...?! oke! gue bohong, just kidding. puas???"


"udah telat?!"


Elsa mendelik "iihhh sengaja?!"


yobi terkekeh pelan. satu tangannya merebut kamera itu dari tangan Elsa. Elsa menciumnya. sama sekali tidak terpaksa. sebenarnya yobi sangat suka jika Elsa mempunyai inisiatif lebih dulu dalam hubungan mereka. seperti... memulai ciuman di antara mereka lebih dulu. yobi suka akan hal itu.


yobi tidak membiarkan bibir Elsa terlepas begitu saja. dia masih saja terus menyesapnya. hanya memberikan jeda saat mereka mengambil oksigen. beberapa saat kemudian detik berubah menjadi menit dan... ciuman itu terlepas.


"aahhhh... kayaknya gue jauh lebih jago ngambil gambarnya. bagus kan??" ucapnya sambil menunjukkan foto saat mereka berciuman barusan.


what??? yobi memotret mereka saat sedang berciuman. "Lo gila...!!!"


"gak dengar apapun?!" ucapnya sambil menurunkan Elsa dari pangkuannya lalu pergi membawa kamera itu.


"yobi berikan!!!!" teriak Elsa. yobi membawa kamera itu masuk bersamanya ke kamar mandi.


"akan gue kasih setelah memastikan menyimpannya di tempat yang jauh lebih aman!!" Elsa melotot??? itu bisa di jadikan yobi sebagai alat untuk memeras Elsa di kemudian hari kan??? iya, foto itu bisa menjadi aset untuk yobi bisa mengancam Elsa. pikiran Elsa sudah mulai tidak logis dengan segala drama yang berputar di otaknya.


"yobi bukaa!!!" elsa menggedor pintu kamar mandi


"mau mandi bersama? gue bisa jamin beib Lo keluar tanpa tenaga!" ucapnya dari balik kamar mandi.


Elsa menyerah!!!


******


elsa mengapit ponselnya antara telinga dan pundaknya. sementara tangannya sibuk membereskan meja yang di jadikannya mengerjakan tugas barusan. Debby asyik bercerita bahwa Melvin dan Erika akan menikah dalam Minggu ini. Debby menyuruh Elsa wajib datang.


saat hendak berbalik dengan laptop di tangan tangan lainnya memegang ponsel yobi tiba tiba berdiri di hadapannya dengan rambut yang masih basah.


Elsa menghindar untuk lebih fokus terhadap pembicaraan Debby. "siapa yang mau nikah sih deb, kok Lo yang nyuruh gue jadi Bridesmaids??"


Elsa berjengit kaget saat tangan yobi tiba tiba melingkar di perutnya. Elsa mendelik kesal, yobi hanya membalasnya dengan senyuman dan menyerukkan kepalanya di leher Elsa.


"kak Erika udah setuju saat gue usulin nama Lo dan Levita jadi Bridesmaids"


Elsa melepas pelukan yobi dan berlalu ke dalam, duduk di sofa depan televisi "bagaimana bisa deb??"


"gue bilang gak mau jadi Bridesmaids tanpa Lo dan Levita. akhirnya semuanya setuju."


"Kak Erika pasti terpaksa setuju deb... iiih gue gak mau ahh kalo gitu?!" yobi menyusul Elsa, duduk di samping Elsa__ menghadap ke cewek itu. kemudian meraih dagunya dan mengecupnya sekilas karna Elsa mendorong dadanya


"gak El! gak ada yang terpaksa orang groosman nya aja banyak dari teman teman Kak Erika kok. udah mutualan dia sama kak Melvin. kak Erika gak terpaksa. 98% gue jamin"


"masih ada sisa 2% nya yang bikin gue gak percaya diri" usaha yobi mengganggu pembicaraannya dengan Debby memang beragam, kali ini cowok itu kepalanya ia sandarkan di dada Elsa


"wangi banget! wanginya manis pengen gue gigit!" yobi berbisik tapi besar kemungkinan terdengar oleh Debby. Elsa menjauhkan ponselnya dan menyuruh yobi diam. yobi berdecak kemudian ia turun dari sofa. berlutut di hadapan Elsa, tangannya ia lingkarkan di pinggangnya. kepalanya ia rebahkan di pangkuan Elsa "waktu gue bareng Lo di ambil Debby!!" ucap yobi, lebih keras dari suara bisikan tadi.


"halo Elsa, Lo denger gue gak sih?"


"iya deb denger kok!"


"itu barusan kok kayak suara yobi?? yobi di situ??"


yobi mendekatkan wajahnya ke telpon genggam Elsa "apa sih deb, buruan elah ngobrol lama banget!!"


"ya ampunnn yobii!!!! Lo ngapain disitu sepagi ini?? jangan macem macem ya?! Elsa jangan di apa apain?!"


"vc aja gimana deb, biar lebih jelas!!!" jawab yobi sambil langsung mencium bibir Elsa. dia merebut telpon Elsa di genggamannya dan di biarkan tergeletak begitu saja di samping mereka.


Elsa melingkarkan tangannya ke pundak yobi yang masih berjongkok di hadapannya. yobi yang dari tadi tangannya berada di pinggang Elsa kini menelusup ke perut Elsa. membuat Elsa menghentikan ciumannya.


"Elsa denger gue gak sih?? Lo ngapain ??"


suara Debby tidak yobi gubris, ia kembali mencium bibir Elsa. tangannya kini menekan tengkuk Elsa, menelusup ke helaian rambut panjang itu.


ciuman yobi terasa begitu hangat.... dan setiap kecupannya selalu menembus perasaannya. yobi memperlakukan Elsa dengan sangat hati hati. ciumannya tidak mendesak, terkesan begitu lembut. memperlakukan Elsa dengan pelan, seolah takut Elsa terluka.


tangannya kini meraih kancing babydoll Elsa bagian atas, Elsa semakin meremas rambut yobi. setiap kali berciuman dengan yobi, pasti rasa itu tetap sama.... manis. dan aroma tubuh yobi seperti itu... seolah Elsa sudah hafal dan tidak takut lupa akan wangi itu. karna wanginya begitu melekat.


"Elsa... Lo jangan Sampek hamil! sumpah ya sa... gue gak mau Lo MBA.!!!"


******


malam itu, malam Senin. jam 20:00 wib. yobi lepas landas bersama keluarganya ke Kalimantan. dalam pekatnya malam itu yang tak terlihat satu bintang pun di langit, yobi meninggalkan kota Jakarta. kota yang mempertemukan dia dengan seorang cewek luar biasa bernama Elsa!


yobi berjanji seminggu lagi dia akan kembali!!!