
konsep pernikahan glamour dengan dominan warna putih menghiasi ballroom hotel berbintang. pernikahan keluarga Sultan. sekarang percaya, kalau Debby crazy rich??
tidak heran menu makanan dari logo restaurant berbintang dan souvernir pernikahan silver gold. tamu VVIP berkeliaran dengan seputar pembicaraan bisnis, politik dan ekonomi.
Debby pernah berkata, papanya selalu bilang "cari suami yang sepadan dengan mu atau di atas mu, jangan di bawah mu. papa hanya khawatir, kamu terlalu gampang untuk di bodohi" sekarang mengerti??? bukan, bukan karna keluarga Debby merendahkan orang di bawah mereka. hanya saja, menemukan orang tulus tidak semulus yang di bayangkan.
Debby terlalu baik, untuk orang yang baru bertemu dengannya saja pasti sependapat jika Debby memang baik. ia akan langsung memeluk siapapun di sampingnya yang menangis, memberikan apa yang di pegang nya kepada orang yang menginginkannya, selalu berusaha membahagiakan orang lain dan dia dengan mudah bisa mengungkapkan apa yang tidak dia suka. dia bukan orang yang munafik sama sekali.
Debby cewek strong yang ceria, cowok cowok akan minder jika menjalin hubungan dengannya. Debby penggila cogan tapi dia akan butuh usaha untuk bisa jatuh cinta. jatuh cinta yang benar benar jatuh cinta.
Elsa dan Levita berdiri bersisian di samping sisi bawah pelaminan. melihat Debby yang menuju ke arah mereka dengan menggenggam gelas mocktail dan terlihat sebuah jas marun bertengger di bahunya.
"punya siapa??" Elsa dan Levita memperhatikan jas yang di kenakan Debby
"kak almet biru!" ucapnya cemberut "masa dia bilang baju gue ganggu matanya. suruh nari jaipong aja katanya dari pada Bridesmaids!"
Levita dan Elsa tertawa mendengar pengakuan Debby. "lagian kita salah masrahin dress code bridesmaid sama Lo, emang beneran agak terlalu terbuka deb!"
"CK..." Debby berdecak tapi tiba tiba mata dia berbinar "eh El Lo ingat Arik gak?!" Elsa mengerutkan keningnya "Arik mantan SD Lo. asal Lo tau lev, pas SD Elsa PG legend!" Elsa menyikut lengan Debby.
Elsa pas SD banyak mantannya. tidak percaya?? tidak ada yang berbohong disini. kelas 3 hingga kelas 5 anak itu sudah berpacaran beberapa kali. pacar pertama Arik bertahan hingga 2 bulan untuk cinta monyet yang hanya bertemu di sekolah dan chattingan membosankan.
Elsa dan Arik putus nyambung hingga 3 kali, parahnya Elsa pernah pacaran sama kakak Arik dan sepupunya juga
fyi, Debby teman SD Elsa dan Levita teman SMP Elsa. mereka menjadi sahabat pas SMA lewat jalur Elsa.
"dan tau gak..." ekspresi antusias Debby on "mas CEO Lo lev, gue liat dia ngobrol sama Arik! ya ampunnn gue gak bisa bayangin El kalo Lo ketemu Arik sekarang"
"ya jangan Sampek ketemu lah.."
"kenapa dulu gak Lo pacarin aja tetangganya sekalian "
"CK, Debby!!! gak usah ingetin yang udah udah!"
Debby tertawa "tapi itu penting El, Lo harusnya berterima kasih sama Arik, udah ngasih pengalaman cinta monyet"
"Debby!!!" Elsa mengeram, Levita ikut ikutan tertawa. Elsa menatap kedua sahabatnya berdecak. siapa yang senang di ingetin mantan??
"eh tapi yobi barusan hubungin gue el!!!"
"apa katanya??" Elsa menatap Debby serius.
"dia awas gitu bilangnya, suruh Lo terverifikasi di tempat tersembunyi. orang lain biar gak usah liat lo aja katanya, lah mereka punya mata"
Elsa tertawa "lagi kesel dia, gak bisa temenin gue!"
"yobi sebucin itu ya ternyata..."
"iya lev, dia juga bilang gak bisa hidup di Samarinda karna gak ada Elsa disana, lah oksigen di dunia ini dia anggap apa?" Levita dan Elsa tertawa "Lo ya El, sama yobi... apa perlu gue putar ulang drama Tom and Jerry kalian dari kelas 10" ketiganya tertawa
"yobi menjadi the frog prince Elsa sekarang. ya ampunnn..... sulit percaya mereka bisa kaya__"
"hai....!!!" suara seseorang menghentikan tawa mereka. suasana jadi sedikit awkward. "apa kabar kalian??"
"eh Brian..." sapa Debby "Elsa baik" seolah Debby mengerti kabar siapa yang ingin di tanya Brian sesungguhnya "kita juga baik. baik baik kita. Lo apa kabar?? waahhh lama ya gak jalan bareng?"
"iya udah lama..." jawab Brian.
"lain kali bisa kali ya, kita jalan bareng lagi?" Levita menyikut lengan Debby
"bisa... bisa..." Brian tersenyum
"boleh banget tuh di coba"
"Lo sama siapa?" tanya Elsa
"gue sama__"
"BRIAN!!!" panggil seorang cowok sambil sedikit berlari menghampiri Brian, Brian menoleh "CASSIE PINGSAN!!"
brian berdecak mendengar kefan "dimana fan??"
"udah di bawa nenda, Lo cepet biar nenda tenang!" lalu kefan menoleh "eh?!" kefan cukup kaget melihat keberadaan Debby cs. mereka saling melempar tersenyum
"ayo!!" ajak Brian kepada kefan, melihat gelagat kefan yang sepertinya taring aligatornya mau buas
Brian langsung merangkul pundak kefan dan meremas pundak cowok itu cukup keras "sorry, kita harus pergi kayaknya!" setelah Elsa cs mengangguk mengiyakan serta basa basi menanyakan siapa yang pingsan, Brian langsung menarik pundak kefan menjauh dari mereka. bisa di tebak, kefan protes dan men dumel kepada Brian karna sudah membuang kesempatan emas katanya.
"cowok yang tadi sepupu Brian" Debby berbicara setelah kepergian Brian dan kefan "namanya kefan!"
"Lo kenal?"
Debby mengedikkan bahunya "random. bisa kenal, bisa nggak!" Elsa menarik nafasnya lelah mendengar jawaban Debby sementara Levita hanya menggelengkan kepalanya.
mereka melihat ke arah seorang cowok yang berjalan menuju ke arah mereka "mas CEO Lo lev, gue pengen marah sebenarnya sama dia tapi kayaknya dia baik buat Lo. jadi gue kasih kesempatan"
"Lo tuh deb kalo ngomong suka aneh tau gak?? tau dari mana dia baik buat Levita?"
"bokap dia relasi papi dan mas Melvin kenal sama dia. katanya dia hanya seolah membangun image dia bad gitu padahal dia sebenarnya sad"
"sesad maksud Lo!?"
"lev percaya dia punya banyak cewek tuh hoax kalo dia di kelilingi banyak cewek iya. tapi hanya sekedar MENG-HAR-GAI"
"dulu aja Lo mau labrak cowok itu pas di gelanggang olahraga sekarang malah mendukung Levita buat percaya sama dia, gak jelas Lo deb!"
"ya Karena gue belum tau fakta di balik itu semua!"
itu Debby! sahabat Levita dan Elsa yang selalu ingin memastikan orang lain di sekitarnya dalam keadaan baik. dia bisa berusaha hingga titik darah penghabisan agar orang lain bahagia.
"bisa kita pulang sekarang?" bisik achazia tepat di telinga Levita. namanya achazia artinya seorang raja__cowok yang katanya di jodohkan dengan Levita.
"harus sekarang banget??" tanya Levita, sedikit kesal. iya, kenapa mendadak buru buru begitu???
"kalo kamu udah selesai iya tapi kalo belum bisa aku pending dulu meetingnya!"
oh meeting!!! "yaudah ayo, Lo tunggu di mobil gue mau pamit dulu sama keluarga Debby!" sebentar, achazia menatap Levita yang ekspresinya tidak bisa orang lain membacanya. kemudian dia melenggang pergi. kesal, berulang kali dia udah ngajarin bicara aku-kamu saja tapi Levita tetap tidak sopan bilang gue-lo padahal dia tidak menyuruh Levita menggunakan kalimat baku.
Levita pamit terhadap Elsa, Debby dan keluarganya. sebelum Levita pergi Debby mengambil Selca dulu bersama Elsa dan Levita. menggunakan kostum bridesmaid mereka yang berwarna Lilac. Levita pun terpaksa harus pulang lebih awal. yeach, meski acara sudah akan berakhir sebentar lagi.
Elsa pamit ke toilet saat Rossy menghampiri debby. ketika menuju toilet telfon nya berdering. dia tersenyum melihat nama kontak cowok yang selalu menjadi prioritasnya.
"halo beib?!"
"hmm"
"lemes banget kayaknya!"
"hmm. belum selesai acaranya?"
"bentar lagi kayaknya!"
"i Miss you so bad"
Elsa hanya tertawa mendengar gumaman Yobi yang sama sekali tidak terdengar bersemangat tapi saat hampir tiba di toilet wanita sebuah insiden kecil terjadi di pintu keluar toilet pria.
karna sibuk menelfon Yobi dan menunduk, Elsa tidak melihat ke depan hingga Tampa sengaja ia membentur pundak tegap di hadapannya.
"sorry sorry..." ucap Elsa masih menempelkan ponselnya di telinga.
"gue juga kurang hati hati ta__ eh Elsa!!" cowok itu tersenyum lebar "apa kabar mantan?!" ucapnya
elsa mengerutkan keningnya "Arik??"
"iya siapa lagi?? karna udah ketemu disini apa kita bisa ngobrol berdua??"
"siapa babe??"
"hah??"
"kita punya banyak hal yang bisa kita bahas berdua Elsa!!"
"halo babe? are you okay??"
"gak keberatan kan Lo kita bicara berdua? kapan lagi??"
"please, say something babe!"
seketika Elsa menjadi linglung. mendadak bodoh sesaat mendengarkan dua arah obrolan yang berbeda.