
"gue kangen papi...." ucap Debby tiba tiba di tengah keheningan kamarnya yang sunyi, Debby menatap Elsa yang membuat cewek itu mendekat dan membawa kepala Debby bersandar ke dadanya " kangen banget El...."
Elsa terdiam, tidak tau harus merespon bagaimana lagi. ini malam kedua Elsa menemani Debby, tadi malam ia datang bersama Levita tapi malam ini Levita tidak bisa datang. Elsa mendongakkan kepalanya ke atas, agar matanya yang memanas tidak mengeluarkan air. ia juga sedang rindu, kepada sang papa tapi tidak tau harus menghubungi siapa dan mencarinya kemana?
3 hari paska kematian sang papi, Debby seperti tidak punya gairah untuk hidup. dia tetap duduk di meja makan ketika jam jam makan tiba, tapi dia hanya akan memandang kosong tanpa menyentuh makanannya dan akan pergi dengan kata "aku sudah selesai", "aku sudah kenyang", aku tidak lapar".
Elsa ingat dan akan selalu ingat hari dimana Debby tidak beranjak dari pusara sang ayah, memegang nisannya tanpa mengeluarkan air mata, tanpa berkata apa apa. orang orang sudah pergi, hanya tersisa Melvin yang sedang memeluk Debby, Rossy yang berdiri memandang Debby.... kasihan?? dan Elsa yang hanya bisa berdiri di belakang Debby.
"kamu udah seharian nemenin Debby nangis" bisik yobi kala itu sambil memasangkan jaket ke pundak Elsa "udahan nangisnya" ucapnya sambil mengeratkan jaket itu di tubuh Elsa, membawa Elsa ke dadanya "sekarang pulang ya..." kemudian yobi membawa Elsa pergi setelah pamit kepada Melvin, ternyata jevier, Ardi dan rafil menunggu yobi sedari tadi di mobil.
"besok gue mau masuk El..." ucapan Debby membuat Elsa melepaskan pelukannya dan memandang Debby "sekarang gue bisa apa?? gak bisa bikin papi balik lagi kan???" air matanya lagi lagi mengalir di pipinya "yang harus gue lakuin sekarang cuma bisa jadi anak baik... gue harus jadi anak baik... kata papi gue harus baik... tapi papi lupa berpesan agar gue bahagia... harusnya papi udah tau... gue gak akan bahagia kalo papi pergi gitu aja.... " ada sesak di tangis Debby yang dia tahan, kemudian dia memandang elsa__melepaskan pelukannya "gue harus jadi anak baik El... hanya itu yang bisa gue lakuin.... agar papi gak kecewa.... gue belum sempat bahagiain papi..." tangis sesak itu semakin tertahan.
Elsa memeluk Debby lagi. Debby pikirannya tidak se sempit itu ternyata. dia benar benar kuat. "debby... Lo anak baik yang gue kenal.... terbaik... Lo... gak pernah membuat orang lain kecewa.... Lo baik deb, salah satu orang terbaik yang pernah gue kenal..."
******
"gue bakal tetep ikut camping!" ucap Debby seraya melepas seltbelt kemudian menatap Elsa di sampingnya dengan senyum yang.... berusaha kuat
"gak apa apa deb, kalo Lo gak ikut gue sama Levita juga gak akan pergi!" Elsa memegang tangan Debby meyakinkan
Debby balik memegang tangan Elsa "gak elsa..." Debby menggelengkan kepalanya "gue gak apa apa, gue bisa pergi... kapan lagi?"
"tapi... apa Lo... okay deb?"
"don't worry! i'm okay, i've had better day, i'm here!" Elsa tersenyum mendengar jawaban Debby tapi mata Debby tidak mengatakan anak itu sedang baik "gue harus baik!" ucap Debby lirih kemudian menunduk tapi kemudian dia membuka pintu mobil dengan cepat "udah ahh ... ayo! kebanyakan melow kayaknya gue..." ucapnya seraya menurunkan kakinya dari mobil.
Levita langsung menghampiri mereka setelah memarkirkan mobilnya. "deb... Lo...okay??"
"gue sekolah sekarang lev, itu artinya gue lebih baik kan??!" Debby tersenyum "but thanks, kalian..." Debby merangkul keduanya "the best person i've ever known!"
saat ketiganya hendak pergi menuju kelas, yobi dan motor sport nya melintas di depan mereka "buruan yuk sebelum Yobi ngerampas Lo dari kita El..." ajak Debby
"eh tunggu...." cegah Elsa yang sedari tadi memperhatikan yobi memarkirkan motornya.
Debby dan Levita menoleh ke arah pandang Elsa, di sana berdiri seorang cewek di samping yobi yang belum turun dari motornya dan menopang kedua tangannya di atas helm__yang di letakkan di bagian depan motornya.
cewek itu tampak berbicara yang membuat yobi mengangguk sambil membalasnya dengan senyuman.
Elsa memutar bola matanya, kenapa Yobi harus tersenyum??? "udah ah... kelas yuk!"
"gak nungguin yobi El?"
"ngapain?? males ah"
mereka pun melangkah menyusuri koridor kelas. yobi sedikit berlari mengejar Elsa cs. sesampainya di belakang mereka Yobi menarik sikut Elsa sehingga cewek itu berjalan bersisian dengan yobi.
Elsa berdecak tapi tetap berjalan beriringan dengan yobi "Lusa gue mau tanding ke SMA bima sakti, ikut ya...??"
"kalian.... ikut gak??" pertanyaan Elsa membuat keduanya melirik Elsa
"tanya Debby nih...?"
"ikut lah!!" bujuk Yobi ke Levita dan Debby "deb....Lo udah... lebih baik?"
tanpa menoleh ke yobi debby mengangkat jempolnya "i'm okay! khawatir gue gak ikut__otomatis Elsa juga nggak akan jadi supporter Lo nanti??"
yobi menggaruk bagian belakang rambutnya "iya sih.." jawabnya sambil tersenyum
"Halah.... Lo nanyain keadaan gua basa basi banget ternyata!"
"nggak juga kok, gue turut berduka atas apa yang menimpa keluarga Lo... "langkah kaki mereka memasuki pintu kelas 11 MIPA 2 "ikut kan? Lo yang pegang kunci masternya deb..."
Elsa duduk di bangkunya setelah meletakkan tasnya, diikuti oleh bantingan tas di samping Elsa, Debby pasti malas meladeni yobi.
"nov, pinjem catatan biologi yang kemaren dong..." Elsa menoleh ke samping Debby dimana Novi sudah menjulurkan bukunya ke Elsa. biologi pelajaran yang Elsa tinggalkan saat mengantar Debby ke rumah sakit.
"iya! demi tim sekolah kita menang kalo Elsa ikut jadi supporter Lo!" ucap Debby ketus "awas aja kalo tim Lo gak menang!" Debby menunjuk wajah yobi dengan tangannya "siap siap aja..."
"buat??" yobi meletakkan tasnya di bangku. dia berdiri di samping Elsa dan sedikit menunduk melihat apa yang tengah di kerjakan Elsa. puncak kepala Elsa menyentuh dada yobi
"siap siap jadi mantan Elsa!" sambung jevier yang membuat yobi kembali mendongak "iya kan deb?"
yobi mengumpat kepada jevier "anak setan!"
"apa sih kalian?? jahat banget gue nyuruh sahabat putus!"
"lah terus??"
"gue masih dalam masa berkabung ya dan Lo nyuruh gue seenak jidat nyuruh gue nontonin tim Lo dan jadi pemandu sorak?"
"yaudah entaran gue traktir kalo menang" putus yobi setengah tidak niat "kalo menang tapi"
"mulut lo jangan ikutan kompor dong fil" protes yobi lagi sambil duduk di atas meja elsa yang sedang mencatat biologi
debby beranjak ke bangku novi "menang nggak menang traktir lah yob!!!"
"whatever, kalau saja lo bukan temen cewek gua!"
"satu kelas" ucap debby lagi
"apanya?"
"traktirannya lah!" timpal evans yang sedang menghapus papan tulis, semuanya tertawa termasuk debby elsa tersenyum karna melihat debby tertawa dan yobi yang mendebate protes tapi akhirnya di iyain.
*****
mereka hendak melangkahkan kakinya ke lapangan basket, hari ini lapangan itu cukup rame sepertinya. salah satu solusi membuat Debby lebih punya gairah hidup, membuatnya melihat most wanted boy, mungkin??
namun saat kaki mereka sudah hampir mencapai Selasar lapangan, seseorang memanggil mereka dan terlihat atribut kelas 10 di sisi kanan lengannya. ketiganya menoleh...
"kakak... temen sekelas kak yobi kan?? tolong dong nitip ini ke kak yobi, dari tadi gak ketemu" ucapnya sambil menunjukkan se kotak dessert di tangannya, puding yang cantik. sepertinya enak. anak itu menyerahkan kotak puding itu ke tangan Levita. "makasih kak, amanah ya kak!" senyumnya seolah... sarkastis. Debby hanya memandangnya malas, mau protes tapi hatinya cukup lelah mungkin.
Levita mendengus kesal "gue buang aja El..."
saat hendak menuju ke tempat sampah, Elsa menahan Levita dan mengambil alih sekotak puding itu "biar gue yang kasih!" ucapnya sambil menunjuk puding itu.
Elsa cs kembali ke kelas, tidak melanjutkan langkah mereka nongkrong di tepi lapangan basket.
Elsa memandang sekotak puding itu. bagaimana dia bisa lupa?? mungkin yobi sering menerima hal hal seperti itu tanpa sepengetahuannya. Elsa hanya tau Ruby yang sering mendapat setumpuk coklat, permen yupi kesukaannya, susu yakult, kado dan surat cinta di lokernya tapi apa kabarnya yobi??
Elsa lupa kalau yobi adalah salah satu seleb sekolah. bagaimana bisa dia melewatkan hal itu. apa mungkin keributan nya dengan yobi saat kelas 10 telah melewatkan banyak hal tentang kapten basket itu yang Elsa tidak tau. Elsa tidak mau ambil pusing, terserah! tapi ada yang mengganjal di hatinya, sedikit.
dia tidak sedang cemburu kan? dia ingin menguatkan otaknya kalau itu bukan hal luar biasa tapi hatinya cukup penasaran. apa pacarnya itu sering menerima hal hal seperti ini?
elsa tau, saat acara MPLS (masa pengenanlan lingkungan sekolah) tahun kemaren banyak adek kelas mem favoritkannya. ruby dan yobi dipilih sebagai kakel 11 favorit sepertinya.
yobi terlihat berjalan sambil mengobrol dengan pak iskandar didepan koridor kelasnya, kemudian coach basket itu pergi setelah menepuk pundak yobi. yobi pun melangkah memasuki kelas sambil menyisir rambutnya menggunakan jari dan mengembuskan nafasnya lelah.
saat hendak ke bangkunya, dia hanya menyentuh rambut elsa sekilas tanpa mengatakan apa apa. duduk di bangkunya dan merebahkan kepalanya ke mejanya.
elsa mengambil alih kirsi ardi, duduk di samping yobi "capek ya?!"
"hm" gumam yobi
"habis ngapain sih?"
"rapat sama pak iskandar!" cowok itu membuka matanya dan tersenyum manis
"nih!" elsa memberikan sekotak puding cantik itu.
yobi mengernyit "wuiihh... tumben!" elsa memutar bola matanya malas "bikin sendiri?" yobi membuka kotak itu "cantik!" komentarnya yang semakin membuat elsa dongkol
"bukan dari aku!"
"terus..." yobi sedikit bingung tapi sepertinya juga tidak penasaran
"tauk, anak kelas 10 yang ngasih!"
"ngasihnya ke kamu?" yobi menahan senyumnya
"iyalah! orang aku yang ngasih ke kamu"
"oohh!" okay, sekarang yobi tersenyum, sempurna sekali senyumnya buat elsa
"ooh doang???"
yobi tidak merespon tapi kakinya melangkah ke bangku nando dan menaruh puding itu di meja nando yang tidak ada orangnya
"kok...??"
"kalo bukan nando, nanti mubazhir!" ucap yobi "sayang aja"
"sayang katanya...." protes elsa, lagi "makanannya ...??"
"bukan... kamunya... yang aku sayang. khawatir aja, ada yang jealous" yobi tersenyum,lagi. sesempurna biasanya. yaampuuunnnn elsa beneran bisa diabete
"apa siihh!!!!"
okay elsa protes, lagi karna blushing. ahhh bagaimana bisa??