
jevier, ardi dan rafil membuat rusuh ruangan yobi. bagaimana tidak? mereka membawa banyak sekali makanan ke kantor yobi di waktu jam kerja begini.
bungkus plastik berserakan di atas meja serta sofa yang mereka duduki sama sekali tidak elegan. entah berapa lama mereka di kantor yobi. bahkan mereka mengundang evans segera bergabung sehabis rapat.
kehadiran mereka memang membuat kacau. bahkan saat asisten ayahnya masuk mereka tidak bergeming dari tempatnya.
"pak al... personal asisten anda sudah menyelesaikan penanda tanganan kontraknya dan siap bekerja mulai hari ini" tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas berkas di atas mejanya yobi hanya mengangguk.
"Huuu...."
"woooww...."
teman temannya tergelak. yobi hanya melirik mereka malas. tidak bisakah mereka jaga image di depan karyawan barunya. saat asisten ayahnya menyuruh karyawan itu memperkenalkan dirinya, seketika yobi menghentikan gerakan bolfennya di atas folio itu.
suara itu.... begitu familier... suara lembut yang begitu dia rindukan... yobi menatapnya bersamaan dengan perempuan itu melihat matanya dan suaranya mengecil di akhir kata.
rindu itu terlalu besar hingga tanpa sadar yobi berjalan mendekat dan memeluk perempuan itu. ini rindu yang tak bisa terbaca siapapun... ini tentang perasaannya yang tak seorangpun benar benar tau...
seketika waktu seolah berhenti kala itu. jika ini mimpi, tolong jangan buat yobi bangun lagi. biarkan dia tetap memeluk perempuan itu. merengkuhnya dalam kerinduan yang tak terbendung. 7 tahun... bukan waktu yang sebentar. bisakah? bisakah semuanya kembali baik baik saja seperti 7 tahun lalu?
saat yobi masih ingin memeluknya. menikmati wangi yang sudah kentara dia rindukan, perempuan itu melepas pelukannya dan berkata "maaf...."
******
setelah menyelesaikan tanda tangan kontraknya. elsa di ajak menemui atasannya. orang itu dari tadi memanggilnya pak Al
saat memasuki ruangan pak Al elsa berdiri dibelakang pak bayu tanpa berani menengadahkan wajahnya. terlebih suara berisik banyak pria membuat elsa semakin freeze di tempat. sepertinya bos barunya berpikiran terbuka dan punya teman teman yang.... mungkin tanpa segan bisa menggoda karyawannya di depan CEO itu.
"perkenalkan dirimu..." ucap pak bayu. elsa bergeser ke samping pak bayu agar CEO itu bisa melihat wajahnya lebih jelas.
"selamat siang pak Al...." elsa menunduk memberi hormat "perkenalkan saya Elsa personal asistent baru bapak. senang..." elsa masih tetap tersenyum dan memberanikan dirinya menatap CEO itu "bekerja.... sama ..... anda...."
mustahil ini terjadi!!! elsa menegang. mata itu... mata yang seolah ingin menangis... matanya berair tapi itu bukan air mata. pertama melihatnya CEO itu tampan tapi semakin melihatnya dia semakin mengenali wajah familiar itu. pandangan elsa beralih ke plakat nama ceo.
tidak ada yang elsa curigai dengan nama "pak Al" tapi mendadak dia seolah kehilangan kepercayaan dirinya.
yobi berdiri dan mendekatinya tanpa keraguan. dia memeluknya, erat. seolah itu pelukan terakhir yang tidak ingin di lepasnya. jika bohong bukan sebuah dosa maka elsa lebih memilih berbohong dan mengatakan dia tidak merindukan pria ini.
wangi yang sama. mata elsa sudah berair tapi dia menghapus sudut matanya segera. dia tidak boleh menangis terlebih melihat jevier yang menjetikkan jarinya hingga terdengar bunyi petikan, rafil yang tersenyum smirk dan... ardi yang kelihatannya kesal kepada elsa.
apa apaan ini? buat apa elsa pergi 7 tahun lalu jika cuma berakhir sia sia begini. dia, dia yang menyerahkan dirinya sendiri kehadapan laki laki yang di tinggalkannya di bawah hujan 7 tahun lalu.
waahhh lucu sekali sepertinya takdir semesta untuknya. harusnya laki laki ini adalah orang yang paling elsa hindari dan harus di jauhi. tidak, ini tidak boleh berakhir seperti ini.
elsa segera melepas pelukan itu dan kembali menunduk "maaf..." ucapnya lalu melangkah mundur.
tiba tiba evans datang dan mericuh. menatap elsa dan menunjuk nunjuknya "waaahhh kejutan macam apa ini? istimewa sekali!"
tidak. ini tidak lucu. sungguh.
******
yobi terlalu lepas kontrol melepas kerinduannya terhadap seseorang yang dia rindu setengah mati. harusnya dia bisa mengontrol egonya. bisa saja elsa takut... tidak nyaman... dan aneh. bukankah dia pergi karna yobi tidak bisa membahagiakannya? merasa tidak nyaman...
tentu saja dia harus bertindak slowly tidak perlu terburu buru. tapi untuk elsa, harusnya yobi bertindak "talk less do more" dia perempuan cerdas yang tidak suka basa basi.
setelah teman temannya mengolok dan memarahinya dia hanya bisa berkata "gue... nggak pernah bisa lupa"
******
Elsa memegang pelipis di meja barunya. sebuah ruangan di depan ruangan CEO. bagaimana bisa? krystal bilang dia tidak percaya kebetulan di dunia ini kecuali itu takdir.
elsa terlalu shock dan dia memilih menelfon debby. tapi apa kata debby "lo udah ketemu CEO nya? gimana? tetap ganteng dan nyebelin?"
elsa menganga tidak percaya "jangan bilang lo udah tau semua sedari awal???"
jika debby bilang tidak, elsa tentu saja tidak akan percaya dan ternyata sahabatnya itu hanya tertawa "salah satu alasan gue sih, nggak maksa lo kerja di tempat gue. urusan kalian belum selesai"
dan tidak akan pernah selesai. sepertinya begitu. jika saja elsa tidak menandatangani kontrak selama 2 tahun ke depan untuk masa percobaan. langkah yang elsa ambil terlalu jauh. seandainya tidak ada konsekuensi pembatalan kontrak kerja. sudah elsa lakukan.
*******
elsa baru sadar kalau yobi terkesan lebih dingin kepada siapapun jadi elsa berusaha cuek pula. pantas yobi akan bersikap dingin bukankah dia CEO yang harus bersikap cool.
pergi menemani yobi dengan segala kegiatannya, elsa sudah mulai terbiasa meski rasa canggung itu tetap ada. tapi yobi semakin kesini, semakin berani bertindak. dia tidak segan memasangkan elsa seltbelt, menghapus makanan di bibirnya, memesan minuman favoritnya yang masih dia ingat serta lain hal lagi yang mungkin membuat karyawan lain yang melihatnya aneh.
bahkan suatu hari yobi berani memegang tangannya saat menunggu hujan reda dan mengatakan "kangen" mengajaknya menembus hujan bersama ke lobby kantor.
di bawah guyuran hujan itu... hati elsa tergelitik, mungkin yobi tidak pernah ingin membahasnya tapi sikapnya mengatakan segalanya. kalau rasa hujan yang mereka lewati sekarang tetap terasa sama.
bukan elsa tidak pernah mencoba melupakan yobi. beberapa kali dia dekat dengan teman lawan jenisnya di singapore tapi sekarang elsa sadar perasaan saat bersama yobi tidak pernah sama saat ia bersama orang lain. perasaan terhadap yobi sepertinya tidak pernah berubah... meski sempat akan melupakan... tapi sepertinya gagal.
*****
elsa mengetuk pintu ruangan yobi, saat pria itu menyuruhnya masuk. elsa mematung. yobi yang terlihat menggulung lengan kemejanya dengan dasi yang sudah terpasang tidak sempurna, sebelah kiri kemejanya tersampir keluar. bahkan berantakan sekalipun penampilan demage nya tidak berkurang. ya, yobi emang selalu seperti itu. sejak dulu.
ini sudah malam dan elsa berniat untuk pamit pulang. yobi mengernyit melihat elsa "kamu belum pulang?" tanyanya
"belum pak. apa sekarang saya boleh pulang?"
"hmm...." jawabnya tapi saat elsa berbalik yobi kembali memanggilnya. ia menyuruh elsa mendekat tanpa mengatakan apapun, hanya memberi isyarat dengan tangannya. yobi tengah berdiri di depan mejanya sambil memeriksa sebuah berkas.
dengan ragu elsa mendekati yobi "iya pak?" yobi berdecak. dia terlihat malas, entah dengan alasan apa.
"bisa nggak, kalau nggak ada orang lain bicara informal aja... bete dengernya"
yobi semakin mendekat "ma... maksud pak al?"
yobi kembali berdecak malas dan hanya menyisakan sejengkal jarak di antara mereka "dan lagi.... bisa nggak kalau lagi bicara lihat mataku?"
oke, sepertinya elsa harus menahan heart beat nya super ektra. dia menatap mata yobi, sekarang tanpa keraguan karena mata itu... seperti magnet.
"denial banget aku beberapa bulan sejak kehadiran kamu" gumamnya yang membuat elsa tersihir "aku nggak bisa tahan lagi" yobi mengelus sisi wajah elsa. elsa berjengit, bukan tidak suka tapi sentuhan itu sudah lama sekali
"kayaknya aku harus segera pulang!" feeling elsa akan ada sesuatu yang terjadi
"tunggu elsa... jangan main pergi gitu aja!"
de javu!!! kata kata perpisahan 7 tahun lalu...
"kangen tau...." yobi memeluk elsa tanpa permisi. tapi kali ini elsa tidak berjengit menghindar. seolah terhipnotis dengan keadaan elsa balas memegang punggung itu. tidak ada yang bisa elsa ucapkan.
lama... lama yobi memeluknya tanpa penolakan.
kemudian laki laki itu melepas pelukannya. tapi kemudian wajahnya kembali mendekati elsa, sebelah tangannya terulur kebelakang elsa. bukankah dia hendak memegang tengkuknya?
tanpa perasaan apapun elsa memejamkan mata secara naluriah. mungkinkah sekarang... semuanya akan kembali... seperti dulu....
tapi ternyata yobi menaikkan resliting belakang kemeja elsa yang terlihat sudah terlalu rendah. tentu saja elsa salah tingkah sendirian saat sudah berpamitan dan melangkah mundur, yobi menarik pergelangan tangan elsa hingga wanita itu terjengkang dan yobi menyanggahnya.
kemudian laki laki itu membalikkan keadaan, menindihnya di atas meja tugasnya lalu di detik itu juga bibir yobi menyentuh bibir elsa.
elsa melotot tidak percaya tapi yobi tidak melepaskan bibirnya. rasa hangat yang sama seperti 7 tahun lalu. bau pohon pinus yang basah sehabis hujan.
ciumannya.... cukup lembut. elsa dengan sendirinya mengalungkan lengannya ke leher yobi. tapi lama kelamaan ciuman itu berubah menuntut, sedikit kasar karna sebuah rindu yang tak tertahan.
yobi membuang berkas diatas mejanya dan membuat elsa terduduk di mejanya. ciumannya semakin dalam. tanpa di sadari yobi menelusup ke balik rok pensil elsa dan pria itu juga menurunkan resliting kemeja elsa lagi.
bahkan sekarang pundak elsa terekspos sempurna. bibir yobi menjejal disana, memburu sesuatu yang dia rindukan. elsa mendongak dan lebih ke... pasrah, jika semuanya terulang kembali. waahhh hebat memang yobi. perjuangannya 7 tahun ini untuk membencinya hanya akan berakhir sia sia.
kiss mark bertebaran di leher elsa. tapi kemudian elsa melihat lampu CCTV disudut ruangan yobi. elsa mencegah yobi melakukan lebih.
"kenapa?? bahkan kita tidak pernah ada kata putus. kita tetap pacar kan? aku hanya membiarkanmu pergi untuk istirahat 7 tahun ini. jadi saat kamu sudah kembali, aku nggak akan pernah ngebiarin kamu pergi lagi. aku mencintaimu sejak dulu... sejak kelas sepuluh... hingga... sekarang.... nggak pernah berubah..."
ini pertama kalinya yobi berbicara panjang membahas masalah mereka yang sebenarnya tidak pernah ada keraguan.
"bukan... bukan seperti itu...." elsa melirik CCTV itu. yobi melihatnya dan kemudian tersenyum membetulkan kembali pakaian elsa.
"sepertinya apartment awal yang bagus untuk kita memulai kembali sesuatu yang sebenarnya tidak pernah kita akhiri"
TAMAT