
"cantik tuh relatif tapi sekali lihat semua orang pasti akan mengatakan Elsa cantik dan untuk kedua kalinya mereka akan menoleh, menoleh lagi untuk beberapa kali memastikan Elsa benar benar cantik dan mereka akan sepakat Elsa semakin di pandang akan terlihat semakin cantik" komentar krystal. seperti ratu argumen, dia selalu punya pendapat yang cerdas dalam segala sesuatu. anaknya begitu ekpresif.
dan hari ini, di kantin sekolah. saat Elsa pergi memesankan mie ayam ceker favorit mereka bersama Levita, Debby masih belum bisa diam untuk tidak mewawancarai krystal. anak baru, sepupu yobi yang menurut Debby sangat menarik kehidupannya. Debby menanyakan krystal pendapatnya tentang Elsa, calon pacar yobi kata Debby.
"anaknya terlalu charming untuk sepupu gue yang abstrak" Debby tertawa "anaknya baik definisi the real pure of nice girl sementara yobbi??? Lo tau sendiri he's noisy boy! tapi yobi worth it buat Elsa"
Elsa dan Levita datang membawa empat mangkok mie ayam ceker, 3 jus jeruk dan 1 es teh. Elsa mengambil duduk di samping Debby, berhadapan dengan krystal dan Levita di depannya. kursi memanjang kantin sebenarnya muat hingga 4 orang untuk satu kursi
"Tante Arum pasti bakal suka!" lanjut krystal setelah mengucapkan terima kasih kepada Elsa dan Levita
"ngapain nyebutin nyokap gue?" protes suara di belakang krystal. yobi datang bersama Ardi, jevier dan rafil. Ardi dan rafil duduk di meja samping Elsa cs sementara jevier duduk di samping krystal, modus sepertinya dan Yobi duduk di samping elsa__menghadap Elsa. posisinya seperti orang naik motor.
"Lo datang kayak jelangkung!" komentar krystal yang membuat jevier tergelak
"datang tak di jemput, pulang tak di antar!" yobi ikut tergelak mendengar jevier. seperti biasa yobi menyerobot es teh elsa, meminumnya tanpa ada masalah
"gue tanya ngapain Lo nyebutin nama nyokap gue? nge fans?"
"kata krystal nyokap Lo bakalan suka sama Elsa" Debby yang menjelaskan
"eh ngomongin gue??" protes Elsa. dia sampai tidak jadi memasukkan mie ayam ke mulutnya lalu yobi meraih tangan Elsa yang sedang memegang sendok dengan setumpuk mie ayam, tanpa rasa bersalah yobi memasukkan ke mulutnya dan mengunyahnya dengan tenang. Elsa berdecak dan menoleh ke yobi
"dulu yobi pernah bilang dia hanya akan mengenalkan cewek yang akan jadi calon istrinya aja ke Tante Arum. gak akan pernah ada cewek yang yobi bawa ke hadapan bundanya" krystal berbicara seolah yobi tidak ada di sana "yobi kan dulu playboy dari dulu gak ada cewek yang benar benar dia bawa ke__"
"Lo makan bisa diem kan krys?!" potong yobi, krystal tidak mengindahkan keberadaan yobi
"tenang El gue yang akan kenalin Lo ke Tante Arum!" ucap krystal lagi
"udah telat. lo gak tau nyokap yobi yang ngambil rapor elsa kemaren?!" sambung Ardi
"Elsa tetap stay di peringkat 1" Levita juga ikut ikutan menimpali
"cocoklah jadi menantu idaman!" goda Debby yang membuat Elsa sudah sedikit salah tingkah
"bunda udah kenal sama Elsa. Lo gak usah sok sok an jadi Mak comblang bunda dan Elsa!" yobi kembali menuntun tangan Elsa untuk memasukkan sendok dengan setumpuk mie ke mulutnya.
Elsa berdecak "iya di kenalin juga karna gak sengaja ketemu di mall!" ucap Elsa sambil memasukkan mie ke mulut
"tapi kan emang niat ngenalin, babe?!" Belanya
"kalo gak sengaja ketemu gak akan di kenalin kan?!"
yobi mengelap sudut bibir Elsa dengan jari jempolnya "niatnya emang mau di kenalin kok. Bun kenalin calon makmum yobi!!!"
"eh assalamu'alaikum calon makmum!" goda jevier sambil mendekat ke Elsa
"gak usah lebay!" bentak Elsa tetap galak.
yobi tertawa dan langsung mengambilkan Elsa minum saat dia sedikit terbatuk
"gue gak pernah lihat Lo nge treat cewek sebegitu baiknya!" ucap krystal sambil memperhatikan yobi seolah terkejut dan terheran mendapati yobi memperhatikan seorang Elsa begitu sejak dia datang ke kantin padahal itu pemandangan yang sudah terjadi sejak kelas 10 bahkan mungkin sudah sejak awal ada nama mereka di SMA dua lima.
"yobi memang banyak mantannya tapi dia begitu cuma sama Elsa" Ardi yang seolah paling tau memberi penjelasan kepada krystal
"gak usah heran! yobi gak memperlakukan semua cewek se istimewa itu kok!"
"kecuali Elsa jev, ingat! pake huruf kapital tebal. kecuali Elsa" Yobi menendang kaki Ardi yang keluar dari dalam bangku. Ardi menghindar hingga berdiri dan beralih ke meja pojok kanan. ada nelcy disana bersama temannya. saat pertama menemuinya Ardy sudah cengengesan.
"kang bucin beraksi!" komentar jevier lalu beralih duduk di hadapan rafil
"proud of you, Elsa!" teriak krystal sambil mengacungkan kedua jempol nya.
tiba tiba Nando, Radit dan Evans datang dan duduk bergabung di bangku rafil-jevier
"eh ada Barbie baru di sekolah!" evans menyapa krystal sambil tersenyum cengengesan
"gak usah modus Vans, pawangnya pentolan dua lima!" kata Radit yang jengah tiap kali Evans berprilaku sok jelalatan
"namanya juga usaha dit, gak apa apa lagi" bela Nando sambil mengunyah baksonya
krystal cuek tapi suara panggilan yang mengeras ke seantero dua lima tidak bisa untuk krystal tetap bersikap cuek.
"PANGGILAN PERTAMA DI TUJUKAN KEPADA KRYSTAL VABELLEELSE, 11 SOSIOLOGI 1 UNTUK SEGERA KE RUANG OSIS"
"apa lagi kali ini?" wajah yobi juga terlihat kesal
"Lo tetep ngambil ekskul bowling itu??" tanya rafil. krystal menatap rafil, dia mengangguk dan sepertinya bukan masalah kan krystal memilih ekskul apa yang dia mau
"masih gara gara club bowling itu?? manager siswa itu kenapa sih??? ngaruh banget kayaknya pilihan gue buat dia??" krystal menyisir rambut blondenya dengan jemarinya. lalu menyangga pipinya dengan tangannya, ekspresinya cemberut
"Ruby mendirikan club' bowling dengan sungguh sungguh, tapi semenjak Lo daftar di club' bowling mendadak yang daftar jadi meroket!"
"itu artinya bagus kan??" krystal tidak mengerti dengan arah pembicaraan rafil "sepantasnya gue dikasih penghargaan!" krystal benar benar tidak mengerti dengan jalan pikiran makhluk bernama Ruby itu.
"masalah yang sesungguhnya mereka masuk ekskul bowling cuman supaya bisa Deket sama Lo. kayaknya... bukan itu yang Ruby inginkan dalam sebuah club' yang dia dirikan. Lo sebaiknya pertimbangin lagi deh?!"
"jangan suka cari masalah sama dia!"
krystal memutar bola matanya jengah mendengar peringatan yobi "bukan gue yang cari masalah tapi dia yang suka cari gue. see??? sekarang aja dia manggil gue ke ruang organisasinya!"
"cowok dingin kayak Ruby emang bisa semarah apa sih??? dia diam aja udah bikin suasana seperti kutub selatan!" kata Debby sambil mengumpulkan mangkok mie ayam mereka "Lo emang pantas dapat penghargaan krys, good job bisa lelehin tembok es"
"Lo gak tau. dia diam___"
"PANGGILAN KEDUA DI TUJUKAN KEPADA KRYSTAL VABELLEELSE, 11 SOSIOLOGI 1 DI MOHON UNTUK SEGERA KE RUANG OSIS!!!"
krystal menghentak hentakkan kakinya sambil bersedekap "males banget ketemu dia sumpah!!"
"hati hati krys, nasib sepupu Lo jangan Sampek nular ke Lo!"
"apa??" krystal menoleh ke Levita tapi Debby yang menjawabnya
"berawal dari kekesalan berakhir dengan perasaan!!" yang mendengar hal itu ikut tertawa kecuali Elsa dan yobi, krystal juga kurang mengerti
"krys, sebaiknya Lo buruan gih. jangan Sampek ada panggilan ketiga!" saran Elsa untuk mengalihkan pembicaraan
"bener tuh, jangan Sampek terdengar panggilan ketiga. hadeuh bisa kelar deh urusannya. Ruby terlalu sopan untuk di buat kurang ajar krys?!"
"dan gue akan berusaha buat tetap gak peduli deb yang sebenarnya dia tuh denial?!"
krystal beranjak dari duduknya "mau kita temenin???" ucap jevier dan Evans hampir bersamaan
"gak perlu!" kata krystal tanpa menoleh ke keduanya dan berlalu dari hadapan mereka meninggalkan kantin dengan perasaan dongkol
oke, kali ini masalah baru apa lagi krystal???
"yobi kata krystal Elsa worth it buat Lo. menurut Lo???" tanya Debby tiba tiba saat hanya tersisa Elsa, Levita, Debby, jevier dan yobi.
Elsa cemberut, Debby apa apaan sih?? apa dia ingin menyuruh yobi buat menyatakan cinta sekarang? banyak orang.
"gue yang worth it buat dia" jawab yobi dengan percaya dirinya
"iihh kok..." Elsa cemberut. tidak seperti itu ya konsepnya
"if it's not me, it's not anyone worth it for you!" kata yobi berbisik sambil menundukkan dahinya ke pundak Elsa. bahkan Debby tidak mendengar apapun dari jawaban yobi, hanya terdengar gurauan.
tapi mendengar jawaban yobi Elsa jadi awkward sendirian. dia menggaruk pangkal hidungnya dengan jari telunjuknya.
oke Elsa inhale ... and exhale!!!
"Lo sebaiknya diam deh! jauh jauh!" Elsa mendorong kepala yobi
"kenapa?" tanya yobi sambil tersenyum memperlihatkan gigi gingsulnya
ya ampunnn Elsa malah terpana dengan senyum yobi kali ini. bisa bisanya. cowok itu sepertinya benar benar ingin menguasai ruang lingkup hati Elsa. yobi seharusnya memang di suruh diam saja. jangan bertingkah karna sekarang ada hati yang butuh pertanggung jawaban darinya
"kenapa?" tanya yobi ulang sambil memburu wajah Elsa yang menghindarinya "hm?!"
Elsa menatap yobi. Dimata Elsa sekarang yobi bilang 'hm' saja damage nya gak ngotak
"Lo ganggu!" kata Elsa datar.
serius?? really??