Because Of You

Because Of You
42. Hello February!



jika di suruh memilih musim yang cocok buat yobi, Elsa mungkin akan memilih musim hujan. karakter cowok 7 dimensi dengan segala sikapnya bak pangeran dunia disneyland.


merasakan patrichor. hembusan angin dikala cuaca mendung, suasana paling romantis. menghirup udara sejuk. tidak pernah ada kata bosan untuk memikirkannya. dan selalu merindukannya sederas hujan.


yobi adalah Desember semesta__saat Desember tiba, bumi Utara berada dalam titik sejuknya, musim dingin akan datang saat itu. tapi, meski yobi adalah Desember dunia dia tetaplah milik Elsa seorang.


sebelumnya Elsa tidak pernah berpikir Februari tahun ini akan terasa begitu istimewa. selain memang karna Februari paling istimewa karna tanggal 29 hanya akan hadir setiap 4 tahun sekali. selain itu nothing!


Februari... si bulan kasih sayang karna Valentine day jatuh pada tanggal 14 bulan pink ini. berpacaran dengan yobi like a dream come true. seolah cowok itu membuat semua ketidak mungkinkan menjadi mungkin.


dan yeach!!! yobi mendefinisikan the first VAL DAY mereka 'never forgotten' ada sunset, white rose, planetarium.... candle light dinner dan jangan lupakan yobi adalah pencium yang hebat. so, bagaimana mungkin Elsa melupakan semua hal itu dalam hidupnya??


ya ampun sulit di percaya yobi memiliki sisi romantis boy yang jago memperhatikan cewek. padahal kategori cowok bandel yang selalu usil dan punya banyak teman nakal tidak ada dalam daftar cowok romantis.


tapi Misi bulan februari masih belum selesai. masih ada 20 Februari di mana hari itu adalah yobi's birthday. Elsa ingin membuat ulang tahun yobi kali ini berkesan. bahkan ia bekerja sama bersama teman teman yobi, teman Temannya serta krystal, untuk menyusun skenario kejutan ultah yobi.


jujur, Elsa bukan tipe cewek yang romantis hanya saja dia ingin berusaha terlihat lebih manusiawi sebagai pacar. Elsa tidak tau cara cara mengimbangi sikap romantis bak Bella swan.


bahkan demi acara kejutan tersebut, Debby menyarankan hal konyol yang harus Elsa lakukan. membuat yobi marah sejak 5-H birthday. Elsa sudah menolak tapi debby menatapnya serius sambil berkata "setelah semua hal romantis yang yobi lakuin buat Lo, kerjain dia dikit buat membuat dia terkesan di harinya worth it lah!"


tapi ternyata tidak sesuai dengan apa yang di rencanakan. semuanya melenceng dari rencana awal.


untuk beberapa hari kedepan Elsa disuruh menolak yobi untuk mengantarnya pulang. oke, sudah Elsa lakukan dan hasilnya yobi sedikit kesal.


"mau kemana lagi?? kemaren bilangnya mau pergi sama debby. sekarang apa lagi?? pokoknya hari ini gak ada bantahan, pulangnya bareng gue!"


Elsa menggenggam erat ponselnya berusaha mencari alasan untuk bisa di percaya "g-gue mau pergi sama mama!" ucap Elsa sambil menggigit bibirnya.


"serius???" tanya yobi sambil terlihat mencari sesuatu di ponselnya.


"i iya. serius. makanya hari ini gue gak___"


"halo Tante?!" yobi sudah menempelkan ponselnya ke telinganya. "hari ini Tante mau pergi??" matanya tidak lepas memperhatikan Elsa di depannya "emang gak ada rencana pergi bareng Elsa Tan??" mata Elsa membulat. itu yobi calling mamanya??? bagaimana bisa??


"mampus Lo El?! hempas aja Lo ke mars!!"


yobi menatap Elsa setajam yang dia bisa "luar biasa!" itu sebuah pujian atau ancaman?? Elsa menggigit bibirnya kuat kuat "sekarang udah berani belajar bohong??" omelnya.


sejak hari itu Elsa tidak berani lagi membuat alasan untuk menghindari yobi pulang sekolah. dan rasanya berbohong tuh benar benar bikin pusing. khawatir tiap detik.


pulang sekolah yobi mengajak Elsa mampir ke kv dekat sekolah. Elsa sedikit kesal rencananya gagal total dan rasanya ia ingin marah saja sama yobi. dia menjawab perkataan yobi dengan acuh. saat di suruh pesan makan dia menolak jadi yobi memesankan blueberry cheese cake dan jus. tapi, Elsa sama sekali tidak menyentuh cake itu, dia hanya mengigit sedotan


"kok ngambek sih??"


"siapa yang ngambek?"


"tapi cemberut?!" elsa mencebikkan bibirnya "pentingnya Sampek bohong mau ngapain sih?? kelayapan?"


Elsa melirik yobi sekilas "siapa yang mau kelayapan??"


"terus??" yobi menaikkan sebelah alisnya


"itu... cuman mau... anu apa itu__"


"sejak kapan jadi gagu??"


"sejak ketahuan boong, gue panik dan Lo nyebelin!" tentu saja Elsa tidak berani mengungkapkan isi hatinya.


yobi membiarkan Elsa dengan segala perasaan kesalnya. dia hanya menemaninya tanpa bertanya lagi.


******


"rencana Lo ya deb, bukan yobi yang marah malah gue yang kesel sendiri!!" omel Elsa di Selasar lapangan esok harinya.


"sabarin aja, ingat! demi membuat moment special buat cowok Lo El... pokoknya hari ini Lo bikin alasan lagi supaya gak balik bareng yobi!"


"Lo gila??" Elsa mendelik ke arah Debby "ogah gue, matahari bisa tenggelam siang hari deb!!"


"harus banget deb, Lo ngerencanain ini buat Elsa??"


"kapan lagi lev, Elsa bisa se asyik ini ngerjain yobi?"


"kalo Lo gak yakin gak usah lakuin El?"


Elsa terdiam beberapa saat memandangi sahabatnya bergantian "sekarang gue mesti ngapain??" Debby berbisik ke telinga Elsa "gak! gak! gue gak mau, bisa di cekik gue sama yobi!"


"bagus kalo yobi lakuin itu biar Lo tau dia kdrt sebelum nikah!"


Elsa tampak menimang nimang usul Debby. dia menghembuskan nafasnya kasar. haruskah???


******


seperti detik stopwatch yang berjalan cepat, jantung Elsa sudah tak terkendali saat ada yang menelfon ketika sedang hendak pulang bareng yobi. beberapa kali ia melirik yobi was was.


Elsa menutup telfonnya, emang benar ada yang menelfon. dia tidak sedang berbohong tapi Debby yang menelfonnya. "Lo duluan ya, gue masih ada urusan sama Bu litsa"


"oke!" kata yobi dengan mudahnya sampai Elsa terbengong tidak mendapati yobi curiga sedikitpun "nanti gue telfon. hati hati!" Elsa tersenyum lalu kembali ke area sekolah.


langkahnya menuju ke aula sekolah, beberapa kali ia menoleh takut yobi membuntutinya. debby sudah menyambutnya di sana bersama Levita "aman??" tanya Debby. Elsa mengacungkan jari jempolnya "oke, sekarang kita pergi!"


"kita kemana?"


"ketemu sama anak basket buat perayaan ultah yobi. Ardi udah calling dari tadi, emang gak bisa diem tuh anak!"


mereka pun berlalu dari area sekolah menaiki mobil Debby. tapi perasaan Elsa tetap tidak bisa se tenang yang Debby suruh. seperti seseorang yang takut ketahuan melakukan kesalahan. dan memang benar dirinya berada dalam posisi salah sekarang.


sesampainya di cafe promise disana sudah banyak yang menunggu jevier, Ardi, rafil, krystal, nelcy, Novi, fresty, Evans, Radit, Nando beberapa anak basket dan banyak teman teman yobi lainnya.


kelompok anak anak dua lima sedikit terdengar berisik saat itu. ada yang hanya bercanda tanpa terdengar serius. ada pula yang terlalu serius sampai kesal saat ada yang bercanda.


mereka bagi tugas soal ngedekor, kue, minum dan makanan serta rencana rencana kekanakan anak basket lainnya.


selama kurang lebih satu jam mereka bersenda di cafe promise, sampai akhirnya membubarkan diri dengan tujuan masing masing.


di parkiran saat Elsa hendak membuka pintu mobil Debby, seseorang langsung menarik tangannya. bola mata Elsa mau keluar dari tempatnya. yobi. yobi yang menarik tangannya. jangan jangan dari tadi dia....


Levita dan Debby hanya bisa menatap Elsa kasihan. sekarang mereka bisa apa untuk membantu Elsa bebas bertengkar dengan yobi???


"udah selesai kan?? sekarang pulang!!" tanpa mengatakan apapun Elsa langsung masuk ke dalam mobil saat yobi sudah membukakan pintu mobil.


yobi terdiam, dia tidak melajukan mobilnya. tangannya membanting setir mobil. sumpah, Elsa takut dan sekarang tidak ada gunanya menyesal "pertemuannya dengan Bu litsa disini??? kenapa sih???" yobi berbicara tanpa menatap Elsa "kenapa sih mesti bohong??" yobi menoleh_melihat Elsa. sementara Elsa tidak cukup punya keberanian untuk menatap yobi langsung


yobi memegang erat setir mobilnya "Lo bohongin gue demi bisa nongkrong bareng mereka??"


"gak gitu...." jawab Elsa lirih


"ma-af..." lirih Elsa lagi


"besok besok apa lagi??" tanya yobi lirih terdengar sangat kecewa. ia menyandarkan kepalanya ke jok mobil.


Elsa sudah bersumpah kepada dirinya sendiri untuk tidak melakukan kesalahan seperti itu lagi. padahal ini masih belum masuk rencana konyol Debby. Elsa segera mengirimi Debby pesan "gue gak mau lanjutin rencana Lo buat deketin Yudha demi manasin yobi. gak bisa gue! cukup Sampek disini rencana ini deb!"


******


rencana membuat yobi marah sukses!!! tapi harusnya tidak seperti itu rencananya. yobi mendiami Elsa bahkan terkesan menghindar. cowok itu berubah 180 derajat, jadi dingin kepada Elsa. elsa tidak menyukai perubahan sikap yobi yang terkesan maksa menjauh dari Elsa.


hari H yobi's day!!! akhirnya hari itu tiba! Elsa sudah cukup diam membiarkan yobi dengan sikap marahnya. malam itu jam 11 malam Elsa datang menemui yobi di rumahnya.


bunda yobi dan orang seisi rumah masuk dalam rencana ultah yobi, krystal yang mengurus untuk itu.


"kenapa gak istirahat aja udah malam!" kata yobi setengah mengomel. mereka tengah berada di halaman belakang, dekat kolam renang yang temaram.


"gue mau minta maaf!"


"gak perlu!" katanya tetap memandangi kolam renang. air kolam tampak bergerak di sapu angin


"berenti marahnya gue gak bisa di giniin sama Lo!" Elsa memegang lengan yobi


"gue gak marah, gue kecewa! ngerti gak sih??" yobi melepas tangan Elsa, tetap tidak mau melihat ke arah Elsa.


"gue benar benar nyesel...." air mata Elsa luruh begitu saja. tidak, ini bukan bagian dari aktingnya. dia memang tulus menangis karna penyesalan "minta maaf... janji... gak akan... kayak gitu lagi..." dia terisak


"gak usah nangis. simpen air matanya buat nanti! sekarang pulang!"


"gak mau pulang sebelum di maafin?!" yobi berdecak. dia masih kecewa. Elsa baru sadar yobi mungkin tipe cowok yang marahnya lama.


"bisa kan gak nge bantah Mulu?" kali ini yobi menatap Elsa.


"tapi...." tiba tiba Elsa memegang kepalanya, memejamkan matanya cukup kuat dan...


BRUKKK


Elsa jatuh ambruk ke lantai. melihat hal itu yobi langsung mengambil kepala Elsa dan memangkunya "Elsa!!!" yobi memukul mukul pipi Elsa pelan "babe!!" Elsa tidak bergeming, tubuhnya lemas "babe please!!" yobi mencium kening Elsa


"gue yang minta maaf!!" mata yobi mulai memerah. perasaan khawatir mulai menyerangnya "babe bangun, gak gini caranya!" yobi menangkup pipi Elsa dan mencium rambutnya beberapa kali "please bangun! gue gak marah, gue gak pernah bisa marah sama Lo! harusnya Lo tau, Lo yang paling berarti!"


tanpa menunggu waktu lagi yobi meletakkan satu tangannya di tengkuk Elsa dan tangan lainnya di bawah lutut Elsa. ia menggendong gadis itu untuk membawanya ke dalam. yobi benar benar khawatir, rasanya dadanya begitu sesak, ada yang tertahan disana


namun baru 3 langkah berbalik sebuah tangan melingkar di leher yobi dan...


cup!


kecupan manis singgah di bibirnya.


lalu...


seorang di gendongannya berkata sambil tersenyum, senyum paling menarik yang pernah yobi lihat


"happy birthday, babe?!"


yobi shock! tapi bibirnya menipis mengulum senyum. belum sempat ia menjawab. suara berisik dari dalam rumahnya menarik perhatiannya.


"HAPPY BIRTHDAY YOBI!!! HAPPY BIRTHDAY... HAPPY BIRTHDAY.... HAPPY BIRTHDAY YOBI...!!!" teman temannya berkumpul disana, berjalan ke arahnya.


Elsa meminta yobi untuk menurunkannya. mereka kemudian melantunkan tiup lilinnya, krystal yang memegang kue dengan lilin angka 18 langsung menyerahkannya kepada Elsa.


yobi tertawa. tidak pernah terpikir oleh dia sebelumnya. waktunya terlalu sibuk memikirkan kesalahan yang di buat Elsa tapi ternyata kesalahan itu untuk memberinya kejutan. oke, misi selesai. surprise nya sukses! karna dia bisa lupa dengan hari ulang tahunnya sendiri


"make a wish dulu..."


mendengar seruan teman temannya, yobi langsung menengadahkan tangannya. saat ia mengusap wajahnya dengan kedua tangannya, dorongan kuat menariknya ke dalam kolam renang.


BYUURRRR


bahkan ia belum sempat meniup lilinnya. "anj*r dingin woeiy!!!!"


"eh Elsa sekalian..."


"ceburin Elsa! ceburin!!"


"kalo gak mau seret aja!"


"jangan bro!!!" cegah yobi mendengar rembukan teman teman nya "kalo dia turun bisa gak naik naik gue!"


HAHAHA


semuanya tertawa. tapi tiba tiba....


BYUURRR


"Bangsat!!!!" umpat Elsa. entah siapa yang mendorongnya hingga dia berakhir di kolam renang. Elsa segera menepi dan naik kembali. semuanya tertawa.


"dingin??" tiba tiba suara yobi sudah berada di dekat telinganya. Elsa menoleh "kita ke dalam. Lo perlu ganti pakaian!" ucapnya sambil merengkuh pundak Elsa meninggalkan keramaian di halaman belakang rumahnya.


yobi menyuruh Elsa mandi di kamarnya. setelah selesai mandi Elsa kebingungan tidak memiliki baju ganti. yobi lupa menyiapkan itu untuk dirinya. untung ada bathrobe di kamar mandi jadi Elsa keluar menggunakan itu.


ketika membuka pintu kamar mandi, dia tidak menemukan yobi di kamarnya. namun tidak lama kemudian pintu terbuka dengan yobi yang hanya menggunakan handuk sepinggang.


yobi mengusap rambutnya yang basah dengan handuk kecil. elsa mengalihkan pandangan tapi... kucuran air yang menetes dari rambut yobi ke lehernya lalu ke dadanya.... sayang untuk Elsa lewatkan begitu saja.


yobi mengehentikan usapan di kepalanya lalu melihat Elsa. tersenyum menghampiri Elsa yang mematung di dekat ranjangnya. sebuah senyum yang membuat Elsa salah tingkah.


bibir Elsa yang memerah menggoda yobi untuk mendekat. mengecupnya sekilas. sebuah kecupan singkat. sekali... dua kali... tiga kali.... lalu yobi menuntun Elsa untuk duduk di ranjangnya tanpa melepaskan ciuman itu.


"mau ngasih hadiah yang istimewa nggak??? buat gue!" yobi berkata sambil mendesak tubuh Elsa hingga Elsa setengah berbaring di ranjang karna kepalanya mengenai kepala ranjang


"mau hadiah apa?" tanya Elsa sambil mengukir sebuah kata di dada yobi dengan jari telunjuknya.


yobi tersenyum. lalu semakin mendekat. Elsa melengos sambil tertawa, mengerti maksud yobi. yobi memundurkan wajahnya sedikit, memperhatikan tawa Elsa yang menggemaskan.


BRAKK


pintu terbuka tiba tiba. yobi menoleh tetap mengungkung tubuh Elsa di bawahnya


"f*CK!!! dua kali mata gue najis, anj*r!!!"


rafil kembali menutup pintu dengan begitu keras.