
Hari hari terlewati begitu saja. bulan bahkan berganti tahun dengan sendirinya. terlalu banyak momen yang harus di jelaskan dan diceritakan. yang pasti semua orang menikmatinya. entah itu tentang kebahagiaan atau kesedihan. kehancuran atau sebuah keberhasilan.
tanpa kita sadari kita terlalu respect dengan orang lain yang menggenggam persahabatan, percintaan dan kekeluargaan.
elsa, yobi dan yang lainnya telah melewati masa masa indah SMA mereka. mengukir sejarah di DUA LIMA. mereka telah melewati kelas 12 dan bahkan mereka telah menerima pengumuman pelulusan. 100% dari mereka lulus.
mereka bahagia, merayakan pelulusan itu. mencoret baju mereka. itu halal. saling membubuhi tanda tangan dan berpesta dengan mendatangkan tim pemadam kebakaran untuk menyirami mereka yang tengah berbaris di lapangan sekolah.
ini adalah hari kelulusan yang sempurna. semua adik kelas bahkan menyaksikannya dengan haru. kakak kelas terbaik katanya, patut di contoh untuk merayakan kelulusan. semuanya berteriak histeris dan melompat, menari di bawah guyuran mobil pamkar.
elsa saling berpelukan dengan debby dan levita tapi kemudian yobi menariknya.
yobi berdecak kemudian mengalungkan jaketnya ke pundak elsa, elsa mengeratkannya "kenapa?" tanya elsa bingung
"baju kamu... keliatan..."
"oohh!!!" elsa semakin mengeratkan jaket yobi. sudah lebih setahun mereka berpacaran dan yobi tetap sama, sepengertian itu manjaga elsa.
"nanti malem kita keluar, buat persiapan prom night!"
"oke!" elsa setuju dengan ajakan yobi. karna euforia air belum berhenti elsa mengajak yobi menikmati pesta kelulusan ini.
benar benar banyak hal yang terjadi setahun terakhir ini. ada kabar bahagia dan kabar buruk.
kabar bahagianya... hubungan elsa dan yobi yang tetap berjalan baik baik saja walau tidak di pungkiri pasang surut itu ada. tapi sejauh ini elsa percaya terhadap yobi dan... yakin.
tapi sebenarnya ini bukan tentang melulu kabar bahagia diri sendiri, ada kesedihan teman yang tentu saja membuat kita juga merasakan kesedihan itu.
5 bulan yang lalu, belum setahun bokap debby meninggal, nyokap nya juga meninggal karna beliau sakit sakitan paska kematian almarhum papi debby.
debby yang elsa pikir orang paling bahagia di dunia harus merasakan bom waktu tentang kesedihannya. dalam 9 bulan dia kehilangan bokap dan nyokapnya. hingga tidak heran suatu hari debby mengatakan "gue... gak bisa sama kalian lagi. sorry... lev, el... gue akan pindah ke aukland. gue nggak bisa tetap disini dengan segala kenangan mami. meski gue udah sedikit lupa soal papi, tapi ingat mami gue ingat papi juga. untuk mengurangi rasa sakit itu... gue bakal kuliah di luar. gue janji... gue akan kembali setelah rasa sakit gue sembuh"
levita dan elsa tidak bisa mencegah ataupun mengobati luka debby. jadi kedua perempuan itu hanya menangis sambil memeluk debby.
dan di suatu malam... jam 2 dini hari elsa di kagetkan dengan kehadiran levita yang berantakan dan datang langsung memeluk elsa sambil menangis.
setelah sedikit lebih tenang levita berkata kepada elsa tanpa melihat mata elsa "baru kali ini gue benar benar benci perjodohan itu el... gue benciiii... gue bakal di nikahin bulan ini el!"
bohong kalau elsa tidak shock mendengar hal itu. levita menatapnya sambil berurai air mata, elsa hanya bisa menghapus air mata itu lalu memeluknya.
"gue nggak bisa di paksa gini el... gue berantem sama keluarga gue..." elsa melepas pelukan levita dan menatap levita kasihan, elsa bisa mengerti keadaannya " gue benci mereka.... mereka nggak pernah ngertiin gue... lo pikir el... di mana otak mereka saat akan menikahkan gue yang baru lulus SMA. bahkan kita akan melewati masa kuliah yang ribet ... tanpa sepengetahun gue, mereka sudah menyiapkan semuanya... gedung... gaun... undangan... semuanya... pesta itu konsep mereka. aku kan juga punya pernikahan impian el... tolong el... tolong..."
Elsa benar benar tidak tau harus berbuat apa bahkan dia ragu untuk pergi ke prom night. pasalnya levita dan debby tidak akan pergi. elsa sudah tidak akan pergi jika saja yobi tidak memasang wajah melasnya mengajak elsa pergi.
tema prom night mereka "king and queen" semuanya terkonsep mewah seperti kerajaan kerajaan disneyland. elsa takjub, panitia benar benar tidak membuat rugi mereka membayar mahal. hanya saja terlalu sayang elsa melewatkan promnight ini tanpa levita dan debby padahal sejak kelas 10 mereka sudah membicarakan kostum untuk mereka kenakan di promnight mereka.
penampilan yobi dan elsa membuat semuanya terkagum malam ini. tidak heran mereka terpilih sebagai the best couple bersama krystal dan ruby. aneh sih padahal krystal dan ruby tidak pacaran. bahkan yobi, jevier, ardi dan rafil memenangkan kategori bestfriend favorit.
acara promnight ini benar benar luar biasa bahkan mereka menghadirkan selebrities luar negri berkebangsaan thailand, siapa lagi... Bright vachirawit. aktor itu bernyanyi sambil memainkan gitar.
tidaka ada yang tau bakal seviral apa acara promnight angkatan elsa cs di sma dua lima setelah pesta kelulusan mereka cukup viral beberapa waktu yang lalu.
saat elsa mengatakan akan ke toilet yobi berkata "aku akan di luar bersama ardi. di sini terlalu berisik, kalau udah mau balik kabarin aja!"
elsa mengangguk sambil tersenyum merasakan usapan tangan yobi di sisi wajahnya.
di toilet tanpa elsa duga dia menerima kabar dari sekretaris papanya kalau papanya akan pulang besok. elsa bahagia, ia dia bahagia dan ingin membagi kebahagiaan itu. tapi di sisi lain dia tidak mungkin mengabari kedua sahabatnya untuk memberitahukan kabar bahagia dia di tengah keterpurukan yang mereka alami.
tanpa berniat menghubungi yobi, elsa mencari yobi di tengah keramaian acara promnight itu. elsa mencarinya ke lantai 2 tapi tidak ada yobi hanya ada rafil disana. saat menanyakan yobi kepada rafil, rafil bilang mungkin di belakang, katanya.
elsa mencari ke belakang tapi tidak ada. setelah sekian lama mencari, elsa menemukan yobi bersama ardi di sudut luar ruangan samping taman. tempat itu jauh dari kebisingan di dalam jadi elsa mendekati yobi dan ardi yang membelakanginya.
elsa menertawakan dirinya sendiri. bahkan dari belakang dia begitu mengenali siluet seorang yobi. elsa tidak sabar ingin memberi tahunya soal kabar baik papanya akan kembali setelah sekian lama.
percakapan yobi dan ardi membuat otot kaki elsa kaku. dia tidak ingin percaya tentang apa yang baru saja di dengarnya. terlalu kecewa... untuk seseorang yang terlalu di percayainya selama ini. bagaimana bisa dia di khianati dengan hal besar yang menyangkut tentang hidup seseorang yang dia hormati.
air mata elsa luruh, dia berjalan mundur tapi perkataan ardi membuat kakinya kembali mematung.
"itukan awal kisah lo sama elsa. nyokap elsa nyuruh lo memastikan elsa baik baik saja selama dia di luar negri dan bokapnya di penjara. ini bukan soal rasa kasihan lo kan, men? seperti saat lo memacari sheryl karna yudha nyuruh lo respect terhadap dia"
oke, elsa benar benar mundur. dengan air mata yang membasahi wajahnya. dia tidak ingin mendengar jawaban yobi yang mungkin lagi lagi sudah bisa di pastikan, jawaban itu menyakitkan.
di pintu keluar elsa berpapasan dengan jevier "lho el, kok nangis?" elsa tidak menggubris. dia berlari ke pintu keluar. di lihatnya hujan mengguyur kota ini malam ini. elsa sudah tidak peduli apapun. dia melepas heelsnya dan menembus hujan bersama rasa sakit yang menemaninya.
kenapa belakangan ini dia selalu mendengar orang orang yang akan pergi darinya? debby yang akan kuliah di aukland, jauh darinya... levita yang akan meninggalkannya menikah, menempuh hidup baru bersama keluarga barunya.... dan yobi... yang elsa pikir, dia satu satunya yang bisa di percaya ternyata menyimpan segala pengkhianatan kepada elsa.
kenapa laki laki itu bisa membohonginya? kenapa yobi tidak memberi tahu elsa rahasia sebesar ini. memberikan rasa sakit yang jauh lebih besar dari apapun... karena elsa mencintai laki laki itu. terlepas dari semua tuduhan ardi soal yobi yang mengasihaninya karna mungkin.... hidup elsa yang menyedihkan.
elsa kecewa... kepada semuanya... kepada hidupnya yang tidak tau apa apa. kenapa semua orang mengkhianatinya termasuk papa dan mamanya
elsa menengadah, menatap langit jakarta yang di guyur hujan. elsa benci... mengingat tentang hujan dan kenangannya dengan yobi. hujan.... lagu... dan yobi.... perpaduan yang sempurna untuk semua kenangan manis elsa dengan pengkhianat itu. hujan yang membawanya mendekat dengan yobi namun hujan pula yang membawanya pergi dari yobi.
ya, elsa akan pergi, itu keputusannya yang dia buat di bawah hujan malam. elsa berlari... sendirian... di bawah hujan... sebenarnya dia takut tapi ego itu lebih mendominasi. berharap ada taksi yang melintas.
elsa menyetop taksi yang melintas bersamaan dengan suara yobi dari kejauhan yang memanggilnya "ELSA... JANGAN PERGII GITU AJA..." elsa menatapnya tajam, membencinya. tanpa pikir panjang dia melepas liontin pemberian yobi dan membuangnya ke sembarang arah
elsa memasuki taksi tanpa harus menoleh lagi kebelakang. saat taksi berjalan ada kekuatan besar yang sesungguhnya menghampiri jiwanya bahwa dia harus menoleh saat itu. melihat yobi untuk terakhir kali sebelum dia benar benar memutuskan untuk pergi tapi iblis dalam dirinya lebih mendominasi. tidak, dia tidak harus menoleh lagi. persetan dengan semuanya.
******
"lo gila... nyamain elsa sama sheryl. beda semuanya beda. ini bukan soal kasihan ar tapi perasaan sayang yang tanpa gue sadari gue benar benar jatuh cinta!"
"lo pikir berapa lama gue kenal lo? iya gue tau, gue bisa pastiin lo serius sama elsa cuman... ya gue kaget lah dengar lo cerita soal bokap elsa"
"lho yob??? kok lo masih disini?" kehadiran jevier memecah percakapan yobi dan ardi. melihat yobi tidak merespon, jevier berdecak. mereka pikir jevier sedang apa keheranan begitu??? "elsa nangis barusan di luar"
"nangis??" ucap yobi dan ardi bersamaan. tentu saja heran
"iya nangis. penampilannya kacau, gue pikir berantem hebat sama lo ternyata lo malah disini. udah tadi sebelum gue nemuin rafil. kok malah bengong sih buruan kejar"
"tapi dia nggak ada nyamperin yobi... gimana mau berantem... elsa juga nggak ngehubungi lo kan yob??"
yobi tidak merespon pertanyaan ardi, dia punya feeling tapi dia bingung dan mencoba menenangkan pikirannya tanpa membuat spekulasi buruk lebih dominan. dia bergegas ke parkiran vallet tapi tidak jadi dia lebih memilih berlari mengejar elsa. dia benar benar bingung.
dibawah guyuran hujan, yobi berlari sambil matanya memastikan bahwa tidak ada sosok yang dia cari di lewatinya begitu saja. "tidak jangan... please... nggak boleh begini..." yobi meremas rambutnya frustasi.
akhirnya dia menemukan sosok itu di samping sebuah taksi. di bawah pandangannya yang rabun di bawah guyuran hujan dia berteriak "ELSA... TUNNGGU DULU... JANGAN PERGI GITU AJA...KITA PERLU BICARA!" melihat pandangan tajam elsa sepertinya dugaan yobi benar bahwa elsa mendengar percakapannya dengan ardi.
yobi pikir elsa akan berbalik dan menemuinya tapi cewek itu lebih memilih meninggalkan yobi, menjauh dan pergi dengan taksi itu.
"ARGH..." teriaknya sambil meremas rambutnya. tapi setelah itu dia tetap berlari. berusaha mengejar elsa yang kian menjauh. yobi melihat, elsa membuang sesuatu. jadi yobi mencarinya. mencari jejak terakhir elsa.
ini mungkin hanya mimpi buruk yang terlalu tiba tiba. dia akan bangun dengan kisah indah yang menyenangkan bersama elsa. tidak... ini bukan akhirnya.
yobi menemukannya, itu liontin pemberiannya yang berbandulkan bintang. saat hendak mengambilnya teriakan ardi membuatnya kaget "YOBI.... HATI HATI.... MINGGIR!!!"
yobi melihat ardi bersama jevier dan rafil. jevier tampak berlari tapi lampu sorot sebuah mobil dari arah berlawanan membuatnya menoleh. sebuah truck gandeng dengan suara decitan rem ditengah guyuran hujan ini beradu, tidak lebih semeter dari arah yobi.
dan untuk semuanya yang terjadi.... ini terlalu tiba tiba.
BOOM...
BRAAAAAKKKK!!!
semuanya gelap!