
7 years later....
CEO (chief executive officer) AL AYYUBI ABRISAM GHILVANA plakat kaca itu tertera di atas meja yobi. laki laki itu memejamkan matanya, duduk bersandar ke punggung kursi. kebiasaannya sejak dulu, mengetuk ngetuk meja tetap sama, tidak ada yang berubah.
laki laki itu tetap mencintai musik tanpa berani bernyanyi lagi. hujan mengguyur sore jakarta. sementara dia tetap di gedung kantornya. hujan di luar mengingat kan tentang semuanya. hujan yang selalu terasa sama.
hujan yang deras itu... adalah sosok elsa yang yobi rindukan setiap musim. cinta yang tak pernah berujung, seseorang yang meninggalkannya tanpa mengatakan "selamat tinggal" pergi begitu saja, meninggalkan semuanya.
sudah 7 tahun berlalu... sejak dia mengalami kecelakaan dan koma selama 20 hari sukses membuatnya benar benar kehilangan perempuan itu. perempuan yang mengantarnya ke bawah hujan dan perempuan itu pula yang meninggalkannya di bawah hujan.
orang lain mungkin sulit jatuh cinta pada pandangan pertama tapi elsa bisa membuat itu mudah tanpa yobi sadari awalnya dan elsa pula yang membuatnya jatuh cinta pertama kali, perempuan itu istimewa... jika ada batas waktu untuk mencintai mungkin 1000 tahun tidak cukup untuk yobi mencintainya.
sepertinya percuma yobi pergi selama 7 tahun ini. dia menghabiskan waktu kuliah di kampung halamannya di kanada, S2 di berlin dan kembali ke kanada saat tesisnya beres. serta drama ayahnya yang memaksanya kembali ke indonesia untuk melanjutkan perusahaannya.
seandainya bisa, yobi lebih memilih tidak pernah kembali ke indonesia, karna perempuan yang dicintainya tidak bisa ia temui di negara ini juga. sulit di jelaskan... tapi sejak kepergian perempuan itu, setiap waktu... hatinya kosong. setiap kali hujan berembus dengan rasa sunyi dan nyanyian dimly.
sebuah ketukan pintu ruangannya berhasil membuat yobi membuka mata. seorang pria paruh baya masuk "pak Al... saya hanya di suruh memastikan apakah bapak benar benar memasrahkan personal asistent yang baru sesuai pelamar yang sudah di pilih pak enrico?" asisten itu menyebut nama ayahnya sebagai petinggi perusahaan.
"iya, terserah ayah saja!"
"tidak ada kriteria khusus yang bapak rekomendasikan?"
"tidak ada!"
yobi baru 6 bulan kembali ke indonesia. sebelumnya dia memilih bekerja di perusahaan luar negri alasannya untuk mengasah kemampuannya sebagai elit perusahaan nantinya. tapi kenyataannya dia lari dari tempat yang seharusnya dia berada.
5 bulan menjadi CEO PA nya mengajukan resign karna hamil jadilah perusahaan itu mencari pelamar baru yang berpengalaman dan kompeten untuk mendampingi seorang CEO bekerja. yobi terlalu malas mengurusi hal begituan, jika ayahnya bisa mengurusnya kenapa dia harus turun tangan?
semua sifat dinginnya berawal sejak 7 tahun lalu...
******
Elsa memejamkan matanya, membelakangi air mancur di belakangnya. menikmati sensasi udara jakarta yang... seperti bau patrichor.
sebuah koper berdiri disampingnya, mantel kuning dan rambut pirangnya membuatnya menarik perhatian orang orang sekitar.
ya, dia baru kembali setelah 7 tahun...
malam itu.... ketika dia memutuskan untuk pergi, dia benar benar pergi. sendiri. tanpa mempedulikan siapapun lagi, bukankah sudah tidak ada yang peduli lagi terhadap dirinya.
malam itu... elsa pergi ke singapura. memutuskan untuk kuliah disana. dimana sebulan kemudian papanya menyusul, meski awalnya elsa kecewa papanya tidak mau jujur sejak awal tapi penjelasannya membuat elsa mengerti sebagai seorang ayah yang menjaga perasaan anaknya. jadi elsa memaafkan.
mamanya beberapa kali mengabarinya dan berkunjung ke singapura. mamanya sempat berkata... semua temannya mencarinya termasuk... yobi... elsa bersyukur mamanya tidak membocorkan apapun.
lucu memang, elsa pikir elsa yang akan di tinggalkan oleh levita yang akan menikah dan debby yang akan ke aukland tapi ternyata dia yang menjadi orang 'yang meninggalkan' bahkan kepergian debby bisa di cegah oleh rossy. jadi sebenarnya yang jahat itu siapa?
4 tahun setelah dia kabur dari rasa kecewanya, saat itu dia berani menghubungi levita dan debby. meski awalnya shock semuanya kembali membaik seperti semula. tanpa diduga keluarga levita harmonis dengan seorang bayi laki laki. dan debby... yaampunn siapa yang percaya dia bertunangan dengan rossy, kakak almet birunya dulu.
awalnya semua baik baik saja bahkan elsa bisa berkuliah sambil bekerja di singapura. tapi saat elsa keluar dari pintu sidang tesis nya dia mendapat kabar, pesawat penumpang menuju Australia mengalami kecelakaan setelah lepas landas 12 menit kemudian.
elsa ambruk seketika, papanya sedang pergi.... ke Australia... untuk urusan bisnisnya.... dan seminggu kemudian semua penumpang di pastikan tidak ada yang selamat. kali ini elsa yang di tinggalkan oleh orang yang baru menemaninya di singapura 6 tahun terakhir, sudah cukup mereka berpisah tapi akankah itu menjadi perpisahan yang kedua... sekaligus yang terakhir.
setelah cukup dengan semua yang dialaminya. elsa kembali, dia sendiri yang ingin kembali. saat baru tiba di bandara dan menaiki taksi matanya tidak lepas dari jalanan kota jakarta yang 7 tahun lalu di tinggalkannya. lalu dia menyuruh supir taksi itu berhenti di sebuah taman yang ramai, terdapat air mancur di tengah tengahnya. yang menarik perhatian elsa.
dia mendekati air itu... seperti... suasana dingin air hujan yang jatuh kala itu, rasanya... masih baru kemaren semuanya terjadi.
membuatnya kembali dalam penyesalan. elsa kembali memasuki taksi dan tanpa diduga mulutnya mengatakan untuk taksi itu bergerak ke sma dua lima.
elsa melihat pagar sma dua lima terbentang dari kejauhan. elsa tetap di dalam mobil, tidak berniat untuk turun dan mengingat semuanya kembali tapi dari tempatnya ia melihat anak anak bermain basket. tentu saja ini masih jam sekolah, jam 10 pagi di hari kamis yang cerah.
melihat pemandangan itu... bohong jika elsa bisa melupakan semuanya begitu saja. lebih lebih senja sore itu... saat yobi hendak pergi ke kalimantan dan.... menghabiskan langit jingga di bawah naungan sma dua lima. di lapangan basket kala itu yang hanya ada mereka dan senja sore dengan langit jingga. yobi mengajarinya bermain basket. mereka tertawa dan bahagia.
tapi mengingat itu semua kenapa semuanya terasa sakit? air mata itu lagi lagi kembali jatuh. dia yang memutuskan untuk pergi dan dia pula yang sepertinya paling menyesal. tidak .... tidak seperti itu sebenarnya
"yaampuuunnn elsa!!! gue hubungin dari tadi... udah nyampe mana sih? kapan landingnya"
elsa tersenyum mendengar suara gaduh debby seperti biasa "gue udah menuju apartmen yang lo siapin. thanks ya untuk semuanya.... nggak tau lagi deh gue harus gimana buat makasih sama lo"
"ck, berhenti ngomong gitu... kenapa nggak nyuruh gue jemput lo? gue free juga... borring di kantor mulu. lo juga di suruh kerja sama gue nggak mau..."
"gue nggak mau lewat jalur nepotisme deb, sorry..."
"halah..." ledeknya tidak percaya "jadinya lo keterima dimana?"
"lusa gue tanda tangan kontrak sama PT. BUMI COMPANY.."
"SERIUS LO MAU KERJA DISITU??"
suara panik debby membuat elsa aneh "iya... kenapa?"
"nggak apa apa sih yaudah good luck! entar sore gue sama levita udah janjian ke tempat lo"
"oke, gue tunggu..."
setelah sambungan telvon itu terputus, elsa menyuruh supir taksi itu kembali berjalan sambil masih memperhatikan sma dua lima yang hampir tidak ada yang berubah. hingga pandangannya berubah ke gedung gedung lain.
*****
yobi memandangi foto itu... sebuah figura yang terdapat 2 anak remaja mengenakan seragam pramuka langkap dengan atributnya. cewek itu berpose imut dan cowok di belakangnya meletakkan dagunya di pundak cewek itu sambil melihat aneh ke arah cewek itu.
itu foto dirinya dan elsa saat camping dan menjelajah ke atas pegunungan hingga menemukan hamparan bunga bunga yang indah.
Brakk!!!
seseorang membuka pintu ruangannya tanpa permisi. itu evans. salah satu teman yang jadi karyawannya lewat jalur pertemanan. dan dia sama sekali tidak ada akhlak. evans dan jevier bekerja dengannya lewat jalur undangan
mandiri pertemanan.
melihat kehadiran evans yobi buru buru menutup laci mejanya yang terdapat foto rahasia yang masih dia simpan hingga sekarang tanpa siapapun ada yang tau, harapnya.
"sorry sorry... nggak keburu gue yob." ucapnya sambil melihat jam yang melingkar di tangannya "lift lama banget, terpaksa naik tangga dari lantai 5 demi tanda tangan lo yang sok penting ini. 10 menit lagi gue rapat. ampuunnn deh, di kejar waktu terus gue kerja sama lo.... tolong dong buruan..."
seandainya evans tidak menggunakan kata 'tolong' sudah yobi buang berkasnya. mengagetkan orang yang melamun itu dosa.
"denger denger PA lo baru... waahh... mantan sekretaris direktur perusahaan elite singapore bro, nggak niat move on lo... 7 tahun lo jomblo!"
"nggak minat!"
"yaudah kalo oke gue sikat"
"terserah!"
sebelum evans pergi, sekretaris ayahnya kembali datang dan mengatakan personal asistent itu akan bekerja mulai besok.
*****
elsa cukup berpengalaman menjadi sekretaris. ibu cho, atasannya dulu memperlakukannya layaknya anaknya sendiri. karna beliau teman papanya. itu alasan elsa karirnya begitu melesat di negri singapura.
tapi ternyata semua yang akan diawali dengan hal baru memang cukup membuatnya sedikit nervous. mamanya yang sekarang menetap di vietnam memberinya selamat dan semangat atas pekerjaan barunya. bahkan debby bersedia mengantarnya ke perusahaan barunya.
"are you ready??" teriak debby dari mobil ferrarinya melihat kehadiran elsa di depan apartementnya.
"i'm scared... i don't know why?"
debby hanya tersenyum mendengar jawaban elsa. ya seharusnya elsa memang harus merasa takut.