
Debby memperhatikan tulisan 'GELANGGANG OLAHRAGA' di seberang jalan. terdapat beberapa kelompok cowok bermain olahraga pilihan masing masing seperti futsal, basket, badminton de el el deh.. dan yang pasti beberapa dari mereka di temani cewek yang 80% kemungkinan adalah pacar mereka.
mata Debby teralihkan oleh seorang cowok dengan penutup Hoodie yang memegang skate board "waauuwww...." gumamnya sambil menggigit bibir bawahnya "bahkan gue gak pernah tau cowok akan terlihat keren saat bermain skateboard hanya dengan jeans belel dan Hoodie nya??!!!"
Levita Memandang ke arah pandang Debby sambil menyipitkan matanya, Elsa tetap fokus dengan laptop di depannya, terlihat sedikit... sibuk.
mereka duduk di kursi memanjang yang saling berhadapan. beberapa kursi berjajar memanjang di samping mereka. teduh! ada beberapa pohon besar yang berjejer di setiap pinggir jalan. mungkin pohon pohon tersebut akan membuat pasukan orange bekerja ekstra
tempat nongkrong paling asyik sepertinya, lebih lebih free WiFi dengan beberapa stand penjual cemilan dan minuman. di sampingnya terdapat kantor polres, semakin membuat suasana terkesan jauh lebih aman. tempat yang paling sering di jadikan mahasiswa mengerjakan tugas kuliah. terletak di kawasan kompleks perumahan Debby, kawasan elite para punggawa pengusaha.
cowok yang di perhatikan mereka melepas Tudung Hoodienya lalu duduk dan meminum floridina dingin di tangannya. mata Levita melotot...
"deb... itu...." tunjuk Levita dengan tangannya sambil mengangkat dagunya.
"kalo gue bilang tetanggaan sama kak Rossy pasti kalian bakalan kaget?!" Debby tampak tenang mengatakan hal itu berbeda dengan Levita yang kaget melihat keberadaan kak almet biru-nya debby
"dan Lo lebih kaget karena baru tau!" tebak Levita. Debby tersenyum
"awalnya! pertama kesel sih, kok gue baru tau di kompleks gue ada pangeran Wendy candy abad ini he's like a star..." Debby melihat ke arah Rossy yang duduk dengan kakinya yang sibuk memainkan skateboard nya lalu ia menoleh ke arah Levita lagi "the real star...."
"kok Lo kelihatan gak semangat gitu sih?! bukannya bagus ya deb?! Lo gak perlu lagi melewati jalur pdkt yang ilegal kayak waktu itu..." Levita mengaduk minumannya lalu menyeruputnya. memperhatikan Debby yang menopang dagunya ke meja
"males ah lev.... dia seperti bintang yang sangat sulit gue gapai... terlalu tinggi... terlalu jauh.... nyerah ajalah gue...."
Levita tersenyum melihat semangat 45 Debby yang biasanya berkobar "kenapa??? baru sekali aja perangnya masa udah nyerah....?!"
"dia gak suka bocah yang katanya baru netas di SMA. kata mbak erika__tunangan melvin__ yang naksir dia tuh beuuhh se Antero kampus. so, gue ngalah karena gue tau gue bakal gagal. malah dia terang terangan lagi bilang gue childish. ihhh kesel gue sebenarnya..."
"jadi dia suka sama cewek mature??"
"sepertinya begitu.... udahlah bodoh' amat!"
"eh eh... kalian ada yang masih nyimpen file naskah drama Cinderella yang bahasa Inggris gak?!" Elsa melihat Debby dan Levita bergantian "Rohit minta nih katanya buat anak bahasa?"
"pasti mau di pake acara pensi entar... gak kreatif banget sih?! masa mau make bahan yang udah di tampilin kelas kita di acara classmeeting?!"
"CK.... kayaknya nggak deh deb... entah apa yang mau di lakuin anak bahasa kelas 10?!"
"di gue ada El tapi flashdisk nya ada di rumah. entar deh gue kirim. itu pun kalo gak....buru.... buru..." levita memelankan kalimat terakhirnya, matanya fokus kebelakang Elsa. lalu ia menyikut Debby dan memberi kode dengan ekor matanya, bibirnya berdesis pelan seolah ingin memberi tahukan Debby tapi Debby tidak mengerti.
Elsa menoleh ke belakang dan mendapati seseorang yang sedari tadi jadi objek bahasan Levita dan Debby tampak berjalan ke arah mereka. "itu.... kak Rossy Lo deb...." bisiknya
Debby menoleh dan pandangannya bertemu dengan mata Rossy yang juga tengah menatap ke arah mereka "kak Rossy Lo...??? sejak kapan El, dia jadi hak milik gue...." Debby tertawa kecil.
"one.... two...." Levita menghitung lirih langkah kaki Rossy "dia pasti mau nyamperin Lo deb..."
"kiamat! bakal kiamat kalo dia nyamperin gue...."
"five...." langkah Rossy semakin mendekat "six...." Debby tidak menggubris karena dia tau itu mustahil "seven...." Rossy mendekat tapi langkahnya menuju ke stand minuman.
Rossy melihat ke arah Debby cs, Debby cuek... bisa bisanya dia kali ini cuek melihat university crush tengah memandangnya.
"deb... dia liatin Lo tuh! gak mau nyapa!??" bisik Elsa. Debby memandang ke keberadaan Rossy tapi cowok itu malah mengalihkan pandangan dan melangkah menuju....
"sorry lama ya..." Rossy duduk. duduk di samping Elsa cs dimana terdapat seorang cewek yang sedari tadi memang nampak menunggu seseorang. cewek itu Ter senyum lebar.
"gak lama kok..." Levita terkekeh mendengar jawaban cewek itu. jelas jelas cewek itu sudah menunggu lumayan lama tapi berbohong demi image depan Rossy.
"munafik gak sih gue bilang...." bisik Debby ke kedua sahabatnya. Elsa tersenyum sedangkan Levita harus menutupi mulutnya dengan tangan karena arah pandangnya yang dapat di tangkap oleh kedua orang di depannya
"ekhem!!" ketiganya menetralkan keadaan dan suara mereka agar tidak terkesan teralihkan oleh keberadaan dua orang di samping mereka.
"Wildan yang mana nih?!" tanya Elsa pasalnya kenalan mereka yang namanya Wildan ada dua. Wildan sekolah mereka dan Wildan dari SMK anak RPL
"Wildan yang pas ultah Debby pake dress code putih putih yang kata Debby langsung di vonis sebelas dua belas sama Chanyeol EXO!"
"kenapa dia??? nolak cewek depan gerbang sekolah lagi?" kejadian yang membuat sekolah gempar waktu itu, pasalnya cewek yang di tolak anak kepala sekolah di SMA elite. Wildan.... salah satu penghuni 11 IPS 2 yang kata Debby sekumpulan cogan berkumpul massal disana
Levita nyeruput minumannya lalu dengan terburu buru dia menyahuti Debby "bukan... dia kemaren nyumbang piala buat sekolah. lomba debate bahasa Inggris di Singapore!"
"Lo update dari mana lev?? perasaan gue deh yang sering update terlebih Wildan udah lama gak keliatan muncul disekolah!"
"iya dia training di Singapore sebulan sebelum ujian kemaren. gue gak sengaja sih liat postingan Ig sekolah dan ucapan group angkatan barusan!"
"pantes.... hp Debby kan lowbat, jadi dia kurang update! bukannya dulu Lo bilang Wildan tipe Lo banget deb..." goda Elsa sambil tersenyum menggoda Debby, begitupun Levita. Debby melihat kedua sahabatnya tidak percaya, kapan dia ngomong begitu??? apakah itu hanya topik buat memancing Rossy di sebelahnya???
"tipe manusia bisa berubah ubah seiring perubahan iklim guys..." Debby melirik Rossy sekilas yang tampak tidak menggerakkan bolfen di tangannya lalu ia menatap Elsa dan Levita bergantian "sekarang gue sih sukanya cowok yang punya kumis tipis, janggut tipis, pokoknya serba tipis tipis deh... tapi asal jangan berkantong tipis aja!"
Debby berkata tanpa dosa yang mampu membuat kedua sahabatnya tertawa, mereka tau Debby tengah bercanda dengan mode serius. ternyata bukan hanya mereka yang tertawa. Rossy nampak memalingkan wajah menahan senyumnya mendengar pengakuan Debby.
lalu Rossy kembali menulis sesuatu sambil menunduk masih menahan tawanya. cewek di depannya terlihat bertanya kenapa, Rossy yang tampak sedikit gelegapan di tanyakan seperti itu hanya mengatakan "nothing!". jujur saja... sejak bertemu Debby pertama kali membuat hari harinya menjadi se aneh cewek itu akhir akhir ini.
dan pertemuannya kali ini di gelanggang olahraga tanpa sengaja dengan cewek aneh itu menemukan sisi lain hidup debby yang sepertinya memang hanya penuh humor.
fokus Elsa cs teralihkan dengan kedatangan mobil yang berhenti tidak jauh dari mereka. mulut Levita menganga, matanya membulat seketika dia tampak sedikit panik melihat pengemudi mobil itu lewat kaca mobilnya yang transparan. Elsa dan Debby melihat juga ke kedatangan mobil itu lalu Elsa menutupi mulutnya dengan tangannya. pengemudi mobil itu turun dan.... seorang wanita berjalan di sampingnya.
"oh my God....!!!" gumam Debby lalu ia melihat Levita yang tampak meringis dan berusaha menutupi wajahnya dengan novel di tangannya "kok di tutupin sih lev...?? biarin, biar dia tau kalo sebenarnya Lo tau dia selingkuh"
"bodoh' gue gak peduli mau dia selingkuh mau nikah sekalian sama cewek itu gue halal BI halal deh di rumah... makasih udah bebasin gue dari perjodohan laknat itu"
"lah iya kalo gagal perjodohannya kalo tetap lanjut??? mau Lo bekas banyak cewek? syukur syukur gak dimadu Lo!"
"iih mulut Lo tuh deb..." Levita tampak kesal dan tetap menutupi wajahnya, kali ini dengan tasnya yang sedikit besar. Rossy memperhatikan ke anehan tingkah mereka.
2 orang yang baru turun dari mobil itu berjalan bersisian, Debby dan Elsa melihat cowok itu tajam... jas yang tersampir di lengannya dan ia menggulung kemejanya hingga ke siku, dasinya sudah tampak longgar. penampilannya pun sudah berantakan
Elsa berusaha menarik tas yang menutupi kepala Levita "lev... ingat, apa yang udah Lo korbanin karena Lo udah di doktrin dengan perjodohan dan harus menikah dengan cowok itu??? Lo nolak irzan pas pelulusan SMP, demi siapa coba??? dan ketika Lo berusaha menjaga diri Lo baik baik cowok itu malah seenaknya jalan bareng sama beberapa cewek?"
"gue gak masalah, gue gak apa apa! gue gak cinta sama dia,,, jadi biarin aja lah!"
"sampai kapan??? Lo yang labrak atau kita yang bikin kacau mobil dia..."
"iiihh kalian tuh ya.... gue hanya gak ingin ketemu sama dia. males banget sumpah!!!"
"kamu disini!!!!" Elsa, Levita dan Debby menoleh. iya, cowok itu tengah berdiri di samping mereka bersama seorang wanita dan itu bukan sebuah tanda tanya tapi tanda seru. Levita bergumam 'mampus!'. Rossy melihat ketiganya sambil mengangkat sebelah alisnya heran.
Elsa dan debby menatap tajam cowok itu. bisa bisanya cowok itu nyamperin Levita tanpa tanda rasa bersalah karena bersama perempuan lain?! Levita berdecak, kenapa coba dia harus bertemu di gelanggang olahraga sekitar kompleks Debby???
ini pertama kalinya Debby merasa masalah ada kantor polres di sekitar rumahnya, masalahnya dia tidak bisa mengacau apapun terhadap orang yang sudah berani hianatin hubungannya dengan sang sahabat walau sebenarnya dia tidak tau hubungan mereka tapi bukankah sudah jelas kalo mas calon CEO Levita adalah playboy berkelas setelah beberapa kali terlihat dengan cewek berbeda. bukan rekan bisnis biasa kan???
Elsa menarik nafasnya lelah. perasaan muak jelas tergambar di wajahnya. ponselnya bergetar lalu ia mengambil ponsel yang tergeletak di atas meja, membuka pesan yang baru masuk
mama
sayang mama sudah balik ke Indonesia. kalau bisa pulang ke rumah ya secepatnya....
Elsa menarik nafasnya panjang lalu meletakkan kembali ponselnya ke atas meja. ia memperhatikan Levita dan calon suaminya yang saling berpandangan, ia juga melihat Rossy yang menghampiri Debby.
lalu Elsa melihat suasana matahari yang sudah akan tenggelam, sore yang berubah menjadi warna jingga di gelanggang olahraga.