
"*happy white day babe!!!"
"mau hadiah apa*???"
dua pesan Elsa dari kemaren tidak ada yang di balas oleh yobi. aneh. biasanya cowok itu langsung gercep tiap kali membalas pesan Elsa.
Elsa mengetuk ngetuk sisi ponselnya dengan jari telunjuk. kelas les matematika hari itu jadi sedikit membosankan. memikirkan yobi. jatuh cinta memang menyebalkan. tergantung konsepnya mencintai. jangan buat lupa mengucapkan selamat tidur saja jadi masalah itu sudah pondasi keribetan yang di buat sendiri.
hari ini 14 maret__white day. tidak begitu penting sebenarnya, hanya tradisi Jepang yang sudah jadi tradisi couple internasional. dimana cowok yang menerima coklat di hari valentine akan mendapat hadiah balasan dari ceweknya di hari white day.
saat kelas selesai, Elsa sedikit terburu buru karna Arik mengiriminya pesan untuk menjemputnya. cowok itu menjadi pengganggu belakangan ini. selalu saja mengirimi Elsa pesan dan mengajak bertemu. dan barusan Debby mengiriminya pesan pula kalau Arik menanyakan tempat lesnya dan... Debby memberi tahunya, keceplosan katanya. Debby kalau bicara memang kurang di filter.
bahkan Elsa sempat menjatuhkan bolfen dan bukunya saking tergesanya. bukan ide yang baik jika Arik benar datang. dan apa yang di lihat Elsa sekarang??? Arik sudah bertengger di atas motornya sambil melambaikan tangan pada Elsa. rasanya Elsa mau balik kanan saja tapi....
"pulang sekarang???"
iya tapi gak bareng Lo juga!
"ya udah ayo, gue anter. gak ada yang jemput kan?" Elsa tetap diam. salahnya dia, sungguh salah nebeng Levita hari ini. dan kelas anak itu berakhir lebih awal.
"g-gue..."
Arik turun dari motornya dan menarik tangan Elsa. saat Arik sudah kembali menaiki motornya tiba tiba ponsel Elsa berdering...
nama 'my boy' tertera disana....
video call!
argh...
Elsa menggigit bibirnya, tampak menimang nimang sesuatu. dan dia memutuskan untuk tidak menjawab panggilan yobi, memilih menaiki motor Arik yang membuat cowok itu tersenyum.
Elsa ingin cepat cepat pulang dan menghubungi yobi. kemana saja dia tidak menjawab pesan pesan nya tapi menerima panggilan video call sekarang bukan pilihan yang tepat sepertinya. Arik ada disana, Elsa hanya tidak mau yobi menanyakan banyak hal tentang Arik.
Elsa memberi sekat tas antara dirinya dan Arik. seperti sengaja di perlambat, motor melaju dengan kecepatan ringan. tapi jantung Elsa berada dalam detak yang tidak seringan itu, ponselnya terus saja berdering.
akhirnya motor yang bagi Elsa seperti kecepatan siput itu tiba di basement apartemen. Elsa mengucapkan terima kasih dan tidak ada tawaran untuk mampir. Elsa melihat kepergian Arik dan langsung menerima panggilan yobi, kali ini bukan vc. kenapa tidak dari tadi saja panggilan audio nya??
"halo!!"
"dimana??" ucap yobi terdengar dingin.
"apartemen!"
"habis les?" Elsa bergumam Hhmm "baru pulang??"
"iya!"
"sa**ma siapa??"
"berangkatnya bareng levita!"
"terus...."
Elsa menggigit bibirnya kuat, jangan sampai cowok itu punya insting yang tajam. bisa kacau kalo cowok itu tau Elsa habis di antar pulang cowok. cuma teman, cuman salahnya Elsa tidak bilang lebih awal. mau bilang??? gak akan di ijinin. mau nolak Arik??? rasa kasihan Elsa masih ada setelah apa yang dia lakukan dulu.
"gak usah gigit bibir bisa gak??"
"hah???"
"gak usah di buletin gitu bibirnya makin mirip buah Cherry. pengen cepet cepet aku makan cherrynya!"
"kamu bisa liatin aku sekarang??" yobi terdengar terkekeh "lagi di mana sih??" Elsa mencari cari sosok keberadaan yobi. cowok itu tidak lagi memberinya kejutan seperti di film film kan??
Elsa melihat ke sekitar dan.... dia sudah melihat yobi bersandar di rubiconnya sambil memutar kunci mobil dengan jarinya dan sepertinya cowok itu menggunakan airpods saat sedang menelfon Elsa.
"apa yang biasa di lakukan seseorang ketika udah cukup lama gak ketemu sama pacarnya???" ucap yobi sambil tetap menatap Elsa, memperhatikan senyum cewek itu yang langkahnya terayun menghampirinya
"aku kurang tau... apa yang biasa mereka lakukan??"
"biasanya seorang cowok akan mendapatkan back hug and taste her lips!!" ucapnya sambil tersenyum penuh makna.
"bagaimana cara melakukannya???" Elsa berdiri di hadapan yobi dan menurunkan telfonnya dari telinganya "maaf... aku kurang pintar melakukan hal seperti itu" yobi tersenyum dan mengacak rambut Elsa
"mau ku ajari??" tanyanya sambil merengkuh pundak Elsa dan membawanya menuju lobi, memencet lift dan memasuki apartemen.
"siapa barusan yang nganterin kamu??" tanya yobi saat mereka baru menutup pintu apartemen.
"Arik. temen SD!"
"gak ada yang mau kamu jelasin??" tanya yobi tanpa tekanan, bicaranya sangat santai
Elsa memejamkan matanya sambil meremas tali tasnya "gak sengaja di anterin. intinya dia bukan apa apa. jangan terlalu di pikirin. Debby gak sengaja kasih tau tempat less. gak ada cowok lain selain kamu, oke?"
yobi berdecak, masalahnya bukan begitu "kenapa gak bilang mau di jemput dia? pake acara gak angkat telfon ku lagi" Elsa tidak menjawab, dia memilih meletakkan tas nya dan pergi ke kitchen set "aku gak se posesif itu jika kamu takut aku melarang mu untuk pergi bersama teman cowok kamu!"
"maaf!" hanya itu yang bisa Elsa ucapkan. "mau omelette?? aku bikinin!" tawar Elsa agar cowok itu tidak membahasnya lebih jauh. yobi mengangguk dan duduk di stool depan bar "kemaren bilangnya pulang lusa kok tiba tiba..."
Elsa tertawa. yobi dan perasaan kesalnya.
yobi memperhatikan Elsa yang membuka kulkas dan mengambil telur, daging asap, keju cheddar, yoghurt dan bahan lainnya "serius nanya kok gak ngabarin pulang hari ini?"
"sengaja mau bikin kejutan Sampek aku suruh Yudha dan krystal jangan upload apapun ke sosmed, biar gak ketauan sama kamu" yobi menghampiri Elsa yang sedang mengocok telur bebas
"makasih udah selalu mau bikin aku senang!" Elsa meletakkan tangannya di dada, pandangan matanya seolah terharu
yobi memeluk krystal dari belakang "kamu prioritas aku, bahagiain kamu akan jadi rutinitas buat aku. tapi makasih nya gak cukup gitu aja!"
krystal mencincang bawang bombai kasar "terus??"
"kan kamu sendiri yang nge chat nanyain pengen hadiah apa aku?" yobi mencium pelipis Elsa, membuat Elsa sedikit kesusahan saat mengiris tipis jamur kancing kaleng
"oh iya ya?" ucapnya sambil memutar badannya menghadap ke yobi, membuat cowok itu memilih memeluk pinggangnya
"lain kali gak usah nanyain cowok pengen hadiah apa? bahaya." ekspresi yobi kala mengucapkan hal itu membuat Elsa gemas sendiri
"kenapa?" tanyanya tersenyum sambil melingkarkan kedua tangannya di leher yobi dan saling menautkan tangannya sendiri.
"pasti mintanya yang aneh aneh!" ucap nya sambil mencium bibir krystal sekilas "aku pikir kamu gak se polos itu. ahh jadi pengen ngajarin yang sesat..." ucapnya sambil tertawa membuat Elsa mencubit pinggangnya.
mereka terdiam beberapa saat saling berpandangan. kemudian jemari Elsa bermain di wajah cowok itu dan berhenti di bibirnya "i feel better now cause you're beside of me!"
"aahh jangan confess dong babe!"
Elsa tertawa "sengaja. sesekali flirting-in kamu!"
yobi menyipitkan matanya sambil berkata "bisa gemes gitu sih buah Cherry nya"
"Cherry apa?"
"bibir kamu kayak buah Cherry. mungil. jadi suka buah Cherry, gigit ahhh!"
cup!
yobi mencium bibir Elsa, kemudian melepasnya menatap cewek itu seperti menahan greget. kemudian ia mencium bibir Elsa lagi dan melepasnya, mencium sambil ********** halus kemudian melepasnya lagi begitu seterusnya hingga Elsa tertawa dan menyudahi permainan mereka. dan melanjutkan membuat omelette.
bau harum mentega menguasai ruang dapur dengan omelette isi paprika di meja makan. mereka makan bersama sambil mengobrol banyak hal selama mereka LDR seminggu.
setelah selesai mencuci piring Elsa pamit buat mandi dan yobi berakhir duduk sendirian di sofa depan televisi, tidak ada kerjaan yobi berinisiatif untuk memiringkan ponselnya, apa lagi? main game. kedua tangannya ia topang ke kedua sikutnya yang kakinya ia naikkan ke atas sofa.
Elsa kembali sambil menepuk nepuk pipinya dengan kedua tangannya. ia duduk di hadapan yobi sambil memperhatikan cowok itu. yobi tampak asyik dengan permainannya yang tampak begitu tenang. lama di cuekin Elsa pun cemberut.
"katanya kangen tapi asyik nge game?!"
"nanggung babe, bentar!"
ponsel Elsa berdering dan ternyata Debby. cewek itu bilang berantem lagi sama maminya.
"ya udah kesini aja!" ucap Elsa yang membuat yobi melihat sekilas tapi fokus lagi dengan ponselnya yang tetap miring.
"siapa?" tanya yobi setelah Elsa meletakkan ponselnya lagi
"Debby mau nginep sini!" ucap Elsa sambil masuk ke dalam tangan yobi yang sedang bermain ponsel. cowok itu memeluk Elsa dari belakang sambil tetap memainkan game di depan perut Elsa dan menjatuhkan dagunya di pundak Elsa
"wanginya candu!" komentar yobi sambil tetap dengan permainannya. Elsa tidak menjawab. dia malah ikut ikutan menyentuh layar ponsel yobi asal agar cowok itu cepat kalah mainnya "Jan ganggu babe!" ucapnya sambil mengangkat ponselnya ke atas kepala Elsa dan melepas back hug itu.
melihat hal itu, Elsa berbalik dan mengalungkan lengannya ke leher yobi "masih mau lanjut game nya?" ucapnya seperti sebuah tantangan. nafas Elsa yang sesegar bau mint menerpa pangkal hidung yobi. membuat cowok itu terdiam sebentar lalu menyerah dan melempar ponselnya ke samping.
melihat yobi berhenti main game, Elsa menurunkan tangannya dari leher yobi dan turun dari pangkuan cowok itu untuk duduk di samping yobi "yang tadi ganggu main game, sekarang tanggung jawab!" ucap yobi sambil mendesak tubuh Elsa.
Elsa tertawa. langkahnya menghentikan ide yobi main game karna di cuekin sepertinya salah. cowok itu semakin mendesak tubuh Elsa hingga dia terbaring di sofa panjang itu. Elsa meletakkan kedua tangannya didepan dada sebagai penyekat antara mereka berdua. yobi memandangnya sambil mengelus pipi Elsa.
lalu...
"YOBI LO DISINI LAGI???" suara cempreng Debby membuat mereka menoleh bersamaan. Elsa mendesak yobi agar segera bangun.
"ya ampunn gue yang di tuduh playboy tapi Lo yang bandar 18+!" itu suara jevier, ada jevier berdiri di samping Debby.
"kalian...??" ucap Elsa memperhatikan Debby dan jevier heran.
Debby langsung duduk di dekat Elsa "jangan curiga sama gue, harusnya gue yang wajib curiga sama Lo. ya ampunnn adegan apaan itu tadi?" jevier tertawa mendengar hal itu.
yobi melihat Elsa "babe, aku suka semua hal tentang hidup kamu kecuali sahabat kamu ini" yobi beralih menatap Debby yang me melototkan matanya
"eh gue bisa ya hasut Elsa buat mutusin lo. jangan macem macem Lo sama gue!" ancam Debby yang membuat yobi mencebikkan bibirnya terhadap cewek itu
kemudian yobi menatap jevier "kok lo bisa bareng Dia?"
"mungut di jalan yob, kasian jomblo gak ada yang nganterin" Debby mendelik ke arah jevier yang tidak terlalu di perhatikan olehnya " Lo kapan balik?? gercep banget ngapelnya!"
"seminggu berasa sewindu jev...!"
"heleh... heleh..." cibir Debby