
seminggu! sudah satu Minggu topik hangat SMA dua lima beralih ke seorang siswi baru. murid baru itu benar benar viral kepindahannya. how not??? dia pindahan dari salah satu internasional school paling bonafit se jabodetabek. semua orang tau tidak mudah memasuki sekolah tersebut yang biasanya hanya menerima siswa siswi asing, 0,5% untuk siswa pribumi yang ada disana.
dan cewek baru itu lebih memilih untuk pindah ke sekolah Nasional biasa yang setiap Senin wajib melakukan upacara bendera.
layaknya makhluk alien dari planet Jupiter mendarat ke bumi, gambaran seorang krystal saat ini. murid baru yang.... cantik. dan kulitnya... putih, sangat putih. di sekolahnya dulu dia di juluki snow pearl karna alasan kulitnya sangat putih untuk orang Asia pada umumnya.
ya, hari pertama masuk dia sudah menjadi pembicaraan karena berangkat bersama Yobi dan di hari kedua dia berangkat bersama Yudha. di hari ke tiga dia mencuri perhatian karena perdebatannya dengan sang ketua OSIS di tengah tengah lapangan
berbagai masalah seolah datang silih berganti sejak kedatangan krystal ke SMA dua lima dan itu semua hampir bersangkutan dengan kelas 11 pada umumnya.
hari ke-7 krystal lagi lagi berdebat dengan Ruby di ruang OSIS hingga terdengar ke luar ruangan
"harusnya lo pinter... rambut gue emang pada dasarnya blonde sejak lahir. yang jelas ini bukan faktor albinisme tapi karna faktor genetika familial..."
"gue perlu bukti kalo itu faktor gen. menurut analisis mtdna dan kromosom y rambut blonde terdapat di suku kalash, Asia tengah, suku aborigin dan beberapa negara Eropa sementara Lo???" Ruby meragukan rambut krystal yang pirang alami. masalahnya di SMA SMA Jakarta kewajibannya semua siswa berambut hitam dilarang keras mengecat rambut.
krystal memegang kepalanya frustasi "sumpah ya... Lo cowok paling ribet yang gue temuin. Lo tanya aja deh sama Yudha dan yobi, dari orok rambut gue emang blonde bukan karena sentuhan bahan kimia" krystal meninggalkan ruang OSIS dengan membanting pintu sangat keras sambil berteriak "racist!!!"
the real baddass!!!
ketika jam istirahat krystal menemui Yobi di kelas MIPA 2, dia sudah cukup frustasi beberapa hari bersekolah di sekolah itu. niatnya dia pindah untuk healing, ya... healing yang sebenarnya menurut dia pergi ke sekolah dengan diam, tenang dan istirahat. tapi beberapa kekacauan tidak logis menghampiri kepindahannya.
"heh!!!" panggil krystal sambil menimpuk kepala Yobi dengan buku paket. yobi yang tiduran di bangku langsung melihat kehadiran krystal dengan malas. cewek itu duduk di bangku ardi__disamping Yobi
"apa lagi sih??" yobi wajahnya sudah kusut dengan kehadiran krystal
"Lo jelasin dong sama manager siswa belagu itu!!!"
yobi mengacak rambutnya frustasi "manager siswa siapa?"
"itu ketua organisasi yang me manage siswa, apa sih namanya...??? oasis!!!"
yobi memutar bola matanya malas, Debby yang memperhatikan mereka sedari tadi sudah tertawa "OSIS o'on!" kata Yobi malas "Lo cari masalah lagi sama dia??? Lo bisa tenang gak sekolah disini?"
"gue udah menghindar ya dari dia tapi dia manggil gue ke ruang organisasinya. dan mempermasalahkan warna rambut gue. jelasin dong sama dia kalo rambut gue emang gini sejak jaman purba kala"
"Lo kan tinggal tunjukkin foto balita Lo, ribet amat!"
"malas gue urusannya sama cowok itu. gak mau tau pokoknya Lo beresin!"
ini yang Yobi permasalahkan kalau krystal pindah ke sekolahnya, urusan dia akan bertambah ribet. belum lagi Elsa yang awalnya salah paham terhadap hubungannya dengan krystal. praduga Yobi saja sih Elsa jealous Sama krystal. tapi itu seperti green light buat Yobi deketin Elsa. ya...walau masalah Elsa punya Bryan masih belum selesai.
krystal tersenyum ke arah Debby yang sedari tadi memperhatikannya "Lo sama Yobi___" tanya Debby ragu
"sepupu gue!" potong yobi, sepertinya waktu yang tepat untuk menjelaskan hubungan kekeluargaan itu sekarang sebelum semuanya merembet terlalu jauh
Debby menarik nafas lega sambil tersenyum, melihat hal itu krystal jadi ingin bertanya "kenapa?"
"gak apa apa!" Debby tersenyum lalu berbisik kepada Elsa "tuh El denger, se-pu-pu. just her cousin!" tapi bisikan Debby terlalu nyaring untuk di dengar siapapun yang membuat Elsa melotot ke arahnya. yobi diam diam tersenyum. beneran itu lampu hijau???
"Lo ceweknya Yobi?" tanya krystal to the point. Elsa spontan menoleh ke arahnya dengan ekspresi panik
"ng__"
"soal itu Lo tanya aja sama Yobi..." kata Debby sambil menunjuk Yobi dengan alisnya
"gimana mau jadi pacar gue kalo masih taken sama cowok lain. mana setia banget lagi, gak bisa ngegas nikungnya yang ada ngenes!!" krystal dan Debby tertawa mendengar jawaban yobi
"Lo pasti belum tau kalo Elsa udah putus sama bryan!!"
"apa sih?" protes Elsa padahal sebenarnya dia sudah salah tingkah
"really??" tanya yobi kepada Debby memastikan
"really!!"
senyum Yobi mengembang mendengar jawaban yakin Debby.
"kehidupan SMA Lo ternyata se-tragis ini boy!!!" ucap krystal sambil tertawa. ekspresi ceria Yobi berubah menjadi kusut lagi, seperti butuh di seterika ulang. iya, kenapa Elsa tidak memberi tahunya perihal hubungannya dengan Bryan sudah berakhir. itu kan hal paling penting yang Yobi ingin tau.
"btw kenapa Lo pindah??" tanya Elsa untuk mengalihkan topik pembicaraan
"internasional school tugasnya ampun banget. bayangin... anak SMA udah di suruh bikin skripsi, mengarang esai sebanyak 4.000 kata dalam 2 jam! masih bernafas hari ini Alhamdulillah banget gue!"
Elsa dan Debby tertawa kecil, sepertinya krystal benar benar stress dengan sekolahnya dulu "baik dan buruknya di internasional school???"
"enaknya... gak masuk sekolah gak bakal ketahuan!" krystal tersenyum mendengar seruan kagum dari Elsa dan Debby "dan disana gak pake seragam. koridor sekolah sudah seperti catwalk. sampai cowok cowoknya nih ya CD aja kalo bukan Kelvin Klein atau supreme mereka gak mau pake"
"dan rata rata ceweknya gak mau kalo bukan Victoria secret??" tebak Debby yang membuat krystal juga tertawa.
tawa Elsa dan Debby semakin renyah "ajang pamer fashion branded! Debby banget tuh kayaknya..."
" argh... i fell so confused for everyday!" suara krystal beneran seperti orang frustasi di akhir kalimat.
"iiighhh gila sih... cowoknya pasti keren keren! terus terus gak enaknya??"
"kantin disana hanya menyediakan burger, sushi, salmon, fish and chips. gak ada es teh, es jeruk adanya lemon tea... males banget tiap hari harus makan makanan luar terus gue cuma mau mie ayam cuy... terus kepala sekolahnya selalu bilang 'we don't save MSG in the canteen!" suara krystal di buat mengebass saat menirukan ucapan sang kepala sekolah
"dan sekarang Lo seneng karena tiap hari bisa makan micin??" tanya Elsa sambil tertawa
"oh percayalah yang bikin bodoh tuh bukan micin! dan makanan tanpa micin tuh hambar banget" krystal menggeleng gelengkan kepalanya "iihhh gila semenjak sekolah disini tiap hari gue belinya mie ayam! ya ampunnnn kan jadi pengen..."
"ya udah yuk ke kantin?!" ajak Elsa. mata krystal berbinar mendengar ajakan Elsa. Debby menarik Levita yang sedari tadi hanya membaca manga toon. ke empat cewek tersebut meninggalkan kelas 11 MIPA 2 menuju kantin sambil tetap asyik mewawancarai krystal.
"gue dulu ngambil business hl, economics hl, biology, psychology dan yang wajib PE. pe tuh semacam pelajaran penjaskes gitu.!!!"
"kok Lo ngambilnya pelajaran yang sulit sulit sih krys?"
"soalnya gue pikir itu semua bersangkutan sama jurusan kuliah yang mau gue ambil nantinya!"
"maunya Lo ngambil fak apa??" tanya Elsa sambil sesekali menghindari murid lain yang sedang asyik bersenda gurau.
koridor begitu ramai sekarang soalnya semua guru sedang rapat dan besar kemungkinan meskipun bel berbunyi tetap jamkos.
"hubungan internasional kalo gak berubah. soalnya mood gue cepat banget berubahnya guys!!!"
Debby melihat Ruby, Rohit dan beberapa anak OSIS keluar dari ruang OSIS mengenakan almet OSIS mereka, keren! itu yang ada di benak Debby sekarang.
"kalo internasional school study tour aja katanya naik pesawat ya??" krystal mengangguk mengiyakan pertanyaan Levita.
Elsa sudah kurang fokus terhadap penjelasan krystal pasalnya suara di belakangnya sangat bising. Elsa menoleh buat meriksa keadaan. ada lima atau enam siswa laki laki memainkan kursi putar, mereka mendudukinya dan kaki mereka diangkat seolah main perosotan.
mereka berjajar memanjang ke belakang seperti naik tayo di koridor sambil terus mendorong kursi itu agar rodanya berjalan dengan lajur tanpa di komando tapi....
"AWASS!!!" Elsa berteriak kepada Levita, Debby dan krystal melihat kursi beroda yang di jadikan mainan oleh anak anak itu berjalan dari arah belakang hendak menerobos mereka. bagai gerakan slow motion Elsa menoleh kedepan di mana terdapat Ruby yang berjalan di tengah tengah dengan antek antek anak OSIS di sisi kiri kanannya.
Elsa sudah di pinggir pilar, ia memperhatikan Levita yang juga ke pinggir koridor. Elsa bingung harus menarik siapa dengan pikiran panik kemudian keadaan sudah tidak bisa di kendalikan
Debby terbengong dengan mata membulat tanpa berniat untuk menghindar. kursi putar yang paling depan sudah tidak ada yang mendudukinya. kursi tersebut langsung menabrak krystal dari belakang dan...
BRAKKK!!!
krystal spontan terjatuh kedepan dan tangannya tanpa sengaja meraih almet Ruby yang tengah berjalan di depannya. Ruby yang terkejut dengan dorongan krystal tidak bisa menahan tubuhnya dan dia terjatuh di tindih krystal. Ruby tidak sepenuhnya terjatuh karna kedua tangannya masih menopang tubuhnya di belakang badannya.
sialnya saat itu Ruby menoleh kesamping untuk memeriksa kertas folio yang di pegangnya berhamburan kemana mana saat itulah bibir krystal mulus mendarat di pipi Ruby.
cup!
seandainya... seandainya Ruby tidak menoleh untuk memeriksa folio itu pasti dia bisa melihat ke keberadaan krystal dan menghindari ciuman panik tersebut.
anak anak OSIS yang melihat ke jadian tersebut secara live melotot begitu pun orang orang yang berada di koridor. mendapati ciuman spontan dari krystal Ruby menoleh lagi kedepan, di dapatnya krystal juga melotot tidak percaya. di antara ratusan milyard manusia di planet ke tiga bernama bumi ini kenapa harus dia orangnya???
semua manusia saat ini seperti stuck di detik itu, mereka menghentikan semua aktifitasnya. dan seolah bumi berhenti berputar saat itu.
oh come on! seharusnya salah satu dari mereka__ruby dan krystal__ harus ada yang mengakhiri adegan saling tindih dan kontak mata itu.
tapi...
Ruby mendorong kaki krystal dengan sepatunya "sampai kapan Lo mau begini terus??" Ruby mengucapkannya dengan ekspresi datar
krystal baru tersadar dan buru buru bangkit dari tubuh Ruby. Ruby pun melakukan hal yang sama dan membenarkan almet OSIS nya. tanpa sepatah katapun Ruby berlalu dari hadapan krystal di ikuti cowok cowok OSIS yang tersenyum memperhatikan krystal.
tunggu!!!
krystal tertawa hambar tidak percaya, sejauh ini dia yang meninggalkan cowok di tempatnya bukan di tinggalkan tapi lihat sekarang... Ruby... cowok itu yang meninggalkan krystal lebih dulu.
"Lo gak apa apa kan???" tanya Elsa panik diikuti Levita. Debby masih terbengong di tempatnya.
krystal tersenyum "i'm okay!!!"