Because Of You

Because Of You
26. The Final



Hari ini adalah pertandingan final championship basketball campus (CBC) SMA DUA LIMA akan melawan SMK BINA BANGSA. bina bangsa yang tahun kemaren meraih juara runner up-2 sedikit membuat dua lima tidak percaya diri pasalnya ini pertama kalinya sekolah mereka masuk ke final.


syndrome tegang sedikit menyerang tim inti dua lima namun mereka mempunyai tekat untuk mencetak sejarah baru dalam basket dua lima, medali bergengsi ingin mereka persembahkan untuk sekolah. sang coach tidak menuntut banyak, apapun hasil akhirnya mereka sudah berusaha dan bekerja keras. sekolah sudah mengapresiasi semua kerja tim mereka.


"gue khawatir deh... brian masih gak bales pesan gue!" elsa menceritakan kegundahannya kepada levita dan debby. pasalnya brian sendiri yang mengajaknya berangkat bersama ke final CBC tapi mendadak dia meminta maaf tidak bisa menemaninya.


sejak mengirimi pesan permintaan maaf tersebut brian tidak lagi memberinya kabar. semua kontak brian tidak ada yang bisa di hubungi.


"memasuki bulan ke 2 hubungan emang gitu kali elsa. lo sabar aja... nanti dia pasti dateng dan jelasin sendiri kok"


"lo khawatir sama brian el...?"


"iya bagaimanapun... dia baik...."


"tapi perasaan___??"


"ck... jangan lah bahas ini sekarang!"


mereka pun melangkahkan kakinya ke stadion basket kampus almet biru. saat mereka mulai melangkah mata debby menangkap sosok yang tengah berjalan tergesa gesa.


"bisa gak kak rosy diem dulu, jangan selalu keren... gue mau move ini!!!!" levita dan elsa melihat apa yang tengah di tatap debby. seorang cowok dengan kemeja flanel, outfit hitam, sepatu putih dan tas tabung. "gue bisa pingsan disini nih liat mahasiswa crush damage nya parah banget...."


"gue gak mau hari ini jadi stalker crush lo itu..."


"gue udah nyerah lev, kak rosy tuh jangankan bales pesan gue, ngeread aja gak pernah. mahal berkelas pokoknya lah... gue dah nyerah tapi kalo jodoh gue akan terima!"


obrolan mereka terhenti saat sudah memasuki venue pertandingan. pertandingan pun akan dimulai. suara riuh penonton menggema di seantero stadion. hari ini debby tidak berteriak seperti biasanya jika melihat anak basket yang wajib basah keringat menurutnya. debby terus saja memperhatikan rosy yang sudah memakai almet birunya.


Difance yang di bangun sma dua lima pada awal pertandingan goyah dan untungnya peluang tersebut tidak di eksekusi dengan maksimal oleh smk bina bangsa karena itu mereka hanya mampu mencetak dua angka melalui sang playmaker.


permainan dua lima mulai membaik di kuarter berikutnya mereka bermain lebih sabar dengan mengandalkan fast break. strategi tersebut membuahkan hasil, dua lima mampu menyamakan kedudukan lewat lay up dari the guard.


namun permainan kembali mulai mengendur di kuarter ketiga, kesempatan tersebut mampu di maksimalkan oleh smk bina bangsa untuk leading 8-4 melalui aksi sang forward.


permainan semakin panas setelah kelihatan siapa yang akan over. namun...


CELAKA!!!


yobi yang tadi berhasil mencetak poin tersenggol atau di senggol oleh pemain bina bangsa hingga yobi terjatuh


melihat hal itu elsa langsung berdiri dari duduknya dan kelihatan panik. levita menenangkannya dan menyuruh untuk tetap di tempat. ya.... elsa hanya khawatir tidak mungkin juga dia menghampiri yobi.


namun forward bina bangsa tersebut mengulurkan tangannya untuk membantu yobi. yobi tidak menerima uluran tangan tersebut karna dia lebih tertarik kepada senyum anak bina tersebut yang terlihat aneh di matanya


kaki yobi sakit tapi dia memilih untuk tetap melanjutkan permainan. dia benar benar benci di permainkan. dua lima berhasil menyamakan kedudukan 8-8, melalui free throw di detik 26 terakhir.


kemenangan akhirnya di tentukan oleh 2 lay up cantik oleh yobi dan alex. di detik 15 dan 6 terakhir. dua lima menyudahi pertandingan dengan kemenangan tipis 11-8.


semua pemain dua lima melakukan selebrasi, kecuali yobi. pekikan dan teriakan nyaring menggema. bahkan ada supporter yang berhambur ke tengah lapangan namun di hadang oleh para panitia.


yobi memilih keluar lapangan, dia pergi ke ruang istirahat pemain. melihat yobi keluar lapangan elsa pun berniat menyusulnya.


yobi membuka sepatunya dan melihat kakinya sudah sedikit bengkak. terkilir. tiba tiba seseorang memanggil yobi.


"yobi ada yang nyariin, nunggu di depan"


yobi berkerut. cewek mana yang mencarinya??? jika itu cowok sudah di pastikan akan langsung memasuki ruang ganti. yobi pun keluar dengan langkahnya yang sedikit di tekan.


yobi melihat elsa yang berdiri di depannya. tanpa mengatakan apapun elsa langsung menarik yobi untuk duduk di sebuah kursi. elsa berjongkok di depannya dan membuka sepatu yobi


"ngapain??" yobi bertanya tetap dengan keangkuhan berbicara nya yang dingin. elsa tidak menjawab dan terlihat membuka salep di tangannya. "gak usah! ini bukan apa apa!"


elsa menatap yobi sinis "kali ini gue maksa!"


"gue gak suka di paksa!"


"makanya jangan ceroboh"


elsa mengolesi salep ke kaki yobi yang terlihat bengkak. tapi yobi malah fokus dengan perkataan elsa yang mengatakan dirinya 'ceroboh'. Hah... yang benar saja.. yobi mendengus. itu murni kecelakaan yang di sengaja oleh lawannya. yobi ingin berkata dia tidak seceroboh elsa yang mood nya seperti roller coaster, naik turun.


elsa sudah selesai mengobati kaki yobi tapi dia tidak bangun dan tetap menunduk di hadapan yobi. yobi tetap pandangannya pada elsa yang mengincar ingin melihat wajahnya.


mereka terdiam selama beberapa saat dengan wajah sedekat itu dan hidung mereka yang hanya tinggal 2 senti untuk saling bersentuhan. mata keduanya tidak bisa saling melepas.


kini rindu berbicara lewat mata itu....


rasa sayang yang di wakili rasa sakit mengancam mata mereka....


seandainya...


as simple as that...


argh...


everybody will be happy!!


"yob... lo gak___" elsa dan yobi spontan mengalihkan pandangan ke asal suara itu "__apa... apa... kan??" tanya ardi melirih di kata terakhirnya.


jevier menabok ****** ardi dan mengeluarkan protesnya "lo tuh harusnya jangan berisik!!!"


"mana gue tau mereka akan begituan pe'a!!"


elsa yang mendengar itu langsung berdiri. memangnya apa yang sedang dia lakukan dan yobi??? tidak ada kan? mereka hanya...


"kalian mau apa sih??" tanya yobi sambil memalingkan wajah dari keduanya dan kembali memasang sepatunya.


"kita khawatir... gak nemuin lo di sana?? kaki lo serius sakit??" mereka mendekati yobi


"gue mau balik" ucap elsa yang di jawab anggukan oleh yobi. lalu elsa menatap jevier dan ardi "selamat!! kalian pemenangnya!" diam diam yobi tersenyum mendengar ucapan congratulation dari elsa, ia mengingat satu hal.


"itu karna lo jadi suporter istimewa kita elsa!"


yobi menoleh ke arah jevier yang berbicara seperti itu kepada elsa. tapi jevier kelihatan sengaja tidak melihat tatapan masam yobi. yobi mendengus. apa jevier sedang ingin merayu elsa dengan sikap buayanya???


bisa bisanya...


*****


ini hari ke tiga brian menghilang dan tidak mengatakan apapun kepada elsa. mungkin itu tidak akan jadi masalah jika brian ingin mengakhiri hubungannya dengan elsa tapi tidak seperti ini caranya.


brian tidak tau saja apa yang sudah ia korbankan demi brian. hal yang berharga hingga elsapun merasakan kehilangan saat ia 'mencoba' menjadi kekasih brian.


mereka menyepakati suatu hubungan dengan cara baik bahkan romantis, mungkin?! bukankah mengakhirinya juga harus sebisa mungkin sopan. brian menganggap elsa itu siapa??? hingga datang dan pergi tanpa permisi.


jam 11 malam bel apartment elsa berbunyi. dengan wajah setengah mengantuk elsa membukanya. dia melihat orang yang hilang selama 3 hari ini berdiri di hadapannya dengan penampilan yang 'cukup' berantakan... yaa cukup, tidak terlalu berantakan. tapi ini bukan brian biasanya yang selalu rapi dan modis


"hai..."


elsa mendengarkan setiap perkataan brian dengan perasaan sedih. setiap kalimatnya elsa merasa ada beban di pundak brian, terlalu berat mungkin. ya! elsa bisa menangkap brian sedang dalam sebuah masalah. elsa kasihan, elsa ingin membantunya tapi brian tidak mengatakan apa yang ter jadi. brian hanya mengatakan...


"gue pergi..."


mereka tersenyum dan berpelukan di depan apartment elsa. setelah itu elsa melepas kepergian brian.


******


"PUTUS??!!!" debby lagi lagi berteriak di telinga elsa hingga elsa harus menutup telinganya "bisa gak el lo gak bikin gue spot jantung mulu, baru kemaren lo mendadak bilang jadian sekarang tiba tiba bilang putus. please el.... gue ulang tahun gak tiap bulan jadi jangan selalu ngasih surprise sama gue....."


"pertanyaan gue yang paling penting. kenapa foto lo dan yobi sedang berciuman bisa tersebar???"


"gue dan yobi gak ciuman guys, sumpah! itu hanya eagle fotonya aja!"


" terus kalo yang ini...kenapa bisa nyokap yobi yang ngambil raport lo ke sekolah???"


"duuuhh gue pusing mau jelasin dari mana dulu sama kalian..."


"dari lo putus aja...." pinta debby yang di angguki oleh levita. elsa menggeser koper debby yang packing baju untuk liburan mereka ke situbondo.


lalu elsa berbaring di ranjang dan menatap langit langit kamar debby.


malam itu.....