Because Of You

Because Of You
33. PENSI part 2



BRAKKK!!!


pintu kelas 11 MIPA 2 di buka dengan sedikit kasar. semua mata beralih ke arah pintu termasuk anak anak yang tengah bermain ToD di bagian belakang kelas. Evans dan Debby sampai berdiri karena arah pandangnya terhalang bangku untuk mengetahui siapa gerangan yang membuka pintu


"ya ampunnn.... kita cariin kemana mana ternyata disini!" rafil berdiri di ambang pintu bersama Ruby. wajah keduanya kelihatan tidak bersahabat "gue telponin ratusan kali ada kali?" kata rafil sambil memeriksa ponselnya.


"hp di area sekolah di silent lah...." bela jevier sambil meraih handphone nya di atas meja


"tim basket buruan siap siap. terutama Lo sebagai kapten!" perintah Ruby sambil menunjuk Yobi


"mau ngapain?? gak mungkin kan kita main basket di acara pensi?" Ardi bangkit dan duduk di bangku, begitupun yobi yang juga meraih i phone nya di bawah meja


"penting???" tanya yobi kepada Ruby


Ruby mengangguk "acara udah di pending dulu sampai berhasil nemuin keberadaan Lo karna ini penting terutama jabatan Lo di club basket"


"cepetan elah, mau gak Nerima penghargaan dari pak kepsek?! khusus anak basket yang kemaren ikut acara CBC ya...."


tiba tiba Rohit datang dengan nafas terengah engah "eh kata pak Santo cukup perwakilan kapten nya aja. panggung akan penuh masalahnya banyak siswa siswi berprestasi lainnya yang di masukin list penerima special award dari sekolah!"


"kok main ngubah sekenanya sih?!" protes Ruby. dia benar benar cowok perfeksionis dalam segala hal, seperti 'jangan sentuh idenya yang sudah terkonsep sempurna'


"udah turutin aja biar gak ribet. penghargaannya tetap dapat semua kok yang ikut CBC kemaren, cuman entar di backstage!"


"ayo!" ajak Ruby seperti sudah capek berdebat. yobi malas, ini bukan ajang pamer terhadap sekolah sekolah lain yang ikut berpartisipasi kan?! ini pertama kalinya SMA dua lima menyabet juara 1 di acara CBC so, please jangan norak. batin Yobi masih berperang sedangkan Ruby sudah pergi diikuti Rohit dan rafil. ini benar benar hanya bentuk apresiasi dari sekolah, pure!


melihat Yobi yang ogah ogahan Ardi merangkul pundak Yobi dan menyeretnya keluar "yuhuuu!!!! let's play Mr. abrisam!" yang diikuti jevier, Evans dan Nando di belakangnya.


"so, come on let's go!" Debby juga bangkit dari duduknya dan langsung menarik Elsa


"kemana deb??"


"nontonin calon cowok Lo Nerima penghargaan!" Elsa memutar bola matanya malas, cowok apaan??? dia pasrah saja saat Debby menarik lengannya "lev, ayo!"


Levita mendongak "gak gue tetap disini" dia kembali fokus terhadap ponselnya ketika Debby mengangguk


mereka berjalan keluar kelas, beberapa kali mereka berpapasan dengan orang orang baru yang membicarakan acara pensi kali ini.


"at least gue dapet kontak kapten basket sekolah ini!!!" kata seorang cewek yang berpapasan dengan Debby dan Elsa. Debby jadi memelankan langkahnya.


"target hari ini put???" tanya teman di sebelahnya "acara bakalan selesai jam 4 lho...."


"dan cowok itu di ajak kenalan aja slow respons! tapi gue dengar dia dulu banyak ceweknya Lo..."


"mantannya aja di sekolah kita ada beberapa....!"


Elsa menarik Debby agar berjalan cepat, sudah biasa kan Yobi jadi perbincangan. tapi Debby protes dan memberi kode ke Elsa untuk diam


"semuanya cincai di tangan gue girl's, masih gue pantau. liat aja, gue pasti dapet. kalian tinggal terima kabar baik dari gue!"


"gue traktir Lo Boba seminggu kalo berhasil"


"oke deal!"


"deb, ponsel gue!" ucap Elsa panik "kayaknya ketinggalan di kelas deh, gue ambil dulu. Lo duluan aja ke depan panggung gue susulin entar. oke!" Elsa sudah putar balik ke kelas saat Debby hendak menjawab. mau bagaimana lagi?? Debby pun mengikuti instruksi Elsa untuk ke depan panggung lebih dulu.


sesampainya dikelas i phone Elsa tergeletak begitu saja di bangkunya. ia dia tidak sempat duduk di bangku saat di ajak Debby main tod tapi dia sempat meletakkan ponselnya di atas meja.


Elsa basa basi mengajak Levita dan dia tetap memilih stay di dalam kelas, entah apa yang menarik dari ponselnya hingga dia enggan tuk keluar.


saat hendak melangkah ke lapangan tiba tiba seseorang tidak... beberapa orang menghampirinya "Elsa!" Elsa menoleh dan cowok itu tersenyum "eh iya Elsa. benar Elsa kan?!" Elsa mengangguk dan sepertinya dia memang sedikit mengingat cowok ini "woah Lo sekolah disini ternyata! long time no see!!! gak nyangka setelah 5 tahun gak ketemu, pangling gue..."


"sorry tapi___"


"gue Farhan El, aans! temen SD Lo..."


wajah Elsa berubah gembira dan tersenyum mendengar cowok bernama Farhan itu mengenalkan dirinya "ya ampun sorry ans gue beneran lupa kalo gak Lo bilang" Elsa reflek memegang pundak farhan


"it's oke! eh minta kontak Lo dong!" pinta Farhan Elsa memberikannya tanpa keraguan. sementara teman teman Farhan di belakangnya sudah berdekhem tidak jelas "thanks ya...!!"


"ELSAA!!!! DI TUNGGUIN DI PERPUS!" Teriak Riko dari lapangan. Elsa ingin bertanya 'siapa yang nungguin?' tapi Riko udah kabur duluan. Elsa pamit meninggalkan Farhan.


langkahnya tetap menuju perpus entah siapa yang memanggilnya di ruang kedap suara seperti perpus saat hingar bingar pensi lebih menarik di luar sana.


Elsa mengakses area perpus dengan sidik jarinya. tidak ada siapapun bahkan Bu Diah ataupun pak Ustman yang biasa jagain perpus tidak nampak batang hidungnya. iyalah orang bodoh mana yang memilih perpus. pikiran Elsa mulai aneh aneh "jangan jangan gue di jebak!"


tapi kakinya tetap melangkah masuk ke dalam. memeriksa bangku bangku perpus dan rak rak buku. "beneran gak ada siapa siapa!" gumamnya.


dia hendak berbalik tapi tiba tiba tangannya di tarik hingga tubuhnya terhuyung kepojokan perpus dan yobi menghimpitnya "jangan gerak!" matanya melihat ke sudut atas perpus, mengatakan dengan alisnya ada kamera cctv.


"ngapain??" Elsa mendorong dada yobi untuk munduran sedikit. yobi bergeming dan bersedekap dada. matanya menelisik wajah Elsa dengan sempurna.


"woaaahh Lo bakat sepertinya kedetech cowok sekolah lain?"mata yobi menyipit menuduh elsa


Elsa berkerut "cowok yang mana sih?"


" tuh kan terlalu banyak ya..." Elsa berdecak, tidak ada cowok yang perlu di debatkan dengan yobi sekarang " keseringan. tiap ada acara di sekolah pasti Lo bakal dapat kontak cowok yang baru dan seperti sekarang Lo berakhir jadi pacar Bryan" pusing tau El... ekspresi yobi jelas menunjukkan ketidak sukaannya


Elsa ingin mengatakan dia dan Brian sudah break "tapi gue dan br___"


"bisa gak?! berenti jadi pacar Bryan dan jadi cewek gue aja!" ucap yobi pelan terdengar seperti gumaman. sangat pelan hingga Elsa pun hanya mendengarnya secara samar.


yobi kembali meletakkan tangannya di tembok belakang Elsa. jantung Elsa sudah deg degan, Yobi.... kenapa dia yang bisa bikin Elsa mau jantungan seperti ini??? dia bingung mau merespon bagaimana dan dirinya juga nervous berduaan dengan yobi seperti sekarang. tidak ada siapapun di ruangan itu. "soal pertanyaan gue waktu itu... pilihan jawaban iya atau iya yang gue kasih, bisa di percepat gak?! keburu expired hati gue..."


"ngomong yang gue ngerti dong bi, dari tadi omongan Lo ngelantur..." Elsa memalingkan wajahnya ke samping, Yobi berdecak. Elsa bukannya tidak ngerti apa yang Yobi maksud. tapi bisa kan dia nembak ulang Elsa?? yang lebih akurat. jangan begini.... Elsa sudah cukup salting untuk bertingkah di depan Yobi sekarang


"El... satu permintaan yang Lo janjikan buat gue. salah ya??" yobi mengangkat sebelah alisnya dan semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Elsa yang terus terusan menghindar melakukan kontak mata dengan yobi "kalo gold medal kan lolos 3 permintaan!"


Elsa sudah tau pasti yobi ada maunya kalo cowok itu menemuinya soal ini Elsa sudah hafal kali. "mau Lo apa?"


yobi Memandang bibir Elsa "gue mau... bibir Lo" ucap yobi lirih, sangat lirih "boleh gak gue cium Lo...??" Elsa menendang kaki Yobi dan dia hendak mengumpat tapi yobi buru buru berkata "CK.. gak sekarang... saat Lo udah gak jadi cewek orang lain dan jadi pacar gue!"


yobi kemudian memberi jarak kepada Elsa. Elsa ingin marah, mau Yobi sebenarnya apa sih? memangnya Elsa cewek apaan main minta ciuman seperti minta permen sama temannya. benar benar tidak waras. "kalo udah gue keluar!" ucap Elsa. bisa stress dia lama lama berduaan dengan yobi


kemudian Yobi mendekat dan... mencium kening Elsa tapi mengenai rambut elsa


cup!


"itu DP awal!" katanya sambil tersenyum memperlihatkan gigi gingsulnya yang manis, dia menjauh "cowok Lo gak bakalan tau kalo Lo gak bilang. iya... Lo cewek paling setia..." yobi bilang Elsa setia seperti sedang meledek. Elsa mematung. apa ini??? oke, pertama dia sudah putus dengan Bryan kedua, kenapa Yobi melakukannya? Elsa terbengong matanya mengerjap ngerjap tidak percaya "come in!! katanya tadi mau keluar!" kata Yobi sambil melangkah mundur masih memperhatikan Elsa, tubuhnya mulai menjauh


"yobi!!!" teriak Elsa saat ia sudah tersadar dari tremornya. yang di panggil hanya tertawa dan berlari kecil keluar perpus, puas sekali tawanya. sesampainya di depan pintu perpus keduanya freezer di tempat.


"khekhem!! kalian ngapain disini???"


pak Ustman. o'ouw!!!