
harusnya satu permintaan untuk mencium Elsa lolos saat mereka tengah berada di rooftop tapi acara itu malah berakhir di sidak di ruang OSIS.
yobi tidak menceritakan apapun kepada jevier, Ardi maupun rafil tentang dirinya dan Elsa sudah official pasti Ardi akan semakin mengoloknya "jika bukan karna di senggol mahasiswa itu Lo tetep gak mau nyatain lagi sama Elsa?"
lucu kan?? pikiran yobi seolah Ardi bisa membaca masa depan. anak itu terlalu peduli dengan sikap sok taunya.
hari ini kelas 11 MIPA 2 bersama 11 IPS 2 mendapat giliran olahraga bersama. hal itu cukup menyita perhatian, selain karna 11 IPS 2 di isi oleh deretan cogan, praktek selepas pemanasan adalah sit up berpasangan sesuai urutan daftar hadir.
"haii!" sapa seseorang yang namanya di sebutkan untuk berpasangan dengan Elsa. Elsa membalasnya dengan senyum kaku. dia menelan ludahnya kasar. mampus. itu Devgan. cowok yang menjadi teman chatting Elsa pas awal awal kelas 10.
"ahhh bagaimana ini??" Elsa mencari keberadaan yobi. ternyata pacarnya sedang mengamatinya. Elsa buru buru memalingkan wajahnya. siapapun pasti mengenal Devgan se angkatan kelas 11. trouble maker bebas yang terhormat.
pertama melihatnya pasti semua orang akan menilainya cowok baik, cool, calm. tapi yang sebenarnya dia menjalankan jiwa bad boy-nya dengan sangat mulus. nasib baik selalu berpihak padanya karna hampir tidak pernah dia ketahuan berprilaku buruk.
semuanya sudah berbaring di matras dengan pasangan masing masing. Elsa deg degan, dia yang mendapat giliran pertama selama 10 menit kedepan "profesional aja!" kata Devgan melihat ketidak nyamanan di raut wajah Elsa.
peluit pembimbing berbunyi membuat semuanya harus memulai kegiatan sit up mereka "sorry!!" ucap Devgan sebelum memegang pergelangan kaki Elsa. lihat! dia sangat sopan kan?? apa apa selalu pamit. seolah memberi kesan dia memang good boy.
Devgan mulai menghitung saat Elsa memulai aksinya. Elsa selalu menunduk tiap kali terbangun dan mendapati Devgan di hadapannya. tapi di hitungan ke 5 Devgan malah bertanya "masih suka ke wahana sendirian??"
Elsa berhenti sekejab. iya, dulu hobinya pergi ke wahana permainan sendirian untuk mencari keramaian dalam hidupnya. Elsa menggeleng lalu melanjutkan sit up
"baguslah!" gumam Devgan "entar hilang lagi!"
Elsa tertawa "udah gak!!" Elsa hampir berteriak untuk menyangga. dulu mereka pernah pergi rame rame ke wahana dan Elsa tersesat sendirian di permainan kubus "udah gede sekarang!"
"iya udah gede, udah pacaran juga?!"
"sok tau?!"
"itu!!! yobi selalu perhatiin Lo dari tadi!" Devgan berkata tanpa menoleh kepada siapapun. begitupun dengan Elsa, dia bahkan khawatir untuk melihat ke keberadaan yobi.
"serius???" Elsa melotot tidak percaya. peluit berbunyi untuk tukar posisi.
"kayaknya..." jawab Devgan sambil memulai sit up nya. Elsa berdecak, jawaban Devgan tidak memuaskan. Devgan tertawa mendapati Elsa begitu "udah berapa lama sama yobi?" tanya nya. Elsa bergumam kecil, gak suka orang lain terlalu ingin tau tentang dirinya "baru? vibes nya beda soalnya..."
"kenapa?" kalimat ambigu Devgan sulit untuk tidak di tanya. emang bisa kelihatan berbeda gitu?
"gak apa apa!" jawaban yang tidak memuaskan lagi yang di dapatnya.
saat peluit kembali berbunyi sebuah hantaman bola basket terdengar cukup keras. jevier menimpuk yobi dengan kencang tapi mengenai tiang papan reklame. hingga terdengar bunyi 'TING!!" yang cukup mengebas.
"sialan anj*Ng!!" teriak yobi lalu mengejar jevier. beberapa dari mereka memperhatikan mereka, Ardi yang sedang duduk menjadi komando sorak.
sejam pelajaran olahraga hari ini cukup seru!
****
kelas sudah di mulai tapi beberapa siswa laki laki belum terlihat memasuki kelas. kebiasaan buruk saat sudah selesai pelajaran olahraga adalah semua siswa suka telat. masih leye leye dan membenahi diri. air di kamar mandi bisa terkuras habis saat ada mata pelajaran olahraga.
yobi, jevier dan Evans memasuki kelas secara rombongan dan rambut mereka terlihat masih basah
"harusnya gue juga bawa hair dryer hari ini. yobi rambutnya basah damage nya nyampek ginjal!"
Elsa ber- dekhem dan salah tingkah sendiri mendengar Debby memuji pacarnya. baik Debby ataupun Levita tidak ada yang tau perihal dirinya dan yobi sudah jadian. bukan niatnya backstreet tapi tidak ada yang menanyakan hal itu kepada dirinya. Elsa akan cerita. tapi nanti. saat dia sudah lebih siap. Levita tidak akan marah kan atau Debby tidak akan mengoloknya dan memviralkan berita itu kan???
ponsel Elsa menyala beberapa menit saat yobi sudah menduduki kursinya "pulangnya bareng gue" bunyi pesan yobi. Elsa menaruh ponselnya lagi tanpa membalas pesan yobi
*****
Elsa sedikit tergesa menuju parkiran takutnya yobi menunggu terlalu lama soalnya tadi Elsa masih harus ke ruang guru untuk menyerahkan tas Bu diah yang di tinggal saat jam pelajaran terakhir karna harus mengambil alih kelas 12.
yobi juga berinisiatif menemaninya tapi panggilan pak Iskandar ke lapangan basket membuat Elsa menyuruh yobi pergi menemui pak Iskandar.
"lama ya?" tanya Elsa saat memasuki Rubicon pacarnya. yobi meraih tas Elsa dan menaruhnya di belakang
"gak!" yobi memandang Elsa sambil mengetuk ngetuk setir mobil "hari ini kita ke rumah ya??"
"kok tiba tiba?"
"bunda kangen katanya!"
Elsa tersipu "jangan bawa bawa Tante hanya agar gue mau!"
yobi tergelak lalu menempelkan pipinya ke setir mobil sambil masih menatap Elsa. "serius babe?!" ucapnya sambil tersenyum.
beberapa detik mereka berpandangan dengan posisi yobi tetap menempelkan pipinya ke stang mobil, Elsa mendekat dan meraih rambut yobi yang sedikit menutupi matanya lalu mengelusnya "hari ini.... menyenangkan??"
yobi menarik nafasnya dalam "lumayan...." ia terbangun dan meraih jemari elsa "cuman.... mata sedikit keriting liat Lo jadi partner cowok lain! please, Lo gak usah senyum depan cowok lain!"
Elsa tertawa. yobi cemburu? "kenapa?"
"pusing tau babe,... semua orang akan semakin tau Lo cantik. gak usah nyadarin semua orang bisa??"
"permintaan??"
"permohonan!"
"oke! gak akan lagi..." Elsa tersenyum.
"promise??" yobi mengacungkan jari kelingkingnya.
sebegitunya? padahal Elsa bilang 'gak akan lagi' hanya biar yobi tidak terlalu memperpanjang hal itu. seserius itu ternyata janjinya hingga harus menautkan jari kelingkingnya. so...
"oke! promise!" Elsa menautkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking yobi.
yobi memandang Elsa tersenyum puas lalu menarik jari kelingking Elsa dengan jari kelingkingnya yang membuat Elsa semakin mendekat, tidak ada jarak sedikitpun diantara keduanya
cup!
"hentikan!!" ekspresi yobi jelas terlihat tidak rela. ini first kiss mereka bukan??!! Elsa berdecak mendapati yobi cemberut, gemesh sebenarnya tapi Elsa melihat keluar mobil yang terlihat beberapa siswa masih berada di area sekolah. yobi mengerti tapi...
"kaca mobil gue gak tembus pandang!"
"gak ingat pesan Rohit kemaren??" area di larang berprilaku mesum
yobi berdecak. oke, oke, tidak ada yang akan menang mendebat seorang wanita. karna kodrat wanita terlahir 'selalu benar!'
oke, come on!!
Rubicon itu melaju ke jalan raya, menyusuri jalanan ibu kota. yobi menyetir dengan satu tangan karna tangan kirinya tidak pernah terlepas dari Elsa. jujur, itu adalah posisi menyetir favorit siapapun. seorang cowok memang seharusnya menyetir dengan satu tangan saat ada seorang cewek di sampingnya. mereka hanya akan terlihat kaku jika menyetir menggunakan dua tangan sementara di sampingnya tangan cewek tersebut menganggur.
ketika tiba di pekarangan rumahnya yobi membukakan pintu mobil untuk Elsa padahal sebenarnya tidak usah seperti itu, Elsa bisa sendiri. kenapa mendadak yobi menjadi Edward Cullen??
yobi menggenggam tangan Elsa saat memasuki rumahnya. Elsa nervous, masalahnya sekarang dia dan yobi ada some. tidak bisa untuk dia tenang saja meski beberapa kali dia bertemu dengan nyokap yobi
"bunda...!!!" teriak yobi tidak membiarkan tangan Elsa terlepas dan tetap menariknya ke ruang tengah padahal Elsa sudah akan menunggu di ruang tamu "Bun...."
yobi menghampiri bundanya yang tengah membaca buku, Elsa tersenyum mendapati bunda yobi terbengong beberapa saat. dia meraih tangan wanita berhijab itu lalu menciumnya "apa kabar Tante?"
tangan Elsa tidak di biarkan terlepas dari tangan bunda yobi karna wanita itu menariknya lalu mencium pipi kanan kiri Elsa, kening, dagu dan hidungnya "Tante kangen banget?! dari kemaren bunda udah nguber yobi buat bawa kamu kesini tapi baru sekarang?!"
"sesuai janji Bun... yobi bawanya___ udahlah yang penting pesanan bunda sekarang udah di depan mata!"
"kamu ini! pokoknya hari ini bunda akan masak istimewa, kamu makan malam disini ya sayang. pulangnya biar di anterin sama yobi?!"
Elsa mengangguk "siap Tante. Elsa mau bantuin Tante masak?!"
bunda yobi meraih tangan Elsa dan meremasnya "eh gak usah! kamu baru pulang sekolah pasti capek, sekarang kamu istirahat aja. yobi.... bawa Elsa ke atas, awas jangan di apa apain! urusannya bukan hanya sama bunda kalo kamu berani macem macem!"
yobi memutar bola matanya. emang mau ngapain?? bisa di cincang sama ayahnya! dia pun pergi meninggalkan ruang tengah sambil menarik tangan Elsa menaiki tangga
pertama memasuki kamar yobi tercium bau maskulin tapi manis. wangi yobi, ini memang khas yobi banget baunya, manis!
"masuk babe?!" perintah yobi melihat Elsa hanya 3 langkah dari pintu masuk. yobi menutup pintu dan menyuruh Elsa duduk di sofa.
"ngapain kita disini?" Elsa menutupi roknya dengan bantal sofa
tapi yobi menyingkirkan bantal di pangkuan Elsa, dan langsung merebahkan kepalanya di paha Elsa "kata bunda kan kita di suruh istirahat!" yobi menautkan satu tangannya dengan tangan Elsa lalu mencium tangan elsa kemudian mendekapnya.
"El.. alasan milih gue?" yobi menatap Elsa, sesekali dia tetap mencium tangan Elsa di genggamannya
Elsa tertawa renyah mendengar pertanyaan yobi yang cukup serius "i don't know anymore but just one think i know i love you?!"
yobi langsung bangkit lalu mencium bibir Elsa "thanks!" bisiknya saat ciuman itu terlepas tapi tidak lama yobi meraih tengkuk Elsa, mencium bibir cewek itu lalu ********** dengan sangat lembut seolah olah Elsa adalah benda berharga yang harus dia jaga. yobi semakin menekan tengkuk Elsa lebih dalam dan jemari tangannya masuk ke sela sela rambut Elsa. ciuman itu di akhiri dengan sebuah gigitan kecil
"love me... why you love me???" tanya Elsa sambil mengelus hidung yobi, yobi memejamkan matanya sebentar
lalu dia menatap Elsa dalam. dia tidak menjawab tapi mencium Elsa kembali. mengecupnya lalu melepasnya. dia menyentuh bibir Elsa dengan jari telunjuknya lalu hendak mencium Elsa lagi tapi Elsa menghindar "give me a reason!"
"because of you, no other! i haven't a reason! but for now.... can i kiss you more??"
Elsa mengecup yobi duluan sebagai jawaban, hanya sekilas tapi saat Elsa hendak menjauh yobi tidak membiarkannya dan mencium Elsa lagi. yobi mencium Elsa dengan begitu lembut, menggigitnya secara perlahan lalu merebahkan kepala Elsa ke sisi sofa. tubuhnya menindih tubuh Elsa, dengan inisiatifnya Elsa melingkarkan tangannya ke leher yobi.
dulu yobi benar benar berharap kiss one day itu terjadi tapi dia tidak pernah tau kalau berciuman dengan Elsa akan membuatnya ketagihan seperti ini. sebelumnya dia tidak tau rasa apapun tentang ciuman. padahal bibir Elsa bukan nikotin kan?!
jemari yobi menelusup ke balik seragam Elsa lalu bibirnya turun ke leher jenjang cewek itu "stop it!!" bisik Elsa dengan nafas memburu ketika yobi hendak membuka kancing seragamnya.
yobi tidak menggubris perkataan Elsa dan tetap melanjutkan ciumannya di leher Elsa, ada kiss Mark disana tapi Elsa menghindar dan berusaha untuk bangun. meraih tangan yobi agar berhenti "we're so young!!" elsa mengucapkannya sambil menatap yobi tajam. harus di hentikan. dia bangun dari tidurnya.
"kenapa?" tanya yobi sambil meraih dagu Elsa
"kita gak bisa lakuin itu. dimana ada nyokap Lo di ruangan lain?! gue beneran gak bisa, kalo Lo maksa Lo bisa akhiri ini semua sekarang!?"
"sssttt..." yobi membawa Elsa ke pelukan nya "gue cinta sama Lo jadi gak mungkin gue ngerusak lo!"
Elsa melepas pelukan yobi, matanya menyipit lalu menyelidik ekspresi yobi "apa sebelumnya Lo udah biasa lakuin kayak gitu?!" yobi berdecak "mantan Lo kan se abrek jadi gak mungkin Lo gak ngelakuin itu?!"
"Lo cewek pertama___"
"iihh boong banget!" Elsa memotong pembicaraan yobi, yobi meraih tangan Elsa lalu menciumnya sekilas
"orang ngomong dengerin dulu. Lo percaya sama gue??" Elsa menatap yobi ragu. bagaimana bisa di percaya
"maunya percaya tapi Lo tuh gak bisa di percaya!"
yobi menangkup kedua pipi Elsa menciumnya sekilas "mulai sekarang Lo percaya sama gue!" yobi mencium bibir Elsa lagi, Elsa sudah mau kesel. dia di suruh percaya sama yobi tapi Elsa bukan cewek bodoh yang bisa iya iya aja.
BRAKKK!!!
pintu kamar yobi terbuka tanpa ada orang yang permisi sebelumnya. Shawn berdiri mematung di depan pintu. Elsa buru buru menjauh dari yobi, yobi memejamkan matanya kesal. Shawn langsung balik badan dan berkata "gak liat apapun! sumpah!" tapi tiba tiba dia memukul bibirnya sendiri dengan tangannya "ralat sumpahnya tapi bisa di percaya, gak akan bilang bilang kok. ok, deal!!"
yobi beranjak lalu menghampiri Shawn sementara Elsa merapikan seragamnya yang kusut. yobi menjentil telinga Shawn "sakit kak..."
"lain kali masuk kamar ketok pintu dulu!"
"tapi kan udah deal gak akan bilang bilang?!"
"emangnya liat apa??"
"aduuhh punya kakak pertanyaannya gak ngotak banget, perlu di jelasin sekarang??"
yobi mengibaskan tangannya ke udara "gak perlu!" Shawn tertawa penuh kemenangan "udah lah gue mau mandi! Lo tetep disini temenin Elsa. gak usah nanya yang aneh aneh!"
Shawn mengernyit. emang bisa nanya apa?? yobi berlalu lalu Shawn menghampiri Elsa dan mengajaknya main game.