Because Of You

Because Of You
25. Harus apa??



elsa berjalan di lobby apartment sambil mengangkat telfon dari debby. anak itu menanyakan kepastian keberangkatan mereka ke situbondo. UTS telah usai tinggal ujian praktek, perbaikan nilai atau remidi lalu tinggal penerimaan raport.


elsa berjalan ke minimart dekat apartmennya. ia memakai pakaian favoritnya saat di rumah T-shirt lengan panjang dan mini pants tapi kali ini dia mengenakan sneakers. dia ingin berjalan jalan sebentar. otaknya sudah cukup melihat soal soal ulangan selama seminggu.


belum lagi masalah lainnya, mamanya yang tiba tiba memposting seorang bayi perempuan... apa mungkin itu adiknya??? elsa tertawa membayangkan hal itu. seorang anak perempuan yang akan selalu bernasab pada ibunya karna kesalahan kedua orang tuanya


sekretaris papanya menghubunginya bahwa sang papa akan segera pulang. terserah, elsa tidak mau mendengarkan suara apapun yang di katakan sekretaris itu. elsa hanya merindukan suara papanya yang memanggil namanya. suara yang elsa benar benar rindukan.


"i wanna cry but i can't show it with tears!!!".


elsa hendak memasuki minimart, tangannya sudah memegang handle pintu yang bertuliskan kata 'dorong' tapi tiba tiba sebuah cipratan air dan barang belanjaan yang berhamburan membuat elsa mengurungkan niatnya memasuki minimart tersebut.


elsa menghampiri wanita itu dan membantu membereskan belanjaannya yang lumayan banyak.


"makasih ya nak... loh???" elsa juga terbengong melihat wanita muslimah di depannya. bisa di lihat dari wajahnya dia adalah seorang keturunan muslim china "MasyAllah bisa ketemu kamu di sini sayang... apa kabar???"


elsa tersenyum sambil menyodorkan belanjaan wanita tersebut "Alhamdulillah baik tante..." elsa memperhatikan baju wanita tersebut yang basah akibat cipratan sebuah mobil yang melewati genangan air hujan. "baju tante basah. kebetulan apartment elsa deket , bersihin di apartment elsa aja ya tan..."


wanita itu tersenyum hangat "tidak usah sayang tante lagi buru buru mau ada acara hari ini. kamu mau kemana sayang??"


kata 'sayang' sepertinya sudah biasa elsa dengar dari wanita muslimah ini. hangat... elsa merasa nyaman "gak ada tan cuman jalan jalan aja!"


"kebetulan. mau gak nemenin tante?? tante sendirian dirumah, semua orang lagi sibuk"


elsa terlihat berpikir sebentar. bingung! tapi tidak enak menolak dengan tutur kata lembut wanita di depannya yang selalu memanggilnya 'sayang'. elsa mengangguk meski pikirannya ragu "boleh tan..."


Apa yobi akan terkejut melihat elsa berada di rumahnya???


sedangkan di sekolah saja yobi selalu menghindari elsa....


elsa berjalan mengikuti bunda yobi ke dalam mobilnya. sepanjang perjalanan elsa terlihat resah. bagaimana tidak, setelah semua yang terjadi dengan hubungannya dan yobi sekarang dia malah berani beraninya muncul di rumah yobi...


bunda yobi mengobrol dengan elsa sepanjang perjalanan dan elsa menjawabnya dengan ekspresi tetap kurang tenang dan mungkin itu kentara sekali. mobilpun mulai memasuki pekarangan rumah megah.


sang supir menurunkan belanjaan bunda yobi. elsa ragu ketika hendak akan turun kemudian bunda yobi memegang tangannya seolah menuntun dia untuk keluar dan memasuki rumahnya.


"yobi belum pulang di telfon gak di angkat" elsa hanya tersenyum menanggapi perkataan bunda yobi "sayang mau bantuin tante masak?"


"boleh tan... elsa pengen belajar"


"bilangnya sama kamu tante minta di temenin tapi nyampe sini malah nyuruh kamu nemenin tante masak. jangan merasa di jebak oleh tante ya sayang..???"


elsa tertawa mendengar perkataan itu "iya tante elsa merasa di jebak deg degan disini..." bunda yobi pun tertawa mendengar perkataan elsa padahal sebenarnya elsa benar benar deg degan "emang mau ada acara apa tan??"


merekapun menuju dapur sambil berbicara "ayah yobi mau pulang malam ini"


"emang habis dari mana tan??" tanya elsa terheran karna di dapur tersebut sudah ada 2 asisten rumah tangga yang tengah sibuk di depan kompor belum lagi bibi yang terlihat membersihkan perabotan. mau masak berapa banyak??


"habis pulang kampung biasanya dia langsung rindu masakan indo"


"pulkam ke kalimantan ya tan??"


"kalimantan??" bunda yobi kelihatan heran


"iya, yobi bilang bokapnya punya pabrik kertas di kalimantan"


"ahhh dasar anak itu selalu ngada ngada" bunda yobi tertawa sambil memegang tangan elsa "jangan percaya. ayah yobi orang kanada jadi pulang kampungnya ke kanada. ayahnya juga gak punya pabrik kertas di kalimantan"


"maaf ya tan..."


"gak apa apa... emang yobi anaknya jail adiknya saja selalu di bikin teriak teriak!"


"iiiihhh asli tan si yobi suka bikin darting" tapi elsa suka "tapi itu dulu sih tan..."


"emang sekarang udah gak bikin kesel" elsa menggeleng. ahhh pertanyaan itu membuatnya mengingat semua perlakuan yobi belakangan ini. raut wajah elsa juga sudah murung mengingat itu. "senang gak elsa dirumah tante??"


kali ini elsa mengangguk semangat "senang tan... tante asyik orangnya" gak kayak yobi, nyebelin...


"ya sudah lain kali sering sering main kerumah tante dari pada sendirian di apartment kamu. kamu juga bisa nginep disini kalo kamu mau"


"tante tau elsa tinggal sendirian?"


"yobi cerita..."


elsa merasa 'surprise' dengan penuturan bunda yobi. yobi menceritakan dirinya kepada sang bunda??? rasanya elsa ingin mengorek apa saja yang yobi ceritakan tentang dirinya kepada sang bunda tapi tentu saja elsa tidak setidak sopan itu.


elsa pun masak dengan bunda yobi dan dua asisten rumah tangga yang kelihatan sangat mahir memasak seperti seorang chef bahkan berkali kali elsa terpukau dengan cara memasak ART tersebut.


"bun... dari tadi kok gak..." suara yobi. tapi dia tidak melanjutkan kalimatnya melihat elsa berdiri di dekat wastafel. tanpa ingin tahu ekspresi yobi elsa lanjut mendekat ke semur jengkol yang di tinggal bibi mengambil wadah.


elsa juga tidak yakin yobi akan menyapanya jadi ia juga mendiami yobi. "bunda gak sengaja ketemu elsa hari ini jadi bun..."


"yobi capek bun mau mandi!" jelas sekali ia ingin menghindari obrolan seputar elsa


"AUWW!!! duuhhh....." seru elsa tiba tiba. yang membuat yobi menghentikan langkahnya. tangan elsa tidak sengaja mengenai panci presto yang berisi kuah mendidih saat dirinya hendak menurunkan panci tersebut dari atas kompor


"kamu gak apa apa sayang???"


seseorang tiba tiba mengamit tangan elsa dengan telapak tangannya. lalu meniup niup tangan elsa yang mulai sedikit melepuh "bi.. tolong ambilin salep dong" ini bukan luka serius menurut elsa.


"ambilin bi!"


"gak usah bi!"


"bi!!!"


"baik den..." seru bibi itu setelah sedikit bingung melihat perdebatan keduanya.


elsa berdecak lalu menoleh ke arah bunda yobi yang tengah menghampirinya "maaf ya tante elsa kurang hati hati barusan... bikin repot seisi rumah saja!"


"tidak apa apa sayang namanya juga kecelakaan. harusnya tante yang bisa jagain kamu... tante ke atas sebentar ya mau bangunin shawn"


"iya tan..."


"ini den salep nya..." bibi itu datang menyerahkan salep setelah kepergian bunda yobi. yobi menarik lengan elsa menuju meja makan dan duduk di kursi berhadapan.


"lain kali jangan ceroboh!!!"


sumpah demi apapun elsa tidak bisa menahan senyumnya mendengar yobi mengatakan itu terhadap dirinya. argh.... suara yang elsa rindukan.


jika insiden kecil itu membuat yobi berbicara padanya elsa bersyukur terjadi kecelakaan itu barusan.


yobi menatap elsa di hadapannya. elsa yang sebelumnya tersenyum memandang rambut yobi di hadapannya jadi salah tingkah kepergok memandang yobi.


yobi melepaskan tangan elsa yang sudah selesai di olesi salep dan yobi pergi begitu saja tanpa mengatakan apa apa lagi.


elsa ingin menguasai dirinya agar jantungnya tidak terlalu heboh sendiri. masalahnya yobi biasa saja pada dirinya.


*****


pesawat yang di tumpangi ayah yobi delay 3 jam di bandara, otomatis kedatangannya terlambat dari waktu yang sebelumnya sudah di rencanakan. jam sudah menunjukkan angka 9:30 elsa langsung pamit pulang setelah makan malam tapi bunda yobi menahannya beberapa saat hingga akhirnya menyuruh yobi mengantarkan elsa pulang


elsa tidak berbicara sama yobi dia hanya ngobrol dengan bunda yobi dan juga shawn yang banyak bercerita hal lucu hingga selalu membuat elsa tertawa.


yobi tidak mengatakan apapun pada elsa ketika hendak menuju mobilnya elsapun ingin melawan dia berjalan ke luar gerbang tanpa menggubris yobi. tapi tiba tiba yobi menarik tangannya kembali kedalam rumah untuk menaiki mobilnya


"gue mau jalan kaki!"


"gak usah sok cari perhatian..."


egh!!! rasanya elsa ingin menjambak rambut yobi. elsa tidak menggubris yobi. dia tetap berjalan. otaknya terkontaminasi untuk menggerutu pada yobi.


hei tuan.. siapa yang ingin sok cari perhatian???


elsa hanya tidak ingin semobil dengan orang yang terus terus mendiamkannya.


terdengar yobi menarik nafas panjang lalu berjalan mendahului elsa.


argh... elsa membenci suasana ini!!!


elsa melangkahkan kakinya yang tidak semangat melihat yobi jauh di depan. rasanya elsa ingin menangis, cowok itu benar benar ingin menjauhinya.


elsa marah kepada semua keadaan...


dan saat ini dia ingin marah kepada brian yang telah mencintainya, terkadang di cintai tidak semembahagiakan itu.


elsa juga ingin marah kepada yobi...


kenapa dia juga harus menjauhi elsa segala??


Bruukkk


elsa terjatuh, tali sepatunya lepas dan ke injak


"YOBIIIIII!!!" teriaknya keras. sekeras amarahnya yang ingin dia luapkan. elsa sudah terisak menghadapi semua kejadian ini. dirinya sungguh sangat menyedihkan bahkan harus terjatuh segala.


yobi menghampirinya... tangis elsa semakin kencang tidak bisa membaca ekspresi yobi "tali sepatu gue lepas" dia memandang yobi yang tengah berjongkok di depannya "tali sepatu gue lepas...." ulangnya masih dengan terisak "gue jatuh..." yobi memeriksa lututnya yang tergores "gue gak bisa ngejar lo...."


yobi menatap elsa lekat. yobi mengahapus air mata mata elsa di pipinya "jangan nangis...." yobi bangun dan menjulurkan tangannya untuk elsa ikut berdiri setelah yobi mengikat tali sepatu elsa yang terlepas


elsa tidak kuasa dengan semua keadaan ini. ia bangun tanpa menerima uluran tangan yobi.


elsa langsung berhambur memeluk yobi. dia sangat merindukan yobi... sangat... lebih dari itu... yobi terdiam beberapa saat "gue benci sama lo!" ucap elsa menyembunyikan wajahnya di dada yobi


"gue benciiiii" ucap elsa dengan segala penekanan batinnya. benci dalam arti yang berbeda. elsa merasakan tangan yobi mengelus lembut rambutnya


"katakan el... gue harus apa???" perkataan yobi terdengar sangat frustasi. elsa terdiam mendengar jawaban yobi.


iya, apa yang harus yobi lakukan??? bertahan di sisi elsa dan melihat elsa bersama pria lain yang berstatus sebagai pacarnya??


jelas itu sakit!!!


tapi menjauhi elsa jauh lebih sakit....


laki laki memang kuat tapi hatinya tidak setegar itu menghadapi seseorang yang di cintainya


yobi melepas pelukan elsa. elsa melihat yobi dengan air mata masih menghiasi wajahnya. yobi menangkup kedua pipi elsa dengan kedua telapak tangannya "katakan.... gue harus bagaimana???" mendengar hal itu elsa semakin terisak ia kembali memeluk yobi. elsa juga tidak tau harus apa??? so complicated. yobi memeluk elsa erat, seolah tidak ingin melepaskannya.