Because Of You

Because Of You
40. apa mungkin?



membuat kesepakatan dengan yobi memang hanya omong kosong belaka. janjinya hanya hoax. anak itu benar benar tidak bisa di percaya. Elsa hanya tidak ingin memakai masker ke sekolah untuk menutupi bibirnya yang bengkak akibat ciuman pro dari seorang yobi. sepertinya dia salah satu jajaran cowok paling mahir saat berciuman.


Elsa memandang wajahnya di kaca wastafel, tidak bengkak hanya saja ada sedikit luka di sudut bibirnya. kemaren kemaren dia bisa menutupinya dari Debby ataupun Levita tapi tidak bisa jamin kalau itu keseringan terjadi.


hari ini hujan dan yobi tetap datang menjemput Elsa. sesampainya di sekolah Elsa menjadikan LKS nya sebagai penutup bibirnya.


"kenapa sih di tutupin?" yobi meraih LKS Elsa dan memandang wajah nya. mereka berjalan di koridor menuju kelas


"malu tau!" Elsa cemberut. ulah siapa coba?


"gak keliatan kok, swear!" yobi memperhatikan bibir Elsa sambil tersenyum. senyum yang membuat Elsa kelebihan gula darah belakangan ini. bisa diabete cewek itu. tapi kemudian yobi ketawa "lucu banget sih" ucapnya sambil mengacak rambut Elsa.


saat didepan kelas IPS Debby tiba tiba datang dan nyerobot di tengah tengah yobi dan Elsa lalu mengambil alih lengan Elsa, yobi berdecak tapi membiarkan Debby melakukannya.


selama ini kedua sahabatnya hampir tidak ada yang menanyakan apapun soal dirinya jadi Elsa diam. dan keduanya pun tidak ada yang curiga tapi...


"El bibir Lo kenapa?? di gigit drakula??" tanya Debby histeris saat meletakkan tas nya di atas bangku. Debby belum tau soal dia dan yobi jadian tapi anak itu sudah membuat pagi ini banyak pasang mata menatap Elsa di kelas itu.


"bukan drakula tapi di gigit vampire!" jawab Elsa sekenanya. kata yobi tadi tidak kelihatan, pembohong besar.


"serius??? mau dong yang modelan Edward Cullen!" Elsa salah menjawab yang membuat Debby menanggapinya terlalu heboh. saat orang lain memuji manurios Debby tetap stuck di robbert Pattinson.


kata orang jatuh cinta bisa terjadi hanya dalam 7,2 detik saja tapi Debby bisa langsung jatuh cinta di detik ketiga sayangnya anak itu juga bisa cepat melupakan dalam waktu 5 detik. tapi berbeda dengan kesukaannya terhadap Robert Pattinson.


Elsa memperhatikan yobi yang masih berdiri di pintu bersama teman temannya. tas nya ia sampirkan di sisi kiri dan tangan kanan nya memegang bagian belakang rambutnya.


tiba tiba yobi menoleh melihat Elsa dan mengerlingkan matanya lalu menoleh lagi ke arah Ardi. Elsa menjatuhkan keningnya ke bangku. setiap perlakuan apapun yang Elsa terima dari yobi selalu saja membuat laju jantungnya tidak stabil.


cowok itu terlalu pintar membuat Elsa jatuh cinta setiap saat padanya. Elsa suka setiap kesempatan yobi akan membisikkan kata "i love you!". ternyata mendengar seseorang berkata cinta setiap saat bukan hal sepele. jika ada alasan bahagia itu sederhana ya, memang tidak sesederhana itu.


"ikut gue ke ruang guru yuk?!" ajak Levita menoleh ke arah Debby dan Elsa


"ngambil absen ya? hari ini Lo piket kan?!"


"iya makanya, ikut yuk!"


"kuy!" Debby bilang yuk sambil menarik lengan Elsa kemudian juga menggandeng Levita. jadilah Debby yang di tengah tengah mereka.


"mau kemana??" tanya yobi melihat Elsa akan keluar bersama teman temannya


Debby sudah akan menjawab saat mereka berada di depan kelas tepat di hadapan segerombolan cowok cowok ngerumpi pagi tapi suara seseorang dari seberang mengurungkan niat Debby untuk menjawab yobi


"YOBI BASKET!!!" Teriak Aldo sambil melemparkan bola basket ke arah yobi. Elsa yang berada di sisi kiri Debby posisinya paling dekat dengan yobi.


semua orang menoleh melihat bola itu hampir mengenai Elsa tapi tubuh gesit yobi yang selalu cekatan saat berhubungan dengan basket langsung mendekap kepala Elsa dan meraih bola basket tersebut dengan satu tangannya.


melihat hal itu Ardi bertepuk tangan, tubuh yobi terlalu lentur untuk melindungi Elsa.


"hati hati dong!" yobi sedikit marah melihat Aldo, Aldo meminta maaf "lain kali gak akan ya gue maafin!" yobi beralih menatap Elsa yang masih shock di dekapannya. yobi memegang kedua pundak Elsa "gak apa apa?"


Elsa menggeleng "gak apa apa!" dia pun langsung mengajak Debby dan Levita berlalu ke ruang guru.


setelah dari ruang guru, di koridor sekolah Debby mendumel melihat sikap yobi yang perhatian sama Elsa. terpaksa hari ini Elsa harus mengungkapkannya kepada kedua sahabatnya. kapan lagi waktu yang tepat "gue sama yobi... udah jadian!!!"


"APAA??? KAPAN???" teriak Debby, Levita Sampek menutup telinganya


"biasa aja dong deb... itu bagus kan untuk Elsa!"


"masalahnya lev..." Debby berdecak "kapan kalian jadian?"


"kenapa gak bilang?"


"kalian gak ada yang nanya!"


Levita yang paling pengertian langsung memeluk Elsa dan mengucapkan congratulation sementara Debby memegang kepalanya pening


"gue gak curiga Lo sama yobi jadian karna gossipnya beberapa waktu lalu yobi jadian sama anak kelas 10 namanya neisha. tapi putus seminggu kemudian. baru 3 hari lalu gue denger mereka putus. gue gak cerita juga karna tau perasaan Lo sa"


Elsa mematung mendengar penjelasan Debby. dia tidak ingin percaya. Elsa tertawa seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya. tapi siapa yang harus dia percaya sahabatnya atau pacarnya??? tidak mungkin Debby mengarang cerita??? tapi apa mungkin yobi selingkuh???


mendengar kata selingkuh saja Elsa sudah geli. yobi memang tidak bisa di percaya tapi dia juga bukan cowok dengan pola pikir brengsek seperti itu. yobi juga tidak aneh aneh, selama ini dia selalu ada waktu lebih buat Elsa


"sekarang.... apa yang harus gue lakukan??" tanya Elsa sambil bersandar ke tembok kelas. memegang erat buku absen di tangannya


"putusin gue bilang!!!" Elsa menatap Debby lekat. semudah itu deb??


"jangan, jangan Sampek Lo nyesel!"


"cowok kayak gitu gak bisa di pertahanin lev, sekali orang selingkuh gak ada yang menjamin orang itu gak selingkuh di masa depan!"


"tanyain aja dulu deb sama yobi, minta penjelasan. jangan dengan gampangnya langsung bilang kata 'putus', itu juga perilaku yang gak banget dalam menjalin sebuah komitmen"


"kenapa masih harus berprilaku elegan saat kita sudah menghadapi cowok brengsek??"


"please, berenti! kalian jangan bikin gue tambah pusing?!"


ketiganya saling berpandangan lalu Debby dan Levita langsung memeluk Elsa erat tapi suara Bu litsa membuyarkan setiap inci otak mereka sekarang.


"kalian kenapa masih memperagakan Teletubbies disini?? jam masuk sudah berbunyi 5 menit yang lalu" ketiganya terdiam "cepat masuk kelas!!"


******


Elsa duduk di ujung tempat tidurnya. memilin tangannya dan berusaha mengontrol pikiran logisnya. Elsa membiarkan yobi diluar sendirian. cowok itu tetap mengantar Elsa pulang meski Elsa mendiaminya sejak di kelas hari ini.


dia tidak ingin mengambil keputusan dengan tergesa tapi dia juga tidak ingin membicarakannya sekarang dengan yobi. kebiasaannya saat punya masalah sejak dulu hanya bisa diam. dia tidak ingin menceritakan kepada siapapun.


Elsa butuh waktu. dia akan diam dulu untuk menahan egonya dan mereda emosinya dan setelah perasaan itu lebih terkontrol. dia akan duduk dan membicarakan perihal yang mengganggu pikirannya. bisanya seperti itu dia mengatasi masalahnya.


pintu kamar Elsa terbuka, yobi masuk dan duduk berjongkok di hadapan Elsa yang tengah terduduk di ranjangnya.


"kenapa??" tanyanya sambil mengelus pipi Elsa. Elsa meraih tangan yobi seolah menyuruh cowok itu untuk diam "kalo marah bilang, jangan diam. gue gak cukup peka suruh main tebak tebakan?!"


"gue mau istirahat. Lo sebaiknya pulang!" Elsa berbicara tanpa menatap yobi


yobi mengernyit bingung tapi akhirnya ia mengangguk "istirahat. jangan pikirin macem-macem" Elsa mengangguk, yobi mengelus rambut Elsa.


saat hendak mencium bibir Elsa, Elsa reflek menghindar dan menoleh ke samping. oke, sepertinya yobi harus lebih ektra sabar "gue balik. kalo berubah pikiran buat cerita Lo bisa telfon gue kapan aja!" yobi mencium kening Elsa tidak membiarkan cewek itu menghindar lagi.


Elsa menatap punggung yobi yang berlalu keluar, ia menarik nafas panjang lalu merebahkan tubuhnya ke ranjang.


yobi bersandar ke jok mobil sambil memejamkan matanya. ketika sabar ada batasnya menjadi orang baik terhadap pacar sepertinya tidak ada durasinya. dia meraih i phone nya dan langsung menghubungi Ardi


"dimana??// jevier sama rafil juga disitu??// oke gue ke sana sekarang/"


klik sambungan terputus!