Because Of You

Because Of You
37. official!!!



Elsa menandai silang tanggal 16 Januari dengan spidol merah. ternyata 1 Januari terlewati begitu saja. tidak ada sesuatu apapun yang perlu di bahas lebih jauh tentang hidupnya. datar. semua hal terjadi begitu saja.


Elsa menikmati senja sore di balkon apartment dengan menduduki kursi rotan yang menggantung. ponsel, buku dan pen yang menemaninya. serta lagu lagu western mengalun lewat airpods.


tahun baru hanya di habiskan menonton new year eve bersama kedua sahabatnya padahal menghitung mundur 00:00 di 1-1 adalah hal yang menyenangkan.


dia berharap bisa melewati tahun baru dengan cara yang mengesankan. nonton konser musik di UK, nonton film di pusan atau Cannes, shopping di butik orchard road Singapore__tempat termahal di dunia untuk membeli pakaian. jalan jalan ke Hongkong-korea dan party di ibiz__keinginan gila Debby.


tapi sekali lagi ini bukan negeri pixieland Tinkerbell dan Peterpan, yang semuanya harus terjadi sesuai keinginan yang kita harapkan. harapan harapan indah memang tidak seharusnya menjadi kenyataan bukan?! sesuatu yang indah belum tentu baik tapi sesuatu yang baik pastilah indah


bahkan soal rasa.... dan perasaan cinta Elsa tidak boleh berharap lebih, takut saja kejadian hanya di beri harapan oleh Yudha terjadi lagi. orang lain mungkin tidak tau saja merasakan kekecewaan dalam masalah yang sama, sakit.


Elsa melihat sebuah gitar yang berada di pojok balkon, gitar yobi. seseorang yang setiap kali datang ke apartment menyanyikan lagu lagu menyenangkan


Elsa tidak berharap ada Romeo hadir dalam hidupnya_memberikan kisah yang romantis dan berakhir sia sia ataupun Edward Cullen_semua hal bisa dia buat romantis tapi dengan kehidupan yang berbeda dimensi.


Elsa hanya ingin kisah cinta dia sendiri yang jatuh cinta tanpa di sadari bahkan tanpa ia rencanakan sebelumnya. tidak melulu harus ada prince charming yang membuat kisah itu harus terjadi.


Elsa bisa mendengar pintu apartementnya terbuka. beberapa orang memang tau pin apartmentnya seperti Levita, Debby, mama dan... yobi! gara gara cowok itu pernah datang saat Elsa sedang di kamar mandi.


seseorang terdengar melangkah masuk, Elsa menoleh. ada yobi disana. berdiri bersandar di pintu keluar balkon, tangannya ia masukkan ke saku celananya dan sepertinya cowok itu memfavoritkan Hoodie. Hoodie putih sekarang melekat di tubuhnya.


yobi tersenyum. wajahnya terkena paparan sinar matahari sore. Elsa ingin memotret kehadiran yobi di senja hari itu, untuk ia simpan di memorinya.


yobi melangkah mengambil gitarnya dan duduk di kursi rotan putih__di hadapan Elsa "hari ini mau lagu apa??" tanyanya sambil memegang jemari Elsa. Elsa tersenyum.


senja... bolehkah ia berharap untuk seorang yobi??? kali ini saja, mohon! beri kesempatan Elsa untuk meraihnya, menggenggam bahkan menguasainya.


jangan biarkan ia tertidur panjang lagi dalam kisah cintanya. love, wake up! jika di beri kesempatan untuk menyandingkan namanya __yobi & elsa__ seperti Adam dan hawa, Jack and rose atau Rama dan Sinta, Elsa hanya berharap sebuah ucapan selamat tinggal tidak pernah ia dengar.


"gue rasa...." yobi tersenyum, menghentikan perkataanya. Elsa harap harap cemas. apa sekarang waktunya?? "Lo bakal ngelewatin hari hari berbeda mulai sekarang!"


Elsa melepas genggaman yobi, ternyata bukan sekarang waktunya?? lalu kapan? "yang pasti gue bakal ngelewatinnya tanpa Lo!"


"emang bisa??"


lihat! dia yang menawarkan cerita baru untuk Elsa jalani tapi dia tidak berniat menggenggamnya. mengatakan 'ailofyu' atau pernyataan cinta lainnya. tidak perlu romantis, cukup kepastian. ternyata semelelahkan ini menjadi cewek. sesuai gender, sekarang siapa yang salah???


******


hari ini SMA dua lima kedatangan kakak kakak mahasiswa untuk pengenalan materi baru, pemerataan pengembangan global. beberapa mahasiswa tersebut di bagi dalam beberapa orang dan masuk ke per kelas yang ada di dua lima.


kelas 11 MIPA 2 kebagian 3 mahasiswa cowok semua dan salah satu dari mereka rambutnya gondrong, style nya juga cool. namanya Anthon, kalo kata debby... do'a orang tua, di balik nama damage nya emang luar biasa. intinya Anthon yang almet merahnya paling menonjol saat menyambangi MIPA 2 karna kesannya he's badboy bukan kah cewek memang lebih memilih penampilan yang bad boy? saat berpenampilan sopan di anggap kurang menarik?!


Anthon di temani Firly dan Ilham. Firly manis sedangkan Ilham, dia yang paling berkilau. wajahnya benar benar seperti ada mataharinya, silau di pandang. Anthon yang paling aktif menjelaskan tentang materi baru itu, sepertinya dia anak organisasi. cara bicaranya tidak ada keraguan sedikitpun.


Radit bisa menebak kuis yang di ajukan mahasiswa itu dengan benar lalu Anthon mengajak TOS tapi ketika Radit sudah siap high five Anthon malah mengibaskan rambutnya ke belakang, membuat tim cewek cewek memekik pelan bahkan Debby sampai memukul bangkunya dengan keras "anj*r, di ijinin gak sih gue suka sama dia?!" bisik Debby kepada Elsa. Elsa hanya memutar bola matanya mendengar celotehan Debby. dia tidak berniat untuk tertarik kepada siapapun yang hanya singgah sebentar


"hey kamu...!!!" tunjuk Anthon ke bangku Elsa dan Debby "diam aja dari tadi, ada pertanyaan gak?"tanya Anthon, matanya menatap Elsa


Elsa tersenyum kikuk "gak ada kak!"


"ya udah kalo gitu aku aja yang nanya!" bola mata Elsa membulat. dia tidak bertanya bukan berarti karna dia mengerti tapi dia tidak tertarik dengan apa yang di perbincangkan sekarang


Debby menyenggol lengan Elsa "sikat aja!" Elsa menoleh mendengar bisikan Debby "kayaknya dia tertarik sama Lo, dari tadi curi pandang terus!"


yobi mendengar bisikan Debby lalu menggebrak meja dengan keras. 3 mahasiswa itu menoleh ke arah yobi "kenapa??" tanya ilham "kasian bangkunya nanti sakit" Ilham tersenyum, ternyata cowok itu punya lesung Pipit


"kak" panggil sita di tengah tengah kelas yang sedikit sepi "lesung pipinya manis! mau dong satu lesung Pipit kayak kakak!"


sontak sita mendapat seruan huuu dari cowok cowok dan dapat seruan dukungan dari cewek cewek. Ilham semakin tersenyum lebar, meski perasaan malu tengah menyerangnya "tips dariku, untuk pipi yang lesung tebarkanlah senyum ikhlas kepada siapapun dan untuk bibir yang menarik ucapkanlah perkataan yang baik!"


"sekalian kak untuk wajah yang glow up tipsnya?" timpal novi


"yang pasti skincare gak di tanggung BPJS nov?!" fresty yang menjawab membuat semuanya tertawa begitupun para mahasiswa yang tengah berdiri di depan


"bersihkanlah kotoran batin mu. tidak perlu skin care-an wajahmu akan glowing dengan sendirinya!"


"kak bagi kontak dong biar bisa sharing?!"


"kak Firly sekalian, jangan Sampek ketinggalan"


mahasiswa itu hanya tersenyum, anak SMA kalau menggoda lebih to the point di banding mahasiswi yang jaim. tapi sesuatu memang mungkin terjadi, mata Anthon, tidak lepas dari Elsa. hingga Elsa menghindari tatapan itu dan melihat apa saja. bahkan saat sesi fotbar Anthon mendorong Ilham supaya dia bisa berfoto di dekat Elsa.


*****


Elsa menyusuri koridor bersama Levita, ia hendak ke ruang guru menyerahkan tugas teman sekelasnya kepada Bu lifa. tapi tiba tiba ponselnya memunculkan sebuah notif yang membuat Elsa meminta tolong agar Levita menyerahkannya sendirian ke ruang guru


"temuin gue di rooftop. sekarang!"


bunyi pesan itu yang membuat Elsa bergegas ke rooftop. saat membuka pintu rooftop dia melihat yobi berdiri di ujung rooftop, melihat gedung gedung pencakar langit di depannya. yobi memasukkan tangannya ke saku celananya.


Elsa berdiri di samping yobi sambil bersedekap. angin berhembus kencang menyapa pertengahan Januari "Lo gak ada kerjain lain?!" ucapnya tanpa menoleh ke yobi


"tapi ternyata Lo beneran datang!" kata yobi seolah tidak terlalu percaya Elsa akan datang menemuinya. Elsa sudah mau mengumpat. maksud yobi menyuruhnya datang apa?? dia sedang membuat lelucon baru sekarang. dia datang karna yobi juga selalu datang saat Elsa membutuhkannya. Elsa menarik nafasnya dalam. ingin bertanya 'ada apa?' saja rasanya enggan "Elsa...!!!" yobi menoleh memperhatikannya. Elsa melepas tangannya di depan dada lalu menoleh ke arah yobi, yobi meraih jemari Elsa dan menakutkannya dengan jemarinya.


"tertanggal mulai hari ini" 17 Januari "Lo harus jadi cewek gue!"


"iihh kok maksa!?" padahal sebenarnya cuaca hati Elsa sudah tidak terkendali. saat bersama yobi dia bisa melewati 7 musim sekaligus. random. heran cowok itu seperti hobi membuat ke Random-an hati elsa


"Karena gue gak mau dengar penolakan!"


"kalo gue gak mau?" bisa kan El kamu langsung jawab iya, jangan bertele tele. jangan sok jual mahal. bukankah ini yang kamu mau??


yobi tersenyum lalu kembali menoleh kedepan seolah ada yang menarik di antara gedung gedung itu. "gak butuh jawaban. intinya harus!" katanya sambil mengedikkan bahunya


sumpah! Elsa tidak ingin tersenyum di hadapan yobi sekarang tapi sudut bibirnya ternyata tidak sepintar itu untuk membohongi yobi "kita jadian??" tanya yobi memastikan


Elsa melengos dan menggigit sudut bibir bawahnya "karna Lo yang maksa!"


"tapi Lo juga mau. kita tetap butuh kesepakatan bersama buat menjalin hubungan!"


"iiihhh..." Elsa salting lalu melepas tautan tangan mereka dan melihat keluar rooftop. yobi tidak bisa berhenti tersenyum memperlihatkan gigi gingsulnya. kemudian dia meraih kedua pundak Elsa membuat mereka saling berhadapan, yobi sedikit menunduk untuk menyejajarkan wajahnya dengan wajah Elsa.


Elsa menatapnya, yobi merapikan rambut Elsa yang di sapu angin rooftop "i love you!" ucapnya lirih


Elsa diam. kalimat yang sangat ingin dia dengar namun juga takut dia mendengarnya. Elsa hanya ingin memastikan yobi serius.


"gak mau di jawab?" tanya yobi. Elsa tersenyum lalu berhambur memeluk yobi. please dia terlalu malu untuk mengatakan 'i love you too!' dia menyembunyikan wajahnya di dada yobi. menggigit bibirnya dalam dalam.


yobi mendekapnya. perasaan bahagia menyelimutinya. finally, official...


"cowok bilang i love you butuh jawaban El?!"


"iya ih bawel..." Elsa berbicara tetap menyembunyikan wajahnya di dada yobi


"iya apa?" yobi meraih wajah Elsa untuk menatapnya. Elsa mengeratkan pelukannya di pinggang yobi. wajahnya mendongak menatap yobi yang tangannya sekarang menangkup pipi Elsa dan mengelusnya "i love you!!" bisiknya lirih, matanya tidak lepas dari wajah Elsa especially bibirnya


Elsa menatap bola mata yobi "love you too!" jawabnya. matanya terpejam menikmati sentuhan lembut di pipinya


"can i....???" jempol yobi menyentuh bibir Elsa, mengusap lalu mengelusnya lirih. Elsa membuka matanya pelan tapi dia tidak ingin menjawab pertanyaan yobi. sekarang masih butuh jawaban???


yobi mendekatkan wajahnya ke wajah Elsa. bibirnya menargetkan bibir Elsa. saat yobi semakin mendekat naluri Elsa dengan sendirinya memejamkan matanya.


"WOEIYY!!!!" teriak seseorang dari pintu rooftop, spontan Elsa melepas rangkulannya dan menjauh dari yobi tapi cowok itu malah meraih tangan Elsa dan menggandengnya.


ada Yudha dan Rohit di pintu rooftop "heh, Bel udah 15 menit yang lalu sementara kalian masih asyik pacaran disini. masih pake seragam woiy dilarang keras mesum di area sekolah!!!"


Elsa menunduk mendengar ceramah Rohit dan dia juga malu kepergok Yudha. berbeda dengan yobi yang tetap terlihat santai sambil menarik Elsa keluar dari areal rooftop


"ikut ke ruang OSIS!" titah Yudha.


yobi tidak menggubris dan tetap berjalan menuruni tangga sambil menarik tangan Elsa. Elsa yang seperti mati kutu hanya bisa menunduk. lebih lebih Rohit tidak bisa berhenti mengoceh di belakang


"f*CK love!"