Arabella Maheswari

Arabella Maheswari
End



Seusai mandi, Nathan masih berada di tempat yang sama. Dengan wajah tertunduk, Bella mengambil baju di lemari miliknya lalu bergegas masuk kembali ke dalam kamar mandi. Nathan mengelengkan kepalanya dan tersenyum melihat sikap Bella tadi. Beberapa saat kemudian, Bella kembali keluar dan langsung membereskan sprei kotor. Dia mengganti dengan sprei baru dan meletakkan sprei kotor pada keranjang cucian.


Bella melepaskan handuk yang melilit di rambutnya dan segera mengeringkannya, Nathan yang tahu hal itu langsung berdiri dan mencoba membantu Bella yang tengah berdiri menghadap kaca lemari.


"Aku sudah memesan sebuah meja rias untukmu sayang, setelah ini kita ke Mall, aku akan mengenalkan mu sebagai pimpinan baru di sana." Nathan mengusap rambut basah Bella dengan lembut.


"Secepat itu Nath?"


"Hmm ya, hanya pengenalan saja. Kau bisa masuk kapan saja jika kau memang masih ingin berlama-lama di rumah bersamaku." Jawab Nathan tersenyum.


"Bukan begitu, emm Nath, apa kau bisa mengantarku ke kontrakan ku yang dulu. Ada beberapa barang yang belum ku ambil termasuk hairdryer milikku dan kunci kontrakan itu juga masih ku bawa." Pinta Bella mengganti topik pembicaraan.


"Iya kita akan ke sana nanti."


Bella mulai menunduk saat bola Nathan mulai memandanginya dari pantulan cermin di depannya.


.


.


.


.


Seusai memperkenalkan Bella sebagai pimpinan baru, Nathan bergegas mengajak Bella untuk ke kontrakan. Bella sendiri tidak tahu kenapa Nathan begitu terburu-buru padahal tadi Bella ingin mengobrol sebentar dengan Lena dan beberapa temannya. Sesampainya di sana, keduanya pun masuk. Saat Bella hendak membuka tirai penutup jendela, Nathan melarangnya.


"Tunggu sebentar sayang, aku ingin tahu apa fobia mu sudah sembuh." Nathan menutup pintu rumah dengan keadaan lampu yang masih menyala, dia mengiring Bella masuk ke kamar.


"Aku tidak yakin melakukan ini." Gumah Bella melihat ke arah Nathan yang tengah berada di depan saklar lampu kamar.


"Ada aku jadi tidak masalah." Nathan meraih pinggang ramping Bella dan mengeratkannya pada tubuhnya." Apa kau sudah siap sayang?" Imbuh Nathan bertanya.


Bella menarik nafas panjang dan menghirup oksigen sebanyak-banyaknya, dia sangat gugup karena ada perasaan takut jika dia nanti akan melukai Nathan." Baik Nath lakukan." Pinta Bella memejamkan matanya.


Nathan menombol saklar lampu, dan ruangan berubah menjadi sangat gelap karena tidak ada pencahayaan yang masuk di sana.


"Buka matamu sayang, lihatlah dengan perlahan." Kata Nathan berbisik.


Bella kembali menarik nafas panjang, perlahan dia mulai membuka matanya, nafasnya memburu sebab dia merasa takut harus melihat wajah pucat dari gelandangan tersebut. Namun nyatanya tidak ada apapun sekarang, Bella sudah tidak melihat apapun dalam kegelapan. Bibirnya tersungging memperhatikan sekitar, Astaga Tuhan aku tidak percaya ini.


"Aku tidak melihatnya lagi Nath." Jawab Nathan lirih.


"Mungkin perkiraan ku benar, jika kau sudah tidak gadis lagi maka fobia itu akan menghilang dengan sendirinya." Tutur Nathan ikut merasa senang.


"Hanya dugaan saja sayang." Nathan kembali menghidupkan lampu kamar milik Bella.


Aku tidak percaya jika semudah ini menghilangkan nya, meski aku belum yakin dengan ini semua tapi... Bella menatap ke arah Nathan yang saat ini masih berdiri di sampingnya, dengan sedikit gugup Bella mengangkat kedua tangannya lalu memeluk Nathan dengan perasaan haru.


"Terimakasih sudah bersamaku selama ini, aku belum yakin jika ini sudah sepenuhnya hilang namun paling tidak untuk saat ini aku bisa bernafas lega." Tutur Bella lirih dan Nathan membalas pelukan tersebut dengan senyuman dan sebuah belaian lembut pada rambut panjang Bella.


Akhirnya hatimu terbuka juga untukku sayang, semoga setelah ini kau bisa bersikap lebih baik lagi padaku.


"Aku melakukannya karena aku mencintaimu." Jawab Nathan melepaskan pelukan dari Bella." Jadi bagaimana? Kau mau kita pergi Honeymoon kemana? Tidakkah kau menginginkan hal itu sayang?" Imbuh Nathan bertanya.


"Memangnya kita akan kemana?"


"Terserah kau mau ke mana?"


"Aku mengikuti mu saja Nath." Jawab Bella tersenyum.


"Bagaimana jika ke neraka." Tanya Nathan mengoda membuat Bella mendengus kesal." Haha maaf sayang hanya bercanda, nanti kita lihat-lihat tempat mana yang paling indah dari internet, baru kita tentukan akan pergi kemana." Nathan mengusap lembut puncak kepala Bella dan menatapnya hangat.


"Hmm baik."


"Bereskan barang-barang mu yang ingin kau bawa, setelah ini kita kembalikan kunci kontrakan ini dan pulang ke rumah."


Bella mengangguk dan tersenyum ke arah Nathan yang saat ini juga tengah tersenyum ke arahnya. Bella menarik nafas panjang dan segera beranjak untuk membereskan barang-barang yang masih tertinggal di bantu oleh Nathan yang memasukkan barang-barang tersebut kedalam tasnya.


Andai kamu masih di sini Karin, kita akan bisa berbagi kebahagian ini. Meskipun aku tidak yakin ini nyata tapi memiliki Nathan adalah sebuah kebahagian yang tidak bisa di ungkapkan dengan sebuah kata-kata. Terimakasih sudah menemaniku sampai saat itu, aku harap suatu saat nanti kita bisa berjumpa lagi di dunia yang berbeda.


🙏Tamat🙏


Di karenakan keadaan author yang kurang mendukung, jadi Arabella Maheswari akan di bagi menjadi dua bagian yang entah akan di rilis kapan🙏.


Masih banyak misteri yang belum terungkap juga konflik yang belum selesai, author sudah punya gambaran untuk kelanjutannya tapi Dede dalam perut aku semakin hari semakin bertambah rewel jadi rasanya sulit untuk nulis karena badannya yang down akibat jarang makan😭🙏


Mohon pengertiannya para reader tercinta😁, mungkin nunggu kelahiran baru bisa rilis judul terbaru untuk kelanjutan Arabella Maheswari 😉🙏


Terimakasih atas dukungannya 😘 Reader juga para teman-teman sesama penulis yang masih setia untuk mampir❤️Sekali lagi terimakasih 🎉


Author pamit undur diri😁🙏 Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan, pueby yang masih amburadul dan typo yang bertebaran di sepanjang episodenya. Harap maklum.


Semoga sehat selalu


❤️Salam sayang Arabella Maheswari❤️