
Bella terdiam saat Nathan berkata jujur soal perasaanya,bibir Bella ingin berkata iya namun dia kembali mengingat masa lalunya yang membuatnya kembali berfikir beribu-ribu kali.
Aku ingin di cintai bukan karena kecantikanku dan kebaikanku tapi aku ingin di cintai dengan cara yang tulus.Sehingga jika ada sesuatu yang terjadi cinta itu tidak akan mudah meninggalkanku.Aku masih belum bisa membedakan,mana seseorang yang tulus dan tidak,sebab selama ini aku selalu salah melangkah dalam mengambil keputusan hingga kehidupanku jadi berantakan seperti sekarang..
"Aku tidak membutuhkan jawaban darimu Bella,aku hanya sekedar berucap saja.Semua keputusan ada di tanganmu jadi tidak usah memikirkannya sampai seperti itu."Imbuh Nathan melihat Bella yang tengah termenung saat ini.
"Yah sudahlah..Kau mau mengajakku kemana?"Jawab Bella membalas tatapan Nathan.
"Ke mall."Tersenyum tipis membuat jantung Bella kembali berdenyut.
"Ada yang ingin kau beli?"Memalingkan wajahnya.
"Hmm iya,Ayah menyuruhku membeli sebuah kacamata sebab akhir-akhir ini matanya sedikit kabur."Tutur Nathan menjelaskan.
"Seharusnya kau ajak Ayahmu Nath.."
"Aku sudah mempunyai ini dan tinggal membelinya."Nathan memperlihatkan sebuah kertas tulisan dari dokter.
"Hmm baiklah,tunggu sebentar aku akan berganti baju."Jawab Bella beranjak dari tempat duduknya dan masuk kamar.
πππ
πMallπ
Bella dan Nathan jadi sorotan saat keduanya berjalan beriringan di Mall,keduanya terlihat serasi,Nathan dengan Visual wajah tampan dan berkulit coklat di padukan dengan Bella yang mempunyai kulit putih bersih seperti boneka berjalan,membuat semua orang berbisik kagum.
"Kau mau membeli sesuatu Bella?"Tanya Nathan menatap ke arah Bella yang saat ini berjalan di sampingnya.
"Tidak,aku hanya mengantarkanmu saja."Jawab Bella tanpa melihat ke arah Nathan.
Kamu terlihat semakin cantik dengan gaun sopan itu Bella..
"Kau pernah pergi ke tempat ini Bella?"
"Aku tidak punya waktu juga uang untuk pergi ke sini,banyak wanita cantik di sini Nath,lihatlah mereka melihatmu sampai mata mereka terlepas dari tempatnya."Bella terkekeh melihat ekspresi wanita-wanita yang melihat ke arah Nathan saat ini.
"Itu karena aku tampan,aku heran kenapa kau tidak langsung menerima perasaanku tadi."Kata Nathan yang ingin membuka topik.
"Aku tidak sedang ingin menjalin hubungan saat ini,sebab semua terasa percuma jika aku masih belum sembuh dari fobia ku juga mimpi buruk itu."Jawab Bella lirih.
"Berarti sebenarnya kau punya perasaan sepertiku."
"Ish...!! Tidak..!! "Mengerucutkan bibirnya.
"Hmm jika tidak,berarti aku tidak masalah kan jika harus mengandeng tanganmu seperti ini."Nathan meraih jemari Bella dan mengengamnya erat.
Bella kembali membiarkan tangan Nathan mengengam jemari tangannya seperti sekarang meski jantungnya berdetak tidak beraturan.Bella mencoba mengendalikannya sebab tidak ingin Nathan mengetahui jika dia juga mempunyai perasaan yang sama.
Setibanya di toko optik Nathan memberikan kertas dari dokter dan pegawai pun segera menyiapkan pesanan untuk Nathan.
"Lepaskan tanganku Nath,ini sudah tidak sedang berjalan."Kata Bella lirih.
"Apa hatimu bergetar saat aku memegang tanganmu seperti ini hah .!!
"Tidak..!!"Jawab Bella dengan nada cepat.
"Jika tidak diamlah,jangan berprotes."Tersenyum sebentar dan kembali melihat-lihat.
Uhhh menyebalkan...!! Apa dia sengaja melakukan ini!!Aku harap bisa segera pulang,ahh jantungku jadi seperti ini..
"Haii Bella."Sapa seseorang yang saat ini berdiri di samping Bella.
"Ohh haii Ika."Jawab Bella ramah.
"Wahh akhirnya kamu dapat pasangan yah."Goda Ika yang sudah cukup kenal dengan Bella,sebab Ika pernah beberapa kali bertemu Bella dan Dika juga sering menceritakan soal Bella saat mereka sedang jalan berdua.
"Cuma teman."Tersenyum aneh.
"Emm begitu."Ika melirik ke arah tangan Bella yang di genggam erat oleh Nathan.
Dengan cepat Bella langsung menarik tangannya kasar."Kok sendirian."Tanya Bella tersenyum aneh.
Dasar...!!! Batin Nathan serayap tersenyum tipis.
"Hmm aku malah ingin bertanya padamu Bella,apa tadi kak Dika masuk kerja?"Tanya Ika dengan nada khawatir.
"Emm tadi Lena berkata kepadaku jika Dika tidak masuk kerja,soalnya aku sendiri tidak masuk kerja tadi."
"Dari semalam Kak Dika nggak ngabarin aku sama sekali Bell,biasanya dia selalu chat kalau sudah sampai rumah tapi sampai saat ini dia belum juga kasih kabar ke aku."Kata Ika bercerita.
"Aku khawatir Bell biasanya malam Minggu gini dia selalu nemenin aku kok."Imbuh Ika dengan raut wajah cemas.
"Coba saja ke rumahnya,mungkin saja Dika sibuk atau apa gitu.."
"Hmm iya rencananya aku akan ke rumahnya besok,apa aku boleh meminta kontakmu Bella."Kata Ika tersenyum ramah.
"Tentu.."Bella. mengambil ponsel dari tangan Ika dan mengetikkan nomernya." Hubungi aku jika butuh bantuan."Bella memberikan ponsel pada Ika.
"Baik Bell,aku permisi,selamat bermalam Minggu."
"Hmm oke.Untukmu juga."Jawab Bella ramah.
Manik Bella masih melihat ke arah Ika saat ini,dia memicingkan matanya sebab dia melihat samar-samar bayangan hitam menempel pada punggung Ika.Bayangan tersebut terlihat transparant,namun itu terlihat jelas di pandangan Bella.
"Nath apa kau melihat itu."Menujuk ke arah Ika.
"Melihat apa?"
"Di punggung gadis tadi yang menyapaku."
"Aku tidak melihat apa-apa."Jawab Nathan yang masih memperhatikan Ika.
"Apa mataku yang salah."Mengucek-ngucek matanya.
"Kau melihat apa?"
"Sudahlah mungkin aku salah lihat,apa kau sudah selesai?"Bella mencoba mengabaikan itu semua.
"Hmm sudah ayo."Nathan kembali meraih jemari Bella dan mengandengnya keluar.
Astaga..!! Dia mengandeng tanganku lagi...
"Kau ingin makan apa malam ini bell?"
"Terserah saja..!!!"Jawab Bella kesal.
Nathan langsung menoleh ke arah Bella saat mendengar nada bicara Bella."Kau kesal padaku?"
"Ya tangan ini yang membuatku kesal,maka dari itu lepaskanlah,kau pikir aku anak umur 5 tahun Nath..!!"Bella berucap begitu sebab perasaanya semakin terasa aneh saat ini.
"Alasanmu sungguh tidak logis..!! Mana mungkin kau kesal gara-gara di gandeng oleh pria tampan sepertiku.Jujur saja jika hatimu bergetar saat ini."Tutur Nathan Tersenyum tipis.
Dia memang benar...!! Tapi aku tidak mau dia tahu itu...
"Ya terserah.! pegang terus saja."Runtuk Bella kesal.
"Hmm baik."Nathan melingkarkan lengannya ke kedua pundak Bella sehingga tubuh bella makin menempel pada Nathan."Aaaggghhhh sakit."Teriak Nathan saat Bella mengigit lengannya sehingga Nathan melepaskan rangkulannya.
Bella terkekeh melihat ekspresi Nathan yang kaget saat ini."Salah sendiri hahaha,jaga tanganmu Nath."Kata Bella tersenyum tipis.
"Dasar...!! Sakit sekali.."
"Daripada aku memutar tanganmu lebih baik jika ku gigit seperti tadi."
"Gigimu mirip gergaji saja,lihatlah ini hampir tembus."Memperlihatkan bajunya.
"Iya maaf,Ehh Nath kita makan di sana saja."Menujuk keluar Mall.
"Hmm oke."
Aku yakin kau mempunyai perasaan yang sama denganku Bella,aku bahkan bisa mendengarkan detak jantungmu sekarang.Mungkin kau terlalu takut untuk mengungkapkan itu semua Bella,kau takut akan kecewa untuk yang kesekian kali.Aku berjanji padamu Bella..Apapun yang terjadi di depan,aku tidak akan mundur sedikitpun.Rasakan saja cinta seperti apa yang yang bisa di berikan oleh anak kecil seperti diriku..-
Hollaπ
silahkan like π
Komentar π¬
Klik β₯οΈ
Vote juga please π
Terima kasih π
Salam Arabella Maheswari π