
๐ Rumah Bella๐
Nathan menyelesaikan pembayaran setelah genset sudah terpasang dan bisa beroperasi.Dulu Bella pernah berniat mempunyai ide seperti ini,namun karena kehidupannya yang sekarang pas-pasan membuat dia tidak bisa membeli barang tersebut.
"Setelah ini apa kau akan pulang Nath?"Kata Bella serayap melihat Nathan yang masih berdiri di teras melihat ke arah mobil pick up yang sudah meninggalkan rumah Bella.
"Kau ingin aku menginap Bell?"Jawab Nathan yang selalu berbicara sembarangan.
"Tidak...!!"Kata Bella dengan cepat.
"Baik aku akan pulang."Jawab Nathan langsung berjalan masuk rumah untuk mengambil jasnya.
"Issshhh ...!!! Ngomong sembarangan..."Runtuk Bella mengikuti Nathan.
"Besok kau ke kafe atau tidak Bell?"
"Tergantung besok saja,aku masih tidak bisa fokus jika seperti ini."Jawab Bella sambil berdiri di samping Nathan.
"Oke aku pulang,jangan terlalu memikirkan suatu masalah,yakin saja jika semua akan ada jalan keluarnya."
"Iya aku sudah tahu..!!"
"Sudah tahu tapi tingkah lakumu seperti itu,jangan biarkan hal itu membuatmu semakin terlihat gila ..!!"Tutur Nathan dengan nada tinggi.
"Aku memang gila...!!! Uhhh kau ini,mulutmu itu terlalu banyak protes..!"Runtuk Bella.
"Aku perduli padamu..."
"Tapi nada bicaramu aturlah Heiii Nathan...!!!"
"Nada bicaraku memang seperti ini..!! Ingat setelah ini cepat kunci pintu dan tidurlah.Aku permisi."Ucap Nathan melangkah keluar rumah.
Bella cepat-cepat menutup rumahnya meski Nathan masih berjalan sampai di halamannya.
Aku masih ingin bersamamu Bella,ayo panggillah aku,terus suruhlah aku menginap di sini satu malam saja. Nathan menoleh sebentar saat dia sudah berada di samping mobil,dia menarik nafas panjang setelah melihat rumah Bella yang tertutup rapat. Ahhh...Aku sudah gila mengharapkan Bella berkata seperti itu padaku,mana mungkin dia ingin aku menginap di sana,dia bahkan selalu mengusirku dan tidak tahu sopan santun seperti sekarang.Seharusnya kan dia mengantarkanku sampai aku pergi tapi lihatlah.. Dia bahkan menutup pintu seperti itu,ahh lebih baik aku pulang... Nathan masuk ke dalam mobil dan segera meninggalkan kediaman Bella.
Bella sendiri masih mengintip Nathan di sela jendela rumahnya,hatinya terlalu tidak kuat jika harus mengantarkan Nathan sampai di depan.Satu hari dengan Nathan hari ini,sudah membuat perasaan Bella semakin sangat aneh.
"Aku benar-benar sudah jatuh cinta pada anak kecil itu,astagaaaaa...! Ucapannya kasar tapiiii...Dia sangat perduli denganku,aku tidak bisa menolak ini jika dia selalu berada di sekitarku seperti itu..!! Dasar..!! Merepotkan saja."Menarik nafas panjang saat ingatan soal Karin terlintas."Apa halusinasi ku semakin parah,aku tadi benar-benar mendengar Karin memanggilku.Tapi hmmm..Benar kata Nathan jika Karin tidak mungkin berada di situ."Bella mengunci pintu dan jendela lalu berjalan masuk ke kamarnya,dia berharap akan bertemu dengan Karin di mimpinya meski mimpi itu terasa sangat menyeramkan.
***
Nathan berjalan masuk rumah dengan perlahan sambil sesekali memijit pundaknya sendiri sebab hari ini terasa sangat melelahkan.Langkahnya kembali terhenti saat dia melihat sang ayah yang masih belum tidur,di temani oleh sang pembantu yang bertugas mengurus sang Ayah.
"Kenapa ayah belum tidur."Kata Nathan berjalan ke arah sang Ayah.
Pak Salim memberikan kode pada pembantunya untuk pergi."Akhir-akhir ini apa kamu sibuk Nath?Ayah lihat kamu sering pulang malam,"Tanya pak Salim ingin tahu.
"Aku sedang menyukai seseorang ayah."Jawab Nathan duduk di sofa samping pak salim.
"Ayah senang mendengarnya..Kenapa tidak kau ajak untuk menemui ayah?"Jawab pak Salim mendukung Nathan.
"Dia sedang banyak masalah ayah,dan aku juga tidak yakin ayah akan setuju atau tidak jika aku menyukai dia."
"Memangnya dia kenapa Nath?"
"Statusnya hmm dia sudah janda ayah."Menatap ke arah pak Salim yang mengangguk-angguk."Dan bukan hanya satu kali tapi sudah 6 kali."
"Dia pasti cantik.."Sahut pak Salim membalas tatapan Nathan.
"Sangat cantik.."Tersenyum tipis.
"Jika tidak cantik mana mungkin anak ayah sampai melabuhkan hati padanya."Tersenyum ke arah Nathan.
"Apa ayah setuju?Meski status dia seperti itu."
"Aku akan mencoba membawanya ke sini,emm sebab aku berniat untuk menyelesaikan masalahnya dulu yah,untuk saat ini aku tidak berani membicarakan perasaanku,jadi statusku dengannya hanya sebatas teman untuk saat ini."
"Hmm pelan-pelan saja Nath,itu lebih baik."
"Baik..Ayah tidurlah.."Nathan berdiri dan mendorong kursi roda pak Salim ke arah kamarnya.
Syukurlah...Akhirnya ada wanita yang bisa membuka pintu hatinya,aku sangat ingin tahu wanita itu,bagaimana bisa dia membuat Nathan yang berhati keras ini luluh padanya.Ohh Tuhan berilah aku umur panjang,agar bisa melihat kedua putraku menikah dan hidup bahagia..
***
๐ ๐ ๐
Drrrttt...Drrrrrttt...drrrtttt...
Bella mengusap keringatnya dan meraih ponsel yang terletak di meja samping tempat tidur.
๐ฒVia telfon๐ฒ
"Ya Len?"
"Kau tidak kerja?"
"Tidak..!!"Jawab Bella tegas.
"Astaga...Aku harus menyiapkan semuanya sendiri,banyak yang tidak masuk hari ini termasuk Dika."
"Kok tumben Dika nggak masuk,bukannya dia lagi rajin-rajinnya kerja karena butuh biaya untuk menikah?"
"Hmm itu dia,tapi dia benar-benar tidak ada di sini.Dan kau tahu kabar buruknya,pak Aldo di gantian dengan seorang wanita yang astagaaa dia sangat cerewet dan suka mengatur.Please Bell masuklah,bantu aku."Tutur Lena memohon.
"Aku tidak sedang ingin bertemu dengan Bastian,dia membuatku kesal kemarin."
"Kau tidak takut di pecat?"
"Biarkan saja di pecat,aku masih bisa dapat uang dari bernyanyi kan."
"Ahh kau sangat tidak setia kawan,baiklah aku berkerja dulu,"
"Hmm oke.."
Tut ...Tut ..Tut...
"Entahlah...Aku sangat membenci Bastian..!! Terserah jika dia ingin memecatku,aku bisa meminta perkerjaan pada Nathan.Ahh kerja bersama Nathan.."Tersenyum."Dia bahkan tidak pernah menghubungiku meski sekedar chat saja,dasar robot..!! Wajahnya tidak pernah berekspresi sedikitpun,padahal jika dia tersenyum sangat kelihatan tampan.Ohh sudahlah,aku harus membereskan ini dan mencucinya."Bella membereskan tempat sprei yang selalu basah akibat mimpinya.
***
๐ Mall ๐
Hari ini Bastian mencari keberadaan Bella di semua sudut mall,namun tidak menemukannya.Dia bahkan mencoba menelfon Bella, tapi panggilan tersebut terlihat di abaikan oleh Bella.
Semakin kamu menghindar,aku semakin ingin mendapatkanmu Bella.Aku akan kerumahnya sore ini,aku akan mulai menjalankan rencana ini agar dia tidak merasa curiga padaku lagi. Bastian menyeringai serayap membawa sebuah album foto di tangannya.-
Silahkan like ๐
Komentar ๐ฌ
Klikโฅ๏ธ
Vote juga please ๐
Terimakasih ๐
salam Arabella Maheswari ๐