Arabella Maheswari

Arabella Maheswari
Chapter 94



Bella berdiri mematung di depan pintu kamar milik Nathan, dia menarik nafas sepanjang-panjangnya sebelum menerobos masuk ke sana tanpa mengetuk pintu. Mata Bella melebar serayap menelan saliva nya pelan karena merasa kaget dengan pemandangan yang tersuguh di depannya. Bersamaan dengan masuknya Bella ternyata Nathan juga baru saja selesai mandi. Rambut ikalnya terlihat masih basah dan acak-acakan, dia hanya mengenakan handuk yang melilit di sekitar pinggang ke bawah. Hal tersebut membuat Bella kembali keluar dan menutup pintu cukup keras.


Brakk!!!


Aku tidak sanggup Tuhan. Batin Bella memunggungi pintu kamar Nathan.


Cklek


pintu terbuka dan memperlihatkan Nathan yang sudah memakai kaos oblong putih namun di pinggangnya masih terlilit handuk tadi.


"Seharusnya kau mengetuk dulu jika tidak ingin melihat hal seperti tadi." Kata Nathan menahan tawa karena kekonyolan sikap Bella.


Kau memang mirip gadis SMA yang baru saja di paksa menikah.


"Maaf aku tidak tahu." Jawab Bella mencoba mengendalikan perasaannya dan memutar tubuhnya menghadap ke arah Nathan.


Aku menyukai suaramu itu sayang.


"Tidak perlu minta maaf, sebab kau akan terbiasa melihat tadi, Mari masuk." Nathan membukakan pintu selebar-lebarnya untuk Bella.


"Hmm." Jawab Bella berjalan perlahan masuk ke dalam kamar, Nathan mendesah lembut dan segera menutup pintu kamar lalu menguncinya.


Sudah bisa di bayangkan jika bentuk tubuh Nathan akan seindah tadi. Ya Tuhan rasanya jantungku tidak bisa berdetak normal. Batin Bella yang langsung terkejut saat Nathan sudah berdiri di hadapannya.


"Kau mau apa?" Tanya Bella satu langkah berjalan mundur.


"Di sini saja sayang." Menunjuk pipi.


"Apa itu?" Tutur Bella gugup.


"Aku tidak akan meminta sesuatu yang lebih jika kau memang belum siap, tapi aku hanya meminta kau mencium ku di sini." Jawab Nathan kembali menujuk pipi.


Raut wajah Bella semakin terlihat aneh, membuat Nathan langsung terkekeh di buatnya meski ada sedikit perasaan kecewa di hatinya.


"Baiklah jika tidak mau, bersihkan tubuhmu." Imbuh Nathan mengusap lembut puncak kepala Bella lalu berjalan ke arah lemari dan berniat untuk mengambil celana pendek.


Kau memang payah Bella, hanya pipi saja kenapa sulit sekali? Batin Bella mengambil baju yang tergantung dan segera masuk ke dalam kamar mandi.


Sepertinya aku harus lebih sabar lagi. Eluh Nathan bergegas memakai celana pendeknya dan segera berbaring di atas tempat tidur karena punggungnya memang terasa sangat kaku.


Di kamar mandi Bella tidak langsung mandi dan hanya menatap lekat wajahnya sendiri dari pantulan cermin. hatinya kembali berperang ingin melawan perasaan gugupnya namun itu semua memang terasa sulit.


Bagaimana jika Nathan setelah ini akan meninggalkanku karena merasa bosan padaku? Ya Tuhan jangan biarkan itu terjadi lagi. Bella menanggalkan gaun pengantin nya dan segera membersihkan diri agar tubuhnya terasa segar. Dia segera memakai baju yang di ambilnya tadi lalu keluar kamar mandi dan mendapati Nathan sudah terlelap tidur.


Bella mendesah lembut, dia kecewa pada dirinya sendiri karena sudah menolak permintaan sederhana dari Nathan tadi. Kakinya melangkah perlahan menuju kaca lemari dan berniat untuk menyisir rambut panjangnya. Raut wajah Bella terlihat sedih, tangannya di gerakan naik turun serayap mendesah lembut menatap dirinya sendiri yang terlihat sangat payah.


"Kenapa wajahmu seperti itu sayang?" Bella langsung memutar tubuhnya menghadap ke arah tempat tidur Nathan.


"Bukannya tadi kamu tidur?" Tanya Bella merasa kaget.


"Iya aku tadi tidur, tapi aku terbangun karena wajah sedih mu itu." Jawab Nathan perlahan berjalan ke arah Bella.


"Kenapa aku? Aku bahkan tidak menimbulkan suara." Bella kembali menatap ke arah pantulan cermin dan melanjutkan aktivitas menyisirnya.


"Kau lupa? Jika kita sudah menjadi satu." Nathan mengambil sisir di tangan Bella." Biar aku bantu." Imbuh Nathan menyentuh rambut panjang Bella untuk pertama kalinya.


Bella sendiri tidak banyak bicara dan membiarkan hal tersebut, dengan tersenyum tipis Nathan menyisir rambut panjang Bella dan hal itu semakin membuat jantung Bella tidak terkendali.


"Kenapa wajahmu seperti itu? Apa kau tidak bahagia menikah denganku?" Bella mendesah lembut, dia kembali menyembunyikan raut wajahnya sendiri dari tatapan Nathan yang sesekali melihat ke arahnya.


"Bukan begitu." Jawab Bella.


"Lantas bagaimana? Aku tidak menyukai raut wajahmu yang seperti itu." Kata Nathan dengan intonasi suara yang lembut.


"Sudahlah, yang pasti bukan karena hal itu."


"Terus karena apa?" Kedua tangan Nathan perlahan melingkar lembut pada kedua pundak Bella, dia mendekap Bella serayap tersenyum menatap ke arah pantulan cermin.


"Apa yang kau lakukan Nath?" Protes Bella semakin terlihat gugup.


"Katakan, apa yang membuatmu bersedih seperti itu?" Ancam Nathan semakin mengeratkan dekapannya.


"Aku hanya, itu.." Jawab Bella tertahan.


"Aku tidak ingin ada rahasia lagi sayang, cepat katakan." Tutur Nathan menegaskan.


"Aku kecewa pada diriku sendiri." Jawab Bella.


"Kenapa begitu?"


"Aku sudah menolak mu tadi." Jawab Bella lirih.


"Astaga.." Eluh Nathan yang sadar jika permintaannya tadi membuat raut wajah Bella menjadi sedih." Anggap saja aku bercanda tadi, tidak perlu memikirkan hal itu sayang. Aku hanya sekedar meminta saja, jika kau tidak mau itu bukan masalah besar untukku." Imbuh Nathan menjelaskan meski tadi dia memang sempat kecewa, namun Nathan benar-benar tidak ingin menambah beban untuk Bella sehingga membuat Bella tidak nyaman bersamanya.


"Maaf. Aku memang payah dalam hal seperti itu." Jawab Bella lirih.


"Kita pelan-pelan saja sayang, aku tahu kau membutuhkan waktu untuk itu." Jawaban tersebut sontak membuat hati Bella seketika terasa sesak, ada perasaan kagum yang berlebihan sehingga hal itu cukup membuatnya merasa terharu.


"Apa kau sedang berakting Nath!" Tanya Nathan memutar tubuhnya menghadap ke arah Nathan yang sudah melepaskan dekapannya sejak tadi.


"Akting untuk apa hei sayangku?" Jawab Nathan tersenyum ke arah Bella.


"Kesabaranmu tidak sesuai dengan umurmu." Tutur Bella membuat Nathan terkekeh.


"Hmm memang tidak sesuai tapi itu sangat sesuai dengan besarnya cintaku padamu." Bella menarik nafas sangat panjang mendengar jawaban Nathan tersebut." Lagian, jika aku tidak sabar, apa jadinya hubungan kita sayang? Aku yakin kita tidak akan sejauh ini bukan? Sudahlah, apa kau tidak merasa lapar? Aku sangat lapar, mari temani aku makan. Apa kau mau?" Lagi-lagi jawaban dari Nathan membuat Bella merasa beruntung memilikinya.


"Hmm aku juga lapar." Tutur Bella tersenyum.


"Astaga kau sangat cantik." Nathan mengusap lembut puncak kepala Bella dan menciumnya sejenak." Mari makan, jangan merasa bersedih jika sedang bersamaku." Imbuh Nathan merangkul kedua bahu Bella dengan satu tangannya.


"Hmm ya."


"Aku mencintaimu."


"Aku juga." Jawaban singkat dari Bella membuat perasaan Nathan sangatlah senang, akhirnya dia bisa mendengarkan itu dari bibir Bella sendiri meski jawabannya masih terdengar kaku.


Aku akan segera membuatmu terbiasa bersamaku sayang.-


Silahkan like, Vote dan share yah🙂


Terima kasih ☺️😁🌵