
Setelah buang air kecil, Bella menghadap ke arah kaca toilet dan melihat pantulan cermin sambil memeriksa wajahnya. Dia tersenyum sejenak kemudian berjalan menuju keluar toilet serayap menjinjing tas kecilnya yang berada di tangan kanannya. Saat melewati sebuah gudang tempat alat bersih-bersih di letakkan, tiba-tiba sebuah tangan menarik Bella secara paksa lalu memojokkan tubuh Bella ke tembok samping pintu agar tidak terlihat dari luar.
"Syyyuuuuttttsssss sayang diamlah.." Tutur salah satu Clien Nathan yang saat ini tengah mendekapnya dengan tubuh tinggi besarnya.
Bella menarik nafas panjang serayap melihat ke arah wajah yang tengah menatapnya liar."Apa maumu?" Tanya Bella lirih.
"Kenapa kamu begitu cantik sayang, kau mau jadi pacarku? Akan ku beri kau uang yang banyak jika kau mau." Katanya serayap menghembuskan nafas berat.
"Tidak...!! Aku tidak mau, lepaskan aku." Pinta Bella yang masih berusaha sopan sebab dia tahu jika pria di hadapannya adalah Clien Nathan.
"Apa alssannmu tidak mau denganku?"
"Karena kau jelek..!! Cih...!!! Lepaskan aku sebelum kau rasakan akibatnya." Runtuk Bella geram.
"Aku sudah berbicara baik-baik tapi kau malah seperti itu..!" Clien Nathan dengan cepat menutup pintu dan menganjal gagang pintu dengan alat pel yang ada di sana.
Dasar Bodoh...!!! Batin Bella serayap memperhatikan perbuatan konyol dari Clien Nathan saat ini.
"Jika kau tidak mau ku minta secara baik, aku akan memintanya secara paksa. Kau tahu sayang, ruangan ini kedap udara,tidak ada yang bisa mendengarkan apa yang terjadi di sini." Katanya melangkah ke arah Bella yang berdiri serayap melipat kedua tangannya di perutnya.
"Aku baru tahu hal itu, tapi itu malah bagus jika ruangan ini kedap udara dan tidak ada yang mendengarkan obrolan kita di sini." Jawab Bella dengan santainya."Tapi saranku.. Urungkan niatmu sebelum semua terlambat."
"Terlambat untuk apa hah...!!! Terlambat untuk tidak menyentuhmu." Clien Nathan kembali memojokkan tubuh Bella.
"Lepaskan aku, aku berkata ini sebab ingin menghormatimu sebagai Clien temannku." Tutur Bella memberikan penawaran lagi.
"Aku menginginkanmu saat ini." Saat tangan kanannya mulai akan menjelajahi tubuh Bella bagian belakang.
Maaf Nath...
Bella langsung meraih rahang lelaki yang tubuhnya tiga kali lipat lebih besar darinya sehingga dengan cepat keadaan berbalik. Clien Nathan tengah Mengerang kesakitan saat Bella memegang kuat rahangnya,tangannya mencoba memukul-mukul tangan kecil Bella untuk melepaskan diri, namun dia tidak mampu untuk melakukan itu sebab tangan Bella sudah seperti sebuah baja yang kini mencengkram erat kedua rahangnya.
"Aggghhhh...!!! Sakit..!!! Sial...!!" Erangnya dengan darah yang mulai menggalir dari dalam bibirnya.
"Teriaklah...Di sini kedap udara bukan, jadi tidak akan ada yang bisa mendengar teriakanmu itu." Tutur Bella dengan senyuman yang lebih mirip sebuah ancaman.
Bella melepaskan cengkraman tangannya saat ada sedikit darah mengalir di tangannya sehingga membuatnya jijik.
"Menjijikkan sekali.."Runtuk Bella mengusapkan tangannya pada jas milik Clien Nathan.
"Dasar wanita sialan...!!!" Teriakannya serayap akan menghadiahkan satu tamparan pada wajah Bella,namun belum sempat tangan Clien Nathan sampai ke wajah Bella, tangan kecil Bella lebih dulu melesatkan satu pukulan ke arah wajahnya. Pukulan yang cukup ringan sebab Clien Nathan hanya langsung terpojok di tembok dengan wajah yang sembab dan membiru.
Bella berjongkok serayap menatap ke arah wajah milik Clien Nathan yang berubah menjadi ketakutan." Ampun... Ampun... " Tuturnya terisak.
"Jaga tanganmu ini Tuan." Memegang jemari tangan Clien Nathan dan meremasnya sehingga menimbulkan bunyi Kratak...
"Aaaaggghhhh ampun sakit..." Erangnya mengebas-gebaskan tangannya.
"Sayang sekali, penampilanmu terhormat tapi tingkah lakumu seperti itu. Jadikan ini pelajaran..!! Tidak semua wanita tertarik dengan uangmu. Ini hanya pelajaran ringan untukmu, jika kau masih bersih keras untuk menyentuhku..! Aku akan tambah pelajaran prifat yang tentunya akan lebih seru daripada ini." Tersenyum manis sambil berdiri dan pergi meninggalkan ruangan begitu saja.
Bella kembali dari toilet dan langsung duduk di samping Nathan dengan raut wajah kesal. Nathan yang menyadari hal itu langsung bertanya pada Bella.
"Apa ada masalah?" Tutur Nathan ingin tahu.
Beberapa saat kemudian, Clien Nathan datang dengan keadaan babak belur dan jemari tangan kanan yang di angkat sedikit sambil mendesis seolah menahan rasa sakit.
Huh.. Rasakan itu..!! Bella melirik malas ke arah pria tersebut sambil tersenyum kecut.
"Dasar wanita gila..!!" Teriaknya sambil menujuk ke arah Bella dengan tangan kirinya, Teriakan tersebut membuat seisi kafe melihat ke arah Bella saat ini.
"Kau yang sialan..!! Berani berceloteh di sini..!! Kenapa tadi di dalam mulutmu terbungkam hah..!! Memohon ampun, tapi sekarang sok seperti itu. Kau mau membuatku malu Tuan? Lakukan..!! Aku sudah terbiasa dengan ini hahaha, yah...!! Aku gila, lantas kenapa kau ingin menyentuh orang gila sepertiku? bukankah itu berarti kamu lebih gila daripada aku..!" Jawab Bella dengan suara cukup lantang membuat suasana kafe jadi gaduh.
"Lihat Pak, teman anda sudah menghajar saya seperti ini.." Katanya serayap melihat ke arah Nathan.
"Apa yang sedang terjadi?" Tanya Nathan melihat ke arah Bella.
"Menurutmu apa..!! "Jawab Bella kesal.
"Apa yang sedang terjadi?" Nathan beralih menatap ke arah Cliennya.
"Aku hanya ingin berkenalan saja, tapi dia malah menghajarku seperti ini...!!"
"Astaga mulutmu busuk sekali sudah mengarang cerita seperti itu, hmm baiklah.. Mari ku berikan sedikit Les privat untukmu Tuan, agar kamu tahu bagaimana caranya berkenalan dengan cara yang baik dan tidak merayu wanita dengan menggerayanginya lalu menawarinya dengan uang seperti yang kau lakukan tadi..!! "Ucap Bella yang langsung berdiri dan akan menuju Clien Nathan.
Tangan Nathan meraih lengan Bella untuk mencegahnya." Apa benar seperti itu?" Kata Nathan yang mulai merasa emosi setelah mendengar keterangan dari Bella tadi.
"Apa kau mengira aku berbohong Nath." Jawab Bella menatap manik milik Nathan yang langsung membuat emosi Nathan semakin memuncak.
"Tunggu di sini." Tutur Nathan berjalan ke arah Cliennya dan langsung menghadiahkan satu pukulan ke arah wajah hingga membuat Clien tersebut pingsan dan tergeletak di lantai.
"Apa yang anda lakukan pak..?" Pekik temannya yang langsung berjongkok untuk menolong.
Nathan meraih Map yang ada di mejanya lalu merobeknya di hadapan kedua Cliennya." Kerja sama kita batal.." Tuturnya tanpa ekspresi.
"Jangan campur adukkan masalah pribadi seperti ini Pak." Jawab Clien Nathan yang masih berusaha membangunkan temannya.
"Saya tidak suka milik saya di sentuh..!" Jawab Nathan tegas.
"Tapi pak, saya bisa kena marah Bos jika anda membatalkan itu semua.."
"Itu urusan anda bukan urusan saya. Edo,buang semua arsip yang berhubungan dengan perusahaan mereka, saya tidak ingin melihat itu besok pagi..!"
"Baik pak.."Jawab Edo tegas.
Nathan mengambil beberapa lembar uang dan melemparkannya pada wajah Cliennya." Gunakan ini untuk pengobatan, jika kurang akan saya transfer, permisi..!" Nathan meraih jemari Bella dan mengiringnya keluar dari kafe tersebut.
Astaga..Nathan terlihat semakin tampan jika marah seperti tadi... Batin Bella yang merasa senang saat Nathan mengengam jemarinya seperti saat saat ini.
TBC๐
Silahkan like ๐
Komentar ๐ฌ klik โฅ๏ธ Vote juga please ๐ terimakasih ๐โฅ๏ธโฅ๏ธ