
πππ
03:45 pagi
Rentetan mimpi menyeramkan kembali mendatangi Bella malam ini,namun ada satu kejanggalan yang semakin membuat Bella binggung.Sebelum mimpi gelandangan itu menghampirinya,Bella sempat memimpikan Karin,dia melihat Karin berdiri di bawah pohon besar yang entah letak pohon itu berada di mana.Di samping Karin berdiri makhluk tinggi besar berbulu hitam dengan mata menyala merah tengah memegangi leher Karin yang terlihat berdarah.Karin hanya menangis menatap Bella sendu, tangannya terangkat seolah sedang meminta pertolongan pada Bella,saat Bella akan menghampiri Karin tiba-tiba makhluk itu menarik paksa Karin dan menghilang di balik perpohonan.Setelah mimpi itu terjadi,Bella kembali berada di jalan sepi seperti biasanya, tiba-tiba dia berada di gubuk reot itu,terikat,dan gelandangan itu datang dari balik pintu dengan terseok-seok,mimpi itu usai saat gelandangan itu memegang tangan Bella dan Bella tersadar.
"Ahh apa lagi ini...!! Apa aku terlalu memikirkan Karin sehingga aku bermimpi soal dia tadi."Bella mengusap keringat yang membanjiri wajahnya,Bella meraih ponsel dan mendecak kesal saat belum ada kabar apapun dari Karin."Karin...Aku sungguh mengkhawatirkan mu,cepatlah hubungi aku,katakan jika kau baik-baik saja di sana."Gumah Bella serayap membereskan sprei yang basah akibat mimpinya.
***
π Mall π
Hari ini Bella sangat tidak bersemangat dalam berkerja, rasanya mimpi soal Karin tadi membuat fikirannya terasa tidak tenang.Bella sampai meletakkan ponselnya di saku baju kerjanya sebab berharap jika karin akan segera menghubunginya.
"Haiii...."Sapa Lena berdiri di samping Bella.
"Ohh Hay len.."Tersenyum tipis.
"Aku pikir kamu ikut pulang bersama Karin."
"Maksudnya?"Tanya Bella yang tidak tahu maksud dari pertanyaan Lena.
"Hah kamu nggak tahu?"Jawab Lena terkejut sebab dia tahu jika Bella adalah sahabat baik Karin.
"Enggak."Mengelengkan kepala pelan.
"Pak Bastian tadi ngomong sama aku jika Karin akan segera menikah jadi dia memutuskan untuk pulang kampung dan berhenti dari perkerjaan ini."Tersenyum.
Tidak mungkin Karin merahasiakan hal sebesar ini padaku,apa maksud ucapannya kemarin dia ingin membicarakan ini.Tapi kenapa aku harus tahu dari orang lain?Apa karena dia tidak ingin aku hadir sebab aku tahu keluarganya sangat membenciku.Aku sangat binggung mencerna semuanya..
"Kok malah ngelamun Bell??"Lena menepuk lembut pundak Bella.
"Ehh iya..Emm jadi kamu tahu semua ini dari pak Bastian?"Tanya Bella memastikan.
"Hm iya..."
"Baik aku akan menemuinya.."Bella tersenyum sejenak dan segera masuk menuju ruangan Bastian yang terletak di belakang mall.
"Aneh sekali..Harusnya Bella kan bahagia,kenapa wajahnya jadi seperti itu sih?Aku Juga sedikit nggak percaya dengan berita ini,tapi masa iya pak Bastian berbohong?Kan nggak mungkin..!Sudahlah,nanti aku tanya Bella saja bagaimana kejelasan cerita ini."Lena melipat-lipat baju di hadapannya.
Tok..tok...tok...
Meski terburu-buru Bella tetap saja memakai adat sopan santunnya untuk mengetuk pintu dahulu sebelum masuk.Terdengar lirih suara Bastian yang mempersilahkan Bella masuk,Bella segera membuka pintu dan tersenyum di hadapan Bastian.
Astaga...Pemaisuriku,kamu terlihat semakin anggun dengan seragam baru itu.. Batin Bastian yang belum tahu jika karin adalah teman baik Bella.
"Duduk Bella,ada perlu denganku."Tersenyum manis.
"Hmm terima kasih pak."Bella pun duduk di hadapan Bastian dan sempat melirik liontin yang di pakai Bastian saat ini.
"Panggil Bastian saja."Tutur Bastian.
"Hmm iya Bas,aku perlu menanyakan sesuatu."
"Katakan saja apa yang ingin kau tanyakan?"Jawab Bastian sambil menikmati setiap inci wajah Bella yang semakin hari telihat semakin cantik.
"Emm darimana kamu mengetahui kabar soal Karin yang akan menikah?Aku sebagai sahabatnya saja tidak tahu menahu soal itu Bas,maaf aku hanya sekedar merasa aneh dengan Karin,sebab terakhir kemarin dia menelfonku dan berpamitan untuk pulang."Tanya Bella yang sontak membuat wajah Bastian pucat pasi.
Kenapa wajah bastian berubah seperti itu??
"Dia berpamitan padaku kemarin Bell."Ucap Bastian asal.
"Memangnya Karin mempunyai kontak kamu Bas."Tanya Bella yang sama sekali tidak takut bertanya sebab dia merasa aneh dengan hilangnya Karin secara tiba-tiba.
"Karin langsung menghadap ke sini Bell,bukan mengabari lewat kontak."
"Bukannya itu tugas dari pak Aldo Bas?Kenapa Karin jadi berpamitan sama kamu."Tanya Bella lagi yang membuat Bastian kebingungan harus menjawab apa."Lagian aku tahu kok jika Karin kemarin mendadak pulangnya jadi aku pikir dia tidak ada waktu untuk berpamitan.Maaf Bas aku bertanya seperti ini sebab aku tahu jika keputusan yang Karin buat ini sangat tiba-tiba.Dan sangat tidak mungkin jika dia lebih nyaman bercerita padamu daripada kepadaku."
Jika kamu bukan wanita yang ku cintai,detik ini juga aku akan menghabisimu Bella..
"Kamu yakin dengan itu semua Bell?Apa kamu tidak merasa jika Karin menyembunyikan sesuatu darimu?"Jawab Bastian yang sudah mempunyai ide untuk menjawab rentetan pertanyaan dari Bella.
"Menyembunyikan apa maksudnya??"
"Kemarin dia berkata suka kepadaku padahal dia sudah akan menikah,dia meminta kontakku agar kita bisa saling terhubung meski dia sudah tidak berkerja di sini lagi."Tutur Bastian seolah sedang tidak berbohong.
"Tidak mungkin jika seperti itu Bas,dia sudah mempunyai kekasih,bahkan kekasihnya tinggal di daerah sini dan aku mengenal kekasihnya dengan baik, bagaimana mungkin dia menikah tapi tidak berpamitan denganku?!"
"Astaga Bella ternyata kau sangat lugu,jangan terlalu percaya terhadap orang yang terkadang terlihat sangat baik namun dia bisa saja menusukmu dari belakang."Jawab Bastian yang memang sudah ahli dalam memanipulasi otak.
"Maksudmu Bas?"
"Kau tahu siapa calon suami Karin?Dia adalah bekas mantan suamimu,dia selalu bercerita padaku tentang semua keburukanku,kau bahkan tidak tahu bukan jika dia sering jalan berdua denganku."Kata Bastian yang mulai berkata sesuatu yang tidak-tidak.
"Aku tidak mempercayai hal itu Bas,Karin bukan gadis yang seperti itu."
"Terserah kau mau percaya atau tidak Bella,tapi aku bisa pastikan jika dia tidak akan menghubungimu lagi,sebab saat ini dia menikah dengan mantan suamimu."Kata Bastian yang sangat pintar merangkai sebuah kebohongan.
"Dia memang tidak menghubungiku sejak kemarin,tapi Bas,dia juga menyuruhku menjauh darimu saat dia menelfonku terakhir kali."Menatap manik Bastian tajam dan hal itu semakin membuat Bastian sangat kesal sebab tidak pernah ada yang berani melakukan hal itu.
"Itu karena dia menyukaiku,jadi dia cemburu padamu sebab aku menolaknya dan berkata jika aku menyukaimu ."Membalas tatapan manik Bella.
Deg..!!
Apa..!!Bastian menyukaiku!Masalah ini semakin tidak jelas saja.Sebaiknya aku pura-pura percaya saja daripada harus membuat masalah ini semakin panjang sebab aku masih mempercayai Karin daripada Bastian yang baru saja aku kenal.Please Karin,hubungi aku..!Katakan sama aku jika ini semua tidak benar..
Kamu benar-benar wanita spesial Bella,aku merasakan aura tubuhmu yang begitu kuat.Aku ingin tahu darimana kau mendapatkan kekuatan itu,aku sangat menyukai kesempurnaan Bella jadi aku makin ingin cepat-cepat mendapatkan hatimu itu.-
Terimakasih yang masih setia π
Silahkan like π
Komentar π¬
Klik β₯οΈ
Vote juga please π
Salam sayang..
Arabella Maheswari ππβ₯οΈ