
Saat Bella akan melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah, mobil Nathan terlihat sudah terparkir di bahu jalan depan rumah Bella. Nathan segera turun dan langsung merasa sangat terpesona dengan dress yang di kenakan Bella saat ini.
Jika memakai dress panjang seperti itu, dia lebih mirip seperti bidadari daripada manusia..
Bella berdiri serayap melihat ke arah Nathan yang berjalan ke arahnya, manik keduanya kembali beradu. Nathan yang sudah mengutarakan isi hatinya saat itu, membuat dia semakin tidak sungkan untuk melontarkan sebuah pujian untuk Bella.
"Ku pikir tadi bukan manusia.." Kata Nathan tersenyum tipis membuat jantung Bella langsung berdegup, sebab menurut Bella, Nathan terlihat semakin tampan jika tersenyum seperti itu.
"Mirip siluman maksudnya?" Membalas senyuman Nathan meski jantungnya berdetak tidak beraturan.
"Tidak..Hmm lebih mirip bidadari rasanya. Aku sangat menyukai dress itu Bella, itu membuatmu semakin terlihat cantik." Tangan Nathan terangkat dan mulai mengusap lembut puncak kepala Bella.
Deg..!!
Tidak di sentuh saja jantungku rasanya sudah langsung merespon, apalagi di sentuh seperrti ini. Aduhhhh Nath, kenapa sikap kamu jadi semanis ini. Batin Bella mengeluh.
"Kau pikir aku anak kecil..!" Menyingkirkan tangan Nathan dengan kasar.
"Huuft..." Nathan mendesah lembut sebab pujiannya selalu tidak di terima baik oleh Bella." Aku sedang memujimu Bella, kenapa sikapmu seperti itu?" Imbuh Nathan yang nadanya mulai terdengar kasar.
"Tidak perlu kau memujiku, aku memang sudah cantik dari dulu." Menjulurkan lidahnya dan masuk ke dalam rumah.
"Ahhh... Apa begitu kelakuan seorang wanita dewasa hah..!!" Tutur Nathan sedikit berteriak.
"Ya anggap saja begitu, apa kau mau minum dulu?"
"Kita langsung berangkat saja." Tersenyum ke arah Bella.
Ahhh sial...!! Dia melakukannya lagi, lebih baik kau tidak tersenyum seperti itu Nath! Ini semakin membuatku tidak bisa mengendalikan perasaanku ini..
"Apa kau tidak mendengar ucapanku Bella?" Imbuh Nathan melihat Bella yang tengah mematung.
"Apa..!!" Jawab Bella ketus.
"Aku mencintaimu..." Kata Nathan serayap mengedipkan sebelah matanya.
"Dasar gila..!!" Runtuk Bella serayap berjalan masuk ke dalam.
"Konyol sekali, aku mencintaimu Bella, aku memang sudah gila saat aku mengenalmu. Ahh...Dia masih saja bersembunyi di balik perasaannya, aku bahkan tahu jika kamu juga mencintaiku sayang." Gumah Nathan serayap duduk di sofa ruang tamu.
Di dalam kamar, Bella mengusap-usap wajahnya yang saat ini mirip kepiting rebus. Dia berkaca sambil beberapa kali menarik nafas panjang berusaha agar perasaannya kembali tenang.
"Ayolah Bella jangan seperti ini..!! Aku juga mencintaimu Nath.. Tidak...!! Jangan dulu..!! Masalahmu tidak akan selesai jika kau sudah terperdaya oleh cinta..!! Fikirkan lagi Bella..!!" Bella kembali menarik nafas panjang dengan kedua tangan yang bertumpu pada meja riasnya." Aku pasti bisa..!! Aku wanita dewasa bukan, jangan terperdaya oleh cinta monyet yang di berikan oleh Nathan, dia hanya kagum padamu Bella, ingat..!! Dia kagum bukan cinta..!! Yah pasti seperti itu.. haha." Bella kembali berperang dengan perasaanya saat dia ingin menolak sesuatu yang terasa semakin merasuk di dalam hatinya.
Bella segera mengambil tasnya dan berjalan keluar untuk menemui Nathan yang saat ini tengah duduk di ruang tamu. Saat Bella sudah berada di belakang Nathan, dia kembali mematung, menarik nafas sepanjang-panjangnya sambil memejamkan mata. Tanpa sadar Nathan melihat ke arah Bella yang sedang melakukan aktivitas tersebut.
Dia sedang melakukan apa? Astaga.. Dia semakin imut dengan tingkah konyolnya yang seperti itu..
"Tidak..!!" Jawab Bella gugup.
"Jika tidak jangan gugup seperti itu, mari berangkat, bukankan ini sudah hampir jam tujuh?"
"Hmm ya mari.." Jawab Bella berjalan mendahului Nathan.
"Astaga...." Nathan menarik nafas lembut dan berjalan mengikuti Bella.
Nathan memperhatikan Bella yang tengah mengunci rumahnya saat ini.
"Duluan saja..!! Kenapa kau masih di sini?" Kata Bella kasar.
"Aku ingin membukakanmu pintu mobil."
"Aku bisa sendiri, aku mempunyai dua tangan yang sehat." Memperlihatkan kedua tangannya di hadapan Nathan.
"Jika kau bersikap seperti ini, kau semakin kelihatan saja sayang.."
"Ke kelihatan apa maksudmu?" Jawab Bella gugup
"Kelihatan jika kau juga menyukaiku, apa aku benar?" Jawab Nathan lirih.
"Kau salah..!! Jangan pernah berfikir seperti itu, mari berangkat." Tutur Bella dengan wajah yang semakin memerah.
"Hmm baik ayo." Nathan meraih jemari Bella dan berjalan beriringan ke arah mobil.
Aku sudah berusaha sekasar mungkin tapi kenapa dia masih saja seperti ini..!!
Nathan membukakan pintu mobil, dan tanpa aba-aba Bella segera masuk kedalam namun tangan Nathan masih saja mengengam jemarinya.
"Lepas Nath.." Pinta Bella lirih.
"Aku tahu sebenarnya kamu bukan wanita yang kasar Bella, jadi tidak perlu berpura-pura bersikap seperti itu padaku sebab itu tidak akan ada bedanya. Mau seperti apa dirimu bersikap, aku tidak akan pergi, karena itu semua sudah tidak penting untukku. Akan ku buktikan jika aku akan selalu seperti ini apapun yang terjadi, kau boleh nilai sendiri. Aku yang kau anggap hanya seorang anak kecil yang mungkin cintanya tidak kau percaya, akan lebih bisa menjaga perasaanmu itu." Nathan mencium sejenak punggung tangan Bella lalu melepaskanya dan langsung menutup pintu mobilnya.
Bella kembali mematung saat Nathan sudah duduk di sampingnya dan mulai melajukan mobilnya. Dalam hati Bella sangat ingin berkata jika dia juga mempunyai perasaan yang sama, namun dia kembali mengingat fobianya, kembali mengingat mimpi buruknya. Nafas panjang kembali berhembus, jujur dia sangat membutuhkan bahu tegap untuk di jadikan sandaran. Namun nyalinya kembali menciut saat dia mengingat semua umpatan para mantan-mantan suaminya yang sudah terpatri di dalam otaknya. Apalagi saat dia mengingat nama David, pria yang memberikan sejuta janji manis hingga dia terbuai oleh janji itu. Namun semua hancur dalam satu malam saat David mengetahui kegilaannya di malam itu, David kabur saat malam pertama di hari pernikahan mereka. Apa yang dulu David lontarkan terasa semakin menusuk-nusuk relung hati Bella. Apalagi setelah Bella dengar sendiri jika David mengumpatnya dengan sangat kasar. Dasar gadis gila..!! Aku lebih baik menikahi wanita buruk rupa daripada harus menikahi wanita yang cantik tapi mengerikan seperti dirimu..!! Kau lebih mirip seorang monster daripada di sebut seorang manusia..Pergi dariku..!! Aku tidak ingin melihat wajahmu itu..!! Bella kembali menarik nafas panjang sambil menunduk, namun sesaat perasaannya terasa tenang saat jemari Nathan mengengamnya saat ini. Nathan meletakkan tangan Bella pada pahanya sambil tetap mengengamnya erat, Bella memerhatikan Nathan dari samping yang terlihat tersenyum saat ini. Dan entah kenapa Bella ikut tersenyum dan membiarkan saja jemarinya yang saat ini masih di genggam erat oleh Nathan.
Tidak perlu kau ucapkan apa yang ada di dalam hatimu Bella, aku sangat memahami itu, aku akan menunggumu sampai kau sudah siap untuk membalas perasaanku ini.-
Silahkan like 👍, komentar 💬, klik ♥️, Vote juga please 😘, Terimakasih ☺️🙋
Salam sayang
Nathan♥️Bella