
Tidak perlu melihat GPS dari ponselnya, karena secara tidak sengaja Nathan dan Bella berpapasan dengan mobil Bastian yang tengah melaju menuju hutan. Dengan jarak aman Nathan mengikuti mobil Bastian agar tidak bisa terendus oleh penciuman gaib Bastian. Padahal selama ini Bastian memang sulit mendeteksi keberadaan Bella dan niat apa yang ada di dalam hati Bella, sehingga bisa di pastikan saat ini Bastian tidak menyadari jika sedang di ikuti.
"Apa kita potong saja jalannya sayang? Bukti yang di gudang tadi sudah bisa di bawa ke kepolisian untuk menjerat Bastian." Tutur Nathan serayap fokus menyetir.
"Tidak Nath, percuma sebab orang seperti Bastian bisa mengelabuhi lawan bicaranya, bisa-bisa kita yang di jadikan tersangka." Jawab Bella menatap fokus kedepan.
"Hmm kau benar, sebab polisi selalu berfikir soal logika, sedangkan hal seperti ini sangat sulit untuk di fikir secara logika. Ahhh! Aku tidak menyangka jika Bastian bisa jadi manusia se keji itu." Eluh Nathan mendesah lembut.
"Sebenarnya jika dia tidak berhubungan dengan makhluk tersebut pasti dia masih punya hati nurani Nath, namun makhluk itu semakin membuat dia tenggelam di dunianya sendiri, sehingga dia tidak sadar sudah di perbudak oleh makhluk itu."
Mobil Nathan menepi di balik perpohonan saat merasakan jika laju mobil Bastian sedikit melambat, dan benar Bastian memarkir mobil tersebut serayap berbincang sebentar dengan Lena.
"Dia sangat ketakutan." Gumah Bella.
"Hmm ya, aku akan maju jika mereka mulai berjalan masuk." Jawab Nathan fokus melihat ke arah depan.
Setelah Bastian berjalan masuk ke dalam hutan, mobil milik Nathan maju dan memarkirkan mobilnya tepat di belakang mobil milik Bastian.
"Kau tidak perlu ikut Nath." Pinta Bella.
"Hmm baik, aku tunggu di mobil." Jawab Nathan yang cukup membuat Bella merasa sedikit curiga karena tidak biasanya Nathan langsung mengiyakan perkataannya.
Bella yang tidak ingin ketinggalan jejak, langsung saja keluar dari mobil untuk mengikuti kemana Bastian membawa Lena. Sedangkan Nathan sendiri langsung keluar mobil dan menelfon seseorang yang entah siapa, seusai menelfon Nathan mengikuti Bella dari belakang tanpa memikirkan keselamatannya sendiri.
Bella yang sudah tertinggal jauh, kini mulai kehilangan jejak. Dia sangat binggung melihat jalan setapak yang terlihat sama, sejenak dia berhenti serayap memperhatikan sekitar. Mencoba menuruti isi hatinya kemana akan membawanya pergi, dan dia memilih jalan kiri untuk melanjutkan perjalanannya.
.
.
.
.
Sudah lima menit berlalu sejak Bastian menyuruh Lena menunggu, Lena yang merasa gelisah dan ketakutan membuat dia ingin segera berlari dari tempat tersebut. Sesaat setelah itu, mulai tercium bau kemenyan yang memenuhi ruangan tersebut. Suasana jadi semakin terasa aneh, Lena yang sudah setengah mati ketakutan, mencoba memberanikan diri untuk mengintip kegiatan yang di lakukan Bastian di belakang. Dari lubang kecil dinding gubuk tersebut, Lena dengan jelas melihat Bastian yang tengah komat-kamit dan sedang melakukan ritual. Lena menelan saliva-nya saat melihat Bastian tiba-tiba berubah menjadi mengerikan saat asap hitam mulai keluar dari liontinya dan merasuk ke dalam tubuhnya.
"Tidak.." Gumah Lena tertahan dengan posisi tangan yang membungkam bibirnya. Aku harus keluar dari sini! Setelah berucap hal tersebut, otomatis membuat makhluk itu mengetahui jika Lena sudah melihatnya saat ini. Lena berjalan mundur dan segera berlari menuju ke pintu depan berusaha kabur dari sana, namun dengan cepat makhluk itu sudah menarik baju belakang Lena dan menghempaskan nya ke meja yang terletak di sana.
"Tidak Bas, kau mau apa?" Kata Lena terbata.
Bastian tidak menjawab dan hanya mengeram dengan mata merahnya menatap tajam ke arah Lena. Ku mohon Bella, aku sudah tidak sanggup. Apa kau tidak akan datang. Ucapan tersebut membuat Bastian yang sudah menjadi setengah dari makhluk itu semakin marah besar. Lena masih berusaha kabur dan berlari kesana kemari untuk memperpanjang waktu, namun karena hal tersebut malah membuat ikatan rambut dari kakinya terlepas sehingga membuat makhluk tersebut semakin mudah untuk memangsanya.
Dengan kasar Bastian melucuti baju milik Lena namun kaki Lena menendang-nendang tidak beraturan membuat Bastian semakin brutal. Dia meraih leher Lena kasar agar Lena bisa menghadap ke arahnya, mata Lena melebar, menatap ke arah mata merah milik Bastian. Sesaat setelah itu pandangannya mulai sayu, Lena tidak lagi meronta karena dia sudah di perdaya oleh makhluk yang ada di tubuh Bastian. Namun meski begitu hatinya masih bisa berteriak memanggil nama Bella, berharap Bella segera menolongnya.
Ketika Bastian akan melucuti celana miliknya, pintu gubuk tiba-tiba hancur karena Bella sudah cukup lama berada di balik pintu tersebut.
"Lepaskan dia Bas!!!" Bastian sontak menghentikan aktifitasnya saat ini dan menggeram menatap Bella tajam. Bastian yang masih setengah sadar segera menyuruh makhluk itu keluar sejenak dari tubuhnya sebab dia ingin berbicara pada Bella. Namun makhluk itu menolak dan malah berlari menyerang, dengan sigap Bella mencekik leher Bastian sehingga makhluk tersebut kepanasan dan keluar dengan sendirinya. Bella melepaskan cengkeramannya saat makhluk tersebut sudah berada di belakang tubuh Bastian." Apa Karin juga kau jadikan persembahan makhluk itu!!!" Teriak Bella geram.
Bastian yang sudah terlanjur ketahuan malah tertawa terkekeh mendengar pertanyaan dari Bella." Hmm yah maaf sayang, aku sebenarnya tidak ingin namun karena dia sudah melihat saat aku membunuh Aldo jadi terpaksa aku harus menyingkirkannya." Jawab Bastian santai." Kau benar-benar spesial Bella, kecurigaan mu padaku tidak pernah goyah meski aku sudah berusaha mengelabuhi mu." Imbuh Bastian tersenyum tipis.
"Cih!! Aku sebenarnya tidak mau berurusan dengan manusia rendahan seperti dirimu Bastian!"
"Hahahaha aku menyukai ekspresi wajah mu saat sedang marah seperti ini, terlihat semakin cantik. Emm aku mempunyai penawaran baik Bella, bagaimana jika kau jadi kekasihku, bukannya kita sangat cocok." Tutur Bastian menawarkan.
"Aku ingin membunuhmu bukan menjadi kekasihmu Bastian! Agar tidak ada lagi keluarga yang kau renggut kebahagiannya."
"Jangan terlalu sok perduli Bella, terkadang manusia seperti mereka itu lebih keji daripada makhluk yang ada di belakang ku itu. Mereka lebih mampu menipu kita daripada mereka, jika kau bersekutu dengan mereka, keinginanmu pasti akan terwujud."
"Apa kau yakin semua?" Tanya Bella tersenyum tipis ke arah Bastian.
"Hmm ya semua."
"Bunuh aku! Itu lebih baik daripada aku menerima tawaran dari manusia keji seperti dirimu." Jawab Bella menolak dengan tegas.
"Hmm baik sayang, aku ku jadikan kau koleksi arwah tercantik ku." Tutur Bastian lirih serayap komat-kamit dan mulai mengucapkan mantra.
Di luar dugaan Bella, bukan hanya satu makhluk yang datang. Beberapa makhluk keluar dari liontin milik Bastian, dan hal itu menjadi alasan seringnya Bastian mencari tumbal, sebab penghuni liontinya adalah beberapa makhluk yang mempunyai bentuk yang sama dengan mata merahnya.
Ohh Tuhan ternyata.. Batin Bella dengan mata melebar karena makhluk-makhluk itu sudah berdiri mengelilinginya saat ini.
"Aku memberikan mu satu kesempatan untuk mundur sayang, itu karena rasa cintaku padamu." Imbuh Bastian lagi.
"Bagaimana jika aku yang memberikanmu satu tawaran." Jawab Bella.
"Apa itu?"
"Jadilah manusia yang baik lagi, mereka hanya memperdaya mu saja Bas, kau mau hidup selamanya seperti itu? Apa kau tidak ingin kembali pada Pak Salim?" Kata Bella yang cukup merasa takut saat ini.
"Tidak! Aku bukan anaknya!" Jawab Bastian tegas.
"Dia tetap ayahmu Bas, apa kau tidak merasakan kasih sayangnya?"
"Tidak! Jawab saja pertanyaanku! Kau mau hidup bersamaku atau menjadi makanan mereka!! Aku tahu kau bukan wanita biasa Bella, tapi jika sebanyak ini, apa kau sanggup mengatasinya? Hahaha." Suara Bastian kembali mengema di ruangan tersebut.
Aku bahkan tidak pernah melawan makhluk seperti ini sebelumnya, astaga energinya sangat kuat. Bagaimana ini?
"Aku tidak mau Bas!" Jawab Bella lantang.
Saat makhluk-makhluk itu akan menyerang Bella, terdengar suara Nathan berteriak serayap akan berjalan masuk ke dalam gubuk. Salah satu makhluk langsung menyerang Nathan sehingga tubuh Nathan terpental cukup jauh.
"Tidak...!!!" Teriak Bella akan menolong namun dirinya sendiri tengah di kepung makhluk tersebut.
Bella melihat jika Nathan terkapar di luar gubuk dan tidak bergerak, matanya melirik ke arah Lena yang masih tidak sadarkan diri. Beberapa kali teriakan terlontar dari bibir Bella untuk memanggil Nathan namun tidak ada jawaban atau setidaknya gerakan dari tubuh Nathan yang bisa membuat dia merasa tenang.
Tidak Tuhan, jangan dia! Aku mohon jangan dia! Air mata mengalir lembut di kedua sudut mata milik Bella, ingatan soal Nathan terlintas begitu saja. Bagaimana posesifnya sikapnya yang di balut dengan penuh perasaan, bagaimana setianya dia berada di sampingnya meski beberapa kali Bella melontarkan ucapan kasar padanya. Tidak! Aku tidak ingin kehilangan dia Tuhan, aku tidak ingin dia pergi seperti ini!!
Emosi serta perasaan takut kehilangan kini menjalar di seluruh tubuh Bella, dia melihat sekitar dengan pandangan yang semakin lama terlihat semakin redup. Tubuhnya terasa lemah sebab Bella merasa jika Nathan selama ini menjadi kunci kekuatannya. Sementara Bastian sendiri malah tertawa lepas melihat Bella yang sudah terduduk lemah padahal makhluk-makhluk itu masih belum menyerangnya.
Lirih terdengar suara-suara yang cukup membuat kesadaran Bella sedikit kembali.
"Bella aku ingin menikah berdua denganmu, kau harus berjanji akan hal itu...
Kau sangat baik Bella, aku yakin cepat atau lambat kebahagiaan akan menghampirimu..
Jangan menyerah Bella, aku tahu kau bisa melewatinya..
Jika aku belum mempunyai tunangan, aku akan segera meminang mu Bella.."
Suara-suara itu menggema di telinga Bella, dan dia jadi mengingat kejadian saat menolong Farel tempo hari.
Biarkan dia menguasai tubuhmu Cu...
Sesaat Bella hilang kesadaran, tubuhnya semakin terkulai ke tanah dengan kelopak mata yang tertutup rapat.-
Terimakasih yang masih setia, silahkan like π
Komentar π¬, Klik β₯οΈ, jangan lupa Vote dan share yaππ
Salam sayang Arabella Maheswari π