
Bella tertawa terkekeh mendengar ucapan dari Nathan padahal dalam hati kecilnya dia teramat bahagia sebab Nathan berucap seperti itu.
Kenapa aku bisa menyukai wanita gila seperti dia..?
"Apa ada yang lucu?"Tanya Nathan membuat Bella berhenti tertawa.
"Apa kau asal menjawabnya Nath?Sebab kau tidak senang dengan pertanyaan yang ku lontarkan."Tanya Bella menyakinkan dirinya.
"Hmm ya..! Anggap saja seperti itu."
Ahh rasanya kesal...Sebab aku terlanjur senang tadi.Bangun Bella bangun..!! Mana mungkin Nathan mempunyai tipe wanita seperti dirimu!Sudah janda. !!Aneh lagi...!! Batin Bella kesal
"Apa kau berharap aku serius mengatakan hal itu Bella?"Imbuh Nathan ingin mengetahui jawaban Bella.
"Tidak..!! Kau bukan tipeku..."Tutur Bella menutupi perasaan sukanya.
"Sama jika seperti itu..."
"Maksudnya Nath??"
"Kau bukan tipeku..."Jawab Nathan tanpa ekspresi.
Bella menatap tajam Nathan dengan bibir yang mengerucut ke depan,jujur dia sangat kesal mendengar jawaban Nathan saat ini.
Astaga...dia sangat imut jika berekspresi seperti itu..
"Sudahlah jangan menatapku seperti itu,kau kelihatan semakin aneh saja.."Imbuh Nathan ingin membuat Bella semakin kesal.
"Ya sudah pergilah..!! Kenapa kau berniat mengajak wanita aneh sepertiku untuk makan malam..!"
"Aku ingin lebih tahu lagi,betapa anehnya dirimu..! Apa kau sudah selesai?Sebaiknya kita pergi sekarang ini sudah malam."
Bella hanya berdiam tanpa merespon ucapan Nathan saat ini, Nathan berdiri dan mengulurkan tangan pada Bella yang semakin menjadi sorotan dengan penampilan anggunnya.
"Ayolah jangan seperti anak kecil yang minta di gendong dahulu agar mau."Masih mengulurkan tangan kekarnya.
"Apa maksud ucapanmu itu Nath...! Kau yang anak kecil bukan aku.."Ucap Bella setengah berteriak.
"Buktinya sikapmu yang seperti anak kecil,jika kau tidak bangun aku akan benar-benar menggendongmu..."Ucap Nathan masih tanpa ekspresi.
Bella pun segera berdiri dan berjalan keluar kafe melewati Nathan begitu saja."Ahhh...Dia selalu menolak uluran tanganku,lihatlah betapa konyolnya dia."Tersenyum tipis melihat ke arah Bella."Dia bahkan mirip anak SD yang sedang marah karena tidak di berikan mainan."Nathan melangkah keluar mengikuti Bella yang sudah berdiri di samping mobilnya.
***
🌙🌙🌙
Di sebuah gubuk reot yang jauh dari keramaian, Karin di ikat pada sebuah meja dengan posisi terlentang.Dia mendengar jelas seseorang yang membaca mantra-mantra yang bahasanya sangat sulit di mengerti.Karin berusaha mengangkat kepalanya sedikit untuk melihat siapa yang berada di bawahnya.Tentu saja Bastian yang berada di bawahnya dengan menghadap sebuah alat ritual berupa bunga,sebuah bungkusan hitam,kemenyan,kopi dan beberapa lilin.Karin berteriak kencang sambil menangis terisak mencoba melepaskan diri dari ikatan tersebut.
"Aku mohon Lepaskan aku pak..."Ucap Karin memohon.
"Jika kau tidak ku habisi aku takut kau akan menjadi bumerang untukku cantik."Bastian berdiri serayap mengusap lembut wajah mulus milik Karin.
"Aku berjanji tidak akan melakukan hal itu pak,aku mohon lepaskan aku."Air mata terlihat menutupi seluruh wajah Karin saat ini.
"Sudah terlambat sayang,dia akan datang sebentar lagi."Bastian mengambil kendi yang berisi bunga dan menyiramkannya pada seluru tubuh Karin serayap membacakan mantra.
"Siapa yang akan datang pak..!! Lepas..!! lepaskan aku pak aku mohon...!!!"Teriakan Karin terlihat tidak di hiraukan oleh Bastian yang tengah fokus membaca mantra ritual terus-menerus.
Tiba-tiba angin berhembus sangat kencang,entah angin itu berasal darimana sebab ruangan tersebut tertutup rapat.Karin mengendus bau kentang rebus yang sangat menyengat di seluruh ruangan,dan mata Karin langsung melebar saat melihat sosok tinggi hitam berbulu tengah berdiri di salah satu sudut ruangan tersebut dengan mata yang menyala merah.Dia menatap Karin tajam membuat Karin semakin meronta untuk di bebaskan.Sosok itu berubah jadi asap hitam dan merasuk ke dalam tubuh Bastian yang tengah berdiri tepat di hadapannya.Mata Bastian berubah merah,menatap Karin tajam seolah penuh dengan nafsu.Suara Bastian berubah jadi erangan yang mengerikan dan membuat Karin semakin ketakutan.Bastian menghampiri tubuh Karin dan mengendus-enduskan hidungnya dengan kasar seperti seekor binatang.
"Aaaahhhhhhgggggg tidak...!! Ampun pak...!!"
Bastian kembali mengerang dan langsung merobek busana milik Karin hingga baju Karin tercabik-cabik berceceran di lantai.Celana dalam Karin di tarik kasar dan Bastian pun segera melucuti semua pakaian miliknya hingga dia telanjang bulat di hadapan Karin.
Bella ku mohon tolong aku....
Bastian kembali mengerang dan segera mens#tubuhi tubuh Karin seperti seekor binatang,seusai mencapai pelepasan leher Karin di gigit Bastian dengan rakusnya.Awalnya Karin meronta,namun darah segar sudah mengalir deras dan membuat nafas Karin terengah sebab makhluk itu sudah menghisap seluruh darahnya.
Sebelum benar-benar menghembuskan nafas terakhirnya,Karin sempat mengingat janjinya pada Bella untuk menikah bersama.Bola matanya masih menatap ke arah Bastian yang seluruh wajahnya penuh dengan darah dengan matanya yang menyala merah.Seketika semua terlihat gelap dalam pandangan Karin sebab ruhnya sudah terlepas dari tubuhnya.
Bayangan hitam itu keluar dari tubuh Bastian dan menghilang begitu saja.Dia langsung memeriksa buntalan hitam yang di letakkannya di nampan sesaji,Bastian mengambil sebuah batu di dalamnya dan terlihat merah menyala.Hal tersebut menandakan jika persembahannya di terima dan itu berarti jimat pemikat Bastian akan bertambah kuat.
Bastian tertawa renyah hingga suara tertawanya memenuhi semua ruangan itu,dia memasukkan jasat karin dalam kantung plastik sampah yang berwarna hitam.Bastian membersihkan semua darah dari sisa-sisa tubuh Karin untuk meninggalkan jejak meski dia tahu jika gubuknya ini berada jauh di keramaian kota.
***
🍽️Restoran🍽️
Bella mengunyah pelan makanannya sambil memperhatikan ponsel yang dia letakkan di samping piring miliknya.Dia berharap jika Karin segera menghubunginya namun ponselnya belum juga berdering.Nathan yang memperhatikan sikap Bella sekarang ikut merasa binggung sebab raut wajah Bella terlihat sangat khawatir.
"Mungkin saja dia lupa...",Tutur Nathan mencoba menenangkan perasaan Bella.
"Apa seperti itu Nath?Tapi perasaanku sangat tidak enak."
"Apa kamu tidak mempunyai nomer keluarganya?"
"Dulu pernah punya tapi sejak aku tidak sengaja melukai Karin malam itu,mereka jadi membenciku.."Ujar Bella menjelaskan.
"Jangan terlalu berfikir negatif dulu,agar pikiranmu juga tidak gelisah.."
"Karin sudah lebih dari saudara untukku,bahkan aku lebih menyayangi dia daripada diriku sendiri.Ahhh...Dia tidak pernah seperti ini sebelumnya,sebab dia tahu jika aku selalu mengkhawatirkannya ketika aku tidak mendapatkan kabar darinya."Bella mencoba menelfon Karin namun tetap saja suara operator yang berbicara."Sial...!!!"Umpat Bella meletakkan ponselnya kasar.
Please Karin...hubungi aku,aku sangat mengkhawatirkanmu...
Emosinya sangat buruk sebagai seorang wanita tapiii,aku bisa menilai jika sebenarnya kamu wanita yang penyayang.Aku tidak yakin akan bisa tidur malam ini Bella,kamu terlihat semakin cantik dengan busana yang kau pakai itu.-
Ini genre-nya memang ada misterinya😁jadi maaf jika sedikit menyeramkan...
Terimakasih yang masih setia 😘
Silahkan like 👍
Komentar 💬
Klik♥️
Vote juga please 😘
♥️salam sayang♥️
Arabella Maheswari 😉