Arabella Maheswari

Arabella Maheswari
Chapter 25



🍽️Restoran🍽️


"Habiskan makananmu setelah itu kita pulang."Tutur Nathan.


"Hmm."Bella meraih sendoknya lagi dan mengunyah makanan itu pelan.


"Apa Minggu ini kau ada acara Bell?"


"Aku sudah mempunyai janji,kenapa memang."Ucap Bella tertanya balik.


"Dengan siapa??"Jawab Nathan yang sudah mulai ada perasaan cemburu.


"Kau tidak perlu tahu."


"Apa dia seseorang yang berarti untukmu?"Tanya Nathan lagi.


"Berarti atau tidak apa urusanmu Nath.."Jawab Bella seolah tidak menjawabnya dengan serius.


Nathan meletakkan sendoknya kasar membuat Bella melihat ke arahnya,manik Nathan kembali beradu dengan manik milik Bella namun saat ini tatapan itu lebih mirip dengan kobaran api.


"Kenapa kau menatapku begitu?"


"Aku serius bertanya padamu tentang itu Bella,kau pergi dengan siapa Minggu ini..!!"Tanya Nathan mengulang pertanyaannya lagi.


"Dengan teman."Jawab Bella singkat sehingga belum membuat Nathan puas dengan jawaban tersebut.


"Seorang lelaki atau perempuan?"Tanyanya lagi.


"Kenapa sih?Nggak penting bahas itu."Bella melanjutkan sisa makannya.


"Itu tidak penting untukmu tapi sangat penting untukku..!"Ucap Nathan penuh dengan penekanan.


"Aneh sekali sikapmu.."Tutur Bella berprotes.


"Aku mengkhawatirkan mu heii Bella,jangan sembarangan menerima ajakan seorang lelaki yang belum kau kenal."Nathan bahkan tidak sadar akan statusnya yang hanya sebagai teman Bella.


"Aku bisa menjaga diriku sendiri Nath,kenapa kau jadi bicara macam-macam seperti itu."Bella melirik kesal ke arah Nathan.


"Kau tinggal menjawabnya bukan?Kau jalan dengan lelaki atau perempuan...!"


"Aku punya janji dengan Lena...Puas belum..!!"Jawab Bella kesal.


"Benarkah?"


"Untuk apa aku berbohong?"Menatap tajam Nathan.


Padahal aku ada janji dengan Bastian...


"Hmm baiklah aku percaya.."Melanjutkan makannya.


"Apa kau cemburu padaku Nath?"


"Tidak...!! Aku hanya merasa khawatir padamu.."Jawab Nathan tenang.


"Bukannya kau juga termasuk lelaki asing untukku,aku juga baru saja mengenalmu..."


"Itu beda cerita heii Bella,Aku lelaki baik jadi kau tidak perlu khawatir.."Tutur Nathan masih tanpa ekspresi.


Bella tertawa mendengar ucapan Nathan yang menyebut dirinya sendiri sebagai lelaki yang baik."Astaga..Kau menyebut dirimu sendiri baik?Aku bahkan Baru bertemu dengan pria yang mirip robot seperti dirimu.."Jawab Bella tersenyum tipis.


"Robot yang tampan maksudnya?"Masih tanpa ekspresi.


"Hahaha konyol sekali,terserah kau saja Nath.Asal jangan menyukaiku saja."


"Kenapa jika menyukaimu?"Melihat ke arah Bella.


"Tidak akan kuterima cintamu,aku malas membahas masalah itu."Membalas tatapan Nathan.


"Jangan terlalu dangkal dalam berfikir,ingatlah jika Tuhan sudah menyiapkan rahasia di balik peristiwa yang terjadi pada kita."


"Sok dewasa sih haha.. Jangan terlalu serius Nath,nanti kau cepat tua."Tersenyum tipis.


"Meski tua ketampananku tidak akan pudar."Nathan masih mengucapkan hal tersebut tanpa ekspresi.


"Astaga. .Kau terlalu percaya diri."Bella kembali terkekeh.


"Jika tidak percaya diri kita akan tetap pada tempat yang sama."


"Aku setuju.."Tersenyum.


"Teteplah yakin jika suatu saat masalahmu akan berakhir."Tutur Nathan yang mulai berbicara serius.


"Jika masalah itu aku merasa tidak yakin,aku bahkan tidak tahu kesalahan yang sudah ku perbuat itu apa.Bagaimana bisa aku menemukan titik temu dari masalahku jika aku tidak tahu darimana aku harus mengawali penyelesaian dari masalahku tersebut?"


"Astaga anak itu selalu seperti itu."Tutur Bella tersenyum."Terus apa pendapatmu?"Imbuh Bella yang ingin tahu pendapat Nathan soal ini.


"Coba cari tahu keluarga korban.."


"Sudah Nath..Saat itu orang tuaku juga berusaha mencarinya,bahkan polisi juga tapi orang itu tidak mempunyai identitas sama sekali.Bahkan media sudah sempat membuat berita tentang itu,namun nihil..! Sampai saat ini aku juga tidak tahu dia siapa.."Jawab Bella menjelaskan.


"Apa kau memiliki kekuatan setelah itu terjadi?"


"Kekuatan apa?"Tanya Bella pura-pura tidak tahu.


"Kau tidak sadar jika kekuatanmu itu tidak wajar Bell,bagaimana mungkin wanita sekecil dirimu bisa menghajar tiga orang lelaki yang bertubuh besar saat di kafe dulu."


"Hmm kau benar Nath?kenapa bisa begitu?Aku sendiri merasa binggung apalagi dirimu."Bella juga tidak menyadari kekuatan itu berasal darimana."Aku tidak pernah sakit sejak kecil,satu kalipun tidak pernah.Bahkan saat aku jatuh atau ada seseorang yang menyerangku dengan benda tajam,aku tidak pernah terluka dengan itu semua.Jadi berhentilah merasa khawatir padaku Nath,sebab mungkin aku ini sebangsa siluman."Mengedipkan sebelah matanya ke arah Nathan serayap terkekeh pelan.


"Ini memang sangat membinggungkan."


"Hmm iya,jadi ya sudah aku jalani saja,jika aku di takdirkan untuk selalu sendiri selamanya itu tidak masalah untukku."Tersenyum tipis.


Nathan bahkan tahu,meskipun bibir Bella berkata tidak masalah namun mata Bella memancarkan perasaan jenuh dan tertekan dengan apa yang telah menimpa atas hidupnya sekarang.


Skip


.


.


.


Mobil Nathan terparkir di depan rumah sederhana milik Bella,tangan Bella mencoba membuka pintu namun ternyata Nathan belum membuka kunci otomatis dari mobilnya.


"Heii apa maksud semua ini.."Tanya Bella menatap ke arah Nathan.


Rasanya aku tidak ingin berpisah dengan dia..


"Apakah aku boleh mampir sebentar bell?"


"Untuk apa?Ini sudah malam,aku ingin cepat tidur sebab besok masih harus pergi berkerja.Cepat buka pintu ini.."Tutur Bella.


"Sebentar biar aku membukanya untukmu.."Nathan melepaskan sabuk pengamannya dan berjalan keluar untuk membukakan pintu.


Apa dia sangat kurang perkerjaan melakukan hal itu?Bukankah dia tinggal menombol pintu otomatisnya dan aku akan keluar dengan sendirinya, kenapa dia merepotkan diri harus turun segala...


"Kau mau ikut pulang bersamaku Bella??"Tutur Nathan yang sudah berdiri di samping Bella sejak tadi.


"Tidak...!"Bella segera keluar dan berdiri di samping Nathan."Sudah pulanglah...Untuk apa kau menatapku seperti itu..!!"


"Bahasamu sangat tidak sesuai dengan wajahmu,kamu nggak bisa yah berbicara dengan sedikit lembut padaku?"Ucap Nathan berprotes.


"Hahahaha...Untuk apa aku berbuat demikian..!! Aku ingin kau tahu betapa buruknya diriku agar kau segera menjauh dariku."Melirik malas ke arah Nathan.


"Dan aku ingin kau tahu,jika aku akan menerima semua keburukan itu."Tersenyum sejenak lalu menyentuh ujung kepala Bella sebentar dan melangkah pergi.


Deg...deg...deg...


Astaga jantungku ...


"Apa maksud ucapanmu heii Nathan...!!"Berteriak.


"Tidak ada Bella,selamat malam,semoga malam ini kau bisa bermimpi indah."Nathan masuk mobil dan segera meninggalkan kediaman Bella meski Bella terlihat masih mematung di sana.


"Senyumnya...Ahhhgggg...!!! Kenapa dia semakin tampan jika tersenyum seperti tadi,untung saja dia jarang tersenyum jika dia terus memperlihatkan senyumannya itu hati aku pasti tidak sanggup untuk menahannya..Ya Tuhan aku benar-benar sudah terjerat dengan berondong itu sekarang,lantas apa maksud ucapannya tadi apa dia emmm...."Mengacak-acak rambutnya sendiri."Sangat tidak mungkin kan jika Nathan akan bertahan di sampingku,seorang lelaki dewasa saja kabur setelah melihat kegilaanku yang mengerikan,apalagi Nathan yang masih berumur 20 tahun.."Menarik nafas panjang."Tingkat kehaluanku mulai bertambah parah sekarang,sebaiknya aku masuk sebelum ada orang orang yang menyebutku semakin gila."Bella merogoh tasnya dan mengambil kunci rumahnya.


Bella tolong akuuuuu....


Bella langsung menoleh saat mendengar suara tersebut."Seperti suara Karin."Dia memperhatikan sekitar namun tidak menjumpai apapun selain jalanan yang terlihat sepi."Ahh mungkin cuma perasaanku saja."Bella segera masuk rumah dan tidak memperdulikan suara itu lagi.-


Terimakasih atas dukungannya 😘


Silahkan like 👍


Komentar 💬


Klik♥️


Vote juga please 😚


salam sayang..


Arabella Maheswari 😉😘