
🏠Rumah Bella🏠
Sejak tadi pagi Nathan belum juga pulang dari rumah Bella padahal saat ini sudah jam tujuh malam.Beberapa kali Bella mencoba mengusir Nathan dengan cara yang halus namun tetap saja dia tidak beranjak dari ruang televisi milik Bella.Sebenarnya hal ini bukan masalah besar,sebab Bella jadi mempunyai teman main.Namun yang jadi masalah adalah perasaan Bella sendiri yang sedari tadi seolah sedang mengadakan konser akibat sikap Nathan yang sulit di mengerti oleh Bella.
"Kau akan pulang kapan Nath?"Pertanyaan itu sudah kesekian kalinya terlontar di mulut Bella.
"Jika kau mengantuk aku akan pulang,tadi aku kan sudah bilang begitu."
"Tidurku malam."
"Ya sudah aku pulang malam."Jawab Nathan fokus melihat televisi kecil milik Bella.
"Aku nggak enak jika ketahuan sama tetangga."Ucap Bella beralasan.
"Memangnya kau memiliki tetangga?Rumahmu bahkan sangat sepi,aku tidak mengerti kenapa kau tidak takut tinggal sendirian di sini."Menatap ke arah Bella sekilas.
"Jika tidak terpisah begini,aku takut menganggu tetangga kanan kiri ku saat aku berubah menjadi wanita gila.Dulu aku takut tapi lama-lama aku terbiasa seperti ini, sebaiknya kau pulang Nath,"
"Sebentar..."Tutur Nathan menerima telfon."Hmm iya Alamatnya itu sudah benar,oke baik saya tunggu."Ucap Nathan beranjak dari tempat duduknya di ikuti oleh Bella.
"Kau memesan sesuatu?"
"Hmm iya,menurutmu kenapa aku berada di sini sampai malam..! Itu karena aku menunggu pesanan ku datang."Jawab Nathan duduk di teras rumah Bella.
"Nada bicaramu aturlah Nath.. Kenapa tidak kau kasih Alamat rumahmu sendiri?Malah memakai Alamat rumahku."Melirik kesal ke arah Nathan.
"Diamlah...Kau kecil tapi berisik sekali."
"Kau selalu seenaknya jika berbicara, hormatilah aku sebagai orang yang lebih tua darimu Nath..!!"
"Umurmu memang tua,tapi pemikiranmu masih seperti bocah."Kata Nathan yang memang sengaja membuat Bella kesal.
"Astaga anak ini benar-benar..."
"Tampan..."Sahut Nathan menatap manik Bella dan hal itu membuat konser di hati Bella semakin meriah.
"Hmm terserah..."Jawab Bella yang langsung memalingkan wajahnya.
Ahh dia memang sangat tampan...
Sebuah mobil pick up terparkir di depan bahu jalan depan rumah Bella,mereka terlihat mengangkut sebuat genset.Nathan langsung beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke arah mobil tersebut di ikuti oleh Bella yang merasa ingin tahu.
"Bisa di pasang langsung pak sekalian."Tutur Nathan.
"Bisa Aden..."
Kedua orang itu menurutkan genset dan mulai Memasang.
"Untuk apa kau membeli itu Nath?"Tanya Bella yang masih belum juga paham.
"Agar lampu di rumahmu tidak bisa padam,jika lampu mati otomatis gerset itu akan beroperasi.Aku memilihkan yang otomatis agar kau tidak perlu menombolnya..! paham kan..!"
Bahasanya memang sangat kasar tapi dia juga lelaki yang sangat perhatian.Hmm aku tidak mengerti kenapa lelaki seumur dia bisa sangat dewasa dalam berfikir..
"Kau tidak mengucapkan terima kasih padaku Bella??"Ucap Nathan yang seolah sedang membanggakan dan dirinya.Melihat ekspresi Nathan seperti ini membuat Bella merasa kesal lagi.
Baru saja di bilang baik,rasanya dia memang lelaki yang sangat menyebalkan..!!
"Terima kasih ya Nath...Astaga kau sangat baik sekali."Tersenyum aneh.
"Sama-sama sayang..Kau di sini saja oke,aku mau mengawasi orang-orang itu."Nathan menyentuh ujung kepala Bella sebentar dan pergi.
"Sa-sayang....."Wajah Bella langsung terasa hangat."Aaaaaggggghhhh...Aku begitu takut sakit hati tapi kenapa ini rasanya indah sekali.Tidak..!! tidak..!! Nggak boleh...!! Jangan mengulang kesalahan yang sama Bella..!! Kau sudah biasa kan mendengar panggilan itu??Tapi...Saat dia yang mengucapkan kenapa rasanya lain.Entahlah aku pusing."Umpat Bella yang akan berjalan ke dalam rumah.
Sreeek... sreeek... sreeek..
Bella langsung memutar badannya dan mencari sumber suara tersebut.
Kenapa suaranya mirip Karin?
Hiks..hiks...hiks...sakit Bella...ku mohon bebaskan akuuuu..hiks..hiks..hiks...
"Apa itu kau Karin...!!"Ucap Bella setengah berteriak dan berjalan ke arah pohon pisang yang bergerombol di samping rumahnya,pohon itu terlihat menakutkan saat malam seperti ini,namun Bella tetap mendekat sebab ingin memastikan itu suara apa.
Hiks...hiks ...hiks ..
Bella terus berjalan mendekat namun kembali tersentak kaget saat seseorang menepuk pundaknya,Bella menoleh dan mendapati Nathan berdiri di belakangnya.
"Astaga...aku kaget.."Mengusap-usap dadanya.
"Kau ingin mencari ular di situ..!!"Ucap nathan yang tetap dengan nada kasar.
"Ya jika aku menemukannya aku akan melemparkannya padamu."Tutur Bella kesal.
"Sudah tahu tempatnya seperti ini,kau mau apa sih?"
"Aku mendengar suara Karin memanggilku."
"Itu cuma imajinasimu saja Bell,mana mungkin Karin berada di situ,jikapun ada untuk apa dia berdiam di tempat kotor seperti itu,sudahlah mari ikut aku saja daripada kau memikirkan hal yang tidak-tidak."Nathan meraih jemari Bella lagi.
"Kemana??"
"Ke hatimu..."Jawab Nathan masih tanpa ekspresi sediktpun.
Bella menarik nafas panjang sebab hatinya kembali bergetar dengan ucapan sederhana dari Nathan tersebut.
.
.
.
.
Di tengah jalan yang sepi dan gelap,jalan tersebut hanya bisa di lalui oleh motor saja.Motor Dika tiba-tiba mogok dan entah apa penyebabnya,dia masih memakai seragam kerjanya saat ini.Dia kemalaman sebab sepulang kerja langsung mampir ke rumah Ika tunangannya.Dengan penerangan lampu di ponselnya Dika menyorot mesin motornya dan mencari tahu alasan kenapa mesinnya mogok mendadak.
"Ahhh astaga..Kenapa mogok di tempat ini..! Aku bahkan tidak mengerti soal mesin."Runtuk Dika yang masih melihat-lihat motor butut miliknya."Aku akan menelfon Ika agar kak Reno bisa membantuku."Gumah Dika yang akan menghubungi Ika.
Namun tiba-tiba Dika merasakan rasa perih menjalar di pergelangan tangannya,ponsel tersebut terjatuh ketanah berserta telapak tangan kanannya.
"Aaaaggggghhhhhh...."Pekik Dika dengan darah yang menetes di pergelangan tangannya,dia memperhatikan sekitar dengan perasaaan ketakutan,wajah Dika mulai di banjiri keringat dingin sebab dia paham jika nyawanya sudah terancam.
Apa ini perbuatan begal?Tidak...untuk apa mereka membegal motor butut milikku,aku harus lari secepatnya,aku merasa ada yang sedang memperhatikanku sekarang. Dika langsung mengambil langkah seribu meski pergelangan tangan kanannya terasa perih,dia membuntal pergelangan tangannya dengan seragam yang di pakainya agar dia tidak kehabisan darah.Namun tiba-tiba Jleeeepppp Sebuah parang menancap di batok kepala Dika,pandangan Dika sesaat kabur,darah mengucur deras di sekitar mata dan telinga.Tubuhnya ambruk terduduk saat semua sudah terlihat gelap.Seseorang muncul dari kegelapan dan mengambil parang miliknya yang memang sengaja di lemparkannya.
"Kau pikir aku bodoh ya...Hahaha,bisa kau kelabuhi dengan kebohonganmu tadi..!! Rasakan hahaha..Kau akan jadi santapan peliharaan ku."Tuturnya serayap melangkah pergi meninggalkan jasad Dika begitu saja.
Haaiiii😁😁
Silahkan like 👍
Komentar 💬
Klik ♥️
Vote juga please 😘
Terima kasih atas kunjungan dan dukungannya🙋
Salam.. Arabella Maheswari 😉😘♥️