
Sepulangnya dari kostan William,Bella terlihat duduk di pinggir jalan serayap memegang es teh manis di tangan kanannya.Dari kejauhan terlihat mobil Nathan yang akan menuju ke arah Bella bersamaan dengan datangnya seseorang ibu tua yang hendak menyebrang jalan.Nathan menepikan mobilnya serayap memperhatikan Bella yang tengah membantu ibu-ibu tua itu menyebrang jalan.
Jika tanpa masa lalumu yang mengerikan,kamu adalah wanita yang sangat sempurna Bella.. Batin Nathan.
"Emm mau di antarkan sampai rumah ibu?"Kata Bella yang masih mengandeng tangan ibu tersebut.
"Tidak perlu nak,itu anak ibu sudah menyusul di sana,"
Bella melihat seorang gadis berusia sekitar 17 tahun tengah menunggunya di seberang jalan."Hmm baiklah..."Tutur Bella terus menuntun ibu-ibu tersebut.
"Ya ampun kakak makasi."Tutur anak itu segera menjemput ibunya.
"Sama-sama cantik."Jawab Bella ramah.
"Wajahmu sangat cantik nak,sesuai dengan hatimu."Tutur ibu-ibu itu memuji.
"Ahh ibu bisa saja,sudah harusnya menolong orang tua kan Bu hehe."
"Tapi serius,,kakak cantik sekali,mirip boneka Barbie."Imbuh anak ibu itu memuji.
"Astaga kepalaku jadi makin membesar nanti,baik ibu aku permisi."
"Iya nak hati-hati di jalan."
"Hmm iya Bu.."Bella mengangguk sebentar dan menyebrang lagi.
Bella kembali duduk di pinggir jalan yang memang tidak mempunyai tujuan,dia hanya ingin melihat kendaraan berlalu lalang sambil memikirkan masalah tentang Karin yang entah harus di mulai darimana.
Tin....tin....!!!
Nathan membunyikan klakson sangat keras sehingga membuat Bella terpekik kaget,bibirnya langsung terlihat mengerucut serayap melihat ke arah mobil yang sudah cukup di kenalnya.
Menyebalkan..!! Kenapa dia ada di mana-mana..
Bella pura-pura tidak tahu dan tetap duduk di tempat yang sama padahal nathan sudah membuka jendela mobilnya.Dengan terpaksa Nathan turun serayap menarik nafas lembut merasakan sikap Bella yang masih saja acuh padanya.
"Kau tidak melihat mobilku Bella?"Kata Nathan yang duduk di samping Bella.
"Lihat..."
"Lantas kenapa kau tidak kesana dan menghampiriku.."
"Untuk apa aku menghampirimu.."Jawab Bella yang semakin membuat Nathan kesal.
"Huuuuffftttt...Entahlah...untuk apa.."Ucap Nathan pelan sambil fokus melihat jalan.
Bella menatap Nathan sejenak dan tetawa terkekeh,membuat Nathan menatap ke arah Bella saat ini juga.
"Kau memang wanita gila.."
"Lantas untuk apa kau menghentikan mobilmu untuk wanita gila sepertiku."Jawab Bella tersenyum tipis membuat Nathan ikut tersenyum sebentar.
"Mungkin aku juga sama gilanya denganmu."
Bella kembali terkekeh menatap ke arah Nathan yang terlihat sangat tampan dari samping.
"Kau sedang apa di sini?"Tanya Nathan menatap ke arah Bella membuat Bella menghentikan tawanya.
"Entahlah...Aku juga binggung sedang apa aku.."Jawab Bella lirih.
"Kenapa begitu?"
Bella memperlihatkan 20 pesan yang di kirimkan untuk Karin namun belum juga sampai."Separuh jiwaku hilang,aku bahkan membolos berkerja hari ini sebab tidak bisa berfikir jerni."Kata Bella memasukkan lagi ponsel miliknya.
"Mari ku antarkan ke rumahnya,agar kau tidak berfikir macam-macam."Jawab Nathan memberi saran.
"Itu bukan ide bagus Nath,keluarga Karin sangat membenciku,aku tidak ingin datang kesana dan malah memperkeruh keadaan."
"Maksudnya?Kau tidak perlu mampir,hanya memastikan saja jika dia memang berada di rumahnya."Ucap Nathan menjelaskan maksud dari ucapannya.
"Aku merasa jika Karin tidak berada di sana."
"Lantas dia di mana??"
"Entahlah Nath,aku juga tidak tahu,aku mengenal dia sangat baik Nath,dia juga mengenalku baik.Dia tidak pernah sekalipun membuatku khawatir seperti ini,dia tahu jika aku merasa khawatir pikiranku akan berubah jadi keruh seperti saat ini.Kau juga kenapa tidak berkerja?"Melihat ke arah Nathan.
"Kau meniruku?"
"Tidak..Aku hanya mencoba merasakan dengan apa yang kau rasakan.Mau jalan berdua biar fikiran kita menjadi sama-sama jernih?"
"Aneh sekali..!! Jalan kemana?"
"Terserah padamu,emm soalnya aku tidak tahu tempat hiburan di tempat ini,kau kan tahu jika aku baru saja pulang dari Belanda.Aku hanya tahu tempat kerjaku,restoran langganaku dulu dengan kafe tempatmu berkerja."Ucap Nathan menjelaskan.
"Dan gawatnya...Aku juga tidak tahu tentang itu."Menarik nafas panjang.
"Bagaimana jika ke rumahmu saja,emm kita membeli beberapa bahan untuk di masak,nanti aku masakkan sesuatu yang bisa membuat fikiranmu kembali jernih."Ucap Nathan menyarankan.
"Okelah terserah padamu saja,aku juga ingin tahu apa kau benar-benar bisa memasak."Tutur Bella dengan ekspresi meledek.
"Hmm baiklah mari."Nathan berdiri dan mengulurkan tangannya pada Bella,namun Bella hanya menepuk lembut telapak tangan Nathan dan berjalan ke arah mobil Nathan.
"Astaga... Wanita itu benar-benar...."Menarik nafas lembut dan berjalan ke arah mobilnya.
Skip
.
.
.
.
🚗Supermarket🚗
Sementara Bella sibuk melihat-lihat bahan makanan,Nathan sendiri sedang menerima telfon dari seseorang yang entah dari siapa.
Perasaanku jadi lebih baik setelah bertemu anak kecil itu..Aku tidak percaya jika aku menyukai lelaki yang umurnya berada jauh di bawahku,aku ingin menghilangkan ini semua tapi bagaimana bisa jika Nathan selalu saja muncul di hadapanku.Duuuhhh...!! Meskipun umurnya 20 tahun tapi Visual wajahnya sangat dewasa...
"Kau sedang memikirkan apa Bell?"Ucap Nathan yang sudah berada di samping Bella.
"Kamu tidak lihat aku sedang memilih bahan makanan..!!"Jawab Bella ketus sebab ingin menutupi perasaan gugupnya.
Nathan mendecak pelan serayap memperhatikan keranjang Bella yang masih kosong padahal Nathan menelfon sudah cukup lama."Jika kau memilih bahan,sekarang aku tanya.Bahan apa yang sedang kau pilih?Lihatlah keranjang belanjamu saja masih kosong seperti ini."Nathan mengambil keranjang belanja dari tangan Bella dan memperlihatkannya pada Bella.
"Hahaha iya iya maaf aku emmm...itu masih kepikiran masalah Karin."Tutur Bella beralasan sebab tidak dapat menahan tatapan mata Nathan yang seakan langsung menembus jantungnya.
"Ohhh sudahlah...Kita mencari daging segar dan paprika."Tutur Nathan yang langsung berjalan di ikuti oleh Bella yang langsung berjalan mengekori Nathan.
Aku selalu terlihat bodoh di depan lelaki kecil ini,astaga Nath..!!Kamu makan apa sih?Kenapa badan kamu setinggi ini..
Lagi-lagi Bella memikirkan sesuatu yang tidak seharusnya di fikirkan,sehingga fokus Bella teralihkan.Saat Nathan berhenti untuk memilih daging segar Bella malah terus berjalan hingga dia menabrak punggung milik Nathan,hal tersebut membuat Nathan langsung berbalik badan dan menatap Bella yang tengah tersenyum nyengir.
"Kau tidak melihat badan setinggi ini?"Tutur Nathan seolah kesal padahal saat ini dia merasa jika tingkah Bella sangatlah konyol.
"Iya maaf aduhhh aku tadi...mikirin.."Ucapan Bella langsung terhenti saat Nathan meraih jemarinya dan mengengamnya erat."Ehh ta-tangan aku.."Kata Bella gugup.
"Daripada ini tidak selesai-selesai sebaiknya seperti ini bukan! Diamlah agar kita cepat pulang dan memasak."Tutur Nathan yang hanya beralaskan saja sebab sebenarnya dari awal bertemu dia sangat ingin melakukan ini.Meraih jemari Bella dan menunjukkan pada semua orang jika Bella adalah miliknya.-
Tetep setia ya ngikuti kelanjutan kisah Nathan dan Bella😁
Meski agak serem-serem dikit tapi endingnya akan berakhir manis..
Terimakasih atas kunjungan dan dukungan nya😁👍
Silahkan like 👍
Komentar 💬
Klik♥️
Vote juga please 😘
Salam sayang♥️
Arabella Maheswari 😉