Arabella Maheswari

Arabella Maheswari
Chapter 81



🚗Mobil Nathan🚗


Setelah mengurus soal mobil milik Bastian yang di bawanya ke kediaman Bastian sendiri, Nathan melajukan mobilnya ke arah rumahnya. Raut wajah Nathan yang sejak tadi terlihat bahagia, sangat berbeda dengan wajah Bella yang saat ini sangat gugup karena takut Nathan membahas soal pernikahan.


"Aku akan segera mempersiapkannya." Tutur Nathan tersenyum.


Bola mata Bella langsung melirik ke arah Nathan." Mempersiapkan apa!" Tanya Bella yang sebenarnya sudah bisa menebak arah dari pembicaraan ini.


"Jangan berpura-pura lupa sayang, mulai besok, kau tidak perlu pergi berkerja, cukup berada di rumah sampai hari pernikahan kita."


"Tidak! Aku akan tetap berkerja." Jawab Bella ketus.


"Selalu, aku hanya tidak ingin memperkerjakan calon istriku sendiri."


Deg....


Aku bahkan tidak tahu, harus mengawali semua darimana.


"Kau tenang saja, biar aku semua yang urus." Imbuh Nathan menyakinkan seolah dia tahu soal isi hati Bella.


"Urus? Kau paham jika kau harus izin pada kedua orang tuaku! Aku bahkan tidak tahu harus mengawali semuanya darimana! Pernikahan membuat kepalaku pusing." Runtuk Bella yang masih ingat soal enam kali kegagalannya.


"Tidak akan terjadi jika kau menikah denganku."


"Kau tidak merasa malu dengan statusku! Seharusnya kau memilih wanita lain saja." Jawab Bella ingin menghindari pembicaraan tersebut.


"Malu? Tidak! Aku tidak merasa malu sedikitpun, ayolah sayang, aku tahu kau bersikap begini karena ingin menghindar kan? Bilang saja iya, sisanya biar aku yang urus."


"Ahhh... Entahlah.." Eluh Bella memutar bola matanya ke arah jendela kaca mobil.


"Jangan mengingkari janji sayang, kau yang bilang sendiri mau melakukan hal itu."


"Hmm ya terserah, urus semuanya termasuk meminta restu pada orang tuaku! Jika sudah mendapatkan izin, kau tinggal bicara padaku!" Jawab Bella mulai kesal.


"Alamat rumahmu?"


"Cari tahu! Sudah ku bilang untuk mengurus semua sendiri."


"Hmm oke, bulan depan kita menikah, aku akan urus semuanya." Jawab Nathan tersenyum senang.


Dasar anak kecil! Dia tidak memikirkan bagaimana dia tahu alamat rumahku, biar saja hahaha. Batin Bella yang tidak mengingat jika dia pernah memberikan nomer Bara pada Nathan.


.


.


.


Setibanya di rumah Nathan, Bella merasa curiga dengan mobil yang terparkir di halaman rumah Nathan. Entah apa yang membuat Bella merasa curiga namun tiba-tiba saja dia merasakan hal tersebut. Dengan terpaksa Bella harus mau masuk sebab saat ini Nathan tengah menggandengnya masuk ke dalam rumah.


Deg....


Alangkah terkejutnya Bella melihat seseorang yang tengah duduk di ruang tamu, meski dahulu pria tersebut belum dewasa namun visual wajahnya tidak berubah sampai sekarang. Dia adalah Bara, Kakak angkat Bella yang beberapa hari lalu di hubungi oleh Nathan.


Sial. Batin Bella mengumpat dalam hati serayap menatap Nathan kesal, dia harus terpaksa tersenyum karena ada Pak Salim di sana.


"Itu mereka." Tutur Pak Salim membuat Bara menatap ke arah Bella dan Nathan.


Nathan mendesah lembut, melihat kenyataan jika Kakak angkat Bella sangatlah tampan. Ada perasaan cemburu langsung merasuk, sebab meski mereka saudara namun mereka tetaplah orang lain.


Astaga Bella, kau semakin cantik saja. Batin Bara menyambut kedatangan Bella dan Nathan.


"Ke sini lah kalian, jangan mematung begitu." Imbuh Pak Salim membuat Bella dan Nathan langsung berjalan menuju ruang tamu.


"Maaf, emm aku di suruh datang ke sini oleh mereka jadi aku menceritakan semuanya pada Ayah karena mereka mempunyai itikad baik padamu." Tutur Bara yang sangat tahu jika Bella akan marah saat Bara menghampirinya seperti sekarang.


"Hmm ya." Jawab Bella singkat.


"Baiklah, mungkin mereka mau mengobrol Nath, mari kita masuk dahulu." Ajak Pak Salim yang ingin memberi ruang pada Bella dan Bara


"Hmm baik Ayah." Jawab Nathan menyembunyikan rasa cemburunya karena prasangkanya sendiri." Aku tinggal dulu." Imbuh Nathan mengusap puncak kepala Bella lalu berjalan masuk beriringan dengan Pak Salim.


"Kau terlihat lebih baik saat ini, aku suka penampilanmu sekarang apalagi Ayah." Kata Bara membuka pembicaraan.


"Hmm oke terima kasih, lalu kau kenapa ke sini?"


"Tempo hari Pria yang mengaku kekasihmu menelfonku, dia meminta alamat rumah tapi aku tidak sepenuhnya percaya, jadi aku memutuskan untuk datang ke sini dan memastikannya sendiri. Apa benar dia kekasihmu?" Tanya Bara menatap ke arah Bella yang sama sekali tidak melihat ke arahnya.


"Hmm anggap saja begitu."


Ada raut wajah aneh pada Bara saat Bella mengucapkan hal tersebut namun dia kembali tersenyum manis ke arah Bella." Baik jika seperti itu, aku akan membicarakan ini dengan Ayah." Bella langsung memutar bola matanya ke arah Bara.


"Apa kau sudah membicarakan hal ini pada Ayah?"


"Hmm sudah."


"Lantas Ayah?"


"Tentu dia setuju, kau tahu dia sangat mengingikan seorang Cucu hadir di kehidupannya." Jawab Bara tersenyum.


"Apa Ayah marah?" Tanya Bella lirih.


"Dia merindukanmu, terutama Mama, pulanglah kenalkan sendiri pada mereka kekasihmu itu." Jawab Bara memberi saran.


"Entahlah, aku takut."


"Mama sering menyuruhku untuk menjemputmu secara paksa, tapi aku berbohong dan berkata tidak tahu letak lokasimu ada di mana?"


"Apa kau yakin ini akan berhasil?" Tanya Bella yang masih merasa trauma dengan sebuah pernikahan.


"Ikuti kata hati saja, jika kau memang benar-benar menyukainya mungkin tidak akan terjadi hal yang selama ini kau takutkan."


Ahh ya, menikah dengan Nathan, tinggal satu rumah bersamanya, tidur bersama, Aggghhhh!! Aku tidak sanggup dengan hanya membayangkannya saja! Batin Bella dengan wajah yang berubah menjadi kemerahan.


"Kau sedang apa?" Imbuh Bara bertanya membuat Bella sadar dari lamunannya.


"Tidak ada."


"Lantas bagaimana? Apa kau menerima ini semua?"


"Aku sudah berjanji untuk menerimanya." Jawab Bella lirih.


"Jangan lakukan jika terpaksa."


"Tidak, aku tidak terpaksa, hanya saja aku masih terlalu takut untuk ini." Jawab Bella mempercepat ucapannya.


"Aku membutuhkan jawaban iya atau tidak, jika iya, aku akan membawakan jawaban itu untuk Ayah dan Mama."


"Hmm iya, aku mau." Jawab Bella tersenyum.


Sial!!. Batin Bara.


Setelah keputusan yang di ambil oleh Bella, Bara memutuskan untuk kembali pulang mengingat banyaknya perkerjaan yang ada di sana. Bella yang saat ada sudah berada di kamar mandi dan tengah membersihkan tubuhnya, wajahnya terlihat merona merah sebab dia pribadi merasa bahagia dengan rencana pernikahan ini. Meski masih ada sesuatu yang cukup mengusik perasaannya soal fobia nya, namun dia mencoba menepis itu semua sebab Nathan cukup tahu dengan keadaannya dan berjanji untuk menerima kekurangannya itu.


.


.


.


.


Di salah satu kamar sebuah rumah, Vero yang habis melakukan aktivitas panas dengan sosok yang di anggapnya sebagai Bastian, tengah bersandar pada dada bidang milik Bastian serayap tersenyum bahagia. Dia tidak menyadari sama sekali jika ada beberapa titik pada tubuh Bastian yang terdapat bulu-bulu lebat, hal itu menandakan jika sosok itu hanya peniru dari makhluk yang dulunya di pelihara oleh Bastian.


Astaga, kenapa bisa secepat ini. Batin Vero tersenyum.


"Kau tidak akan meninggalkanku setelah ini kan Bas?" Tanya Vero.


"Tentu tidak, kau akan ku jadikan ratu di istanaku ini." Jawab Bastian dengan suara datar.


"Berarti Mall itu juga akan menjadi milikku?"


"Lupakan soal itu sayang, kau cukup di rumah saja dan aku akan memenuhi semua kebutuhanmu itu." Tangan Bastian mengusap lembut rambut milik Vero.


"Kenapa seperti itu?" Tanya Vero sedikit curiga.


"Tidak apa-apa, hanya saja Ayah sudah mengambil Mall itu dan mengantikan nya dengan perusahaan yang sangat besar untuk bisa ku kelola."


"Hmm begitu."


Bastian kembali menindih tubuh Vero dan menciumi bibirnya dengan cukup kasar, namun hal tersebut membuat Vero langsung terangsang sebab dia merasa Bastian sangat lihai dalam bercinta. Vero merasa melayang dengan semua sentuhan-sentuhan yang di berikan oleh Bastian. Bahkan tidak dapat di pungkiri jika dia menginginkan nya lagi dan lagi, meski terkadang ada bau aneh yang tercium beberapakali keluar dari tubuh Bastian saat mereka melakukan pergumulan tersebut.


.


.


.


.


🏠Kediaman Nathan🏠


Di kamarnya, Bella mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk sebab tidak ada hairdryer di sana. Lirih terdengar suara tangisan dari arah jendela luar, Bella mencoba tidak menghiraukan namun suara tersebut terdengar sangat memilukan. Bella beranjak dari tempat duduknya dan membuka jendela kamarnya, matanya menatap ke arah bawah sebab kamar Nathan berada di lantai dua. Terlihat seorang Ibu-ibu tengah berdiri di depan pintu pagar rumah Nathan, anehnya satpam di sana tidak merasa jika ada Ibu-ibu tersebut. Suara tersebut semakin memekakkan telinga sehingga membuat Bella langsung keluar kamar dan menuruni tangga untuk melihatnya sendiri.


"Apa Bapak tidak mendengar suara itu?" Tanya Bella pada satpam sehingga membuat satpam tersebut kebingungan.


"Suara apa Non?"


"Tolong buka pintu pagarnya Pak." Pinta Bella.


"Baik Non." Satpam tersebut membukakan pintu pagar untuk Bella, dan terlihatlah seorang Ibu-ibu dengan setelan kebaya berdiri di depan pagar." Tidak ada siapa-siapa Non." Imbuh Satpam tersebut membuat Bella langsung menyadari jika sosok di depannya adalah makhluk astral meski raut wajahnya terlihat seperti orang biasa.


Hiks..Hiks...hiks.. Tolong...


Tangisan Ibu tersebut sangat jelas terdengar oleh Bella." Tolong apa Ibu?" Tanya Bella.


Tolong anak Ibu Nak...Hiks hiks hiks, dia terlalu terjerumus kedalam sehingga Ibu tidak bisa pergi dengan tenang.


"Anak Ibu kenapa? Terus siapa namanya?"


Sebuah mobil pick up melintas dengan kecepatan penuh membuat sosok itu tiba-tiba menghilang dari hadapan Bella sebelum dia menjawab pertanyaan.


"Non ngomong sama siapa yah? Aduh Bapak jadi merinding." Tanya Satpam mengusap lembut tengkuknya sendiri.


"Bukan siapa-siapa Pak." Jawab Bella yang masih memperhatikan sekitar dan sudah tidak tercium keberadaan arwah Ibu-ibu tersebut." Tutup pintu pagarnya Pak, terimakasih yah." Imbuh Bella tersenyum dan kembali masuk.


"Perasaan tidak ada orang." Kata Satpam serayap memperhatikan sekitar." Hiiiih! jadi merinding begini sih, apa kekasih Tuan Nathan bisa melihat hal seperti itu? Ahh tahu lah, mending lanjut lihat televisi daripada mikir yang tidak-tidak." Satpam tersebut langsung menutup pintu pagar dan menggemboknya.-


TBC😁


Tetap setia😘


Sebentar lagi Nathan dan Bella bakal menikah🎉🎉


Tapi cerita masih panjang sebab penyebab Fobia Bella belum ditemukan 🤗


Silahkan like, komentar, klik ♥️, jangan lupa vote dan share ya teman-teman 😘 salam sayang Arabella Maheswari 😉