Arabella Maheswari

Arabella Maheswari
Chapter 58



Saat akan menuju ke arah mobil, Bella tiba-tiba tidak dapat menahan rasa mualnya. Dia berlari ke arah selokan dan muntah-muntah. Lena yang merasa khawatir langsung keluar dari mobil dengan membawa minyak gosok yang selalu di bawanya di tas. Nathan sendiri tengah meminjat tengkuk Bella lembut dengan raut wajah khawatir sebab dia mengira jika Bella sedang tidak enak badan saat ini.


Hoek...Hoek...


Lena berdiri di belakang Nathan dan Bella serayap mengengam minyak oles di tangannya."Apa kau baik-baik saja Bella?" Tanya Lena yang juga merasa cemas.


"Aku baik-baik saja Lena." Bella berdiri tegak serayap mengusap bibirnya dengan tangannya.


"Baik-baik saja kenapa muntah-muntah seperti itu?" Sahut Nathan melihat ke arah wajah Bella yang terlihat pucat.


"Astaga Nath, bau di sana sangat memuakkan." Jawabnya mengambil minyak oles dari tangan Lena dan mengusapkannya ke sekitar hidungnya.


"Bau apa maksudmu?"


"Berarti itu bau yang tidak wajar jika kau tidak bisa menciumnya."


"Emm.. Bukannya sebaiknya kita pergi dari sini, aku takut Pak Bastian memergoki kita." Tutur Lena memperhatikan sekitar.


"Yah kau benar, kita mengobrol di mobil saja." Jawab Bella langsung berjalan ke arah mobil Nathan.


๐Ÿš—Di dalam mobil๐Ÿš—


"Aku tidak pernah mencium bau seaneh itu, baunya bercampur aduk. Antara bau busuk dengan wewangian yang membuat kepalaku langsung terasa pusing." Tutur Bella menjelaskan.


"Berarti Pak Bastian memang ada hubungannya dengan menghilangnya Dika dan semuanya?" Sahut Lena.


"Hmm sepertinya." Jawab Bella lirih." Bau bercampur aduk seperti itu menandakan sangat banyaknya makhluk yang berada di sana. Tempatnya kelihatan dingin namun aku merasa panas di sana, sebab mungkin terlalu banyak energi negatif yang tengah berada di sekitarku. Dan aku melihat wajah wanita yang ku temui di Mall tempo hari bersama beberapa wajah yang berbeda." Imbuh Bella menjelaskan.


"Wanita mana maksudmu Bella?" Tanya Lena ingin tahu.


"Emm yang mengetahui cerita ini hanya Dika Len, sudah tiga kali aku berjumpa dengan wajah pucat wanita itu. Dan yang terakhir saat aku makan siang bersama Bastian tempo hari, aku melihat wanita itu bergelayut di kaki milik Bastian. Ahhh aku lebih baik berjumpa dengan pocong daripada berjumpa dengan roh gentayangan seperti itu."


Saat Bella berucap seperti itu, Nathan langsung mengerem mobilnya mendadak. Dia fokus pada perkataan Bella yang pernah makan siang bersama Bastian dan hal itu sangat membuatnya merasa cemburu.


"Ahhhhhggggghhhhh...!! Apa kau melihat penampakan Nath." Pekik Lena berteriak, namun Nathan malah menatap ke arah Bella tajam.


Ups... Aku kelepasan tadi, padahal aku ingin menutupi itu semua.. Batin Bella yang wajahnya langsung berubah aneh.


"Apa kau sudah mengenalku saat melakukan hal itu!" Tanya Nathan tidak merespon pertanyaan Lena tadi.


"Apa maksudmu Nath." Tanya Bella balik sebab dia ingin sedang berpura-pura tidak tahu.


"Sudahlah kau tahu maksud dari pembicaraanku ini Bella!" Tutur Nathan menekankan.


"Ini hanya sebagian dari penyelidikan saja." Jawab Bella lirih.


"Ahhhggghhh sial!!!" Umpat Nathan memukul-mukul setir mobilnya sendiri.


Uhh! Dasar anak kecil! Cemburunya kelewatan sekali.


"Sudah ku bilang untuk tidak berada di dekatnya meski hanya masalah penyelidikan. Kau mau tahu apalagi soal Bastian!! Aku akan mencari tahu itu untukmu jadi kau tidak perlu berbuat seperti itu! Kau tidak perlu pergi berkerja besok!!" Tutur Nathan yang rasa cemburu sudah tidak terkendali.


Astaga.. Apa Nathan cemburu gara-gara hal kecil itu? Hahaha manis sekali, pria yang posesif biasanya cenderung sangat menyayangi pasangannya meski terkadang hal itu membuat kita tidak nyaman. Ahhh.. Sangat cocok dengan sifat Bella yang acuh terhadap seorang pria, hahaha lucu sekali mereka. Batin Lena memperhatikan pertengkaran antara Bella dan Nathan.


"Aku tidak mau Nath, aku tetep akan berkerja besok! Uhhh...! Dasar! Sudah ku bilang untuk tidak berlebihan padaku, aku tahu apa yang aku lakukan sekarang." Jawab Bella membuang muka.


"Ahhhh..." Nathan mengusap-usapkan rambutnya serayap menunduk sebab merasa sangat kesal karena sikap Bella saat ini. Dia mencoba meredam rasa cemburunya yang sudah membakar hatinya hingga terasa begitu panas. Bella memperhatikan Nathan yang saat ini tengah terdiam dengan beberapa kali menghembuskan nafas berat.


"Kau lebih tampan, jadi untuk apa kau merasa seperti itu." Tutur Bella lirih tanpa melihat ke arah Nathan, ucapan itu membuat Nathan memutar bola matanya ke arah Bella.


"Apa aku tidak salah dengar Bella?" Jawab Nathan memastikan.


"Tidak! Jadi jangan berfikiran soal hal bodoh itu lagi!" Bella memalingkan wajahnya yang terasa hangat.


"Coba ucapkan lagi." Kata Nathan memastikan.


"Aku sudah pernah mengucapkan hal itu padamu tapi kau selalu cemburu pada Kakakmu itu." Jawab Bella yang memang pernah berucap seperti ini.


"Kau mulai sok tahu lagi!" Runtuk Bella yang ingin menyembunyikan perasaannya.


"Jika tidak, mengapa kau memalingkan wajahku seperti itu? Hah!" Tanya Nathan tersenyum.


"Aku hanya sedang melihat pemandangan di luar." Jawab Bella beralasan.


"Apa tempat sampah adalah pemandangan yang menurutmu indah Bella?" Mata Bella melebar saat melihat mobil Nathan yang berhenti tepat di samping bak sampah sebuah rumah.


Yah bodoh! Aku selalu bersikap bodoh jika sudah berurusan dengan pria satu ini!


"Apa maumu!!" Tutur Bella membalikkan badan lalu menatap manik milik Nathan yang tengah melihat ke arahnya saat ini.


Deg...


Deg...


Deg...


Bella kembali mematung, saat dia melihat sebuah senyuman menghiasi sudut bibir milik Nathan. Menurut Bella itu terlihat begitu mempesona, sehingga dia selalu terhanyut. Seolah tenggelam, semakin dalam dan hal itu semakin menimbulkan rasa takut akan sebuah kekecewaan. Bola mata Bella terlihat sayu, bibir mungilnya mengumah, seolah ingin berucap. Jadikan aku milikmu Nath.


"Coba ucapkan." Pinta Nathan membuat Bella kembali menunduk.


"Soal apa?" Jawab Bella lirih.


"Aku lebih tampan dari Bastian."


"Bukannya itu kekanak-kanakan Nath?" Jawab Bella lirih.


"Biar saja, sebab cinta tidak mengenal hal itu. Jika ucapan kekanak-kanakan itu bisa membuat kita bahagia, tidak salahnya jika di ucapkan bukan. Ayolah, aku menunggu, aku tidak akan melanjutkan perjalanan jika kau tidak mengucapkan hal itu." Kata Nathan membuat jantung Bella semakin menggila.


"Kau lebih dari tampan dari Bastian Nath." Tutur Bella lirih serayap menunduk.


"Angkat kepalamu seperti ini." Nathan mengangkat dagu milik Bella lembut sehingga Bella mau tidak mau harus kembali beradu manik dengan Bella." Ayo ucapkan." Imbuh Nathan lembut.


Bella menghembuskan nafas berat dan berusaha menghindari manik milik Nathan yang membuat jantungnya semakin berdetak tidak beraturan. Namun Bella ingin ini semua cepat selesai agar perjalanannya bisa di lanjutkan, dia pun membalas manik milik Nathan dan berucap." Kau lebih tampan dari Bastian Nath, kau lebih baik segalanya dari dia." Jawab Bella dengan nada suara lembutnya.


Apa ini suara aslimu Bella, hmm sangat lembut. Aku ingin menemanimu melewati ini semua agar kau bisa berucap seperti itu jika sedang bersamaku.


Nathan tersenyum dan mendaratkan sebuah ciuman hangat di dahi milik Bella, mata Bella kembali terpejam sebab itu terasa sangat nyaman.


"Ahhh apa itu berarti kalian jadian. Yeeeeaaaaa!!" Sahut Lena yang sejak tadi di lupakan keberadaanya.


Hal itu membuat Bella cepat-cepat duduk tegap dan mengusap dahinya, sikap Bella tersebut begitu menguatkan pemikiran Nathan jika Bella memang selalu tidak jujur atas perasaannya padanya.


Aku jadi melupakan jika ada Lena. Ya Tuhan aku malu sekali.


"Tidak perlu malu Bella, rahasia terjamin aman! Oke. Hahaha aku bahagia sekali melihatmu mendapatkan seseorang yang bisa memahami dirimu." Jawab Lena mulai berceloteh.


"Apa yang kau katakan Len! Jangan bicara sembarangan! Nath! Cepatlah aku tidak ingin kesorean!!" Pinta Bella yang kembali berucap kasar.


Astaga sayangku... Batin Nathan tersenyum dan mulai melajukan mobilnya.


Bella sendiri memasang wajah kesal, dan hal itu sangat bertolak belakang dengan perasaan Bella yang merasa sangat senang dengan sikap manis yang selalu di perlihatkan Nathan padanya.-


Akhirnya๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Haii readerku yang paling aku sayangi dan aku cintai๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„


Terimakasih sudah menyempatkan waktu membaca ceritaku ini๐Ÿ˜˜


Jika kalian berkenan.. Silahkan like ๐Ÿ‘, komentar ๐Ÿ’ฌ, klikโ™ฅ๏ธ, Vote juga boleh, biar Author bisa up 2 kali sehari setiap hari ๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š๐Ÿ’ช๐Ÿ”ฅ


Salam Arabella Maheswari ๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜˜โ™ฅ๏ธ