Arabella Maheswari

Arabella Maheswari
Chapter 45



β™₯️Kafeβ™₯️


Setibanya di kafe, Bella di sambut hangat oleh Ronald. Seisi kafe langsung membicarakan penampilan Bella saat ini, sebab dia memang terlihat begitu cantik dan anggun. Sedangkan wajah Nathan sendiri terlihat kesal saat dia melihat Bella sedang mengobrol akrab dengan Ronald, Nathan sangat cemburu meski dia tahu jika Ronald sudah beristri. Saat Ronald sudah pergi dari samping Bella, Nathan melirik malas ke arah Bella.


"Kenapa wajahmu jadi seperti itu Nath?"


"Jangan terlalu akrab dengan laki-laki, meskipun kau belum jujur atas perasaanmu. Tapi hargailah perasaanku Bella.." Pinta Nathan.


"Ronald sudah mirip seperti kakakku Nath." Jawab Bella menjelaskan.


"Meski begitu dia tetaplah seorang pria..!!" Protes Nathan lagi.


"Dasar..!!" Tersenyum.


"Kenapa kau tersenyum?" Tanya Nathan.


"Tidak ada gunanya kau cemburu Nath, mana ada pria yang mau denganku kecuali orang gila..!!" Jawab Bella mengoda agar Nathan merasa kesal.


Nathan kembali menarik nafas panjang, sebab dia merasa menjadi orang gila tersebut."Kau mau membawakan berapa lagu?" Tanya Nathan Menganti topik pembicaraan.


"Empat lagu saja, baik aku akan memulainya agar kita cepat pulang." Jawab Bella berdiri dan langsung naik ke atas panggung kecil.


Untuk kesekian kalinya Nathan menarik nafas panjang, memperhatikan sekitar yang kini fokus melihat ke atas panggung. Jika boleh berkata jujur, Nathan sangat tidak suka dengan suasana seperti ini. Dia lebih suka Bella duduk manis di rumah daripada harus melihat Bella di tatap dengan sembarang pria seperti sekarang. Namun Nathan sadar, jika Bella tidak akan mau di paksa untuk menuruti apa kemaunya. Mau tidak mau, Nathan harus lebih bersabar lagi untuk bisa memilikinya seutuhnya.


Seseorang duduk di samping Nathan, dan langsung mengeluarkan ponselnya untuk merekam penampilan Bella saat ini. Tanpa pikir panjang, Nathan merampas ponsel itu dan menghapus rekaman itu.


"Apa yang kau lakukan Nath?" Protes Farel yang memang sudah beberapa hari menunggu penampilan Bella.


"Lakukan lagi..!! Jika kau ingin ponsel ini hancur!!" Jawab Nathan menyerahkan ponsel milik Farel kasar.


"Dasar posesif..!! Aku hanya merindukan penampilan Bella saja, kau kan sudah tahu jika aku pengemar beratnya."


"Tidak menerima alasan apapun..!!" Kata Nathan menatap ke arah Farel tajam.


"Astaga.." Farel menarik nafas lembut dan meletakkan ponselnya pada meja."Segitunya Nath?Perasaan dulu kau tidak separah ini." Imbuh Farel menyandarkan punggungnya ke tempat duduk kafe.


"Aku sangat menyukainya, entahlah, aku merasa seperti itu." Minum serayap melihat ke arah Bella.


"Tapi ya jangan egois seperti itu lah.."


"Pergilah jika ingin berprotes!!" Jawab Nathan kasar.


"Ya oke! Aku diam! Dasar..!!" Runtuk Farel kesal.


Aku sudah pernah jatuh cinta sebelumya Bella, tapi rasanya tidak sekuat ini. Demi ingin bersamamu, bahkan aku rela melakukan hal yang menurutku sangat bodoh hanya untuk wanita yang setiap hari selalu berucap kasar kepadaku. Padahal sebelumnya aku sangat membenci jika ada seseorang yang begitu terutama seorang wanita. Hmm entahlah Bella, rasanya perasaanku sudah tertarik kuat oleh pesonamu itu.


.


.


.


.


πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™


Ki Broto pergi kerumah guru spiritualnya yang tidak lain adalah Ki Joko seger. Dia ingin meminta bantuan padanya sebab energinya sudah terkuras habis karena berusaha mengambil benda yang di tanam oleh Bella di depot itu.


"Aku tidak bisa membantumu." Tutur Ki Joko seger yang tahu jika wanita yang di maksud adalah Bella.


"Guru bahkan belum meninjau lokasinya kan?"


"Sudah, sebelum kau ke sini aku sudah bisa membaca maksud dan tujuanmu. Pelangganmu lah yang terlalu bodoh..! Kenapa dia tidak mengiyakan saja permintaanya, aku juga tidak paham kenapa ada wanita sekuat itu. Salah satu pelangganku juga ada yang berurusan dengan dia, dan aku merasa pusing sebab dia memintaku menemukan cara agar bisa menakhlukannya." Jawab Ki Joko seger menjelaskan.


"Terus bagaimana ini guru? Semua makhluk itu kini tidak mau menyentuh tempat itu, dan pelangganku jadi terpaksa menutup depot sebab tidak ada yang mau beli makanan di sana. Aku mohon guru, aku tidak meminta guru melawan wanita itu, aku hanya minta guru membantuku mengambil sesuatu yang di tanam olehnya." Kata Ki Broto memohon sebab dia juga merasa di desak oleh pelangganya tersebut.


"Baiklah, akan aku coba."


Dengan terpaksa Ki Joko seger ikut bersama dengan Ki Broto malam ini untuk menuju depot tersebut. Keduanya di jemput oleh pemilik depot itu sendiri sebab dia juga sangat ingin agar rambut tersebut bisa di ambil dari depan depot miliknya.


Setibanya di tempat, Ki Joko seger langsung mencoba mengambil benda tersebut karena tidak ingin membuang waktu. Namun nihil, jangankan menyentuhnya, untuk berdekatan saja rasanya sungguh sulit. Beberapa kali tenaga dalam di keluarkan Ki Joko seger yang di bantu oleh Ki Broto namun tetap saja mereka hanya membuang energi untuk itu.


"Bagaimana Aki?" Tanya pemilik depot yang merasa tidak sabar.


"Kau sudah lihat keadaan kami seperti apa sekarang." Jawab Ki Joko seger merasa geram sebab dia juga sangat kelelahan.


Bahkan Ki Broto sampai hampir pingsan saat ini, nafasnya tersendat-sendat dengan sekujur tubuh yang mengeluarkan keringat dingin.


"Lantas bagaimana nasip depotku? Aku bahkan mencoba menghubungi dia namun tidak ada jawaban dari dia." Eluh pemilik depot.


"Mau tidak mau kau harus menunggu dia untuk datang ke sini dan mengambil benda itu."


Lihatlah Bastian, kau akan sadar suatu saat sebab kau sudah menyukai orang yang salah. Aku yakin, ambisimu sendiri yang akan menghancurkannya kehidupanmu nanti!! Dasar bodoh..!!


.


.


.


.


Setelah membawakan empat lagu, Bella kembali duduk di tempat duduknya semula. Dia meneguk air putih satu botol dengan sekali nafas untuk menghilangkan rasa lelahnya.


"Haii Bella apa kabar?" Sapa Farel.


"Ohh haii Farel, aku sangat baik." Tersenyum.


"Ponselmu daritadi bergetar."


Bella meraih tasnya dan mengambil ponselnya, dia tersenyum penuh kebahagiaan saat melihat nomer pemilik depot menghubunginya beberapa kali.


"Siapa.?" Imbuh Nathan sangat ingin tahu.


"Pemilik depot itu, haha lucu sekali." Tuturnya sambil bersandar pada tempat duduk kafe."Aku ingin dia meminta maaf atas perbuatannya pada ibu-ibu itu. Aku tidak akan mengambil benda itu jika dia masih tetap merasa angkuh." Imbuhnya lagi.


"Maksudnya Bella?" Tanya Farel yang tidak tahu tentang masalah itu.


"Sudahlah kau diam saja jika tidak mengerti masalahnya." Sahut Nathan.


"Aku bertanya padanya, bukan kepadamu..!!" Jawab Farel kesal sebab sejak tadi Nathan selalu membentaknya seperti itu.


"Sudah ku bilang kau tidak akan tahu .!!"


"Heiii para berondong, kalian meributkan apa hah..!!" Tanya Bella melirik malas.


"Meributkan hatimu.." Jawab Farel asal.


"Aku akan membunuhmu Rel..!!" Teriak Nathan.


"Astaga..." Kata Bella tertawa renyah." Emm Nath, besok aku akan berkerja lagi." Imbuh Bella menjelaskan.


"Keluarlah dari perkerjaan itu." Kata Nathan berprotes.


"Hmm aku ingin, tapi ada sesuatu yang harus aku selidiki di sana."


"Jika kau ingin menyelidiki Bastian, ajaklah aku ikut serta." Kata Nathan merasa khawatir jika Bella akan di rebut oleh Bastian seperti yang di lakukannya dulu.


Bastian... hah.. Batin Farel.


"Kau tidak akan tahu apa-apa soal ini Nath, ini sudah bukan kemampuan manusia biasa lagi. Tenanglah Nath, aku bisa menjaga diriku sendiri sebab ini terlalu membahayakan untuk orang awam seperti dirimu." Kata Bella menjelaskan.


"Tapi Bella..??"


"Aku akan membencimu jika kamu sampai ikut campur masalah ini..! Kalau kau tidak menurut, aku tidak akan mau menemuimu lagi..!!" Ancam Bella pada Nathan.


"Hmm baiklah, aku akan mengantar jemputmu jika seperti itu."


"Tidak..!! Beri aku ruang untuk bisa menyelidiki ini lebih lanjut, jika kau ikut campur. Aku tidak akan mendapatkan bukti apapun nantinya." Kata Bella yang memang sangat mengkhawatirkan keselamatan Nathan.


"Lantas aku kapan bisa menemuimu?"


"Tunggulah kabar dariku Nath, atau kau bisa fokus pada perkerjaanmu dulu." Jawab Bella lirih.


"Berjanjilah untuk tidak tergoda pada dia." Pinta Nathan menatap ke arah Bella.


"Aku berjanji, apapun yang ku lakukan nanti, itu semata-mata untuk penyelidikan saja." Tersenyum ke arah Nathan.


"Hmm baik, aku akan mencoba menahan perasaanku untuk menemuimu." Kata Nathan menatap lekat Bella.


"Hmm baiklah." Bella mengalihkan pandangannya sebab jantungnya mulai merespon dengan apa yang di lakukan Nathan saat ini.


"Apa kalian sudah jadian?"


"Belum." Bella.


"Sudah..!!" Nathan.


"Hahaha lucu sekali, kelihatan sekali jika Nathan yang bernafsu ingin memilikimu Bella." Goda Farel yang memang sengaja agar Nathan merasa kesal.


"Aku akan benar-benar membunuhmu Farel..!!" Bisik Nathan yang malah membuat Farel tertawa terpingkal-pingkal.


Aku menghawatirkan keselamatanmu Nath. Sebab yang harus ku hadapi bukan sekedar manusia, aku akan berpura-pura mengikuti permainan Bastian agar semuanya bisa terbongkar jelas. Ohh Tuhan, aku mohon permudahkan semuanya, aku ingin segera tahu di mana karin sekarang?-


Silahkan like πŸ‘


Komentar πŸ’¬


Klik β™₯️


Vote juga please 😘


Terimakasih 😘


salam..


Bella dan Nathan β™₯️