
π π π
Saat Bella asyik memberi makan kucingnya, terdengar suara ketukan dari arah pintunya. Dia segera berdiri dan membuka pintu rumahnya.
Cklek...
Terlihat Lena tersenyum di balik pintu tersebut, Bella langsung menyambut Lena dengan hangat dan menyuruhnya masuk.
"Kok tumben ke sini? Ada apa Len?" Tanya Bella ingin tahu.
"Daripada aku harus ke tempat kerja sendirian lebih baik aku menghampirimu dulu." Jawab Lena tersenyum.
"Hmm ide bagus! Usahakan jangan pernah sendirian yah."
"Iya Bella." Jawab Lena tanpa berprotes." Kau tidak ingin mengungkap semuanya sebelum lebih banyak korban lagi Bell? Aku benar-benar merasakan keanehan semalam. Ada angin berhembus kencang dari arah luar, dan aku mencium bau kentang bakar yang menyengat." Kata Lena mengusap tengkuknya sendiri sebab masih membayangkan suasana semalam.
"Ini sudah ku lakukan Lena, tapi aku sendiri binggung harus memulai semua darimana?" Jawab Bella lirih." Aku juga ingin segera mengetahui bagaimana keadaan Karin sekarang, jika memang dia sudah tiada, aku ingin menemukan jasadnya berada di mana atau...." Bella menatap sendu pada Lena.
"Atau apa Bell?"
"Jasadnya sudah di makan habis oleh makhluk itu." Jawab Bella dengan raut wajah sedih.
"Astaga .." Tutur Lena yang juga baru menyadari hal itu, sebab dia juga cukup dekat dengan Karin." Kita mikir sisi positifnya saja Bell, mungkin saja Karin memang menikah?" Imbuh Lena ingin menghibur perasaan Bella.
"Filingku sudah tidak enak Len, saat melihat makhluk itu berpura-pura menjadi Karin. Aku yakin Bastian melakukan itu karena ingin membuatku percaya agar aku berhenti mencurigainya."
"Makhluk apa itu Bell? Berubah jadi Karin bagaimana maksudnya?" Tanya Lena yang memang tidak tahu.
"Sebenarnya aku sudah tidak berminat berkerja di situ lagi Len, tapi malam itu, Karin datang ke rumah dengan tingkah laku aneh. Karena itu memang bukan Karin tapi makhluk itu, aku juga melihat bulu-bulu berwarna hitam yang masih terlihat di kaki dan lehernya." Lena langsung merapatkan tubuhnya ke Bella." Setelah kejadian tersebut, aku yakin jika Karin sudah menjadi korban dari Bastian. Aku beberapa kali mendengarkan suaranya tangisan Karin, namun hanya suara dan tidak berwujut." Tutur Bella menjelaskan.
"Kasian Karin Bell?" Jawab Lena lirih.
"Jika kenyataannya seperti itu, Karin, Dika dan semua orang yang hilang, arwahnya tidak akan bisa bebas sebab arwah mereka akan di jadikan budak makhluk itu sampai seseorang yang menumbalkannya mati."
"Ahh Bella, aku keluar saja dari sana! Lebih baik aku tidak berkerja daripada harus berhadapan dengan hal seperti itu." Kata Lena merasa sangat ketakutan.
"Dia sudah menandaimu Lena, percuma jika kau keluar, Makhluk itu akan tetap mencarimu. Kau lakukan saja apa yang ku perintahkan agar tidak terjadi apa-apa denganmu." Bella tersenyum ke arah Lena sehingga membuat perasaan Lena sedikit baik.
"Kau tidak akan membiarkanku mati konyol kak Bella, kau tahu aku juga sangat perduli padamu meski aku tidak mempunyai waktu sebanyak Karin."
"Kau bilang apa hah!" Mencubit pipi Lena lembut." Meski kau tidak seberapa dekat denganku, kau tetaplah seorang teman. Jika aku tahu sejak awal seperti ini, aku pasti tidak akan membiarkan ini semua terjadi. Kau mau membantuku sedikit Lena?"
"Hmm apa? Katakan saja?" Tersenyum menatap Bella.
"Temani aku mencari info soal tempat tinggal Bastian."
"Aku sudah mendapatkannya." Sahut Nathan yang tiba-tiba sudah berada di pintu rumah Bella.
"Ahh si tampan hahaha." Lena sangat mendukung hubungan antara Nathan dan Bella.
Nathan tersenyum dan ikut bergabung duduk dengan keduanya." Sudah ku peringatkan kau untuk tidak kesini Nath! Kenapa kau masih saja datang sepagi ini?" Runtuk Bella merasa kesal sebab Bella sendiri sangat mengkhawatirkan Nathan yang mungkin saja bisa menjadi target Bastian selanjutnya.
"Aku tidak bisa melakukan hal itu Bella, sebab aku juga tidak akan bisa fokus berkerja jika memikirkan dirimu." Tersenyum ke arah Bella.
"Astaga.. Terima saja Bella." Goda Lena terkesima melihat ketampanan wajah Nathan saat tersenyum tadi dan hal itu membuatnya berfikir jika Bella dan Nathan sangatlah serasi.
"Uhhh... Sudahlah." Jawab Bella menghembuskan nafas berat.
"Jadi kau terima?" Sahut Lena.
"Tidak!" Jawab Bella ketus.
"Katamu sudahlah?"
"Itu berarti aku tidak mau membahas soal itu." Jawab Bella tegas
"Ohh begitu hahahaha," Tutur Lena yang bisa membaca rona merah di wajah Bella.
Kau masih malu-malu Bella. Astaga... Aku mendoakan yang terbaik untukmu. Batin Lena.
"Kau bilang tadi sudah mendapatkan alamatnya?" Tanya Bella pada Nathan.
"Hmm yah, semalam aku menyuruh orang untuk menyelidiki itu. Ini Alamatnya." Nathan memberikan Bella selembar kertas kecil.
Bella langsung mengambil kertas tersebut dan membaca alamatnya." Kau tahu tempat ini Len? Emm aku tidak seberapa tahu daerah sini." Bella memberikan kertas tersebut pada Lena.
Lena segera membaca alamat tersebut dan sempat menatap ke arah Bella tajam."Katakan saja Len, itu berada di daerah mana?" Imbuh Bella menyakinkan.
"Emm tempat ini berada di pinggiran kota Bella, lebih tepatnya sangat dekat dengan hutan yang di gosip-gosipkan angker." Jawab Lena lirih.
"Memangnya kenapa?"
"Aku takut saja jika nyawanya terancam."
Orang itu adalah aku Bella..
"Semua baik-baik saja Bella jadi kau tidak perlu memikirkannya." Jawab Nathan santai.
Aku tidak bisa mengorbankan orang lain untuk ini Bella, jika kenyataan itu benar, Bastian pasti akan mengetahui siapapun yang sedang mengintai dia. Jadi aku berinisiatif melakukannya semua sendiri, dan syukurlah aku tidak merasakan apapun sejak kemarin.
"Kau yakin Nath?" Imbuh Bella memastikan.
"Hmm ya aku yakin."
"Aku ingin ke sana hari ini. Emm Lena, sebaiknya kau berkerja saja seperti biasanya." Kata Bella menyakinkan.
"Tidak! Aku tidak mau, aku takut Bella. Pokoknya aku ikut kamu Bell, aku nggak mau kerja di sana sendirian." Jawab Lena menolak.
"Di sana sangat ramai Lena, sendirian bagaimana?"
"Sudahlah aku ikut kamu, please, aku sangat takut Bella." Tutur Lena memohon.
"Hmm baik." Jari lentik Bella membuka blokiran nomer Bastian dan menghubunginya.
Via telfon π²
"Hallo Bas." Tutur Bella ramah membuat Nathan langsung merasa sangat kesal.
"Hmm ya Bella ada apa? Kenapa menelfonku?"
"Emm Lena jatuh Bas, jadi mungkin aku dan Lena tidak bisa masuk hari ini. Emm aku sedang mengantarkannya pulang di rumahnya."
"Oke baiklah Bella, tidak masalah. Aku akan berbicara dengan Veronika nanti."
"Oke Bas terimakasih."
"Sama-sama."
Lena melirik malas ke arah Bella saat Bella berucap pada Bastian jika dia jatuh.
"Heii ada apa dengan matamu." Tutur Bella meledek.
"Kau tega sekali berucap seperti itu Bell, jika aku benar-benar jatuh bagaimana Bell?"
"Ya sudah kau berkerja saja jika seperti itu." Bella mengedipkan sebelah matanya.
"Aggghhh...!! Aku menyesal sudah berucap seperti itu kemarin." Runtuk Lena kesal.
"Tenanglah, Bella akan melindungimu." Kata Bella setengah bercanda.
"Iya beb, hidupku ada di tanganmu sekarang." Jawab Lena melirik malas.
"Aku bersiap dahulu oke." Bella beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan ke arah kamarnya.
Saat Bella pergi, Lena langsung mengeser tubuhnya agar lebih dekat dengan Nathan." Heii tampan, apa kau sudah mengetahui Bella wanita seperti apa?" Tanya Lena ingin tahu.
"Hmm sudah, aku pernah memergokinya waktu lampu mati." Jawab Nathan tanpa ekspresi.
"Astaga syukurlah.." Kata Lena senang.
"Kenapa kau begitu senang?"
"Yah itu berarti aku mendukung kalian, kau tidak perlu mendengarkan gosip sialan yang berucap jika Bella wanita pembawa sial. Dia hanya sedikit berbeda saja, dan perbedaannya itu membuat dia terjerat begitu banyak masalah seperti sekarang." Tersenyum." Kau akan jadi lelaki paling beruntung jika dapat menakhlukan hatinya, dan kelihatannya dia mulai menyukaimu. Ahhhh.. Akhirnya artis Mall kita mendapatkan jodoh yang sejati." Lena langsung mengusap- usap kepalanya saat Bella mengetok kepala Lena pelan." Ahh sakit sekali." eluhnya melihat ke arah belakang dan terlihat Bella yang tengah menatapnya kesal.
"Ternyata kau lebih parah daripada Karin ya?" Nathan tersenyum sejenak melihat ke arah keduanya.
"Aku membicarakan kebaikanmu Bella, kenapa kau memukulku." Masih mengusap-usap kepalanya.
"Faktanya, aku memang wanita yang buruk! Sudahlah ayo berangkat, daripada kesiangan." Bella melangkah ke luar tanpa menunggu Nathan dan Lena.
"Dia memang seperti itu Nath, rumornya saja yang mengerikan, nyatanya sikapnya masih seperti anak SMA." Bisik Lena terkekeh.
"Lenaaaaa... Cepatlahhh..." Teriak Bella membuat Lena melempar senyuman pada Nathan lalu berjalan keluar.
"Kau memang benar Lena.. Hmm.." Nathan berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan mengikuti langkah lena.-
TBCπ