
Setelah makan siang dengan Bastian, Bella kembali melanjutkan pekerjaannya di temani oleh Bastian. Para pengunjung Mall wanita langsung merasa kagum dengan karismatik Bastian yang memang terlihat sangat sempurna jika di lihat dari pandangan orang awam. Apalagi terkadang Bastian ikut melayani dengan tutur katanya yang lembut dan manis, membuat pengunjung wanita berfikir jika Bastian itu seorang pria idaman. Padahal tujuan Bastian membantu karena Bella, dia melayani pengunjung sambil sesekali mencuri pandang ke arah Bella yang juga sibuk dengan pekerjaannya. Bahkan bola mata Bastian terlihat lebih sering memperhatikan Bella daripada memperhatikan sekitar, lekuk tubuh Bella yang sempurna di padu dengan wajah Bella yang teramat cantik membuat ambisi Bastian untuk memiliki Bella semakin menggebu. Sejak pertemuannya dengan Bella, tidak ada yang di fikirkan Bastian kecuali bagaimana caranya merebut simpati Bella, bahkan dia tidak segan-segan menyingkirkan apapun yang menghalangi jalannya untuk memenuhi ambisinya itu.
Seorang pelanggan pria berdiri terlalu dekat dengan Bella yang tengah menulis sebuah nota, Bastian langsung menghampiri pria tersebut dan mendorong tubuh pria tersebut lembut. Hal itu menjadi sebuah keributan kecil sebab pelanggan itu tidak terima dengan perlakuan Bastian yang menurutnya tidak sopan.
"Saya melihat Anda terlalu menempel dengannya, apa menurut anda itu sopan..!!" Kata Bastian geram.
"Saya hanya sedang menunggunya menulis nota itu, kenapa anda seperti ini..!!"
S#alan..!!! Akan ku jadikan dirimu tumbal jika kamu berani menyentuh wanitaku seperti itu..!! Batin Bastian yang merasa sangat kesal.
"Sudahlah Bas, aku tidak apa-apa." Sahut Bella yang tidak ingin ada keributan sebab Mall sedang banyak pengunjung saat itu.
"Tidak bisa begini Nona..!! Dia harus minta maaf pada saya atas semua ini..!!" Kata pelanggan itu tidak terima.
Bastian hanya menatap tajam ke arah pelanggan tersebut sambil menarik nafas panjang, hmm jika bukan di mata umum seperti itu sudah pasti pria ini sudah habis di tangannya detik ini juga, sebab Bastian selalu menyimpan belati kesayangannya di dalam saku Jas yang selalu dia kenakan.
"Hmm baik saya minta maaf karena terbawa emosi.." Tutur Bastian berubah menjadi lembut seolah dia mempunyai kepribadian ganda.
Bella menatap heran ke arah Bastian karena dia tidak menyangka jika Bastian bisa begitu cepat berubah mengingat emosinya yang meluap-luap seperti tadi.
Ada yang tidak wajar di sini. Batin Bella.
"Maaf saja tidak cukup..!! Saya akan sebarkan berita ini agar Mall ini sepi pembeli." Bentak pelanggan ini semakin membuat Bastian ingin mengulitinya detik ini juga.
"Hmm bagaimana dengan ganti rugi." Bastian mengambil dompetnya dan mengeluarkan uang 20 lembar seratusan dan menyodorkannya pada pelanggan tersebut." Emm anda juga bisa membawa pulang belanjaan itu secara gratis." Imbuh Bastian tersenyum ke arah pelanggan tersebut.
"Karena hari ini saya berbaik hati, maka saya akan menerima ini." Mengambil uang dari tangan Bastian.
Bastian tersenyum aneh serayap mengusap lembut kalung yang berada di lehernya. Hari ini kau akan dapat makanan lagi hahahaha...
"Terima kasih sudah memaafkan saya." Jawab Bastian sambil terus memperlihatkan senyuman anehnya.
"Baik saya permisi." Pelanggan itu pun langsung pergi dengan membawa barang yang di gratiskan oleh Bastian.
Aku sungguh merasa aneh dengan sikap Bastian.. Batin Bella.
"Kau tidak apa-apa Bella?"
"Tidak Pak, emm saya mau melayani pelanggan di sebelah sana." Tutur Bella beralasan sebab dia ingin mengikuti pelanggan tadi.
"Hmm baik,"
Bella tersenyum sebentar, lalu segera berjalan meninggalkan Bastian yang juga langsung berjalan masuk ke dalam Mall untuk pergi ke ruangannya.
π£π£π£
Bella berlari mengikuti pelanggan itu dan segera menghentikan langkahnya saat pelanggan itu akan menyebrang jalan.
"Maaf bapak." Tutur Bella ramah.
"Astaga si Cantik, ada apa lagi?" Jawabnya serayap memandangi wajah Bella yang terlihat berkilau di matanya.
"Pak saya mohon emm uang dari Bos saya jangan di pergunakan untuk apapun." Kata Bella yang sudah bisa menebak maksud dari Bastian memberikan uang tersebut.
"Memangnya kenapa?"
"Emmm saya hanya, itu Pak.." Jawab Bella yang sulit untuk menjelaskan semuanya.
"Terlalu lama kamu cantik, taksiku sudah datang." Tuturnya tersenyum.
"Alamat rumah Bapak mana?" Sahut Bella memberikan sebuah bulpen dan telapak tangannya.
"Untuk apa? Saya sudah beristri cantik, bagaimana kalau kita ketemuan di luar saja." Katanya yang berfikir jika Bella ingin menemuinya karena tertarik dengannya.
"Sudahlah Pak, Taksi anda sudah menunggu bukan?" Tersenyum ramah.
"Baiklah..." Menulis alamat rumahnya di telapak tangan Bella." Ingat jangan kesana tiba-tiba yah, kau harus membuat janji dulu oke." Tersenyum.
"Hmm baik Bapak." Jawab Bella ramah.
"Baik saya permisi." Pelanggan itu memberikan Bulpen milik Bella dan berjalan ke arah taksi yang sedari tadi sudah menunggunya.
Semoga tebakanku salah.. Batin Bella melihat ke arah taksi yang sudah pergi dari hadapannya.
Bella segera kembali masuk Mall agar Bastian tidak curiga kepadanya.
.
.
.
.
Sepulang kerja Lena benar-benar ikut bersama Bella untuk ke rumahnya sebentar. Lena juga merasakan jika ada yang aneh sejak Bastian jadi pimpinan di Mall itu. Langkah Bella terhenti serayap menarik nafas panjang saat melihat Nathan yang sudah berada di terasnya dengan pakaian kantornya, sedangkan Lena sendiri malah terkesima melihat Nathan yang memang terlihat sangat tampan dan dewasa meski umurnya baru 20 tahun.
"Apa itu kekasihmu Bell?" Bisik Lena pada Bella.
"Bukan! Dia hanya teman." Jawab Bella yang sedang berjalan menuju ke arah teras rumahnya." Kenapa kau ke sini Nath? Aku kan sudah bilang untuk...."
"Aku tidak bisa melakukannya, jadi berhenti berprotes." Sahut Nathan memotong pembicaraan Bella.
"Ahh baiklah mari masuk." Bella mengambil kunci rumah di tas dan segera mempersilahkan Lena dan Nathan untuk masuk.
"Aku hanya mempunyai ini, maaf ya Len." Meletakan satu gelas sirup di hadapan Lena.
"Astaga Bell, ini saja sudah cukup." Jawab Lena yang langsung minum sirup tersebut serayap melirik ke arah Nathan yang sedari tadi melihat ke arah Bella.
"Ada yang lucu Len?"
"Tidak ada Bella." Meletakkan gelas pada meja." Emm langsung To the poin saja ya Bell. Kenapa tadi kamu melarangku berbicara di sana?" Kata Lena mulai memasang wajah serius.
"Berjanjilah untuk menjaga rahasia ini Lena sebab ini hanya tebakanku sementara..!" Jawab Bella tegas.
"Kau membuatku takut Bella." Tutur Lena lirih.
"Aku serius dengan ini Len, ini bukan lagi soal main-main tapi masalah nyawa seseorang."
Pasti membahas Bastian, hmm sebaiknya aku diam saja. Batin Nathan.
"Maksudmu Bell?"
"Jangan pernah berkata soal Pak Bastian jika sedang berada di sana, jika berkata baik tidak masalah. Tapi jika kau menduga hal yang tidak-tidak jangan membahasnya saat dia ada di sekelilingmu meskipun di dalam hati." Jawab Bella menjelaskan." Apa kau sudah pernah membahas hal itu dengan karyawan lain?" Imbuh Bella bertanya.
"Tidak Bella, emm aku takut membahas itu dengan yang lain, takut jika mereka melaporkanku pada Pak Bastian. Jika denganmu kan aku percaya jika kamu bukan orang pengadu seperti itu." Tutur Lena menjelaskan.
"Katakan apa yang kau rasakan Lena, aku juga sedang mencari tahu soal keanehan Bastian."
"Emm itu Bella, sejak Pak Bastian memimpin, aku merasa teman-teman kita banyak yang hilang termasuk Karin dan Dika. Apa Karin benar-benar menikah Bella, aku ingin bertanya itu dari dulu." Tanya Lena memasang wajah serius.
"Aku baru mendengar itu darimu dulu saat aku terakhir masuk, dan aku tidak tahu menahu soal Karin. Padahal kau tahu kedekatan ku dengan Karin seperti apa, kita hampir tidak ada jarak, tidak mungkin jika Karin menyembunyikan hal sebesar itu padaku." Jawab Bella dengan wajah sedih.
"Berarti kau juga baru tahu kabar itu?" Tanya Lena.
"Hmm, setelah hari itu, aku pergi ke kantor Bastian untuk menanyakan hal itu langsung. Dan aku memutuskan untuk berhenti berkerja saat itu sebab aku tidak ingin bertemu Bastian karena aku muak mendengar jawaban dari dia.!!"
"Aku mendengar itu dari Dika, dan sejak hari itu Dika juga menghilang bukan? Kau ingat dengan Pak Aldo Bell?" Lena menatap ke arah Bella dengan raut wajah sedih.
"Hmm aku tidak tahu kabarnya setelah aku meminta seragam baru itu. Apa terjadi sesuatu dengan Pak Aldo?"
"Hmm tempo hari istrinya datang ke Mall dan menanyakan keberadaan Aldo, bukankah itu aneh Bella? Dika berkata padaku jika Pak Aldo mengundurkan diri, lantas jika mengundurkan diri kenapa keluarganya sampai tidak mengetahuinya? Dan setelah Dika membicarakan hal itu, keesokan harinya dia sudah tidak masuk sampai hari ini."
"Hmm Kakak tunangan Dika menemukan motor dan ponsel Dika tergeletak di jalan pematang sawah yang biasa di lewatinya. Ika sudah melaporkannya pada polisi tapi sampai saat ini aku belum mendapatkan info lanjutannya." Tutur Bella menjelaskan.
"Astaga Bell, aku jadi merinding mendengarnya." Lena mengusap tengkuknya sendiri." Apa itu semua Pak Bastian yang melakukannya?"
"Aku masih mencari bukti Lena, tapi setelah mendengar ceritamu aku semakin yakin jika Bastian memang dalang di balik ini." Tutur Bella lirih.
"Kita laporkan polisi Bella."
"Apa kau punya bukti? Menurutmu polisi akan percaya jika buktinya hanya dugaan saja? Jasad mereka bahkan tidak ada. Saranku, kau hanya perlu diam saja Lena, berjanjilah untuk tidak pernah membahas hal ini di sana. Sebab aku takut jika Bastian sebenarnya bisa membaca fikiran seseorang. Aku takut terjadi sesuatu denganmu, mangkanya aku tadi menyuruhmu diam." Jawab Bella menjelaskan.
"Aku tidak memahami maksud kamu Bella? Sebenarnya Pak Bastian itu apa?" Tanya Lena merasa sangat binggung.
"Dia hanya manusia biasa Lena, namun dugaanku dia mempunyai sebuah jimat yang membuat dia harus menyediakan banyak tumbal atau yang lain sebagainya. Aku juga belum sepenuhnya yakin sebab aku belum melihat dengan mata kepalaku sendiri."
Wajah Lena langsung ketakutan saat Bella berkata seperti itu." Berarti teman-teman kita di jadikan tumbal? Apa begitu maksudmu?" Tutur Lena dengan raut wajah kaget.
"Hmm dugaan sementara seperti itu." Jawab Bella lirih.
"Astaga Bella, apa aku keluar saja dari perkerjaan itu?" Kata Lena dengan wajah yang semakin ketakutan.
"Itu malah terlihat mencolok Lena, kau hanya perlu diam saja sebab makhluk yang di pelihara oleh Bastian dapat menditeksi mana yang pantas untuk di musnahkan. Jika seperti ini, polisi saja tidak akan bisa menemukan mereka, sebab aku mempelajari dari internet, jika makhluk seperti ini akan memakan habis jasad tumbal yang di persembahkan untuknya." Tutur Bella menjelaskan.
"Aku sangat takut Bella, bagaimana jika tadi Pak Bastian mendengarkan obrolan kita?"
"Hmm maka dari itu aku memberikanmu ini." Menyentuh jemari Lena dan memperlihatkan rambut yang sejak tadi masih melilit di telunjuk milik Lena.
"Ini untuk apa? Apa makhluk itu takut dengan rambut?" Tanya Lena binggung.
"Hmm bisa jadi haha." Tertawa."
"Ish...!! Bisa-bisanya kau tertawa di saat segenting ini Bella?" Tutur Lena melirik malas.
"Jika ini ku fikirkan secara serius, aku bisa benar-benar gila Len. Kehilangan Karin saja sudah membuat pikiranku jadi keruh, kau paham kan dia hmm seseorang yang sangat berarti di hidupku." Mencoba tersenyum.
"Hmm iya Bell, maaf aku tidak ada banyak waktu untuk bermain bersamamu."
"Tidak masalah Lena, ingat yah, jangan di lepas ikatan rambut itu meskipun kau sedang mandi sekalipun."
"Jelaskan padaku apa manfaat rambut ini Bella? Dan sejak kapan rambutmu itu bisa di jadikan jimat?" Tanya Lena sangat ingin tahu.
"Jika di suruh menjelaskan aku juga tidak tahu, turutin apa perintahku Lena ini demi keselamatanmu. Sebab tidak ada gunanya jika kau keluar dari perkerjaan itu, hmm dia akan tetap mengejarmu jika memang tadi dia mendengarkan obrolan kita." Jawab Bella menjelaskan.
"Ya sudah aku akan menuruti apa maumu. Emm tolong tuliskan alamat rumahmu di sini Bella, aku akan menyuruh kekasihku untuk menjemputku." Kata Lena serayap menyodorkan ponsel miliknya.
"Hmm baik." Bella tersenyum dan mengetikkan lokasinya.
Apa Kak Bastian separah itu hingga membutuhkan sebuah tumbal dari jimatnya? Bagaimana jika ayah tahu hal ini? Dia pasti sangat kaget mendengarnya, sebaiknya aku rahasiakan semuanya dari ayah dulu sebab aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan Ayah.-
Silahkan like π
Komentar π¬
Klikβ₯οΈ
Vote juga please π
Terimakasih π
salam Arabella Maheswari π