Arabella Maheswari

Arabella Maheswari
Chapter 67



Sebuah tamparan hampir saja mendarat di wajah mulus milik Bella karena Vero sangat tersinggung dengan ucapan yang di lontarkan Bella, namun ada tangan yang mencegah itu hingga Bella tidak harus menampis tangan Vero yang mungkin akan bisa membuat tangan Vero jadi patah permanen.


"Apa-apaan ini!!" Tutur pemilik tangan itu dan tentu saja dia adalah Bastian.


"Dia sudah menghina saya Pak." Ucap Vero membela diri.


"Uhhh..!! Menghina? Nada bicaramu aturlah Nona, kau hanya anak baru di sini! Tidak perduli kau supervisor atau tunangan dari Pak Bastian, namun berkerjalah secara profesional dan jangan terlalu terbawa perasaan!!" Jawab Bella membela diri dan mendapat dukungan dari semua karyawan yang mendengarkan perdebatan itu di sana, sebab semua karyawan juga membenci Vero yang selalu berkerja dengan semaunya sendiri.


"Tunangan??" Tutur Bastian kebingungan dan hal itu membuat wajah Vero tertunduk malu.


Awas kau Bella! Kau akan bayar mahal untuk semua ini!! Batin Vero.


"Jangan mendengarkan ucapannya Pak." Sahut Vero membela diri.


"Kau sendiri yang bilang begitu bukan? Ayo Len bicaralah jika dia berkata demikian?" Bella menarik lengan Lena lembut agar menempel di sampingnya." Tidak perlu takut, katakan saja! Jika Pak Bastian memecatmu aku juga akan keluar dari sini!" Imbuh Bella menyakinkan Lena.


"Hmm iya Pak, Nona Vero sering berucap seperti itu pada semua karyawan." Jawab Lena lirih.


"Iya Pak semua karyawan juga selalu di beritahu hal itu." Sahut karyawan lain yang sebenarnya sangat ingin berucap namun takut.


Bella tersenyum menang ke arah Vero yang tengah tertunduk malu.


"Apa seperti itu Ver?" Tanya Bastian memastikan.


"Ayo jawablah dengan suara lantang mu tadi!!" Imbuh Bella.


"Hmm iya Pak maaf saya hanya...Itu.."


"Tidak masalah sebab saya sudah sering tersandung masalah seperti ini, tapi jangan di ulangin. Bella benar, berkerjalah secara profesional jangan seperti itu." Jawab Bastian yang terdengar sangat bijaksana meski nyatanya dia hanya seorang iblis yang berwujut manusia.


Bella melihat ke arah Bastian saat berucap, tiba-tiba dia teringat pada Pak Salim yang berbicara jika Bastian dulu pernah menjadi manusia yang baik. Apa karena kau terlalu lama berkecimpung di dunia seperti itu hingga membuatmu berubah jadi manusia yang kejam Bas? Atau karena perasaan kecewa yang terlalu mendalam sehingga kau seperti itu? Aku jadi mempertimbangkan semuanya lagi karena ucapan dari Pak Salim itu.


"Apa kau baik-baik saja Bella?" Suara Bastian membuyarkan lamunan Bella.


"Hmm yah aku baik." Jawab Bella tersenyum.


Kenapa mereka seakrab itu? Batin Vero.


"Bagus jika seperti itu." Jawab Bastian tersenyum." Lanjutkan perkerjaan mu, emm Vero ikut saya ke ruangan." Imbuh Bastian berjalan meninggalkan tempat itu.


"Awas kau ya!!" Kata Vero berbisik serayap mengikuti langkah kaki Bastian.


"Aku tunggu Nona.." Balas Bella menjulurkan lidahnya ke arah Vero.


"Kau selalu membuat masalah." sahut Lena langsung memukul lembut pundak Bella.


"Bukannya kau tersiksa dengan wanita itu hingga kau menyebut dia lampir hah??"


Lena terkekeh sebab ucapan Bella memang benar." Bukan aku saja, tapi semuanya. Ku pikir dia sudah keluar dari sini sebab saat kau masuk dulu dia sudah tidak terlihat, ternyata lampir itu masih saja bergentayangan di sini." Tutur Lena cekikikan.


"Aku sering kena marah dengan hal yang tidak jelas Bell." Sahut karyawan lain.


"Apa menurut kalian dia cantik?" Tanya Bella pada teman-temannya.


"Hmm ya sangat cantik meski raut wajahnya terlihat jahat?" Sahut salah satu teman Bella.


Bella terkekeh mendengar jawaban tersebut." Dasar gila!" Tutur Lena tersenyum.


"Sebaiknya kalian lanjutkan perkerjaan saja." Jawab Bella menyarankan.


Semua kerumunan pun bubar lalu melanjutkan aktivitasnya masing-masing.


"Ada yang kau sembunyikan dariku Bella?" Tanya Lena yang melihat ekspresi wajah Bella seperti menahan tertawa.


"Nona Veronica cantiknya tidak alami Lena bahkan dia sangat terlihat buruk di mataku." Jawab Bella setengah berbisik.


"Apa karena sifatnya yang buruk?"


"Hmm itu salah satunya, tapi kau harus tahu jika Nona Veronica adalah wanita pemakai susuk." Jawab Bella dan sontak membuat Lena melebarkan matanya.


"Apa itu benar!!!" Pekik Lena membuat semua karyawan melihat ke arahnya.


"Suuuutssss jaga bicaramu, itu urusan dia, selama dia tidak mengangguku aku juga tidak akan mencampuri urusannya." Jawab Bella.


"Tapi apa itu benar?"


"Hmm iya. Wajahnya terlihat sangat buruk di pengelihatan ku dan di punggung Nona Vero juga ada kuntilanak yang bergelayut di kedua pundaknya." Bisik Bella menjelaskan.


"Kun Kuntilanak." Lena meraih lengan Bella dengan kedua tangannya.


"Hmm tapi dia tidak menganggu jadi kau tenanglah, tetap bersamaku oke, agar Bastian tidak bisa mendekatimu." Bella mengiring Lena ke arah kereta dorong yang penuh dengan baju yang berantakan.


Mimpi apa aku! Hingga selalu berhubungan dengan hal-hal yang seperti itu. Eluh Lena dalam hati.


🌁Ruangan Bastian🌁


Veronica duduk saling berhadapan dengan Bastian yang saat ini tengah menatap tajam ke arahnya, Bastian cukup kesal dengan apa yang sudah di perbuat Vero terhadap Bella tadi. Jadi dia berniat menumbalkannya Vero untuk mengantikan Lena sementara waktu.


"Apa kau masih menyukaiku seperti dulu Vero?" Tanya Bastian yang ingin memancing sebuah ucapan yang sangat ingin dia ketahui dari Vero.


"Hmm sangat. Aku bahkan tidak pernah berpacaran dengan pria manapun sejak penolakanmu dulu." Jawab Vero lirih.


"Apa kau masih suci Ver?"


Pertanyaan itu sontak membuat mata Vero melebar sebab meski Vero tidak pernah berpacaran namun kesuciannya sudah di ambil oleh sang Dukun untuk menyempurnakan susuknya.


Dasar bodoh!! Aku bahkan tahu isi hatimu itu! Jika bukan sahabat terbaikku dulu, aku tidak akan memperdulikan jika kau P#rawan atau tidak. Kau akan tetap ku habisi sekarang juga sebab kau sudah berniat menyentuh kesayangannyaku.


"Aku masih suci Bas." Jawab Vero lirih." Untuk apa kau bertanya hal tersebut." Imbuh Vero ingin tahu.


"Lupakan itu, kau ku berikan kesempatan satu kali untuk ini." Tutur Bastian tegas.


"Maksudmu Bas?" Tanya Vero tidak mengerti maksud dari ucapan Bastian.


"Bella, dia kesayanganku! Jika kau berani berbuat hal itu lagi, kau akan menyesal seumur hidup karena sudah melakukan itu!!" Jawab Bastian dengan nada bicara yang cukup tinggi.


Mata Vero melebar, tubuhnya lemas setelah mendengar ucapan yang terlontar dari Bastian. Harapannya seakan runtuh untuk bermimpi menjadi nyonya Bastian dan menguasai harta Bastian seutuhnya.


"Lantas cintaku bagaimana?" Tanya Vero lirih.


"Cinta?? Kau bahkan sudah tidak suci dan berbohong padaku!" Jawab Bastian tersenyum kecut.


Kenapa dia bisa tahu?


"Aku bisa membaca isi hatimu itu, jadi kau jangan macam-macam padaku, jika kau berani menyentuh dia lagi, kau akan membayarnya dengan nyawamu!!" Imbuh Bastian menatap tajam Vero yang tengah tertunduk.


Deg....


"Baik. Permisi Pak." Tutur Vero tidak banyak bicara dan berucap meski di dalam hati.


"Ingat yang tadi." Kata Bastian.


"Hmm baik." Vero menunduk sebentar dan pergi dari hadapan Bastian dengan tangan yang mengepal kuat.


🌁Ruangan Nathan🌁


Sudah beberapa hari ini Nathan tidak pernah berjumpa dengan Farel sahabatnya, beberapa kali dia menghubungi kontaknya namun nomer tersebut terdengar di alihkan jadi dia memutuskan untuk memangil Rio teman yang cukup dekat dengan Farel.


Rio langsung menerobos masuk sebab dia juga beberapa kali pergi ke kantor Nathan, keduanya duduk di sofa dan mengobrol soal Farel.


"Aku juga tidak pernah bertemu dengannya Nath, ku fikir dia bersamamu jadi aku tidak mempermasalahkan hal itu." Jawab Rio yang juga tidak tahu keberadaan Farel.


"Hmm biasanya dia selalu ke sini dan merepotkanku tapi sudah seminggu ini dia tidak datang ke sini." Kata Nathan menjelaskan." Aku akan pergi ke rumahnya sepulang kerja, mungkin saja dia sakit." Imbuh Nathan.


"Tidak ada Nath, tapi jika sekarang aku tidak tahu. Sebab dua hari lalu aku ke sana tapi Mama nya malah menanyakan keberadaan Farel padaku."


"Apa seperti itu?" Kata Nathan kaget.


"Hmm ya Nath."


"Kemana perginya Farel? Apa dia menjadi korban Bastian juga? Tidak mungkin sebab dia tidak pernah berjumpa dengan Bastian. Meskipun dia menyebalkan namun dia adalah teman yang baik, bahkan dia sampai beberapa kali tidak pergi ke Kafe jika Bella bernyanyi padahal aku tahu dia sangat menyukai performa Bella. Aku akan pergi ke rumah Farel nanti." Gumah Nathan.


"Kau berkata apa Nath?"


"Tidak ada, aku akan pergi ke rumahnya nanti." Jawab Nathan tersenyum sejenak ke arah Rio.


🌁Mall🌁


Bella tersenyum saat melihat raut wajah yang cukup di kenalnya. Dia adalah Farel yang tengah berjalan berdua bersama seorang wanita separuh baya. Bella pun menghampiri Farel berniat untuk menyapanya sebab Bella mengira jika Farel tengah berjalan bersama Ibunya.


"Hai Rel." Sapa Bella ramah namun Farel hanya menatap Bella seolah tidak mengenal Bella.


"Kau siapa?" Tanya wanita yang bersama Farel.


"Aku temannya." Tutur Bella terbata serayap melihat keadaan Farel yang linglung.


Ada apa dengan Farel?? Kenapa dia tidak tahu aku? Ada yang tidak beres di sini.


"Apa yang kau perbuat dengan dia? Kenapa jadi seperti ini!" Tanya Bella merasa curiga.


"Bukan urusanmu sialan!!" Jawab wanita itu kasar serayap pergi dari hadapan Bella.


Bella hanya menatap ke arah Farel yang pergi keluar bersama wanita itu, dia sempat akan menghubungi Nathan namun Lena menyeret Bella karena Mall hari ini cukup ramai.


Aku akan bertanya pada Nathan nanti di jam makan siang. Batin Bella yang mulai melayani para pengunjung Mall.


Wanita yang bersama Farel langsung menarik Farel masuk ke dalam mobil mewah yang di belinya dari uang Farel. Namanya Tania, wanita yang sudah berumur 41 tahun ini merasa sakit hati dengan Farel karena merasa di permainkan. Dia menjerat Farel dengan cara instan sehingga Farel melupakan semua teman dekat bahkan Ibunya sendiri.


"Kita pergi ke Mall lain sayang." Tutur Tiara bergelayut manja pada lengan milik Farel.


"Hmm terserah padamu sayang." Farel mulai melajukan mobilnya keluar dari area parkiran Mall tersebut.


Kenapa Nyai menyuruhku untuk segera pergi, siapa wanita itu? Batin Tiara yang mendapatkan suara telepati dari Dukun andalannya agar segera pergi menjauh dari Bella.-


Isi hati Author dan Reader😁


Reader: Thoor kok nggak update dua kali lagi sih?


Author: Maaf Author lagi nggak enak badan😁


Reader: Pasti bohong?


Author: Nggak lah, bohong itu dosa😁 karena menulis itu membutuhkan suasana hati yang pas, jika tidak pas takutnya tulisannya malah Ambyar 😩


Reader: Ya sudah Thor kita ngerti kok☺️


Author: Terimakasih atas pengertiannya reader terhormat 😘 tetep setia yah pantengin Arabella Maheswari, semoga suasana hati author yang lagi sakit bisa kembali pulih☺️


Silahkan like 👍 komentar 💬 klik ♥️ Vote juga please 😘 terimakasih 😘♥️