
Mobil Nathan terparkir di rumah sederhana milik Ika yang tidak lain merupakan tunangan dari Dika.Ika menyambut kedatangan Bella dengan sebuah pelukan dan air mata yang mengalir lembut di sudut matanya.Bella mengusap lembut punggung Ika berharap agar perasaan Ika sedikit lebih baik.
"Kau sendirian di rumah?"
"Iya Bell,semua orang sedang melapor ke kantor polisi sebab Dika sudah menghilang lebih dari 24 jam,mari masuk."Kata Ika mempersilahkan.
🏠Di dalam rumah🏠
"Kamu harus bersabar Ika,hmm temanku juga menghilang saat ini meski aku juga belum tahu dia menghilang atau pulang ke kampungnya."Tutur Bella yang tidak tega melihat Ika menangis terisak di hadapannya.
"Hiks...hiks...hiks..Tapi kamu kan tahu Bella,jika kita akan menikah tiga bulan lagi,aku bahkan sudah mempersiapkan semuanya untuk hari itu."Jawab Ika yang merasa sangat terpukul dengan kejadian ini.
"Aku tahu perasaanmu seperti apa saat ini Ika tapi tidak ada yang lebih menyakitkan dari sebuah penghianatan."Tersenyum."Meski nantinya Dika ditemukan dalam keadaan apapun, yang pasti dia masih sangat mencintaimu.Aku tidak bermaksud mendoakan sesuatu yang buruk terjadi tapi setahuku Dika bukan seseorang yang suka berbuat macam-macam,dia bahkan tidak pernah nongkrong dengan teman-temannya karena ingin fokus mengumpulkan uang untuk pernikahannya."Bella masih merangkul kedua pundak Ika erat.
"Itu yang membuatku berfikir yang tidak-tidak Bella,jika dia masih hidup dia tidak akan berbuat ini.Jika dia di begal atau apa,kenapa barang miliknya masih ada semua,bahkan dompet juga berada di TKP."Jawab Ika menjelaskan.
Apa memang semua ini ada hubungannya dengan kak Bastian. Batin Nathan.
Sepertinya aku benar-benar harus menyelidiki Bastian,besok Senin aku akan berkerja lagi di sana meski rasanya aku sudah tidak ingin berkerja di sana.
🚗Mobil Nathan🚗
Bella terdiam setelah kepulangannya dari rumah Ika tadi,dia sendiri merasa sangat binggung dengan apa yang terjadi akhir-akhir ini.Masalah hidupnya belum terpecahkan,di tambah lagi dengan masalah yang saat ini menimpa teman-teman terdekatnya.
Apa benar kata ayah jika aku anak pembawa sial...Apa mungkin jika Karin dan Dika terkena dampak dari kesialanku saat ini,astaga Tuhan rasanya pikiranku semakin terasa penuh.Dulu aku masih ada Karin yang bisa ku ajak untuk berbagi cerita jika aku merasa lelah tapi sekarang?Kamu bahkan tidak jelas sedang berada di mana...
"Jangan terlalu di fikirkan nanti kau sakit."Kata Nathan merasa khawatir.
"Rumah Bastian berada di mana Nath?Bisa kau antar aku ke sana."Pinta Bella menatap ke arah Nathan yang fokus melihat jalanan.
"Untuk apa kamu ke sana Bell?"
"Hmm aku hanya ingin melihat-lihat saja,apa kamu tahu?"Tutur Bella mengulang pertanyaannya lagi.
"Aku tidak tahu rumahnya di mana Bell,dia selalu tertutup pada keluarga tapi aku minta kamu jangan menyelidiki keberadaan rumahnya sendirian.Ajak aku jika kamu memang ingin ke sana."Tutur Nathan memohon.
"Kakakmu memang sangat aneh Nath,dari awal bertemu,aku sudah menduga jika dia bukan orang yang lugu sebab aura negatifnya sangat kuat."Tutur Bella menjelaskan.
"Maka dari itu jangan ke sana sendirian,aku takut terjadi sesuatu denganmu."
"Hmm ya,lantas ini kita mau kemana?Kenapa kamu tidak mengantarkanku pulang?"Tanya Bella yang melihat Nathan semakin membawanya jauh dari tempat tinggalnya.
"Temani aku bertemu clien sebentar saja,hanya satu jam setelah itu kita pulang.Sekertarisku sudah menunggu kita di sana,apa kamu keberatan Bella?"
"Ya..!! Kenapa kau tidak mengantarkanku pulang tadi??"Runtuk Bella yang nada bicaranya mulai meninggi.
"Aku masih merindukanmu jadi aku masih ingin bersamamu saat ini."Jawab Nathan yang lagi-lagi membuat wajah Bella merona merah.
Deg...!!!
"Huuufffttt.... Dasar bocah..!!"Runtuk Bella padahal di dalam hatinya merasa sangat senang.
"Kamu masih saja menyebutku seperti itu."
"Aku sulit menyukai seseorang Bella,dan aku sudah menyukaimu.Jadi mau tidak mau kau harus jadi milikku suatu saat nanti."Ucap Nathan serayap tersenyum tipis.
"Yah...Teruslah bermimpi anak kecil...!!"
Apa ucapanmu itu benar Nath,hmm aku sangat takut jika kamu hanya tertarik karena aku cantik.Dan ketertarikan pada fisik itu tidak akan bisa abadi tapi aku sangat berharap jika kau tidak akan mundur meski aku menolakmu seperti saat ini.Sebab jika kamu sampai mundur,aku berjanji pada diriku sendiri untuk tidak jatuh cinta lagi...
Mobil Nathan terparkir di sebuah kafe tempat di mana Clien Nathan sudah menunggunya di sana.Bella berjalan beriringan dengan Nathan menuju ke salah satu meja yang terletak di ujung Kafe tersebut.Sekertaris Nathan yang tidak lain seorang lelaki,menelan saliva-nya saat melihat Bella yang terlihat cantik dengan gaun sederhana yang di kenakannya saat ini.Sementara clien Nathan sendiri yang berjumblah dua orang,memperhatikan setiap lekuk tubuh Bella yang masih terlihat indah meski saat ini Bella mengenakan Dress yang cukup sopan.
"Aku akan menunggumu di sana Nath."Bisik Bella menunjuk ke meja yang berada di dekat jendela.
"Tidak..!! Tetaplah di dekatku."Jawab Nathan yang langsung meraih jemari Bella dan mengajaknya untuk duduk di sampingnya.
Tidak ada yang menyambut kedatangan Nathan saat ini,ketiga pria itu malah menatap Bella dengan tatapan konyol.
Apa ini...!! Kenapa mereka menatap milikku seperti itu..!! Ahhh...Ingat Nath..!! Mereka clienmu,hormati mereka,sebab wanita di sampingmu memang terlalu cantik jadi wajar jika mereka seperti itu.. Batin Nathan langsung berperang melihat suasana yang membuatnya cukup kesal.
"Ehemmmzzz...."Nathan berdehem dengan mengulurkan tangannya ke kedua cliennya.
"Ohh Pak Nathan maaf."Menyambut tangan Nathan dengan hangat.
"Maaf saya terlambat sebab ada keperluan sebentar tadi."Tutur Nathan menjelaskan.
"Hmm tidak masalah bapak."Tuturnya dengan bola mata yang melihat ke arah Bella yang sudah duduk sedari tadi."Dia siapa anda??"menunjuk Bella.
"Saya temannya."Sahut Bella tersenyum."Jangan perdulikan saya sebab saya tidak ada sangkut pautnya di sini."Tersenyum manis dan senyuman itu langsung membuat ketiga pria dewasa di depannya jadi semakin terpesona.
"Silahkan duduk,mari kita mulai."Kata Nathan mempersilahkan sebab dia sangat tidak rela jika mereka melihat ke arah Bella secara berlebihan.
Sudah lama aku tidak melihat ekspresi wajah seperti mereka hahaha konyol sekali... Batin Bella yang fokus memainkan ponselnya.
Darimana Pak Nathan mendapatkan teman secantik itu?Dengan melihatnya saja hatiku langsung bergetar,astaga lekuk bibirnya begitu terlihat sempurna.Aku rela membayar berapapun jika aku bisa mendapatkan satu ciuman darinya...Dia membuat badanku langsung terasa panas..
"Emm Nath...Aku ke toilet dulu ya."Tutur Bella berbisik.
"Hmm baik hati-hati."
Bella berdiri lalu berjalan ke arah toilet yang terletak di belakang kafe itu,beberapa menit berlalu tiba-tiba salah satu clien Nathan juga berpamitan untuk ke belakang sebentar.Tanpa rasa curiga Nathan membiarkan clien tersebut padahal dia mempunyai niat buruk pada bella.-
TBC😁
Silahkan like 👍
Komentar 💬
Klik ♥️
Vote juga please 😘
Terimakasih 😘
salam Arabella Maheswari 😉